Ngobrol Bebas

autogebet's picture

menindaklanjuti usul dari bro Yoga yang dilatarbelakangi sulitnya memilih thread artikel yg tepat utk bertanya, maka saya sediakan thread Ngobrol Bebas ini.

Sebaiknya, semua pertanyaan tetap diajukan pada artikel yang relevan untuk mempermudah pengorganisasian content. Pastikan sudah melakukan searching untuk mencari topik yang relevan.

Thread Ngobrol Bebas ini boleh dipakai diskusi apa aja, sejauh masih dalam koridor investasi. Boleh juga membahas ide pengembangan portal lebih lanjut. Jika ada kesempatan, tentu setiap diskusi yang telah sampai kesimpulan akan berusaha saya compile dalam artikel tersendiri.

Pls dicatat bhw setiap postingan yang bermuatan iklan akn dihapus. Selamat menikmati :)

 

Comments

Tabel ORI beserta besaran kupon vs RD tetap

the net punch's picture

Ini ada tabel ORI yg pernah di terbitkan beserta besaran kuponnya untuk tambahan pengetahuan dari beberapa sumber.

Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:
ORI001 2006 : 12,05% (sudah jatuh tempo)
ORI002 2007 : 9,28% (sudah jatuh tempo)
ORI003 2007 : 9,40% (sudah jatuh tempo)
ORI004 2008 : 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)
ORI005 2008 : 11,45% (jatuh tempo 15 Sept 2013)
ORI006 2009 : 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)
ORI007 2010 : 7,95% (jatuh tempo 15 Agustus 2013)
ORI008 2011 : 7,25% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)
ORI009 2012 : 6,25%
ORI00102013 : ???%

Berdasarkan data infovesta hanya beberapa RD tetap yg secara Compunded Annual Growth Rate 3 tahun bisa ngalahin ORI, yaitu diantaranya:
1.RDPT Dhanawibawa Eksklusif Terbatas I
2.Si Dana Batavia Terbatas Optimal
3.Penyertaan Terbatas Hpam Maestro Flexi II
4.PT Sucorinvest Pendapatan Tetap 1

iya hari ini ORI010

jolyonwak's picture

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 010 sudah diluncurkan oleh Kemenkeu dengan tingkat bunga 8,50% per tahun. Tapi kalo ada RDPT yg bisa menandingi bahkan melebihi apa iya beli ORI? belum harus 5 juta ya minimal belinya?

Berapakah koleksi RD yg ideal?

hda's picture

Pak Autogebet,
Sy ingin bertanya : misal sy punya dana 30 juta. Mau sy invest di RD saham. Tujuan utk dana pensiun 10 tahun lagi. Mohon petunjuknya dan nasehatnya berapakah jumlah RDS yg ideal harus sy koleksi utk maksud tsb? Spt kata pepatah jangan taruh semua telurmu di keranjang yg sama. Apakah 10 macam RDS terlalu banyak?
Terimakasih atas nasehatnya.

Salam
HDA

Analisa orang awam

the net punch's picture

Pada saat tulisan ini saya buat pasti melawan arus. karena indeks lagi naik 2 hari berturut2.
Mnurut saya Kenaikan indeks saat ini kok rasanya hanya jangka pendek saja.
1. Masalah doble defisit di neraca masih terjadi.
2. Hantu tappering masih ada.
Pengurangan stimulus akan diputuskan pada 18-19 September saat pertemuan Federal Open Market Committee. Selain data non-farm payrolls AS yg turun, data ekonomi AS lainnya cukup bagus. Jadi tappering masih mungkin kalau tidak september bakal terjadi di oktober.

Feeling saya BI harus menaikan SBi ke tingkat 8% untuk menutup doble defisit agar rupiah tidak makin longsor.
Apa boleh buat kenaikan SBI mengakibatkan penurunan pertumbuhan, namun keuntungannya diharapkan akan menekan import bersifat konsumsi.Sampai penyelesaian bersifat fundamental di selesaikan. contoh:
- pembangunan kilang BBM (defisit migas usd 4milyar/juli)
- Hilirisasi tambang
- Industri dasar yg mampu menekan import seperti pabrik baja Krakatau Posco.
- Masalah perburuhan, untuk menarik pabrik2 macam foxconn ke indo. (defisit gara2 hape no 5 setelah items2 lain penyebab defisit)

