Disiplin Berinvestasi Reksadana

Passion4U's picture

Banyak alasan mengapa kita memutuskan untuk berinvestasi. Ada yang berkeinginan sekedar hanya untuk mengalahkan inflasi sehingga nilai uang kita tidak berkurang, ada yang sekedar sedang mencoba produk baru dan ada juga yang memang ingin assetnya growth. Apapun alasan anda berinvestasi anda harus disiplin menjalaninya, tanpa disiplin cita-cita anda tidak akan tercapai.

Berikut tips saya untuk berinvestasi dengan disiplin :

  • MAKE 2 SAVING ACCOUNT : Buatlah 2 account tabungan, account pertama untuk biaya hidup bulanan anda dan account kedua untuk kepentingan investasi
  • PERIODIC TRANSFER : Untuk anda yang berstatus karyawan, buatlah standing instruction yang menginstruksikan setiap bulan 1 hari setelah hari gajian anda, transfer Rp X dari account pertama ke account kedua. Jika anda wirausahawan tentukanlah tanggal di setiap bulan dimana anda harus mengalokasikan dana anda.
  • KNOW HOW MUCH TO INVEST : Jumlah yang dialokasikan tergantung dari target financial anda, saya pribadi melandaskan hitungannya pada pension plan dan dana pendidikan anak (feature ini yang sedang dikembangkan oleh bro autogebet dengan nama "my plan" yang disediakan untuk para donatur portal ini, untuk menghitung berapa besar investasi yang mesti kita alokasikan setiap bulan untuk mencapai tujuan financial tertentu)
  • BE COOL : Segeralah alokasikan dana dalam account kedua ke dalam reksadana, regardless kondisi market. Kenapa harus regardless kondisis market, karena dari pengalaman yang sering saya lihat, anda akan ragu untuk berinvestasi kalau terus melihat kondisi market dan ujung-ujungnya tidak disiplin lagi berinvestasi. So tutuplah mata anda dan teruslah berinvestasi tiap bulan
  • USE REKSADANA AUTO DEBET FEATURE : Agar mekanisme untuk masuk reksadana tiap bulan berjalan tanpa melibatkan perasaan anda, ada baiknya anda mempertimbangkan feature yang ditawarkan oleh beberapa bank diantaranya Bank Commenwealth (sorry bro autogebet terpaksa dech ane agak promosi bank ini). Di BankCommenwealth ada fasilitas auto debet tabungan tiap bulan untuk masuk ke reksadana, feature ini sangat membantu pelaksanaan disiplin berinvestasi.
  • MARKET TIMING ONLY FOR THE LARGE ONE : Setelah dana yang terkumpul cukup banyak, anda boleh mengelola dana yang besar (hasil kumpulan investasi tiap bulan) dengan mempertimbangkan market timing, masuklah reksadana saham saat bursa sedang bullish dan switchlah
    reksadana saham anda ke pendapatan tetap saat bursa sedang bearish. (tapi ingat untuk dana yang kecil yang diinvest tiap bulan anda harus tega untuk masuk reksadana apapun kondisi market).  Pastikan anda memilih reksadana yang dikeluarkan oleh MI bonafid , mempunyai return yang baik tapi memiliki fee subscribe dan switching sangat minimal (kalau bisa 0%)
  • SET TARGET : Buatlah target growth setiap tahun, saya tiap tahun selalu mentargetkan funding saya tumbuh 25% atau 1,5 kali dari performance MI reksadana saham bonafid (tergantung mana yang lebih besar 25 % atau 1,5 performance MI).
  • LEARN FROM THE PAST : Catatlah decision yang melandasi timing anda masuk reksadana saham atau switching ke reksadana pendapatan tetap. (saya biasanya memprint chart IHSG, memberikan keterangan kenapa saya masuk, misalnya IHSG sudah di support dan indikator TA sudah bilang harus in) dan simpanlah catatan ini dalam binder khusus. Catatan ini sangat berguna untuk mempelajari kesalahan anda dan mengimprove kemampuan anda beranalisa

Saya sadar mungkin strategi saya jauh dari sempurna, tapi minimal saya punya grand strategi untuk berinvestasi.

