Ketika Anda Harus Membayar 100 Ribu Rupiah untuk Sepiring Nasi
|
Sun, 05/31/2009 - 22:28
Terkadang jika sedang bosan makan siang di kantor, saya pergi ke warteg yang ada di belakang kantor saya. Makanan favorit saya adalah sayur lodeh dengan telur dadar dan ditambah dengan tahu tempe dan sambal. Dengan lauk seperti itu, saya harus membayar sekitar 6 - 8 ribu rupiah. Jika ditambah dengan ayam goreng mungkin harga yang harus saya bayar menjadi sekitar 10 ribu rupiah. Apakah Anda masih ingat berapa harga yang harus Anda bayarkan untuk lauk yang sama 2 – 3 tahun yang lalu. Hampir pasti tentu lebih murah. Mungkin dahulu sepiring makan siang dengan lauk-pauk seperti itu harganya hanya 5 ribu rupiah. Mungkin sampai sini Anda sudah bisa menerka apa yang akan kita bicarakan. Ya, saya ingin berbicara mengenai inflasi. Selama kita menggunakan uang kertas, selama itu pula kita akan menyaksikan harga akan naik setiap tahunnya. Berikut adalah data tingkat inflasi di Indonesia selama 28 tahun terakhir:
Sumber: IMF, World Economic Outlook Database, April 2009
Dari tahun 1980 hingga 2008, tingkat inflasi tahunan rata-rata di Indonesia adalah 11,1%. Dalam kurun waktu tersebut, tingkat inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998, yaitu 77,5% yang disebabkan oleh krisis moneter yang melanda negeri ini. Saat ini mungkin kita sedang dalam masa produktif dan sedang bekerja/berwirausaha. Jika Anda pegawai kantoran, Anda bisa berharap untuk mendapatkan uang pensiun. Pernahkah Anda membayangkan apa yang Anda hadapi saat masa pensiun menjelang? Katakanlah Anda saat ini berusia 30 tahun. Anda masih memiliki 25 tahun masa kerja sebelum pensiun. Dengan asumsi tingkat inflasi rata-rata adalah 11,1% maka harga sepiring nasi yang sekarang adalah 8 ribu rupiah akan menjadi sekitar 111 ribu rupiah. Terlihat fantastis? Menurut saya itu realistis. Kita baru berbicara masalah makan siang. Jika saat ini kebutuhan hidup bulanan adalah 5 juta rupiah, maka saat Anda pensiun, Anda membutuhkan dana 70 juta rupiah per bulan hanya untuk menjaga agar strandar hidup Anda tidak turun. Silakan mencari tahu mengenai program pensiun yang Anda ikuti saat ini. Berapakah yang akan Anda dapatkan saat pensiun nanti. Apakah jumlah tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan hidup Anda nantinya? Sepertinya sebagian besar akan menjawab tidak :D Bagi saya, investasi saja belum cukup. Kita harus lebih fokus lagi dengan membuat suatu perencanaan investasi agar tujuan-tujuan keuangan kita dapat tercapai. Rasanya petuah orang tua kita dahulu untuk menabung ada benarnya, namun sayangnya dengan menabung saja kita akan kesulitan menghadapi laju inflasi. Mari berpindah dari budaya menabung ke budaya berinvestasi!
|

Comments
waduh mbak, enak ya bisa
waduh mbak, enak ya bisa invest segede itu. pasti gajinya aduhai
Alternatif Investasi
Alternatif lainnya adalah menabung dalam bentuk emas... kalau mau emasnya produktif, jadi pedagang emas aja sekalian :-)
Kalao merasa kesusahan jadi pedagang emas, masih ada alternatif memproduktifkan emas, silahkan baca mengenai "Qirad" di http://www.geraidinar.com , maaf mempromosikan website lain bukan untuk tujuan apa-apa selain untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan.
apa g lbh bgus jika th 1998
apa g lbh bgus jika th 1998 exclude?kan data ekstrim krn krisis?mknya jd gede rata2nya kl itu dikeluarkan pling rata-rata inflasi cmn skitar 8,64%.CMIIW
*maap double post*
.
Wow inflasi...
punten, first post, nubi...