Sekarang saatnya menyelesaikan saham2 yg nyangkut dan mulai keluar dari obligasi. Karena menurut saya Badai belum berlalu

saya optimis perekonomian

symphony's picture

saya optimis perekonomian indonesia tidak lah rapuh seperti yang ditakutkan banyak orang. tahun depan kemungkinan rupiah menguat, pasalnya pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh dana kontraktor migas yang mengendap di LN. pas pemilu entar kmungkinan tiba2 banyak aliran dana masuk deh (tau laah untuk apa hehe). amrik jg kmungkinan batal serang suriah lagian. baru2 ini juga jepang naikkan peringkat indonesia menjadi ke 3 setelah China dan India sbg negara tujuan penanaman modal. soal defisit, rasio utang kita kan msh 30% dr GDP kali yah, masih oke lah, daripada amrik 60%+ dan jepang nyampe 200%+.
klo properti mnurut saya msh jauh dr kolaps, bubble jg hanya di sebagian tempat aja koq dan lagian pemerintah kita sudah mengambil langkah2 yang tepat dalam mencegah kejadian spt di negara lain. investor pasar modal domestik naik tajam pula lho...
Hmm sebenarnya juga banyak berita2 positif lainnya yang belum naik ke permukaan.

saya rasa masyarakat indonesia pun makin hari cerdas dan terdidik. kalo pemilu taun depan kita pilih capres yang tepat, yang bisa selesaiin puluhan taun masalah tanah abang hanya dalam waktu mingguan, saya kira ke depannya indonesia jd jauuuuh lebih oke.

ya ini hanya sharing pandangan optimis saya, semoga negeri kita ini makin berjaya daaah!

Antara Optimis vs Pesimis harus tetap Optimis

DewAsmara's picture

Dear all,
antara optimis vs pesimis, kita harus tetap optimis :)
Percayalah selalu, di ujung lorong gelap selalu ada secercah cahaya.

Betul pemerintah, terutama BI sudah mati-matian berusaha mengerem laju bubble property lewat berbagai paket kebijakan ekonomi. Saya rasa itu ada banyak membantu mengerem laju bubble, meskipun di beberapa tempat, proyek property mulai nyangkut. Sampai ada yang nawarin cash back 360 juta, karena mereka sudah salah mengeset harga kelewat tinggi. Namun di beberapa tempat lain, harga tanah dan bangunan masih terjangkau, tinggal pintar-pintarnya kita membaca peluang.

Begitu juga dengan pasar saham dan obligasi, saya termasuk yang menolak tawaran deposito dari salah satu bank swasta terbesar, saya masuk saat pasar saham kolaps sangat dalam, secara gradual. Karena perhitungan saya, IHSG tetap harus rebound, secara valuasi, inflasi membantu IHSG untuk mencapai rekor lebih tinggi lagi, karena nilai rupiah merosot, sementara laba dan pertumbuhan perusahaan selalu di set oleh para pemilik bisnis untuk selalu naik (tentu perusahaan yang bagus yah bukan perusahaan yang nunda gaji pegawai dan pembayaran hutang).

Tapi kita ke depannya harus selalu lebih hati-hati, cermati angka-angka dan perubahan-perubahan ekonomi. Misalkan, bubble pasar modal asia ini sudah terbaca sejak tahun 2009, bahkan di tahun 2010-2011 salah satu analis bank asing, dalam sessi wealth management, mengatakan pompaan stimulus ini akan menciptakan gelombang banjir likuiditas dan mengelembungkan pasar asia, sayangnya, banyak analis lokal terlalu over confidence dan mengeset target harga ketinggian, melampaui hitungan normal, padahal situasi sudah siap berbalik, mereka lupa kalau teori keynesian juga selalu punya dampak lain yaitu penarikan uang beredar karena adanya campur tangan intervensi pemerintah.

Maka itu di sekitar bulan Maret-April, di portal ini saat itu saya sudah peringatkan bahwa saatnya untuk keluar. Jangan gambling kalau bursa sudah naik terlalu tinggi, tinggal pantau saja PER bursa, neraca perdagangan, kebijakan ekonomi dan sebagainya. Kan saat pengumuman kenaikan bbm yang sangat terlambat itu saja kita sudah seharusnya sigap dan tahu akan terjadi yang buruk.

Ekonomi itu sebenarnya mudah saja, tidak seperti yang ditakutkan banyak orang, karena semua masih pulang ke hukum statistik, jadi kalau simpangannya sudah menceng kebanyakan, ya siap siap saja switch ke tempat lain :)

yang bener yang mana nih bro?

mas keren's picture

Bro dewa, beberapa hari lalu bilang kalau ini baru awal badai dan akan terus menurun IHSG.. eh sekarang jadi optimis? yang bener yang mana nih bro? nubie jadi bingung

Dalam jangka panjang

DewAsmara's picture

Untuk jangka panjang, kita harus tetap optimis, betul ini awal dari badai, namun saya lihat BI berusaha mati matian menyelamatkan negara ini dari ancaman badai itu. Bleid pembatasan KPR yang akan segera berlaku cukup efektif menahan langkah sejumlah spekulan property, namun perlu usaha lebih keras lagi.