Happy investing. But don't just invest, be a smart investor. 

 

Comments

rian

rian's picture

lam kenal semua

gw pemula banget blh bagi ilmu nya ga bos?

  1. gw msh bingung untuk pilih produk mana yg bagus untuk investasi?
  2. n masalah perhitungan keuntungan n kerugian yg kita dpt dr investasi?
  3. berapa modal pertama investasi yg harus di setor?
  4. beli produk nya dimana n bagai mana?

tanks bos

Tips yang bagus

kidd's picture

Saya baru sekitar satu bulan mencermati mengenai reksadana. Saya memperhatikan artikel para kontributor sangat bagus, lengkap dan tidak terlalu sulit untuk dimengerti. Sehingga saya menjadi tertarik untuk ikut berinvestasi pada Reksadana. Terutama artikel dari Anda memiliki keunikan tersendiri. Saya akan mengikuti tips dari Anda, walaupun tidak semuanya.

Saya tunggu lagi artikel dari anda.

- kidd -

fundamental analysis

hadis's picture

Salam kenal untuk bro passion4u dan rekan-rekan yang lain,

baru kali ini saya ikutan nimbrung di sini , walau sudah bbrp bulan yang lalu mengikuti portal ini.Saya benar-benar newbie di reksadana ,baru sempat ikutan 1 bulan ini saat IHSG sedang drop, tapi krn udah dapat pencerahan dari portal ini, untuk jadi investor harus lihat term jangka panjang ,jadi tidak begitu khawatir.

Kalau boleh saya request, tolong dong dibahas untuk para anggota tipe investor ( bukan trader) topik-topik analisa fundamental analysis, seperti kenapa thn 2007, secara umum adalah tahun investasi yg baik, atau apa yang menyebabkan IHSG /NAB reksadana drop di bulan Agustus 2007. atau apa penyebab penarikan besar-besaran RD di tahun 2005.

Mudah-mudah bro passion4u bisa membantu atau untuk bro autogebet dan pengasuh portal yang lain bisa membantu ?

Terima kasih

 

 

 

 

 

 

 

Sumbangan kutipan...

