Ngobrol Bebas

autogebet's picture

menindaklanjuti usul dari bro Yoga yang dilatarbelakangi sulitnya memilih thread artikel yg tepat utk bertanya, maka saya sediakan thread Ngobrol Bebas ini.

Sebaiknya, semua pertanyaan tetap diajukan pada artikel yang relevan untuk mempermudah pengorganisasian content. Pastikan sudah melakukan searching untuk mencari topik yang relevan.

Thread Ngobrol Bebas ini boleh dipakai diskusi apa aja, sejauh masih dalam koridor investasi. Boleh juga membahas ide pengembangan portal lebih lanjut. Jika ada kesempatan, tentu setiap diskusi yang telah sampai kesimpulan akan berusaha saya compile dalam artikel tersendiri.

Pls dicatat bhw setiap postingan yang bermuatan iklan akn dihapus. Selamat menikmati :)

 

Comments

Hanya pendapat subjektif pribadi saja

the net punch's picture

Broe Joe-Btg anda benar,
Memilih RD berdasarkan bonofiditas MI adalah salah satu strategi yg memang umum disarankan,
Apa yg saya kemukakan merupakan pendapat subjektif saya dan berdasarkan strategi investasi saya yaitu DCA.
Saya lebih senang dengan RD yg konsisten bertumbuh dengan deviasi pergerakan yg tidak terlalu besar.

Bila ada 2 RD dengan performa 3thn sbb:
RD A:+60% -1% +1% dan RD B 16% 16% 16%
RD A 3yrs CAGR = 60% dan RD B 3yrs CAGR = 56%
RD manakah yg akan anda pilih ?

Cara lain yg sangat disederhanakan bisa dengan menggunakan berapa kali RD tersebut beat market.
Sebagai contoh: citekui dari 9 tahun umurnya sejak berdiri, mengalahkan pasar 4 kali.
Bila anda subscript citekui 13 januari 2011, di adu dengan pemegang RD indeks yang tanpa strategi sama sekali maka RD indeks mampu mengalahkan RD CITEKUI 3 years straight.

Apakah berarti masa jaya CITEKUI sudah selesai? Saya juga tidak tahu, karena performa masa lalu tidak mencerminkan performa masa depan.
Apakah anda akan cukup sabar manunggu setahun lagi setelah 3 tahun dikalahkan pasar? Bisa ya bisa tidak. Sudah masuk ke ranah subjektif

Banyak cara untuk menganalisa RD.
Misal: Alpha, Beta, R2, SD, Sharpe ratio beserta turunannya (treynor, modigliani, dll), capture ratio,
atau cukup dengan mengikuti rating independent seperti infovesta, dan bareksa yg anda sebutkan.
Portalreksadana Matriks buatan Broe Autogebet juga dapat membantu.

Sekali lagi ini hanya merupakan pendapat pribadi semata. Ilmu saya juga masih sangat terbatas dan masih banyak yg harus dipelajari. Apalagi setiap orang memiliki pendapat dan strategi masing2 yg disesuaikan dengan risk appetite, horizon dan tujuan investasi masing2 unik individu.

Terima kasih atas masukan anda bro Joe-btg.
Selamat berburu .... and Happy investing :)

Malam bro net punch, sama2

Joe-Btg's picture

Malam bro net punch, sama2 bro saya juga terima kasih atas masukannya, maklum baru belajar juga di RD. Sebenarnya sich udah lama kenal RD tp krn sifatnya yg "pasif" jd beralih ke investasi lain yang lebih agresif. Sekarang baru sadar (mgkn krn umur juga kali ya...hehehe) hrs ada dana cadangan buat pensiun. Sekali lagi terima kasih bro, mengutip dari idiomnya tetangga SALAM IJO2 BRO..

@diannova: yakin pilih kuadran Bronze?

autogebet's picture

hai sis diannova, welcome to the club, semoga PortalReksadana bisa membantu memilih dimana parkir uang terbaik :p

Yakin mau parkir ke Mandiri Investa Ekuitas Syariah? RDS ini masuk kuadran Bronze lho. Diantara produk2 RDS Syariah, bisa dilihat posisinya di http://www.portalreksadana.com/rdmatrix/9

Dulu saya juga termasuk yang mempertimbangkan "mahal/murah" NAB, tapi sekarang tidak lagi. Spt contoh produk Panin Dana Maksima (PDM), NAB nya sudah 56rb, dan kinerjanya tetap cemerlang. Saat kita beli/invest reksadana, acuannya adalah jumlah unit penyertaan (UP) yang kita dapat. Misal, kita invest Rp 1 juta saat NAB PDM baru 5rb, maka kita dapat 200 UP. Sesudah 10 tahun berselang, anggaplah kita tidak nambah2 investasi, maka kita cairkan investasi mendapat 200 UP x NAB 56rb = 11.200.000