Yang harus dilakukan adalah perubahan besar besaran dalam sikap dan perilaku para birokrasi dan politisi. Mereka harus berani merubah perilaku mereka dari money oriented dan populis menjadi vîsioner jk panjang.

Kelemahan Indonesia adalah kita terlalu tergantung pada hot money, sehingga sedikit saja guncangan kita babak belur. Penerbitan ORI dan SRI utk investor lokal seharusnya di manfaatkan sebaik mungkin.

Di satu sisi, saya sangat skeptis dengan kelakuan partai dan pemerintah pusat menjelang pemilu 2014, di sisi lain masih ada orang orang yang tulus mau membangun negeri ini, ya kita sebagai msyarakat harus pintar pintar bersikap.

urun rembug

yudha83's picture

bro dew,

sebenarnya saya juga pengin optimis mengingat saya pemain recehan di reksadana dan saham namun apa daya lihat pemerintah sekarang begitu menggelora passionnya di bidang korupsi.

sudah tahu APBN minus malah tambah PNS , mobil murah, beli pesawat kepresidenan, malah jalan2 keluar negeri e.t.c

sektor agriculture & kelautan

syair berdarah's picture

sepertinya klo tuk berjaya Indonesia harus kembali ke dua sektor itu,agar bisa memberi makan bangsanya sendiri,tanpa tergantung impor pangan yg nyedot devisa..kyk lagu jadul
"Nenek moyangku orang pelaut..
hehe

equal ihsg 2002

nidibi's picture

cek di http://finance.yahoo.com/echarts?s=%5EJKSE+Interactive#symbol=%5Ejkse;ra... sepertinya punya kemiripan arah naik dan turun dengan tahun ini (2013). sampai dengan bulan ini (september 2013) masih 'sesuai' sejalan dengan ihsg 2002. cek bottomnya.. moga-moga sama lagi...

jika...

muma's picture

@para suhu sekalian...
Betul kata suhu dew, betapa rapuh nya kondisi ekonomi kita, jadi pertanyaan nya adalah...jika kita punya uang satu milyar saat ini, akan di alokasikan kemana kah untuk mengamankan nilai sekarang supaya sebanding dg nilai yg akan datang,mengingat rapuh nya segala sektor investasi di negara ini....tq

Diversifikasi Asset dan Timing yang tepat

DewAsmara's picture

Saat ini, sebaiknya diversifikasi asset secara baik dan benar, dan kombinasi dengan timing yang tepat.

Ada baiknya konsentrasi di deposito dan ORI, sambil menunggu pasar property kolaps. Begitu kolaps masuk sebagian di property dan saham serta emas.

Kalau memang ragu dengan risikonya, konsentrasi ke sektor riil, seperti perdagangan dan konsumsi, apakah itu franchise dan lainnya.

Bahkan sekolah lagi bisa jadi alternatif diversifikasi asset, tentunya yang bisa memberikan keunggulan kompetitif dan nilai tambah sehingga punya daya jual.

aturan indent rumah kedua

mjsihaloho's picture

Kemarin Gub BI bilang mereka akan buat kebijakan mendorong KpR yang prudent dengan menaikkan syarat KPR utk rumah kedua. Inimwkin buat sektor properti kolaps? Bgm kita hafus bertindak atas rancangan kebijakan itu, suwun

property kolaps

ma_kara's picture

@ bro dewasmara,mohon pencerahan nya
bilamana industri property kolaps, ada yg saya ingin tanyakan ke bro,
1. seperti apa dampaknya terhadap investor2 kecil yg invest di property?
2. bagaimana juga dengan yg investasi di tanah?
3. bagaimana dampaknya terhadap bagi masyarakat luas?
4. bisa di jelaskan lebih jauh bro (masuk sebagian di property dan saham serta emas.)?

terimakasih sesudah dan sebelum nya

ma_kara

Dampak Property Kolaps

DewAsmara's picture

Yth Ma_Kara,
Sepanjang developer nya kuat, pembangunan tetap jalan, masalah hanya pada bunga cicilan yang membengkak. Tapi kalau investor kecil kecil nya tidak kuat membayar bunga, itu akan menjadi reaksi berantai, karena memukul developer, dan proyek menjadi terhenti, sudah ada beberapa proyek apartemen yang macet.