aangdoang's picture

Investasi itu seharusnya sederhana dan mudah……Salam Long Timers…….. Kepada rekan Long Timers semua…,Semoga kutipan-kutipan dari beberapa buku tentang berinvestasi di reksadana indeks di bawah  ini berguna …. Dukungan yang sangat besar bagi Investasi Pasif Jika anda membaca karya-karya dari para penulis,ahli dan praktisi investasi terkemuka,satu fakta menonjol: Sebagian besar menganjurkan untuk membeli dan menahan index fund berbiaya rendah. Berikut ini adalah yang mereka katakan mengenai pokok persoalan berinvestasi melalui indeks: Paul Samuelson,orang AS pertama pemegang nobel ekonomi:”Cara paling efisien untuk mendiversifikasikan portofolio saham adalah dengan index fund berbiaya rendah. Secara statistik indeks saham yang dasarnya luas mengungguli portofolio ekuitas yang dikelola secara aktif. Warren Buffet,ketua Berkshire Hathaway dan investor bereputasi legendaries : “Sebagian besar investor,baik institusional maupun individual,akan menemukan bahwa cara terbaik untuk memiliki common stock adalah melalui index fund yang memungut biaya paling rendah. Mereka yang mengikuti jalur ini pasti melebihi hasil bersih(setelah ongkos dan pengeluaran) yang dihasilkan sebagian besar  professional investasi. Jane Bryant Quinn,kolumnis financial untuk Newsweek dan penulis Making the Most of Your Money: “Berinvestasi ke dalam indeks hanya bagi para pemenang.” Burton Malkiel,guru besar ilmu ekonomi,Princeton University,dan penulis A Random Walk Down Wall Street: “Indeks fund memberi investor peluang untuk membeli sekuritas dari segala jenis yang berbeda,dan merupakan metode yang pantas dan bergunauntuk mendapatkan keuntungan-keuntungan berinvestasi ekuitas,tanpa upaya ,dengan pengeluaran paling rendah dan penghematan pajak sangat besar” Jason Zweig,penulis dan kolumnis senior,majalah Money:”Jika anda membeli-dan kemudian menahan- indeks saham,secara matematis pasti anda akan mengungguli sebagian besar semua investor lain dalam jangka panjang” Andrew Tobias,penulis The Only Investment Guide You’ll Ever Need:”Jika para professional melakukan tidak lebih baik dari anak panah-dan sebagian besar tidak-lalu seberapa berharganya meminta mereka mengelola uang anda?” Charles Schwab,pendiri dan ketua dewan Charles Schwab Corp:”Hanya satu dari empat dana ekuitas mampu mngungguli pasar saham.Itulah sebabnya saya sangat percaya pada keampuhan berinvestasi melalui indeks”. Douglas R Sease,penulis Winning with the Market dan mantan editor financial The Wall Street Jurnal:”Anda tak akan pernah melihat index fund S&P memimpin grafik performa terbaik dalam TWSJ.Tetapi-dan inilah nilai pentingnya-return dana anda hampir pasti akan melebihi return mayoritas dana yang dikelola secara aktif selama jangka waktu lima tahun atau lebih. Dan anda tidak akan pernah melihat suatu index fund S&P ditempat terendah pada grafik performa TWSJ,juga” John C Bogle,pendiri dan mantan ketua Vanguard Group:”Dari 355 stock fund yang ada 30 tahun lalu,189 bahkan tidak mampu bertahan.Dan hanya 14-secara kasar 1 dalam 25- melebihi return pasar saham secara keseluruhan rata-rata satu poin persentase setahun.” Willian Bernstein,PhD,penulis The Intelligent Asset Allocator,kolumnis tamu Morningstar, :”Melalui pengalaman yang sulit,saya telah menemukan bahwa hamper selalu merupakan suatu gagasan yang huruk untuk jatuh cinta dengan seorang manajer aktif dan meninggalkan pendekatan berindeks” Jonathan Clements,penulis kolom terkenal”Getting Going” di TWSJ:”Sebagai sebuah kelompok,para investor dalam saham AS tidak mampu mengungguli pasar,karena,secara kolektif mereka adalah pasar. Sebenarnya sekali Anda menghitung biaya investasi,para investor aktif selalu ditakdirkan untuk tertinggal di belakang index fund Wilshire 5000,karena para investor aktif ini mengeluarkan biaya yang jauh lebih tinggi” Douglas Dial,manajer portofolio CREF reksadana rekening saham TIAA-CREF:”Bermain index merupakan teknik yang luar biasa. TAdinya saya bukan seorang yang mempercayai hal ini dengan