*wow banget ya, pls note ini hanya ilustrasi saja, bukan promosi, karena saya juga tidak pegang PDM hehe

nggak yakin

diannova's picture

saya nggak yakin, makanya saya share disini biar dpt masukan hehehe
dan akhir nya saya milih yang sudah pasti aja deh kinerja nya :D
makasih pak Autogebet, portal ini membantu sekali

centang ijo

totoindr's picture

saya nunggu centang ijo keluar aja lah..

liat dimana

diannova's picture

centang ijo liat nya di mana ya bang? :D
jangan bosen jawab ya :D

Klik aja menu Indikator

rohi_aw's picture

Klik aja menu Indikator Bursa...

o0o

diannova's picture

o0o makasih pencerahan nya para suhu sekalian :)

tanya ttg Mega Dana Kas

ari wid1's picture

dear all, saya mw beli RDPU, awalnya mw Mandiri PU, tp liat Mega Dana Kas, kok jd tergoda. Dimana bisa beli Mega Dana Kas? saya domisili di palembang, yg ada cuma Mega Asset Management, untuk Mega Capital belum nemu. Mohon sharing dr temans semua...
Tks

Risikonya tidak sepertii RDPU

the net punch's picture

hati2 dengan RDPU Megadana kas. coba lihat grafiknya di bloomberg terlebih dahulu. tidak smooth seperti layaknya RDPU yg menginginkan kestabilan return investasi. kecuali anda memiliki profile resiko yg lebih tinggi dari pada rata2 pembeli RDPU. sebaiknya hindari saja RDPU ini.

Saat ini banyak bank yg memberikan bunga deposito 1 bulan sebesar 7% (nett 5.6%) diatas rata2 RDPU saat ini. ya walaupun dikunci cuman 1 bulan itupun biasanya dapat dicairkan tanpa penalti. Hanya 3 RDPU yg mampu diatas itu.

Kalau anda memiliki profile risiko yg agak tinggi silahkan coba BPR. selama dibawah suku bunga LPS ya kan di jamin oleh pemerintah. selama mau repot sedikit.

RDPU megadana

ari wid1's picture

Tks pak infonya, saya jd berpikir kembali untuk parkir uang di sana.

Grafik RDPU Mega Dana Kas

autogebet's picture

buat yang ingin lihat grafik RDPU Mega Dana Kas, bisa lihat di:
http://www.bloomberg.com/quote/MEGAKAS:IJ/chart

Semoga bermanfaat.

[Tanya] RDPU BNIAM Dana Lancar Syariah

anantea's picture

Dear para penghuni portalreksadana.com,

Reksadana ini satu2nya RDPU syariah. Saya sudah cari infonya di web bni syariah, bnisecurity, bpppam lk, tapi belum dapat info yang saya perlukan.

Dimana saya dapat info lengkap reksadana ini ?

Dijual dimana ? berapa biaya inisial subscription dan setoran minimum selanjutnya ? Biaya lain2 : redem, switch, dll nya?
Ada prospektus sama fund fact sheet nya ?

Terima kasih banyak
--
Mr.Anantea #newbie

[Tanya] Perlukah diversifikasi reksadana ?

anantea's picture

Rekan investor reksadana dan para suhu di sini, saya mau tanya ni. Lebih tepatnya, mau mencurahkan kegalauan. :-), siapa tau ada yang mencerahkan. Saya baru ngeh reksadana 1-2 bulan yang lalu. #newbie

Yg saya tau, reksadana itu salah satu aplikasi penerapan strategi diversifikasi saham/sukuk/obligasi.

Masih perlukah kita membeli berbagai jenis reksadana dengan alasan strategi diversifikasi ?

Kalau saya amati (baru sebentar sih mengamatinya), isi saham2 di berbagai produk reksadana itu2 juga. Jadi kalau kita membeli beberapa RDS, ya isinya saham itu2 juga. Perlukan membeli berbagai RDS ?
#kecuali RDS yang memang koleksi saham2 tertentu (sektoral)

Mungkin begitu juga untuk RDPT (saya belum mengamati), isinya sukuk/obligasi itu2 juga.

Untuk RDC, kan itu sudah jelas2 terdiversifikasi. Kalau mau didiversifikasikan, isinya saham/obligasi/sukuk itu2 juga.

Kalau diversikasi RDS dan RDPT, masih ngerti lah. Kalau RDS dengan RDS, atau RDPT dengan RDPT, saya belum ngerti.