Investasi di tanah lumayan stabil, tapi ya paling lama saja menunggu harganya bisa naik atau lekas laku nya. Mungkin kesempatan masuk bagi yang suka membeli tanah jangka panjang, fyi saya juga lagi mau beli tanah lumayan banyak di suatu daerah, kebetulan memang ada ancer-ancer akan jadi pusat candradimuka pendidikan, lumayan kalo bikin rumah kos-kosan hahaha

Dampaknya terhadap masyarakat luas, ya paling memukul mereka yang berharap bisa spekulasi di tanah, tapi menguntungkan bagi yang budget nya pas-pasan, ada kesempatan membeli rumah dengan harga lebih terjangkau.

Yang terkena dampak kolapsnya property biasanya pasar saham property, developer, spekulan, perusahaan semen, toko bangunan dsb. Mungkin sektor perbankan juga akan terpukul kalau dia tidak hati-hati / prudent dalam menyalurkan kreditnya.

mohon masukan

eiscell's picture

Saya baru saja nambah portofolio RD tematik properti beberapa bulan lalu.
tapi ternyata kemarin kena "badai " hingga nyungsep lebih dari 20%.
akhir2 ini BI terus menerus menaikan BI rate kabarnya hingga akhir taun.
dan isunya 2014 terjadi buble properti.

mohon masukannya apakahkah harus redeem atau hold?
proyeksi RD tematik properti gimana ya?.
bisakah bangkit dari keterpurukan ?
kira2butuh berapa lama untuk balik kesedia kala?

maaf jadi banyak tanya,
terimakasih.

Lebih lama

DewAsmara's picture

RD tematik, biasanya rebound lebih lama ketimbang RDS umum. Apalagi kalau RD Tematik Property yang masih belum meletus bubble nya.

Proyeksi property saat ini bunga KPR belum masuk teritory 20% seperti tahun 1997 - 1998, tapi masalahnya harga sudah bubble luar biasa. Dan ini berbahaya sekali karena kebanyakan orang main kredit di atas 30 persen penghasilan bersihnya.

Akan tetapi, sektor property biasanya rebound lebih cepat ketimbang sektor lain. Namun dengan kondisi seperti saat ini sulit memprediksi, karena ini pertama kalinya dalam sejarah kita mengalami defisit perdagangan. Bahkan thn 1998 kita bisa lewati karena masih surplus export, sementara saat ini kita jutru minus, anda bayangkan sendiri jika mendadak ekonomi global kolaps.

RDS Sector konsumer

edoedwin's picture

Bro Dew,

Bagaimana dengan RDS yg bersifat konsumer, apakah lama juga kenaikkannya dibandingin dengan RDS biasa?
Apakah RDS biasa tersebut yg bermain di second liner atau yg kebayakkan blue chip nya?

Salam,

Update Kinerja RD Terkini Juli 2013

autogebet's picture

rekans sekalian, PortalReksadana baru saja terupdate dengan data kinerja terkini dari Bapepam (sekarang sudah ganti nama menjadi OJK) per posisi Juli 2013.

Beberapa produk baru juga sudah masuk, namun karena belum berusia 1 tahun jadi belum muncul di PortalReksadana Matrix.

Musim liburan memang paling enak untuk pilih-pilih produk baru, apalagi silang merah baru saja muncul. Seperti biasa, selain memantau apa ada produk yang pindah kuadran PortalReksadana Matrix, saya juga selalu melihat ranking kinerja produk RDS terkini.

Untuk kinerja RDS periode 5YR, bisa klik disini. Bagi para pencari RDS untuk tujuan pensiun, ada 3 RDS yang mampu memberikan return diatas 25% per tahun, yaitu:


  • Panin Dana Maksima
  • Panin Dana Prima
  • MNC Dana Ekuitas

Untuk kinerja RDS periode YTD, bisa klik disini. Ternyata cukup banyak RDS yang menarik, bisa memberikan kinerja cemerlang padahal 2 bulan terakhir merupakan masa suram bursa. Disini ada 4 RDS yang mampu memberikan return diatas 25% selama setengah tahun berjalan ini, yaitu:


  • Millenium Danatama Equity Fund
  • SAM Indonesian Equity Fund
  • Pratama Saham
  • SAM Sharia Equity Fund

Bagi penggemar produk RDS syariah, ini menjadi menarik, karena ada produk syariah baru (belum 1 tahun) yang berkinerja moncer.

Demikian sekilas info, semoga memberikan warna pilihan investasi kita sesudah lebaran nanti :)

Follow portalreksadana on Twitter

Daya tarik RD Shariah

DewAsmara's picture

Selama musim turbulance seperti sekarang, RD Shariah menjadi instrumen investasi yang favorit, karena memang relatif lebih kecil gejolaknya. Apalagi jika terjadi krisis, saham-saham perbankan dan multifinance akan sangat terganggu kinerjanya.