sungguh-sungguh. Saya hanya seorang bebal. Sekarang saya soerang muallaf/newbie. Bermain indeks merupakan hal yang sngat menarik untuk dilakukan.” RE Sinquefield,ketua bersama Dimensional Fund Advisor:”Satu-satunya pelaku superior yang konsisten adalah pasar itu sendiri, dan satu-satunya cara untuk menangkap konsistensi superior itu adlah berinvestasi dalam suatu portofolio index fund yang didiversifikasi dengan tepat.” Eric Tyson,penulis Investing For Dummies dan Mutual fund for Dummies:”Kenapa membuang-buang waktu anda untuk memilih dan mengelola portofolio saham-saham individual ketika anda bisa menyamai return rata-rata pasar (dan mengungguli sebagian besar money manager professional) melalui suatu dana investasi yang sangat diremehkan dan jarang digunakan yang disebut index fund” William F Sharpe,penerima gelar kehormatan Nobel dan ketua Financial Engines,Inc:” Saya sangat menyukai index fund” Larry E Swedroe,penulis What Wall Street Doesn’t Want You to Know:”Kendati ada return luar biasa yang dihasilkan dana yang dikelola secara pasif,publikasi financial didominasi oleh prediksi dari mereka yang disebut guru,dan manager mutual fund paling akhir yang hebat. Saya percaya bahwa ada penjelasan yang sederhana untuk kesalahan informasi itu:Memberi tahu para investor mengenai kegagalan para manajer aktif bukanlah kemapanan Wall Street atau pers financial” Jeremy J Siegel,guru besar bidang keuangan,Whaarton School,University of Pennsylvania,dan penulis Stock for the Long Run:”Ada perbedaan yang secara krusial penting mengenai memainkan permainan berinvestasi dibandingkan semua aktivitas lain apapun. Sebagian besar dari kita tidak memiliki kesempatan untuk menjadi sama baiknya dengan rata-rata orang dalam pengejaran apa pun dimana orang lain melatih dan mengasah ketrampilan-ketrampilan selama berjam-jam. Tetapi kita bisa menjadi sama baiknya dengan kebanyakan investor dalam pasar saham tanpa latihan sama sekali,yaitu melalui index”  Charles D Ellis,penulis  Strategic Ways of Investing,mengajar di Harvard dan Yale,pernah mengetuai AIMR(asosiasi dunia untuk profesi manajemen investasi),pemimpin global dalam bidang konsultasi strategi bagi perusahaan jasa keuangan professional,dan memberikan jasa konsultasi bagi berbagai perusahaan sekuritas dan MI terkemuka terutama di AS,Australia,Kanada,Jepang dan Inggris:”Investasi pasif jarang memperoleh penghormatan yang sebenarnya layak diterima. Meskipun demikian,dalam jangka panjang investasi pasif akan mencapai imbal hasil lebih baik dibandingkan yang dicapai oleh sebagian besar manajer investasi Profesional.” Dengan memperhitungkan waktu,biaya dan upaya yang dicurahkan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih baik dr kinerja pasar,maka reksadana indeks jelas memberikan keuntungan besar dengan biaya kecil. Portofolio pasar memang tampak pasif,membosankan dan tidak bernalar,tetapi sebenarnya portofolio pasar didasarkan atas riset yang sangat luas tentang pasar dan investasi yang layak diteliti dan dapat ringkas.  An Interview with Merton Miller, Investment Gurus, by Peter Tanous, February 1997, Merton Miller, Nobel Laureate in Economics, 1990Question: I wonder if I might ask you, ...how do you think people should invest for the future...? Should they buy index funds? Answer: Absolutely. I have often said, and I know this will get some of your readers mad, that any pension fund manager who doesn't have the vast majority—and I mean 70% or 80% of his or her portfolio—in passive investments is guilty of malfeasance, nonfeasance or some other kind of bad feasance! There's just no sense for most of them to have anything but a passive investment policy. Lain waktu seorang pialang,perencana financial,atau pengelola yang mengatakan kepada anda bahwa dia mampu menghasilkan return yang mengalahkan pasar, tunjukkan kepadanya kutipan-kutipan itu dan lalu tanyakan kepadanya,: “Apa yang Anda ketahui yang tidak diketahui oleh para ahli terkemuka dalam bidangnya diatas?” Salam Long Timers………… 