Atau mungkin yang dimaksud adalah diversifikasi MI yang mewakili diversifikasi strategi investasi reksadana. Ini menghasilkan diversifikasi return. betulkah ?

Tindak lanjutnya,
Apakah saya cukup membeli RDC saja, karena itu mewakili semua diversifikasi di pasar modal ?

Mohon pencerahannya.
Terima kasih

Sepanjang performance dan nyaman, tidak masalah hanya RDC

DewAsmara's picture

Sepanjang RDC yang anda pegang itu performance setidaknya lima tahun berturut-turut, tidak masalah hanya memegang RDC, dalam artian kalau pasar bergejolak hanya mengalami kerugian tipis dan saat market bullish untungnya besar.

Yang penting MI nya sudah memiliki track record yang bagus, dan visi serta misi dan juga pengelolaan investasinya jelas dan transparan.

index MN*36

eiscell's picture

permisi,
mengenai index saham di indonesia ada index MN*36 apakah index tersebut mewakili saham saham yang dipegang MN*assetmanagement juga? atau sama sekali gak ada korelasinya?

terimakasih.

Positive Outlook

DewAsmara's picture

Ada beberapa indikator positive outlook perekonomian Indonesia:
1. Neraca Perdagangan bulan lalu berhasil ditutup surplus
2. BI Rate bertahan pada level 7.25%
3. Deflasi bulan lalu yang berhasil mengerem laju inflasi nasional.

Namun begitu, harus tetap diwaspadai gejolak-gejolak rumor akibat ketidakpastian plafon utang, namun sekali lagi, indikator ekonomi Amerika sendiri memang menunjukan tanda-tanda pemulihan, artinya dalam jangka panjang memang masih ada harapan bagi perkembangan jangka panjang, hanya saja, dampak negatif dari stimulus fiskal sejak krisis 2008 hingga saat ini, masih akan terasa gejolaknya hingga selesainya proses tappering yang baru akan di mulai paling cepat 2014-2015.

Indikator bursa tetap tanggal 1/10

iis's picture

Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih untuk para suhu yang sudah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu disini, saya sangat terbantu sekali dengan ulasan-ulasan serta indikator yang ditampilkan portal reksadana. Namun saya perhatikan beberapa hari ini indikator bursa tetap di tanggal 1/10 sementara emas sudah berubah tanggal 3/10 (sesuai tanggal yang berjalan), sedang ada masalahkah dengan indikator bursa?

Re: beli RD di Palembang

edoedwin's picture

Banyak Pak, bisa di bank commonwealth, ada juga trimegah securitas, bank permata juga bisa, cimb niaga

5200? Probably not :)

DewAsmara's picture

Saya agak cukup kaget masih banyak para analis yang masih semangat bermimpi dengan target 5200 di akhir tahun. Let be smart, kita pakai garis tengah saja, IHSG terlemah di level 3967an, terkuat rebound kemarin setelah jatuh dalam hanya menyentuh sekitar 4670an, dengan angka (3967+4670)/2 maka batas tengah nya ada di harga 4318an.

Dengan rata-rata kurs 11 ribuan, maka rata-rata garis tengah ada di level 4300an, jika kurs menguat ke 10 ribu rupiah, paling banyak pun IHSG hanya bisa menguat maksimal 10 persen, atau sekitar 4750an (4749).

Jadi paling top pun, seandainya tidak terjadi huru hara politik (yang mana menurut saya pribadi hampir mustahil karena saat ini situasi politik semakin panas, banyak penembakan aparat di jalanan dan kekerasan mengatasnamakan agama yang di sponsori oleh oknum oknum dan para petualang politik), bursa hanya bisa masuk ke zona 4750-4800.

Jadi memang kita harus tunggu hasil pemilu 2014, siapa yang jadi presiden dan bagaimana susunan kabinetnya, serta komposisi partai pemenang pemilu.

Paling aman ya pegang ORI 10 dulu saja lah, itu juga dengan catatan, The Fed tidak melakukan Tappering di akhir tahun, tidak ada lagi kenaikan suku bunga dan isu Debt Ceiling mereda.

setuju

yudha83's picture

saya setuju dengan bro dewa... 4800 adalah angka maksimal ihsg tahun ini. saya mau koleksi RD lagi jika ihsg sudah di level support 4200-4400.