Dimana beli RD di Palembang

ari wid1's picture

Pak Dewa, saya nubi niy, berniat membeli RD Syariah, tapi saya kesulitan untuk membeli di Palembang, kemaren saya ke salah satu Cabang Mandiri di Palembang (sebelumnya saya telp cbg tersebut, katanya bisa beli RD di cbg tsb). Tp pas saya datang, CSnya kebingungan dan malah menyarankan untuk ikut AXA aja. Ataukan saya harus datang ke ktr cabang utama di Palembang? tks

palembang

shantytambunan's picture

ada TRimegah Asset Management di Palembang
di Jl. Angakatan 45 Blok H.21 palembang
telp nya 0761-859710

RD di palembang

ari wid1's picture

terima kasih, saya sdh berhasil beli RD di bank commonwealth, pelayanannya bagus dan informasi yang diberikan juga lengkap.

RD di Palembang

edoedwin's picture

Banyak Pak, bisa di bank commonwealth, ada juga trimegah securitas, bank permata juga bisa, cimb niaga

Daya tarik RD Syariah

teddy_m's picture

Salam kenal bro Dewa,
Menurut analisa bro, kira2 musim turbulancenya sampai kapan ya? Kayaknya ke depannya makin suram ya?

Semoga cepat stabil

DewAsmara's picture

Kalau perkiraan saya, ini akan makan waktu cukup lama, karena begini, saat ini kebijakan ekonomi global sedang mengalami pertarungan tingkat tinggi antara mazhab Keynesian vs mazhab mazhab ekonomi lainnya.

Sebagian masih berusaha mempertahankan rumusan ekonomi lama dengan stimulus, uang beredar dsb. Di sisi lain, mazhab pasar bebas menekankan kepada model bangun teori chaos, di mana keruntuhan sistem finansial harus dibiarkan, supaya tumbuh / survive sendiri.

Model ekonomi infus seperti Amerika dengan The Fed nya ini, dalam jangka panjang akan menguras value uang dan menyebabkan zero sum game ala meja judi.

Padahal kalau kita tilik dari mazhab ekonomi baru, seperti misalkan Green Economic, semua sumber daya itu seharusnya renewable, dan oleh karena itu campur tangan pemerintah seharusnya bukan dalam bentuk stimulus fiskal / finansial, tapi di level penciptaan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat diperbaharui (recycling/renewable).

Saya tidak mengatakan sistem fiat money akan gugur seperti ramalan para penggiat emas, tapi seharusnya ada perubahan cukup signifikan dalam sistem moneter dan ekonomi saat ini.

Amerika sendiri, sebenarnya sudah salah kaprah saat melakukan suntikan suntikan likuditas di tahun 2008-2009. Karena masalah terbesar pengganguran ada pada tidak adanya industri yang cukup signifikan untuk menopang pengeluaran dan hutang pemerintah. Jika mayoritas produktifitas pabrik ada di Tiongkok, apa iya menimbulkan benefit hanya dari brand saja? Justru ekonomi itu bergerak kalau ada kontinuitas dari hulu sampai ke hilir. Dari mulai brand creation sampai ke konsumsi.

Yang terjadi saat ini di kebanyakan negara maju adalah mereka memindahkan faktor produksi ke emerging market, sementara konsumsi dan branding ada pada mereka, secara finansial memang menguntungkan, tapi hanya bagi pemegang brand itu sendiri / emitten. Pajak yang ditanggung hanya sebatas pajak atas profit yang masih bisa di manipulasi, sementara pajak penghasilan karyawan/buruh atas upah dan jasa, Amerika tidak menikmati, yang menikmati adalah emerging market.

Akibat daripada itu adalah, banjir likuiditas karena tidak terserap oleh industri dalam negeri Amerika, mengalir ke emerging market, menyebabkan bursa emerging market mengalami over value. Sehingga ketika sepertinya pasar tenaga kerja sudah pulih, mereka melakukan penyerapan kelebihan uang beredar sekaligus mengurangi hutang akibat stimulus fiskal. Sehingga pasar emerging market terguncang karena penarikan uang besar-besaran.

Namun ketika stimulus ditarik ataupun dibatasi, ini akan kembali menyebabkan perputaran siklus kembali, karena serapan uang beredar dengan menaikan suku bunga (mungkin sudah atau akan terjadi) akan menekan konsumsi dalam negeri Amerika, akibatnya, pasar kembali akan terguncang and so on terus berputar.

Anda lihat sendiri, saat ini Belanda pun sudah terguncang, dan menurut saya akan jatuh ke dalam jurang resesi serta menyeret negara-negara Eropa yang masih sehat.