Professional Investing

Anonymous's picture

Untuk menambah referensi bagi masyarakat yang mulai tertarik menginvestasikan dananya di saham, dan turunan-turunannya, PT Elex Media Komputindo menerbitkan buku Professional Investing karangan Sawidji Widoatmodjo, seorang dosen/wartawan yang produktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan pasar modal. Buku yang ditangani editornya, Rayendra L. Toruan, terbit awal Mare 2008.

Sebelumnya, dengan penulis yang sama, kami telah menerbitkan Puncak Kemakmuran Finansial ala Toru Kiosaki.
Bagi investor yang ingin diskusi, hubungi kami pada:

rltoruanatelexmedia [dot] co [dot] id

Selamat berinvestasi!

Index fund

Anonymous's picture

Sebetulnya yang perlu diperjelas adalah apa yang dimaksud dengan index fund. Sepengetahuan saya index fund adalah reksadana yang berdasar pada indeks saham tertentu, misalnya S&P 500 (di AS) atau LQ45 (di Indonesia). Kalau ini yang dimaksud, pengalaman di Indonesia sangat sedikit, setahu saya (itupun kalau benar) baru Danareksa yang menerbitkan reksadana index ini, itupun indeks syariah. Hasil returnnya juga menurut laporan di koran adalah 53,64 % untuk 1 tahun. Saya tidak mengetahui bagaimana jika dibandingkan dengan kalau kita bermain saham langsung, apakah lebih menguntungkan atau tidak. Kalau di AS, dari kutipan anda kelihatannya return index fund lebih tinggi dari main saham langsung di bursa.
Pengalaman di Indonesia agak berbeda. Reksadana Saham unggulan ternyata dapat menghasilkan return yang lebih baik dari indeks, jadi di atas RD indeks (jika ada).
Tapi kutipan anda dapat juga kita kaitkan dengan kondisi RDS itu sendiri. Artinya bila kita memegang RDS untuk jangka panjang, returnnya akan lebih tinggi dari kalau bermain saham. Itupun terbukti di AS, di Indonesia dapat berbeda, karena banyak sekali orang Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari bermain saham di bursa secara harian, istilah populernya adalah mencari uang receh.
Kalaupun hal tersebut kita anggap benar (sesuai dengan data yang ada di AS), kita belum dapat menyimpulkan memegang RDS jangka panjang akan lebih menguntungkan dari kalau kita memegang RDS dengan cara swing trader. Itulah sebabnya saya menyatakan bahwa hal ini adalah perbedaan gaya seseorang yang sangat tergantung dari kepribadian orang itu. Saya yang bukan seorang swing trader saja beberapa kali terpaksa mengoreksi RDS yang saya miliki, disesuaikan dengan evaluasi berdasarkan kinerja termutakhir. Dari pengalaman saya, sulit sekali kita bertahan memegang RDS tertentu secara jangka panjang, kalau dari hasil kinerja 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan, 1 bulan ternyata memble. Berdasarkan evaluasi saya, bahkan ketiga RDS yang top tahun 2007 (Makinta, Fortis Ekuitas Dan Infrastuktur Plus) saat ini semuanya payah, sehingga sudah pasti akan saya koreksi, menunggu saat yang tepat.
Untuk berinvestasi, saya setuju dengan pendapat Warren Buffet: Putuskan sendiri investasi anda. Jadi gaya seseorang harus sesuai dengan kondisi orang tersebut. Kalau anda seorang yang tahan banting, jadilah seorang investor jangka panjang. Kalau cepat panik dan punya kepandaian cukup, jadilah swing trader. Kalau tanggung seperti saya, ya berubah-ubah sesuai keadaan hehehe.
Mohon bro Passion yang jagoan swing trader dan berpengetahuan di atas kita dapat menjelaskannya lebih rinci untuk kita semua, supaya tidak lebih tersesat hehehe..

Pengamatan Amatir ...

Passion4U's picture

Iya seharusnya ada penyeimbang dari analisa fundamental juga ... ayo siapa mau berbagi ilmu analisa fundamental ?

Dari pengamatan ane yang amatir (ane sangat tidak menguasai fundamental analysis lho ... technical aja masih belajar apalagi fundamental yang njelimet)

Tahun 2007 bagus karena

Secara overall, makro ekonomi Indonesia cukup baik, ini terlihat dari nilai tukar yang stabil, inflasi yang cukup terkendali, suku bunga SBI yang cukup kondusif (sehingga banyak orang yang beralih dari produk tradisional perbankan yang berbunga rendah ke reksadana saham / saham), ditambah dengan kenaikan beberapa komoditas yang menjadi andalan kita yaitu CPO dan Batu Bara.

 

Bulan Agustus 2007 jatuh karena

Ini sich karena krisis subprime mortgage di Amerika, sebenarnya secara fundamental perusahaan Indonesia tidak ada yang terimbas langsung dengan sub prime mortgage ini, tapi karena bursa dunia batuk-batuk ya kita juga ikut meriang ... so lebih karena faktor fear di market aja ... so tidak terlalu terkait dengan fundamental sebenarnya.