Sistem kerja RD

apriyop's picture

Salam hormat untuk semua master & followernya, maaf saya masih NOL soal RD. Secara kebetulan saya temukan portal ini dan sepertinya nyambung dengan yang sedang saya persiapkan untuk ngadepin masa pensiun dimana saya ingin berinvestasi. Mohon pencerahan nih :
1. Untuk RD, kapan sebaiknya "dipanen" ( lihatnya dari data apa )
2. Apakah RD itu ada hasil bulanan seperti kupon ORI sehingga dapat diharapkan sebagai uang pensiun bulanan ?
3. Jika tidak ada hasil bulanan, apakah berarti saya harus aktif jual & beli agar diperoleh yield nya ?
maturnuwun

Bacaan akhir pekan

patrixsk's picture

Saya menemukan sebuah tulisan yg sedikit mengulas kondisi saat ini. Monggo dibaca sebagai tambahan referensi di akhir pekan :)

http://cogitasia.com/for-india-and-indonesia-quality-growth-requires-qua...

Penundaan QE Tappering dan Rebound Bursa

DewAsmara's picture

Tepat sesuai expetasi Nico Omer, The Fed membatalkan, or at least setidaknya menunda pembatasan dan penghapusan QE, hari ini bursa melonjak hingga 4 persen lebih sampai pukul sepuluh pagi ini, bahkan dana yang masuk ke bursa sudah lebih dari 850 Milyar hanya dalam hitungan jam saja.

Namun demikian harus dicermati bahwa pondasi ekonomi kita masih lemah, neraca perdagangan masih defisit, dan ancaman kontraksi sektor manufakturing sudah di depan mata (statement HSBC via Bisnis Indonesia).

Untuk yang sudah bersama-sama dengan saya melakukan atraksi tangkap pisau jatuh di bursa saat kolaps ke 4000-4500an, sudah bisa tertawa sumringah. Bersiap untuk profit taking, remember, Fortune always favors the bold :p

Penyakitnya belum diobati

the net punch's picture

Saya setuju banget bro.
Ibarat penyakit. Penyakit utamanya itu ada di Twin defisit indonesia.
Berbeda dengan USA yg merupakan satu2nya negara yg leluasa mencetak duit dan masih di hargai oleh dunia, Indonesia tidak memiliki kemewahan tsb.

Twin defisit adalah defisit anggaran pemerintah dan perdagangan international.
Defisit perdagangan pemerintah dapat ditutup oleh hutang.
Utk current account defisit bisa juga ditambal dengan investasi PMA.

Msalahnya investasi di Indonesia merupakan dana panas yg bisa keluar masuk dgn bebas karena indo menganut rezim devisa paling bebas di antara negara berkembang.

Intinya adalah pembangunan kita harus berkualitas.
Bila tumbuh 6%. Pertumbuhan itu harus berupa pembangunan ekosistem skala industrial di bidang teknologi atau pertanian.
Sekelas PT Inti saja sampai harus berhenti merakit HP karena industri pendukungnya tidak siap.
Mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara saja ternyata lebih mahal daripada mendatangkan sapi dari australi karena masalah infrastruktur.
Gas CNG melimpah tapi ga ada pipa untk dapat menyalurkannya ke industri lokal.

Makanya kenapa setiap 5 tahun kita masuk resesi.
Karena pertumbuhan yg kita hadapi ternyata pertumbuhan yg tidak berkualitas sehingga menjadi pisau bermata dua yg mengakibatkan pertumbuhan import juga yg ujung2nya memacu defisit.
Tumbuhnya kemakmuran kelas menengah ini ternyata masih harus di layani dengan barang2 import (BBM, Gadget, dll).

Btw salah satu sebabnya setiap beli barang saya selalu cek. Saya mensyaratkan minimal barang saya beli adalah barang yg di rakit di indonesia.

Saya yakin cepat atau lambat tappering terjadi.
Dan saat itu sudah pasti tidak ada lagi rezim dana murah.
BI hanya bisa menjadi polisi moneter saja.
Karena Pekerjaan Rumahnya itu sebenarnya tugas Pemerintah.

Tapi apakah krisis itu akan sedalam 1998? saya rasa tidak. karena tahun 1998 ekosistem kita tidak fleksible krn masih dalam rezim orba dengan segala informasi yg serba gelap (total hutang mata uang asing dll, penyaluran kredit, kesehatan bank dll).
Apakah akan seperti 2008? Menurut beberapa analis tidak juga sampai seperti itu. Tapi apakah krisis 2013 sudah selesai? saya kok ragu.

Saya masih belum ambil posisi beli. Saat ini saya di posisi 50%cash.
Hari ini saya lebih milih miting diluar daripada nongkrongin bursa.
Hehehehe..

Ya, semalam semua pejabat stress nungguin kabar FOMC

DewAsmara's picture

Ini bukti omongan saya benar soal badai ekonomi, menurut berita Bisnis Indonesia, semua pejabat semalam bergadang menunggu rapat FOMC dan The Fed, karena jika benar terjadi maka Indonesia habis kena sapu Tsunami Ekonomi:
http://www.bisnis.com/kata-dahlan-iskan-kabinet-sempat-begadang-tunggu-f...