Indonesia dengaan maraknya kasus korupsi dan kartelisasi, terbukti semakin terguncang oleh riak-riak ombak dari luar negeri, ditambah faktor ketidak seimbangan neraca perdagangan, menyebabkan rupiah jatuh dan investor semakin panik karena surat hutang negara dan pasar saham menjadi tidak menguntungkan jika di konversi ke dalam US dollar.

Mungkin pemilu 2014 akan sedikit menolong, tapi saya pikir faktor consumer spending dalam pemilu tidak akan signifikan dalam mendorong masuknya modal asing ke pasar Indonesia. Harus ada perubahan dalam tatanan birokrasi dan kebijakan ekonomi termasuk kebijakan publiknya. Jika tidak, kita akan terpental-pental menghadapi badai finansial global yang mungkin akan semakin mengganas menjelang terjadinya revolusi sistem keuangan dunia.

Awal sebuah badai

DewAsmara's picture

Yang terjadi di pasar modal Indonesia saat ini, hanyalah awal sebuah badai.

BI dalam sebuah liputan di media Kontan, mengakui adanya rush besar-besaran di pasar uang. Senada dengan itu, salah satu teman saya, petinggi bank salah satu bank asing, mengkonfirmasi adanya penukaran dollar melebihi kapasitas perbankan.

Amerika sendiri terancam letusan bubble surat hutang negara. Dengan hutang sudah hampir menjebol limit 16.7 Trilyun dollar, sedikit saja riak kenaikan suku bunga, bisa menjebol ekonomi seluruh dunia yang berbasis USD.

Hutang Indonesia sendiri, konon akan jatuh tempo Oktober 2013 sebesar sekitar 222Milyar dollar. Cukup dahsyat di tengah defisit neraca perdagangan dan menipisnya cadangan devisa.

Ditengarai beberapa negara maju mulai melepas obligasi pemerintah Amerika, karena khawatir dengan letusan bom waktu surat hutang mereka, sama seperti yang terjadi di Indonesia. Banyak yang mulai khawatir dengan fundamental Indonesia yang ternyata rapuh (kontan).

Indeks Jatuh Lagi

dedy sapta's picture

Bro Dewa, apakah memang utang jatuh tempo dalam waktu sebesar itu hehe
minta penjelasannya dong
saat-saat seperti ini IHSG Longsor 2%, sepertinya hal yang biasa ckckckckck
terimakasih banyak sebelumnya
regards

Ekonomi Indonesia memang rapuh, bersiap untuk yang terburuk

DewAsmara's picture

Ekonomi Indonesia memang rapuh, ini salah satu bukti kerapuhan hutang kita:
http://economy.okezone.com/read/2013/07/23/278/841331/banyak-utang-harus...

Jangan kaget cadangan devisa kita, berdasarkan analisa Prof Roy Sembel dalam diskusi panel Fakultas Green Economy and Digital Communication Surya University hari Selasa kemarin di JHCC, mengatakan, saat ini cadangan devisa kita sudah merosot dari sebelumnya 113 Trilyun tahun 2012 menjadi hanya 95 Trilyun per awal Agustus kemarin, malah kabarnya sudah menyentuh 93 Trilyun. Ini akibat defisit neraca perdagangan karena import yang membabi buta baik oleh Departemen Perdagangan maupun Departemen Pertanian.

Bisa disimak artikel ini:
http://fokus.kontan.co.id/news/ekonomi-indonesia-memang-rapuh

apakah bijak

dhamar's picture

Terima kasih untuk pencerahannya, bro DewAsmara.

Pertanyaannya sekarang adalah apa yang bisa dilakukan untuk investor kelas teri seperti saya ini?
Dengan kondisi seperti ini apakah bijak mengalokasikan dana investasi ke emas dan USD? Atau masuk deposito saja?

Terima kasih banyak sebelumnya.

Mungkin bisa juga

DewAsmara's picture

Mungkin deposito bisa juga jadi alternatif, mengingat sebentar lagi kita akan diterjang oleh badai krisis property.

Sekedar info, jika bapak/ibu punya investasi property, jual lah selagi sempat, perkiraan saya, antara tiga sampai enam bulan ke depan akan terjadi kepanikan dan chaos di pasar property, saat ini sudah banyak developer yang memohon-mohon ke bank supaya terms credit kpr diperpanjang menjadi 15 tahun ke atas, karena beban bunga membengkak dan banyak pembeli membatalkan kredit ataupun pembelian.

krisis oh krisis

yns's picture

harga property emang edan, hampir 1/2 milyar buat rumah yang ga bisa dibilang besar. saya jg sempat sarankan seseorang yang akan beli rumah spy bersabar krn properti harganya lg buble tinggi. tp lagi2 pemerintah gak liat itu sbg ancaman dan ga keluarin regulasi utk antisipasi krisis properti. bro dew, waktu terjadi subprime mortage di US, investor disana beralih ke investasi apa? mungkin ga investasi itu juga bisa jadi alternatif kita disini klo krisis properti itu terjadi di indonesia.