Sebenarnya kalo bro belajar fundamental analysis, akan sedikit berkernyit keningnya, lihat saja para analis dari sekuritas ternama kalo membahas prospek sebuah perusahaan ada saja yang beda pendapat, ada yang bilang sudah over value ada yang bilang masih under value. Semuanya sebenarnya betul tergantung asumsi yang dipergunakan.

Nanti di Kursus Dasar Reksadana (KDR), bro akan tahu sebenarnya technical analysis itu adalah short cut dari fundamental analysis ... Fundamental lebih fokus mencari sebabnya, Technical lebih fokus meneliti reaksi yang terjadi. Tapi keduanya mempunyai tujuan yang sama memprediksi future price condition, tapi karena technical punya prinsip " What happened is more important than Why " dia nggak peduli sama sebab, dia lebih fokus pada apa yang terjadi. Hehehe ngelantur dech ... nanti dech waktu di KDR kita bahas lagi ya ... doain mood ane bagus so bisa bikin materinya lebih cepat lagi. sekarang progresnya udah 75% tinggal 25 % lagi ya ..

Dana besar itu berapa?

shaobin's picture

Saya masih pemula banget, mau nanya:

"MARKET TIMING ONLY FOR THE LARGE ONE : Setelah dana yang terkumpul cukup banyak, anda boleh mengelola dana yang besar "

dana yang besar yang dimaksud itu berapa batasannya? apa puluhan juta, apa ratusan juta?

 

thanks

How Large is Large ?

Passion4U's picture

Bro Shaobin ...

Terminologi "Dana Besar" itu tergantung dari orang ke orang. Intinya kalo menurut pendapat saya adalah "Dana Besar" itu adalah nilai nominal dimana pergerakan IHSG sebanyak 1% impactnya terhadap reksadana saham anda sudah mulai mengganggu (atau menarik perhatian) anda. Bisa karena anda sayang karena tidak bertindak saat market jatuh, atau memonitor perkembangan IHSG karena sayang dengan growth yang telah anda peroleh dari reksadana saham anda. So sangat relatif khan ...

Kalo anda tanya defenisi real dari saya, saya pribadi memasukkan angka eq 100 juta di reksadana saham, sebagai batas minimal "Dana Besar", kurang dari itu males merhatiin bursa, nggak worth it. Mengapa nominal tersebut karena setiap pergerakan 1% dari bursa itu berarti gain/loss 1 juta di reksadana saham saya, dan itu sudah cukup menggugah saya untuk memperhatikan bursa secara lebih baik lagi, hehehe. Tapi sekali lagi defenisi "Dana Besar" itu tergantung anda, tidak usah ngikutin kata orang lain

Oh ya karena ini melibatkan "Dana Besar", saya sangat memperhatikan besarnya fee subs dan switching. Saya sekarang memilih reksadana saham dengan fee subs dan switcing 0%, kenapa karena fee sebesar 1% saja dari switching itu artinya 1 juta yang juga sangat berarti buat saya, soalnya saya sangat memperhatikan market timing (so sering keluar masuk sesuai timing dari market)

Mudah-mudahan membantu bro ...

 

fee subs dan switcing 0%

sukaaneh's picture

Infonya bagus banget. Tp bole dapet info lbh detail ga, dapat di mana tuh RD yg fee subs dan switching yg 0%?

Yg saya punya msh ada fee-nya 1-2% nih..

Thanks

RDS dengan fee subs dan switching 0 %

sayogo's picture

Menurut data dari Bank Commonwealth, RDS dengan fee subs dan switching 0 % adalah yang diterbitkan oleh Manulife: Manulife Dana Saham dan Manulife Saham Andalan. Sayangnya fee redempnya cukup tinggi, 1,25 % untuk redemp kurang dari satu tahun.

Strategi redeem biar nggak kena fee ... hehehe

Passion4U's picture

Betul bro ... manulife adalah salah satu reksadana yang mempunyai fee subscribe dan fee switching 0 %, fee redeem tidak perlu dipermasalahkan ... kenapa karena reksadana toh untuk jangka panjang khan so nggak perlu di redeem cukup switch-switch aja sesuai kondisi market.