Wah, pembahasan di atas ngebuka mata sy klo pas ntar dah udah masa usia pensiun, nominal terkecil rupiah 1000, bayar tukang parkir abal2 dah 20000, ngasi pengamen 10000, wew... itu juga dengan asumsi ga ada krisis2 lainnya...
yap, mari kita lawan inflasi dengan investasi...
Nubi bertindak...
Menariknya dari data diatas
Menariknya dari data diatas adalah
Pada tahun dgn tingkat inflasi rendah, umumnya akan langsung melompat cukup tinggi pada tahun berikutnya.
1985 : 4% thn berikutnya 9 %
1992 : 5% thn berikutnya 10%
1996 : 5% thn berikutnya 10%
1999 : 2% thn berikutnya 9%
2007 : 5% thn berikutnya 11%
Kita tahu tingkat inflasi untuk thn ini (2009) akan sangat rendah, bahkan bisa di bawah 5 %, kira2 apakah sejarah akan berulang pada thn depan (2010) dgn inflasi yg naik tinggi?
Yield obligasi plus sukuk pemerintah masih diatas 10%, yang ditengarai sbg salahsatu penyebab kenapa bank enggan menurunkan suku bunga pinjaman...
Becarefull
Salam,
Pemula
inflasi
> ya mas tukul inflasi 09 rendah krn konsumsi rendah ,semua orang tirakat menjelang pemilu nanti, thn depan pesta pora inflasi membubung kembali
orang baru
saya orang baru melek nih tolong kasih tahu... ane harus mulai dari mana nih... investasi masih bleng buat ane...? tolong kasih masukannya
izin buat kasih tau artikel ini ke temen-temenku ya
izin buat kasih tau artikel ini ke temen-temenku ya. Soalnya bener2 berasa merinding kl makan di warteg dgn menu kayak gitu mesti bayar 100ribu. mudah2an bisa jadi terapi shock juga buat temen2ku agar mengerti pentingnya berinvestasi
ijin juga
buset dah...77,5%? saya pikir dulu saya tajir banget dapet bunga deposito 60%, ternyata oh ternyata... hehehe
ijin juga buat posting sana sini, lagi gemes dengan orang2 yang masih berpikir urusan pensiun itu urusan nanti (padahal mereka dah 40an tahun and belum punya investasi sama sekali...)
data inflasi
Minta ijin ya, ngopi data inflasi.... tku
Rina DL
FP
GOLD is safe haven
Emas dapat dipertimbangkan sebagai store of value untuk face to face lawan inflasi. Sejak jadoel, terbukti tahan inflasi. Dulu 1 kambing harganya 1 dinar emas, sekarang kita juga bisa beli kambing dengan harga 1 dinar emas (di luar waktu Idul Adha), dengan berat yang standar.
betul sekali
Anda benar bro musafir
Gold is save heaven bukan isapan jempol...di akhir thn 1982 harga per gram emas masih Rp. 9000, saat ini sudah Rp. 320 ribu...kenaikannya adalah 3455%.
Inflasi dari data bro dunkz diatas dgn akumulasi bunga berbunga, kenaikannya adalah 1858.14%
Sedangkan IHSG, dr thn 1980 sampai hari kenaikannya adalah 1659%
Ternyata emas bukan hanya berfungsi sebagai nilai lindung. Luar biasa bukan?
Salam,
emas
berarti rata2 kenaikan emas 14%
Rina DL
FP
yg saya tau
mmm..mungkin lebih tepatnya begini Mbak..
Ketika inflasi naik..maka harga emas akan ikut naik, bahkan diatas 20%, kenaikannya membentuk pola eksponensial terhadap inflasi (lihat waktu krisis 97-98)
Tapi ketika inflasi rendah sekali, maka kenaikannya pun rendah. Bahkan jika inflasi thn depan lebih rendah dari tahun ini, kemungkinan besar harga emas juga lebih rendah.
Kemarin saya coba utakatik berdasarkan data emas dunia dari kitco.com...tapi satu yg tidak saya perhatikan, kalau inflasi di LN tidak setinggi disini bahkan terbilang sangat rendah.
Untuk negara berkembang dgn tingkat inflasi relatif tinggi macam negara kita, emas bisa jadi salah satu pilihan investasi, bukan lagi sekedar lindung nilai.