Ngomong-ngomong, jadi apa negara ini kalau selalu berharap dari mukzizat :)

Kupon ORI 10

DewAsmara's picture

Kabar gembira bagi mereka yang masih galau dengan IHSG, punya cadangan cash dan cari return yang tinggi, ORI 10, kabarnya akan segera diluncurkan dengan kupon sebesar 8.5%

Return yang cukup fantastis ini untuk mengantisipasi kenaikan BI rate yang mungkin akan terjadi lagi jika rupiah terus kolaps.

Info ini dari artikel terbaru di kontan online, memang masih rumor, tapi bisa jadi acuan, mengingat BI rate saja sudah 7.25% berarti bunga BPR saja akan berkisar 8-9%.

Saya juga di tlp oleh pihak

the net punch's picture

Saya juga di tlp oleh pihak bank tadi pagi.
Tapi dia belum bisa comfirmed besar kuponnya.
Saya belum pernah urusan ama ORI.
Masih barang aneh utk saya.

Pertanyaan saya bung dewa.
Apakah kupon 8,5% sesudah dikenakan pajak 15% (net rate 7,225%) masih menarik? Kita berbicara term ORI yg biasanya 3 tahun.
Apakah pasar sekundernya likuid? sehingga bisa dijual bila ada kebutuhan yg diluar rencana.

Tadi pagi saya diminta tambah subcriptionnya oleh pihak bank.
Tapi saya ragu.
Soalnya niat awal cuman utk dana nganggur saja.
Bukan dana yg diniatkan utk investasi.

Saat Masuk Invest??

teddy_m's picture

Dear all,
Apakah sekarang saat yg tepat untuk masuk investasi ke reksadana menyusul keputusan The Fed?
Tapi mengingat fundamental ekonomi kita saat ini yang lemah, apakah bukan sebuah spekulasi?

Dari newbie

Tetap lah bijak

DewAsmara's picture

Berinvestasi membutuhkan kebijaksanaan dan pengetahuan yang cukup, saya tidak menganjurkan masuk saat ini, apalagi saat bursa sedang rebound kencang sementara neraca perdagangan masih defisit. Lain cerita jika masuk bertahap saat bursa terus menerus longsor, dengan tetap memperhatikan valuasi dan kondisi makro ekonomi.

Thank's Bro

teddy_m's picture

Thank's bro Dewa atas nasihatnya...

Salam

Tergantung besaran dana

DewAsmara's picture

Pasar sekunder nya sih likuid Pak, saya tidak pernah simpan di atas setahun, namun biasanya di atas 350 juta yang gampang jual nya, ini juga saya nguping bisik bisik RM prioritas waktu mau jual tempo hari.

7.25-7.225 masih ok Pak jika dibandingkan sukuk dan deposito. Biasanya kalau kupon nya gede, jualnya lagi lebih gampang dan harga jualnya tinggi, mis kupon 7 persen bisa kita dapat harga jual 103-104. Kalo kupon 8.5 bisa 104.5 lumayan kan, naruh tiga bulan dapat bunga plus harga naik.

Tabel ORI beserta besaran kupon vs RD tetap

the net punch's picture

Ini ada tabel ORI yg pernah di terbitkan beserta besaran kuponnya untuk tambahan pengetahuan dari beberapa sumber.

Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:
ORI001 2006 : 12,05% (sudah jatuh tempo)
ORI002 2007 : 9,28% (sudah jatuh tempo)
ORI003 2007 : 9,40% (sudah jatuh tempo)
ORI004 2008 : 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)
ORI005 2008 : 11,45% (jatuh tempo 15 Sept 2013)
ORI006 2009 : 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)
ORI007 2010 : 7,95% (jatuh tempo 15 Agustus 2013)
ORI008 2011 : 7,25% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)
ORI009 2012 : 6,25%
ORI00102013 : ???%

Berdasarkan data infovesta hanya beberapa RD tetap yg secara Compunded Annual Growth Rate 3 tahun bisa ngalahin ORI, yaitu diantaranya:
1.RDPT Dhanawibawa Eksklusif Terbatas I
2.Si Dana Batavia Terbatas Optimal
3.Penyertaan Terbatas Hpam Maestro Flexi II
4.PT Sucorinvest Pendapatan Tetap 1

iya hari ini ORI010

jolyonwak's picture

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 010 sudah diluncurkan oleh Kemenkeu dengan tingkat bunga 8,50% per tahun. Tapi kalo ada RDPT yg bisa menandingi bahkan melebihi apa iya beli ORI? belum harus 5 juta ya minimal belinya?

