BBM Turun, Inflasi Turun, Kenapa IHSG Turun Juga?

Fri, 01/23/2009 - 09:07
Passion4U's picture

Pertanyaan dari rekan kita habasinalende:

Tahun 2009 ini sebetulnya sentimen positif banyak datang ke kita SBI turun, BBM juga turun serta inflasi kita juga turun tapi kenapa IHSG kok malah melempem?

Di saat DOW jatuh kita juga jatuh tapi lebih dalam. Di saat DOW mulai naik kita tetap jatuh. Kenapa indeks kita anomali apakah penyebabnya karena short selling sudah di halalkan lagi?

bro this is my comment ...

Ane nggak terlalu ngeh masalah fundamental tapi sepertinya memang
masih ada kekhawatiran yang amat sangat tentang kemungkinan dunia untuk jatuh ke jurang resesi yang lebih dalam setelah krisis banking mulai merambat ke eropa dengan kerugian dari Royal Bank Of Scotland - RBS ini yang dulu bikin geger karena mengakusisi ABN Amro (kerugian terbesar perusahaan inggris sepanjang sejarah) yang kalo dirupiahkan rugi RBS ini mungkin setara dengan 420 Trilyun Rupiah ... gile duit semua tuch

Dan klaim Indonesia agak tidak terseret oleh krisis financial perlu kita question lagi mengingat Bank Danamon salah satu Bank yang dinilai cukup prudent ternyata laporan keuangan 2008-nya kurang menggembirakan. So ada kekhawatiran sektor Banking di Indonesia juga ternyata kena impact krisis (walaupun bukan karena loss akibat megang subprime mortgage). Dan kita mesti ingat kalo IHSG kita 40% lebih disusun atas saham commodity (batu bara, nikel, CPO) yang notabene memang belum menunjukkan trend untuk naik lagi ... so bottomlinenya secara fundamental memang belon ada alasan yang cukup kuat untuk IHSG naik kencang ... walaupun ane juga meragukan IHSG akan turun tajam ... so kecenderungannya memang sideways ...

Di sisi analisa bandar, kita bisa menyimak penyataan erry firmansyah di koran akhir-akhir ini, IHSG memang lagi lesu darah karena ditinggalkan hedge fund tahun 2008 kemaren, ini terlihat jelas dari
volume transaksi IHSG yang dulunya mencapai nilai 4-4,5 Trilyun per
hari sekarang kayaknya paling pol 2 Trilyun. So memang gejala lesu
darah terlihat dengan jelas disini. Belon lagi kenyataan bahwa dulu
hampir 70% dari perdagangan IHSG sebenarnya digerakkan oleh fund
asing, so kalo sekarang fund asingnya cao ya kita bisa sangat mengerti
kenapa IHSG terlihat lesu.

Short selling pengaruh ... ? mungkin iya tapi kayaknya bukan itu
faktor yang utama dech ... sekian komentar dari ane sang analis sok
tau bin udik ... analisa yang lebih intelek tentu saja bisa kita
dengar dari Teh Lilis sebagai analis fundamental tulen.

 

Comments

3 faktor utama

mnwiria's picture

Bro Passion,

Menurut hemat saya, ada 3 faktor yang menentukan arah pergerakan IHSG:
1. Faktor global
2. Faktor domestik
3. Sentimen pasar

Untuk faktor 1 & 2 sifatnya fundamental, yaitu terkait aspek makroekonomi seperti tingkat inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, PDB, dll. Semuanya relatif bisa diukur karena ada datanya. Sedangkan faktor 3 bersifat psikologis sehingga lebih sulit ditelaah.

Faktor global yang saat ini menonjol adalah kemungkinan pulihnya ekonomi AS. Apabila Obamanomics mampu menciptakan stimulus yang bisa menggerakkan kembali pasar dan mengurai kebuntuan mata rantai ekonomi, maka ekonomi AS dan nantinya global bisa pulih.

Faktor domestik yang menonjol saat ini adalah Pemilu dan apakah pemerintah bisa meluncurkan stimulus ekonomi yang tepat. Meskipun banyak analis memperkirakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berkisar antara 3-4.5% saja (sebelumnya selalu sekitar 6% dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sepanjang 2008), namun Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang masih positif, sama seperti halnya China dan India. Jadi meskipun melambat, paling tidak Indonesia tidak mengalami resesi karena definisi resesi adalah pertumbuhan ekonomi yang negatif selama paling sedikit 2 kuartal berturut-turut. Kalau stimulus yang diluncurkan pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang, maka bisa saja target pemerintah untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5.5% tercapai.