Salam
ttg emas
Kalo bisa dishare analisanya bro ttg perkembangan harga emas.
lebih bagus lagi kalo harga emas kita rupiahkan dulu sesuai dg kurs saat itu biar keliatan apakah dia tahan inflasi.
"invest your time before invest your money"
visit my blog at http://parahita.wordpress.com
re : ttg emas
bro dunkz
itulah susahnya, kita mencari data yg lengkap tentang perkembangan emas dalam rupiah per gram, saya agak susah menemukannya.
Saya hanya membandingnkan emas per gramnya di pasaran dalam rupiah, dan thn 1982 akhir harganya adalah 9000an rupiah...
coba nanti kita olah datanya lewat troy per ounce dan dirupiahkan..apakah masih relevan
Salam,
Pemula
Buku tentang investasi emas
Bukunya di Gramedia ada kok, kalau gk salah judulnya "INVESTASI EMAS".
Rina DL
FP
emas lagi
Saya tadi ngitung dari data yang ada diatas aja. Sedangkan ihsg gk ada data awalnya.
Rina DL
FP
Provokatif Article ...
Bro dunkz ...
Lama tidak bersua dan baca article bro lagi ... hehehe sepertinya sedang sibuk di telan kantor ...
Article sederhana yang sangat provokatif ... ane 1000% agree sama bro dunkz ... kita harus investasi instead of menabung ... itu alasannya ane hampir tidak punya tabungan (kecuali untuk daily survival) dan sangat kasihan melihat orang yang masih terus secara sadar memiskinkan diri (sadarlah bahwa bunga tabungan selalu kalah sama inflasi, sehingga kalo cuma nabung artinya kita dengan sadar terus memiskinkan diri)
Sayangnya pengetahuan ini datangnya terlambat sama ane ... kenapa dulu waktu ane masih SMA ... nggak ada yang ngasi tahu tentang ilmu financial planning ya ... ? ane baru sadar saat awal kerja dulu ... hehehe
Pengetahuan ini juga yang membuat ane selalu MEREWARD DIRI SENDIRI sebelum mereward yang lain. Artinya ane selalu mengalokasikan dana untuk investasi dulu baru kemudian sisanya dipake untuk kehidupan. Dan ane sangat keras tentang hal ini ... Rasio regular investment ane saat ini sudah lebih dari 60% dari penghasilan ane tiap bulan ...
Kenapa ane begitu keras tentang masalah SELF REWARD ini ? Karena semakin lama ane semakin sadar bahwa yang peduli sama masa depan ane ya hanya ane sendiri ...
sounds paranoia ... ?
Lebih baik sedikit paranoia sekarang, tapi ane tahu hidup ane pasti tenang di kemudian hari ... daripada hidup tenang sekarang tapi malah paranoia nanti dekat pensiun ...
Life is about moving forward ... Ja Minna San Ikimashyo !!
Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U
Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.
nice articles..
wah mantap melihat paparan dari bro dunkz dan passion4u,ckck, menyesal ga ikt acara tgl 20 mei kmrin T-T mudah2an ada lagi..
yang jelas tulisan anda makin membuka lebar mindset saya tentang investasi dan "persiapan" untuk hidup sejahtera di masa mendatang dan saya akan tularkan juga ke teman2 supaya mereka juga terbuka pengetahuannya...bro dunkz jangan2 udh nulis buku neh,hehe..
Salam sukses...
PT. INDONESIA FERRY (PERSERO)
"we bridge the nation"
provokatif article...
Dear Passion 4 U,
Agree 1000%... memang nasib kita yah kita juga yang nentuin. Nga bakal ada org lain yang mikirin hehehe... mau senang or mau susah nanti, kita juga yang nentuin:)
Canggih juga bro, sudah bisa mengalokasikan 60% untuk investasi:) Padahal banyak banget orang yang kita saranin untuk alokasikan 10% dari pendapatan untuk investasi saja sudah susah banget:P
masih mencari ...