Apartment juga bisa nyangkut seperti saham

the net punch's picture

Apartment saya statusnya nyangkut nih, mirip saham
Saya udah nyicil bayar kredit apartment di daerah cawang, rencana mau ditempatin. tapi aptnya ga jadi2, mundur terus dari janji2.
padahal apt tetangganya sudah topping off
Makin panik aja saya

Akan makan waktu lama

prast desta's picture

Saya setuju dengan brodew, nampaknya keadaan ini akan berlangsung cukup awet, kebijakan the fed untuk terus2an memberikan stimulus kepada ekonominya tdk memberikan efek "membangun" utk negeri paman sam tersebut, dana yg seharusnya diputar utk membiayai sektor2 industri malah sebagian besar dilarikan ke emerging market, dengan kata lain dana yg beredar cukup banyak namun sektor2 industrinya tdk sanggup utk menampung dana tersebut.

Ibarat boomerang, dana emerging market bs ditarik kapanpun disaat The Fed mengeluarkan kebijakan2 baru, padahal dana tersebut sdg asik2nya dikelola oleh negara berkembang, resikonya pasar modal kita akan terus bergoyang dengan keadaan tersebut, ditambah lagi menyusul rencana The Fed yang mengindikasikan akan mempercepat pengurangan paket stimulus AS. Pelemahan rupiah atas dollar AS juga semakin dalam dan menggerus cadangan devisa Indonesia. dan investor kebanyakan masih menunggu untuk menanti keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan (BI Rate) yang akan diumumkan Kamis (15/8).

Indikator perlambatan investasi yang utama adalah impor dan kredit investasi yang semakin menurun dan akan membebani perlambatan ekonomi yang diprediksi akan terjadi secara lebih besar terjadi pada kuartal III/2013. Tekanan pada investasi itu akan semakin bertambah mulai kuartal III/2013 ketika imbas dari pengetatan moneter, yang secara khusus ditunjukkan oleh kenaikan BI rate pada Juni—Juli.

Konsumsi domestik yang juga melambat, meskipun tidak sebesar sektor investasi, yang disebabkan oleh inflasi akan terjadi pada kuartal ini. prediksinya perlambatan itu akan diimbangi dengan besarnya belanja masyarakat di musim perayaan religi yang didukung oleh program transfer bantuan pemerintah untuk mengompensasi kenaikan BBM.

Jadi salah satu jalan adalah berhenti sejenak melihat pergerakan index, tetaplah investasi sesuai tujuan anda masing-masing jika anda tdk ingin pusing berkelanjutan. hehe

salam investasi

silang merah, saatnyaaaaa.. :D

alkyl's picture

Dear pren, mumpung index lagi sideways membentuk support kuat yang baru (Amin, Amin, Amin!!), silahkan pilah pilih reksadana..terima kasih untuk bro Autogebet yang sudah menyusunkan menu reksadana diamond di portalreksadana Matrix dan juga sudah men-CAGR-kan returnya (annualized) di My Reksadana (special thx to Bro DewAsmara, Bro the net punch, dan bro @parahitairawan)sehingga kita dimudahkan untuk "cuci mata" di swalayan reksadana.

Anywaaay bussswaaayyy...setelah terbuka reksadana diamondnya dan di filter returnnya...kok ada ya reksadana dengan weighted return juwara dan secara overall juga masuk top twenty namun tidak terlisting di bloomberg (http://www.bloomberg.com/markets/funds/country/indonesia/) ? misalnya ni REKSA DANA MANDIRI DYNAMIC EQUITY, SYAILENDRA EQUITY ALPHA FUND,atau REKSADANA MANDIRI SAHAM ATRAKTIF. Memang si mereka ada di Aria Bappepam, dan infovesta. Namun jika sudah terlisting di bloomberg alangkah aduhainyaa :D

Akhir kata, selamat "berbelanja"!