Berapakah koleksi RD yg ideal?

hda's picture

Pak Autogebet,
Sy ingin bertanya : misal sy punya dana 30 juta. Mau sy invest di RD saham. Tujuan utk dana pensiun 10 tahun lagi. Mohon petunjuknya dan nasehatnya berapakah jumlah RDS yg ideal harus sy koleksi utk maksud tsb? Spt kata pepatah jangan taruh semua telurmu di keranjang yg sama. Apakah 10 macam RDS terlalu banyak?
Terimakasih atas nasehatnya.

Salam
HDA

Analisa orang awam

the net punch's picture

Pada saat tulisan ini saya buat pasti melawan arus. karena indeks lagi naik 2 hari berturut2.
Mnurut saya Kenaikan indeks saat ini kok rasanya hanya jangka pendek saja.
1. Masalah doble defisit di neraca masih terjadi.
2. Hantu tappering masih ada.
Pengurangan stimulus akan diputuskan pada 18-19 September saat pertemuan Federal Open Market Committee. Selain data non-farm payrolls AS yg turun, data ekonomi AS lainnya cukup bagus. Jadi tappering masih mungkin kalau tidak september bakal terjadi di oktober.

Feeling saya BI harus menaikan SBi ke tingkat 8% untuk menutup doble defisit agar rupiah tidak makin longsor.
Apa boleh buat kenaikan SBI mengakibatkan penurunan pertumbuhan, namun keuntungannya diharapkan akan menekan import bersifat konsumsi.Sampai penyelesaian bersifat fundamental di selesaikan. contoh:
- pembangunan kilang BBM (defisit migas usd 4milyar/juli)
- Hilirisasi tambang
- Industri dasar yg mampu menekan import seperti pabrik baja Krakatau Posco.
- Masalah perburuhan, untuk menarik pabrik2 macam foxconn ke indo. (defisit gara2 hape no 5 setelah items2 lain penyebab defisit)

Sekarang saatnya menyelesaikan saham2 yg nyangkut dan mulai keluar dari obligasi. Karena menurut saya Badai belum berlalu

saya optimis perekonomian

symphony's picture

saya optimis perekonomian indonesia tidak lah rapuh seperti yang ditakutkan banyak orang. tahun depan kemungkinan rupiah menguat, pasalnya pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh dana kontraktor migas yang mengendap di LN. pas pemilu entar kmungkinan tiba2 banyak aliran dana masuk deh (tau laah untuk apa hehe). amrik jg kmungkinan batal serang suriah lagian. baru2 ini juga jepang naikkan peringkat indonesia menjadi ke 3 setelah China dan India sbg negara tujuan penanaman modal. soal defisit, rasio utang kita kan msh 30% dr GDP kali yah, masih oke lah, daripada amrik 60%+ dan jepang nyampe 200%+.
klo properti mnurut saya msh jauh dr kolaps, bubble jg hanya di sebagian tempat aja koq dan lagian pemerintah kita sudah mengambil langkah2 yang tepat dalam mencegah kejadian spt di negara lain. investor pasar modal domestik naik tajam pula lho...
Hmm sebenarnya juga banyak berita2 positif lainnya yang belum naik ke permukaan.

saya rasa masyarakat indonesia pun makin hari cerdas dan terdidik. kalo pemilu taun depan kita pilih capres yang tepat, yang bisa selesaiin puluhan taun masalah tanah abang hanya dalam waktu mingguan, saya kira ke depannya indonesia jd jauuuuh lebih oke.

ya ini hanya sharing pandangan optimis saya, semoga negeri kita ini makin berjaya daaah!

Antara Optimis vs Pesimis harus tetap Optimis

DewAsmara's picture

Dear all,
antara optimis vs pesimis, kita harus tetap optimis :)
Percayalah selalu, di ujung lorong gelap selalu ada secercah cahaya.

Betul pemerintah, terutama BI sudah mati-matian berusaha mengerem laju bubble property lewat berbagai paket kebijakan ekonomi. Saya rasa itu ada banyak membantu mengerem laju bubble, meskipun di beberapa tempat, proyek property mulai nyangkut. Sampai ada yang nawarin cash back 360 juta, karena mereka sudah salah mengeset harga kelewat tinggi. Namun di beberapa tempat lain, harga tanah dan bangunan masih terjangkau, tinggal pintar-pintarnya kita membaca peluang.