Dear Chr*****e,
Lama indak basuo ... ternyata acaranya kemaren sukses berat ya ... mau dong ikutan kalo Mandiri nanti punya acara Goes to Campus ... ane pengen juga mencerahkan teman-teman di kampus ... (kayak udah jago aja ... padahal ane juga masih belajar hehehe) ... Let me know the schedulle, mudah-mudahan bisa join ... tapi ane bawa bendera PortalReksadana ya ... hehehe
Terkait sama besar investasi ane 60 % dari penghasilan ... itu ada 2 kemungkinan ... memang ane getol invest atau gaji ane yang kecil ... sepertinya lebih cenderung ke opsi kedua (gaji kecil hehehe) ... Tapi memang financial plan ane menuntut ane invest segitu ya mo apa lagi ... mo dikurangi targetnya kok sayang ... awal mulanya berat sich ngelihat sebagian besar gaji tiap bulan kok ngilang mulu ... nggak bisa dipake belanja belenji hehehe ... tapi demi masa depan ya harus mau berkorban ...
Btw ane merasa selama ini sudah banyak malang melintang di dunia paper asset ... ane lagi melangkah ke dunia bisnis dan properti ... ini juga untuk diversifikasi portfolio sich hehehe
Ane percaya betul dengan arahan dari Robert Kiyosaki ... Hanya ada 3 kendaraan menuju kebebasan financial yaitu Bisnis, Property & Paper Asset. Cuma karena dalam proses belajar, sepertinya proporsi paper asset masih akan dominan ...
Ane pengen kayak bro dunkz ... Paper Asset - nya OK, Bisnis OK ... or kayak bro nikkentobi dech yang juga portfolio diversificationnya udah ok banget ... hehehe ... kepada merekalah ane belajar ...
I am still learning & searching ...
Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U
Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.
masih mencari...
Hi... pa kabar nih?
walah, jadi acara kmrn nga ikutan toh? pantesan nga keliatan... aku pikir gara2 kita lagi super heboh, jadi nga sempet ketemu:)
Program kita sudah mulai jalan loh... in fact baru hari ini kita selesai "ngamen" dengan salah satu Universitas. Mau join? boleh2, nanti kita diskusi juga yah dengan partner2 kita (Fund Manager), soalnya untuk event di Campus, kita juga menggandeng partner2 kita:)
Kita tetep salutzzz brooo dgn investasi 60% itu... memang sih setelah dihitung2 dari pada nanti hidup susah or pas2an, better sekarang berkorban, paling yang dikorbanin shooping aja. Awalnya berat tuh (sampe sekarang juga sih:P), apalagi kalo lagi sale hehehe....
Wah, kalo ngomongin soal gaji besar or kecil.... panjang urusannya... yg pasti mau gaji gede kek mau gaji kecil kek, Investasi tetep nomor I:)
Wah, sama donk kalo soal Bisnis, Property and Paper Asset, yang dua sih udah mulai, tinggal bisnis nih yang masih mikir, mau bisnis apaan:P
Btw, kapan2 ngopi bareng yuk bro... seru juga kita sharing knowledge:)
inestasi 60%?
Berarti buat biaya bulana keluarga cuma 2 jt donk....emang bisa segitu...ktanya gajinya kecil. Yang lebih mungkin gajinya prof gede, makanya bisa investasi 60% dari penghasilan.
Rina DL
FP
no comment ...
Kalo sis rdl tahu penghasilan ane dibandingkan dengan load kerjanya pasti akan miris melihatnya hehehe ... btw biaya bulanan cukup atau tidak cukup selalu dilihat dari standard hidupnya ... mungkin standard hidup ane yang jauh lebih rendah dari sis ... sehingga biaya minim aja masih survive untuk hidup ...
soal gaji ... no comment ... besar kecil itu sangat relative ...
Yang pengen ane sharing kemaren adalah kalo kita mau ... kita bisa kok menyisihkan dana untuk investasi melebihi standar dari para financial planner (financial planner biasanya meminta kita menyisihkan antara 20-30% untuk investment).
Yang ane pengen sharing juga adalah ... karena ane mengalokasikan jumlah yang lumayan untuk investasi ane tiap bulannya (minimal dari sudut pandang ane) ... maka ane selalu serius dalam berinvestasi ... semua strategy yang ane sering sharing di sini, bukan sekedar teori ... tapi benar-benar ane praktekan untuk investment ane ... so when comes to investment decision, i am tend to turn into a very serious person.
stuju!!!
curahan hati seorang bro passion, saya juga menyesalkan minimnya pengetahuan tentang financial planing di masyarakat Indonesia, bahkan sampai sekarang. Jadi satu2nya jalan ada belajar,belajar dan belajar. Blajar financial planing,blajar investasi, blajar me manage hidup, hidup kita dan hidup anak2 kita (waduh tua banget gw ngomongin anak,lulus kuliah aja blon). Orang lain saat ini mungkin kurang peduli, tapi mari kita tularkan kebiasaan investasi ke lingkungan kita.