Silang Merah

server002's picture

per tanggal hari ini silang merah sudah muncul di indikator bursa, tapi kalo ikut skenario indikator bursa harga centang ijo masih lebih tinggi dari silang merah, mohon bimbingannya dong suhu langkah apa yg sebaiknya dilakukan ?

survey

greatlion's picture

Reksa Dana yang dijual di Bank manakah produk yang Anda miliki/sedang miliki saat ini?
Apakah kalimat ini maksudnya: Di bank manakah Anda membeli reksadana?

coba ditest dulu mba sama temen2nya, apakah mereka mengerti maksud pertanyaannya. salah pertanyaan, salah jawaban.

lalu, ini maksudnya, bank sebagai penjual reksadana, Bank Kustodian atau bank sebagai penerbit reksadana (manager investasi)?
(produk reksadana Mandiri itu sering dipersepsikan sebagai produk bank Mandiri. banyak yg tidak tahu kalo itu produk PT Mandiri Manajemen Investasi. begitu juga dengan PDM, disangka produk Panin Bank)

sorry ya kepanjangan...

Terima kasih

NadiaRatna's picture

Terima kasih sekali lagi bagi rekan-rekan yang sudah turut berpartisipasi. Alhamdulillah sekarang tinggal perlu 20 orang lagi :).

@greatlion : betul mas, maksudnya adalah "Di bank manakah Anda membeli Reksa Dana tersebut?", terima kasih sekali atas feedbacknya. Penelitian ini memposisikan bank sebagai penjual reksa dana saja atau bank as distribution channel. Mungkin kata-kata saya belum jelas, terima kasih atas masukannya :).

Semoga menjelaskan, salam..

Survey mahasiswa berhadiah buku.

NadiaRatna's picture

Selamat malam..

Sebelumnya perkenalkan, saya Nadia Ratna mahasiswa SBM-ITB. Saat ini saya sedang menyelesaikan tugas akhir yang meneliti konsumen Reksa Dana yang diperjual-belikan di Bank.

Saya ingin mengajak untuk turut berpartisipasi dalam survey online ini. Link-nya dapat ditemukan di bit.ly/surveyreksadana. Link dapat dibuka dari smartphone maupun tablet :)

Survey ini hanya membutuhkan waktu 15 menit. Pada akhir survey, silahkan mengisi alamat e-mail untuk diundi. 2 responden terpilih akan mendapatkan buku "33 Strategi Reksa Dana" dan "Menyambut Pagi di Bromo, Melepas Penat di Raja Ampat".

Terima kasih atas perhatiannya :D

Mengisi Survey

kiting's picture

Mbak, Nadia
Saya sudah ikut isi surveynya

Responden survey telah terpenuhi.

NadiaRatna's picture

Sebelumnya saya ingin menyampaikan terima kasih banyak bagi member portalreksadana.com yang telah menyempatkan diri untuk berpartisipasi dalam penelitian. Dengan senang saya kabarkan bahwa target responden telah tercapai.

Semoga hasil penelitian dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sekian, terima kasih :)

Dear Nadia, Sudah saya isi ya

arisage's picture

Dear Nadia,

Sudah saya isi ya kuesioner onlinenya.

Dan ada item pertanyaan yang berulang nih:
"Apakah produk Reksa Dana tersebut merupakan produk investasi pertama Anda?"
(kecuali itemnya sengaja double buat consistency item ya :p hehe)

Anyway, goodluck buat TA-nya..

Survey mahasiswa berhadiah buku.

NadiaRatna's picture

Terima kasih atas partisipasinya @arisage. Alhamdulillah responden saya tinggal butuh 6 orang lagi :). Semoga bisa tercapai!

sudah isi kuesioner

skyline.hermanto's picture

saya sudah isi surveynya ya... good luck untuk tugas akhirnya...
:)

sudah submit

patrixsk's picture

ok sudah ikut mengisi juga..semoga sukses buat TA nya :)

Terima kasih atas partisipasinya

NadiaRatna's picture

Terima kasih banyak rekan-rekan sudah berpartisipasi :). @alkyl : kebetulan surveynya khusus bagi yang memiliki Reksa Dana yang dibeli di Bank (tidak lewat MI) mas..hehe

Ayo rekan-rekan yang lain jangan lupa klik http://bit.ly/surveyreksadana :D

Done!

agstop's picture

Smoga sukses!

Sukses untuk papernya

alkyl's picture

Dear Kakak Nadia Ratna, sudah saya isi kuesionernya. Ternyata itu untuk nasabah RD bank ya..la kalo saya langsung ke MI.. Gpp kan? Sukses dan sehat selalu..

saya sudah isi kuesioner

autogebet's picture

sis NadiaRatna, saya sudah menyumbang isian kuesionernya, memang benar, mengisinya tidak terlalu lama kok, dan lancar semua. Semoga dapat membantu penelitiannya, dan semoga juga kalau sudah kelar nanti berkenan berbagi insight menarik dari penelitiannya.

Monggo rekan lain yang pas ada kesempatan waktu dapat turut serta contribute sebagai responden.

Follow portalreksadana on Twitter

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.