Begitu juga dengan pasar saham dan obligasi, saya termasuk yang menolak tawaran deposito dari salah satu bank swasta terbesar, saya masuk saat pasar saham kolaps sangat dalam, secara gradual. Karena perhitungan saya, IHSG tetap harus rebound, secara valuasi, inflasi membantu IHSG untuk mencapai rekor lebih tinggi lagi, karena nilai rupiah merosot, sementara laba dan pertumbuhan perusahaan selalu di set oleh para pemilik bisnis untuk selalu naik (tentu perusahaan yang bagus yah bukan perusahaan yang nunda gaji pegawai dan pembayaran hutang).

Tapi kita ke depannya harus selalu lebih hati-hati, cermati angka-angka dan perubahan-perubahan ekonomi. Misalkan, bubble pasar modal asia ini sudah terbaca sejak tahun 2009, bahkan di tahun 2010-2011 salah satu analis bank asing, dalam sessi wealth management, mengatakan pompaan stimulus ini akan menciptakan gelombang banjir likuiditas dan mengelembungkan pasar asia, sayangnya, banyak analis lokal terlalu over confidence dan mengeset target harga ketinggian, melampaui hitungan normal, padahal situasi sudah siap berbalik, mereka lupa kalau teori keynesian juga selalu punya dampak lain yaitu penarikan uang beredar karena adanya campur tangan intervensi pemerintah.

Maka itu di sekitar bulan Maret-April, di portal ini saat itu saya sudah peringatkan bahwa saatnya untuk keluar. Jangan gambling kalau bursa sudah naik terlalu tinggi, tinggal pantau saja PER bursa, neraca perdagangan, kebijakan ekonomi dan sebagainya. Kan saat pengumuman kenaikan bbm yang sangat terlambat itu saja kita sudah seharusnya sigap dan tahu akan terjadi yang buruk.

Ekonomi itu sebenarnya mudah saja, tidak seperti yang ditakutkan banyak orang, karena semua masih pulang ke hukum statistik, jadi kalau simpangannya sudah menceng kebanyakan, ya siap siap saja switch ke tempat lain :)

yang bener yang mana nih bro?

mas keren's picture

Bro dewa, beberapa hari lalu bilang kalau ini baru awal badai dan akan terus menurun IHSG.. eh sekarang jadi optimis? yang bener yang mana nih bro? nubie jadi bingung

Dalam jangka panjang

DewAsmara's picture

Untuk jangka panjang, kita harus tetap optimis, betul ini awal dari badai, namun saya lihat BI berusaha mati matian menyelamatkan negara ini dari ancaman badai itu. Bleid pembatasan KPR yang akan segera berlaku cukup efektif menahan langkah sejumlah spekulan property, namun perlu usaha lebih keras lagi.

Yang harus dilakukan adalah perubahan besar besaran dalam sikap dan perilaku para birokrasi dan politisi. Mereka harus berani merubah perilaku mereka dari money oriented dan populis menjadi vîsioner jk panjang.

Kelemahan Indonesia adalah kita terlalu tergantung pada hot money, sehingga sedikit saja guncangan kita babak belur. Penerbitan ORI dan SRI utk investor lokal seharusnya di manfaatkan sebaik mungkin.

Di satu sisi, saya sangat skeptis dengan kelakuan partai dan pemerintah pusat menjelang pemilu 2014, di sisi lain masih ada orang orang yang tulus mau membangun negeri ini, ya kita sebagai msyarakat harus pintar pintar bersikap.

urun rembug

yudha83's picture

bro dew,

sebenarnya saya juga pengin optimis mengingat saya pemain recehan di reksadana dan saham namun apa daya lihat pemerintah sekarang begitu menggelora passionnya di bidang korupsi.

sudah tahu APBN minus malah tambah PNS , mobil murah, beli pesawat kepresidenan, malah jalan2 keluar negeri e.t.c

sektor agriculture & kelautan

syair berdarah's picture

sepertinya klo tuk berjaya Indonesia harus kembali ke dua sektor itu,agar bisa memberi makan bangsanya sendiri,tanpa tergantung impor pangan yg nyedot devisa..kyk lagu jadul
"Nenek moyangku orang pelaut..
hehe

equal ihsg 2002

nidibi's picture

cek di http://finance.yahoo.com/echarts?s=%5EJKSE+Interactive#symbol=%5Ejkse;ra... sepertinya punya kemiripan arah naik dan turun dengan tahun ini (2013). sampai dengan bulan ini (september 2013) masih 'sesuai' sejalan dengan ihsg 2002. cek bottomnya.. moga-moga sama lagi...

jika...

muma's picture

@para suhu sekalian...
Betul kata suhu dew, betapa rapuh nya kondisi ekonomi kita, jadi pertanyaan nya adalah...jika kita punya uang satu milyar saat ini, akan di alokasikan kemana kah untuk mengamankan nilai sekarang supaya sebanding dg nilai yg akan datang,mengingat rapuh nya segala sektor investasi di negara ini....tq

Diversifikasi Asset dan Timing yang tepat

DewAsmara's picture

Saat ini, sebaiknya diversifikasi asset secara baik dan benar, dan kombinasi dengan timing yang tepat.