Tapi kalo mo redee, dan nggak mau kena fee, ini tricknya ... ingat fee switchnya adalah 0 % betul ? so kalo mo redeem switchlah ke reksadana pasar uang (khan nggak ada yang melarang kita masuk ke pasar uang khan) setelah itu redeem reksadana pasar uangnya ... hehehe pada umumnya khan reksadana pasar uang fee redeemnya 0 % ... benul apa tidak benul ...

Sorry ya buat para MI ... kita agak nakal dikit ... boleh dong ... hehehe ... namanya juga usaha. 1,25 % dari 100 juta aja udah 1,25 juta lho ... khan mending dibeliin cendol daripada kasi ke MI ... huahahahahahahahaha

 

Strategi Reedem yang Brilian

Mutual's picture

Bener sekali Bro Passion , salah satu strategi yang briliant, cuman saya tanya buat RDS MITRA belom bisa switching , ini gimana ya,..

Buat  prospek 2008 kira kira bagus ambil Fortis Equitas or Infrastruktur ya,.. mohon pencerahanya.

And sampe kapan nihkira2 IHSG akan babak belur ,.  

kalo ada lagi strategi yang lainya tolong dishare ya Bro

tks

Strategi redeem yang salah ...

Anonymous's picture

Bro ...
ternyata kita nggak bisa tuch switching dari rd saham/ pendapatan tetap ke pasar uang ... so strategi yang ane kasi itu misleading dan salah ... mohon maaf sebelumnya ya ,,, namanya juga manusia pasti bisa salah lach ...

Prospek

rai's picture

Kalau mau dipelihara (investasi), rasa2-nya yang berbau rds infrastruktur deh. Coba dilihat kembali pidato kenegaraan SBY saat menyambut 17 Agustus dan juga komitment pemerintah akan mengembangkan sarana infrastruktur 2007 s/d 2009.

Tetapi sebelumnya, di cek dulu facsheet-nya apa betul isi portfolio-nya adalah saham2 infrastruktur.

Fortis Infrastruktur sih boleh juga, karena sebagai rds yang sangat baru sudah bisa masuk 5-besar (belum setahun lho).

Tetapi kalau mau di swing-trade (short term), nah itu dia yang kita paling nggak ngerti.

Sekalian mohon tanya, akibat The Fed turunin FFR 75 basis points, IHSG sudah naik cukup lumayan. Tetapi kok NAV/unit rd kok belum in-line dibandingkan dengan NAV h-1 (Ref: http://www.bapepam.go.id/reksadana/ hari ini).

Mohon penjelasan dan koreksi bro/sis yang lain terutama bro Passion4U

Slm.

 

apa bisa?

Anonymous's picture

setahu saya dari reksadana saham,campuran atau pendapatan tetap tidak bisa di switch langsung ke rd pasar uang,harus dicairin dulu baru dibelikan pasar uang...

oh ... gitu ... ya maaf kalo gitu

Passion4U's picture

hehehe ...

gitu ya ? ane nggak tahu ... masa sich nggak boleh ? kalo gitu strateginya nggak bisa dipake dong ... hehehe ... maaf kalo gitu kirain bisa ...

Soalnya ane jarang masuk pasar uang sich ... jadi nggak tahu bisa apa enggak ...

Masuk reksadana

Anonymous's picture

Wah sangat bagus sekali tips dari Passion4u untuk strategi investasinya. Mudah2an bisa saya ikuti. Sementara ini saya sudah invest direksadana kira2 setengah tahun lalu. saya akan tambah inves RD lagi, namun melihat IHSG sedang melorot dari 2800 an ke 2600 an, apakah sebaiknya saya tunggu turun lagi, atau saat inilah yg tepat untuk masuk reksadana. Mohon bantuan pendapat rekan diportal ini

Wass
Rudy

terima kasih...

Anonymous's picture

Bung Pasion... met kenal... saya cuma pengin berterima kasih atas tulisannya... sangat berarti bagi kami-kami. Thanks............

aangdoang

@Bro Aang

Risyadmum's picture

Bro Aang, terima kasih juga buat anda atas literatur menariknya. Sangat membesarkan hati saya, longtimer yang masih belum mampu bertrading :)

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.