Untuk sentimen pasar, hal ini sangat tergantung pada kedua faktor di atas. Dan uniknya, kalau kedua faktor di atas menentukan trend pergerakan IHSG, maka sentimen pasarlah yang menentukan fluktuasi pasar.

Jadi kesimpulannya kita perlu banyak berdoa agar faktor 1 & 2 positif sehingga faktor 3 pun ikut menjadi positif. Dengan demikian IHSG pun akan naik.

Market is The KING

IwanBudhiarta's picture

Wishing and hoping is never going to take you anywhere. Be practical. Do what market is telling you to do… Staying in the market for too long (hoping for a huge windfall) is a strategy that backfires more often than not.   The successful trader will have tested their strategy extensively and will be aware that a losing is also a part of the game. They will also measure their success on whether they place the trade according to their system rather than whether it is purely a winner or a loser. The fear is removed from the trade because they know that several losers in a row is to be expected. The successful trader has set a target, either a certain price or a timed exit and will stick to it. If the trade only takes 5 minutes then that's just great, there's plenty that won't.  To trade successfully you need to remove all emotional influences. This is what I called about a PSYCHOLOGICAL INVESTING. Market always tell you the truth...! 

setuju berat sis mel ...

Anonymous's picture

setuju berat dengan pendapat sis mel ...

Ane memang tidak terlalu pandai mengurai analisa makro ekonomi, dan yang kurang dari ane adalah ane selalu berkata ceplas ceplos. Tanpa memikirkan reaksi orang atas perkataan ane hehehe. Dari 3 pengaruh yang sis mel katakan, ane memang selalu memperhatikan yang terakhir saja yaitu sentimen dari market (karena disinilah ranah TA berada) yang merupakan bidang kegemaran ane ...

Ane selalu berpegang dengan kredo TA yang pertama "Market already discount everthing", semua gambaran tentang kondisi makro ekonomi serta future projected growth-nya sebenarnya sudah direpresentasikan oleh pasar lewat chart yang terbentuk.

Sekilas pandangan ane sekarang memang sentimen market saat ini jelas sekali mengatakan "wait & see", makanya kita agak males ngelihatin bursa belakangan ini ... naik enggak turun juga enggak ... mondar-mandir terus disana membentuk trend sideways ... secara technical IHSG cenderung membuat downtrend bila menembus 1100 ke bawah dengan volume, dan sebaliknya akan membentuk uptrend bila menembus 1400 ke atas dengan volume ...

Selama masih bolak-balik dalam kisaran 1100 sampe 1400 (seperti kondisi akhir-akhir ini) mach artinya market masih "wait & see" mode hehehe

Salam hangat dari ane untuk sis mel yang sudah banyak membantu mencerahkan para investor ... walaupun kita belon pernah ketemu muka hehehe

menurut saya sih hanya

bpkgudang's picture

menurut saya sih hanya masalah ekspektasi pasar saham

bukan masalah fundamental yang benar2 buruk

hedge fund contrarian justru masuk ko :D

 

buy indonesian. i am.

http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com

Pendapat saya

barkah's picture

Bro menurut pendapat saya (sok tau mode : on), turunnya harga BBM akan menurunkan inflasi bahkan menurut sebagian pengamat malahan bisa deflasi, membuat orang berfikiran "Untuk apa menanamkan uang di pasar modal jika saya menaruh uang saya di deposito / tabungan / dibawah bantal akan mendapat "untung" lebih besar dari pada di taruh di pasar modal?". Lalu ditambah lagi dengan "kesaksian" investor RD di BEI Imvestor Club yang meng cutloss RD nya karena khawatir akan turunnya nilai investasi di RD.

Lalu kasus Sarijaya yang membuat transaksi di BEI mulai berkurang + jatohnya saham BUMI yang mencapai titik "rekor" nya terbaru di awal tahun.

Malahan menurut saya yang lebih "mengagumkan" adalah "kesaksian" seorang investor Saham yang merasa kapok berinvestasi karena kasus SP dan jatohnya saham yang dimilikinya.

Kalau terus seperti ini, apa sentimen yang cukup untuk menggairahkan pasar untuk memikat investor menaruh uangnya di pasar modal. Apakah Januari effect akan terjadi pada tahun ini? Semoga saja januari effect terjadi sampai akhir bulan (jangan cuman awal bulan saja).

 

Untung saja awal Januari tadi saya belum berniat untuk top up RDS saya, malahan saya  "iseng-iseng" menaruh di deposito yang bagi hasilnya tinggi.

INDEX BARU

ma_kara's picture

halo bro gebet.....

untuk index bisnis 27 apakah bisa dimasukana datanta dlm

portalreksadana .... supaya lebih lengkap bro....

 

thanx

ma_kara

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.