Ada baiknya konsentrasi di deposito dan ORI, sambil menunggu pasar property kolaps. Begitu kolaps masuk sebagian di property dan saham serta emas.

Kalau memang ragu dengan risikonya, konsentrasi ke sektor riil, seperti perdagangan dan konsumsi, apakah itu franchise dan lainnya.

Bahkan sekolah lagi bisa jadi alternatif diversifikasi asset, tentunya yang bisa memberikan keunggulan kompetitif dan nilai tambah sehingga punya daya jual.

aturan indent rumah kedua

mjsihaloho's picture

Kemarin Gub BI bilang mereka akan buat kebijakan mendorong KpR yang prudent dengan menaikkan syarat KPR utk rumah kedua. Inimwkin buat sektor properti kolaps? Bgm kita hafus bertindak atas rancangan kebijakan itu, suwun

property kolaps

ma_kara's picture

@ bro dewasmara,mohon pencerahan nya
bilamana industri property kolaps, ada yg saya ingin tanyakan ke bro,
1. seperti apa dampaknya terhadap investor2 kecil yg invest di property?
2. bagaimana juga dengan yg investasi di tanah?
3. bagaimana dampaknya terhadap bagi masyarakat luas?
4. bisa di jelaskan lebih jauh bro (masuk sebagian di property dan saham serta emas.)?

terimakasih sesudah dan sebelum nya

ma_kara

Dampak Property Kolaps

DewAsmara's picture

Yth Ma_Kara,
Sepanjang developer nya kuat, pembangunan tetap jalan, masalah hanya pada bunga cicilan yang membengkak. Tapi kalau investor kecil kecil nya tidak kuat membayar bunga, itu akan menjadi reaksi berantai, karena memukul developer, dan proyek menjadi terhenti, sudah ada beberapa proyek apartemen yang macet.

Investasi di tanah lumayan stabil, tapi ya paling lama saja menunggu harganya bisa naik atau lekas laku nya. Mungkin kesempatan masuk bagi yang suka membeli tanah jangka panjang, fyi saya juga lagi mau beli tanah lumayan banyak di suatu daerah, kebetulan memang ada ancer-ancer akan jadi pusat candradimuka pendidikan, lumayan kalo bikin rumah kos-kosan hahaha

Dampaknya terhadap masyarakat luas, ya paling memukul mereka yang berharap bisa spekulasi di tanah, tapi menguntungkan bagi yang budget nya pas-pasan, ada kesempatan membeli rumah dengan harga lebih terjangkau.

Yang terkena dampak kolapsnya property biasanya pasar saham property, developer, spekulan, perusahaan semen, toko bangunan dsb. Mungkin sektor perbankan juga akan terpukul kalau dia tidak hati-hati / prudent dalam menyalurkan kreditnya.

mohon masukan

eiscell's picture

Saya baru saja nambah portofolio RD tematik properti beberapa bulan lalu.
tapi ternyata kemarin kena "badai " hingga nyungsep lebih dari 20%.
akhir2 ini BI terus menerus menaikan BI rate kabarnya hingga akhir taun.
dan isunya 2014 terjadi buble properti.

mohon masukannya apakahkah harus redeem atau hold?
proyeksi RD tematik properti gimana ya?.
bisakah bangkit dari keterpurukan ?
kira2butuh berapa lama untuk balik kesedia kala?

maaf jadi banyak tanya,
terimakasih.

Lebih lama

DewAsmara's picture

RD tematik, biasanya rebound lebih lama ketimbang RDS umum. Apalagi kalau RD Tematik Property yang masih belum meletus bubble nya.

Proyeksi property saat ini bunga KPR belum masuk teritory 20% seperti tahun 1997 - 1998, tapi masalahnya harga sudah bubble luar biasa. Dan ini berbahaya sekali karena kebanyakan orang main kredit di atas 30 persen penghasilan bersihnya.

Akan tetapi, sektor property biasanya rebound lebih cepat ketimbang sektor lain. Namun dengan kondisi seperti saat ini sulit memprediksi, karena ini pertama kalinya dalam sejarah kita mengalami defisit perdagangan. Bahkan thn 1998 kita bisa lewati karena masih surplus export, sementara saat ini kita jutru minus, anda bayangkan sendiri jika mendadak ekonomi global kolaps.

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.