Mari memasyarakatkan investasi
Salam super!!!
NB:ada lowongan gak buat fresh graduate di sekuritas???
INDEX almost to close 1990
dear bro n sis...
index sudah mendekati 1990.... apakah sesehat itukah ekonomi kita? atau ini harapan menjelang pilpres... atau ini mau tajam berbalik arah krn sdh overbought?...
gak ngerti gw....
salam
INDEX 1998
MALAH DEKETIN LEVEL 2000
REDEEMP GAK YA....?
redemp?
kenapa musti redempt??? jadi bingung nih?
Rina DL
FP
mau invest koq redempt
Lha, artikelnya ngajak invest, ini orang malah ngajak kabur...
ikutan bingung, bu Rina. hehehe...
Ketika anda...
Artikel yang bikin saya lapar (salahkan pada pembahasan mengenai sayur lodeh),he..he..he.., nice article fm master Dunk.
Saya punya mimpi, bahwa suatu hari nanti mata uang IDR akan menguat sedemikian kuatnya sejajar dengan mata uang negara-negara kaya di dunia. Sehingga daya beli meningkat, inflasi dibawah 2% dan sangat terkendali.
Sehingga produktivitas generasi berikut mendapatkan bayaran yang 'layak' tanpa harus dihantui inflasi tinggi seperti masa sekarang ini. Orang-orang tua dan anak-anak, menikmati jaminan kesehatan, pendidikan, dan sosial yang manusiawi dan merata layaknya negara makmur.
Mungkinkah? Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. Apalagi Indonesia punya sumber daya alam dan manusia yang belum dioptimalkan.
Pada saat itu tentu bank rate akan sangat kecil, dan dunia investasi dengan sendirinya menjadi pilihan yang unggul. Perencanaan investasi yang bro Dunkz sebutkan, tidak akan berkurang pentingnya.
So, tinggi maupun rendah inflasi , jangan pernah berhenti belajar mengenai investasi. Kenali instrumen2 investasi, tidak hanya di paper asset, supaya kita mampu membentuk dan terus membenahi portofolio sesuai ketahanan resiko masing-masing, dan memperoleh return - maupun hedging - yang diinginkan.
Buy and hold, DCA, swing/momentum, terserah strategi mana yang masing-masing kuasai. Karena tidak semua orang tahan menerima resiko buy and hold , mungkin tidak kalah banyak dibanding yang tidak tahan pada resiko menjadi swinger.
selama BI nggak meningkatkan
selama BI nggak meningkatkan cadangan emasnya, impossible IDR akan sejajar mata uang populer dunia...
bodohnya indonesia, lihat negara cina dan indian yang sedang gencar-gencarnya menambah stok cadangan emas negaranya..., dan jangan salah... walaupun USD nggak di backup emas secara langsung tapi negara amerika diam-diam selalu menambah stok cadangan emas negaranya, makanya mereka tetap kuat...
bodohnya indonesia, ternyata sebagian besar cadangan emas amerika justru di ambil dari indonesia melalui perusahaan Freeport yang berdiri sejak dulu kala dan menguras semua jenis emas kwalitas 1 sehingga sekarang yang tersisa emas kwalitas sekian...
bodohnya indonesia, seandainya sejak dulu semua tambang emas di indonesia terutama yang sekarang sedang dikelola Freeport, indonesia sendiri saja yang mengelola, maka setiap ibukota provinsi di indonesia minimal akan semakmur new york asal pemerintahannya benar...
kenapa baru sekarang Indonesia pintar...
setujuu...
Setuju bro Dunkz,
apalagi juni ini PNM IM lagi promo, subcription semua reksadan 0%, hebaat... perusahan plat merah lagi... sip
aku lagi cari RDPT untuk rencana rebalancing RDI, kira2 ok nggak ide begini bro?
salam,
Sip Bro dunkz
Sip bro Dunkz
artikel yang bagus buat menyadarkan masyarakat kita bahwa jaman telah berubah, dari menabung ke investasi.
Mari kita kalahkan inflasi