Ngobrol Bebas

autogebet's picture

menindaklanjuti usul dari bro Yoga yang dilatarbelakangi sulitnya memilih thread artikel yg tepat utk bertanya, maka saya sediakan thread Ngobrol Bebas ini.

Sebaiknya, semua pertanyaan tetap diajukan pada artikel yang relevan untuk mempermudah pengorganisasian content. Pastikan sudah melakukan searching untuk mencari topik yang relevan.

Thread Ngobrol Bebas ini boleh dipakai diskusi apa aja, sejauh masih dalam koridor investasi. Boleh juga membahas ide pengembangan portal lebih lanjut. Jika ada kesempatan, tentu setiap diskusi yang telah sampai kesimpulan akan berusaha saya compile dalam artikel tersendiri.

Pls dicatat bhw setiap postingan yang bermuatan iklan akn dihapus. Selamat menikmati :)

 

Comments

HI = barkah

Anonymous's picture

bro barkah ML ( maksud lo ? )
lho kan portal ini juga sdh berkumpul dgn tujuan yg sama - free lagi, meski tdk fisik & dlm organisasi dgn segala formalitas AD ART.

kdr

Anonymous's picture

:''( gmana kdr - II kok g denger lagi
i'll wait...

Kurang banyak yang request

Risyadmum's picture

Kurang banyak yang request mungkin ,bro :P

Mohon pencerahan

rohmat's picture

Sensei/bro/sis,

Alhamdulillah, setelah lewat 2 bulan dari KDR
akhirnya berani nyemplung jg ke dunia RD.
Ada bbrp hal yg saya ingin dapat tanggapan dr
sensei/bro/sis di sini.

1. Saya tipe long-term investor dan seorg newbie.

2. Dlm masa percobaan ini sy masukkan ke RD sebesar
20% dr total investasi yg sy rencanakan. Dari 20%
ini msg2 sy masukkan ke RD Campuran dan RD Saham pada
MI yg sama. Dari sudut pandang diversifikasi apakah
hal ini sdh tepat? Kira2 butuh keranjang berapa sih
untuk menaruh telur-telur ini?

3. Byk yg mengatakan u/ newbie coba dulu sebuah RD,
jangan tergesa-gesa & rakus, sambil terus belajar.
Nah menurut sensei/bro/sis kapan sebaiknya sy harus
invest yg 80%, atau sebaiknya sy rutin top-up ke RD
yg sdh ada sambil menguatkan otot2 jantung sebelum
terjun bebas ke RD?

4. Kalo dari financial planning, mestinya RD yg
sy ambil semuanya adl RD saham. Tp krn msh ragu,
akhirnya portfolio yg sy rencanakan adl
RDS 25%, RDC 25% dan RD tetap 60%. Any suggestions?

Mohon pencerahan

@ bro Rohmat

kosegu's picture

Ane mo coba share, ini pendapat ane pribadi.

1. Type Long-Term => ini berarti minimal lebih dari 1 tahun uang tersebut tidak akan digunakan dalam arti lain uang nganggur. Orientasi ane untuk RD adalah Long-term jadi ane EGP :) terhadap gelombang kecil yang terjadi saat ini.

2-4. Ini hanya masalah Diversifikasi dan ini sudah dibahas secara gamblang oleh bro Dunk, kalo ane pribadi hanya akan memfokuskan Dana ane di 1,2 atau 3 RDS tidak lebih dengan MI yang berbeda (ini untuk mendiversifikasikan MI, hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada sebuah MI), dengan catatan RDS tersebut memiliki Performance yang terbaik, Deviasi yang relatif kecil, penempatan portfolio pada saham-saham unggulan. Ane tidak akan membeli RDS banyak-banyak.

Setiap RDS punya karakter unik masing-masing dan pastinya akan berbeda antara RDS "X" dengan RDS "Y". Pada dasarnya RDS sudah terdiversifikasikan dengan baik dan ini yang dilakukan oleh para MI untuk menentukan saham-saham mana yang menurut mereka baik. Kita jangan terjebak dengan diversifikasi yang salah seperti mengoleksi RDS dalam jumlah besar cukup 1, 2 atau 3 RDS saja, kita evaluasi bila bagus tetap dipegang dan sebaliknya. Hasilnya pun pasti akan berbeda bila kita mengoleksi banyak RDS dengan dengan sedikit RDS (tentunya RDS yang terbaik) coba deh disimulasi sendiri.

Coba lihat komponen2 penyusun(portfolio) sebuah RDS pasti akan mengarah ke saham tertentu, coba bandingkan dengan RDS yang lain hal yang sama akan terjadi yaitu mengarah ke sebuah saham bahkan tidak jarang beberapa RDS akan mengarah ke Saham yang sama. Yang semula konsep kita untuk Diversifikasi tetapi sebenarnya bukan diversifikasi.

Sebagai Balancing & Diversifikasi aset bisa mengambil RD Pendapatan Tetap dan tentunya RDPT memiliki sifat yang berbeda dengan RDS. Untuk Ratio RDS : RDPT tergantung karakter kita apakah konsevatif, moderat atau agresif. Untuk seorang konservatif bisa RDS : RDPT = 75% : 25% atau paling gampang 50% : 50%

Mohon pencerahan 2

rohmat's picture

Specially bro Kosegu, thank's banget atas tanggapannya.

Thd kondisi skrg ini sy jg tmsk EGP krn paling cepet baru 5 thn yad akan saya pakai. Hy krn yg 80% itu blm tersalurkan, maka skrg gelisah mau pilih RD yg mana biar nanti sesuai dg FP-nya.

BTW, dlm memilih RD sy sudah mencoba mempelajari prospektus2. Ada bbrp
pertanyaan untuk bro Kosegu & sensei-sensei di sini:

1. Ketika melihat laporan keuangan apa yg perlu diperhatikan?

2. Saya tmsk kuper thd makro ekonomi. Bgmnkah menilai portofolio RDS? Jenis2 perusahaan apa sajakah yg dlm jangka menengah-panjang menjanjikan? Setahu saya perusahaan tambang cerah, yg lain...?

3. Apakah untuk mengetahui jawaban no.2, harus memelototi harga2 saham
di koran2 itu? Any shorcuts to find this information out? Trus terang,
krn backgroundnya teknik, sy nggak terbiasa untuk mencermati kondisi makro.
Artinya kalo baca info ttg ekonomi kira-kira yg ada di kepala," oh gini to..."

4. Scr umum, bgmnkah kinerja RDC dibandingkan dengan diversifikasi
RDS+RDPT (tanpa switch2-an RDS <-> RDPT)?

Oh maap-maap pertanyaannya kebanyakan...

@ bro Rohmat

kosegu's picture

Ane sendiri bukan
dari background financial, jadi kalau ada yang salah tolong dikoreksi ya namanya
juga masih newbie
:) . Ane
coba share ya..

1.
Laporan
keuangan => ane sendiri nggak ahli dalam bidang ini, masih harus belajar…

Agar
bro mendapatkan informasi yang menyeluruh, bro bisa mencari buku-buku yang
khusus membahas Laporan keuangan seperti
“Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan” karangan Darsono &
Ashari. Memang sih bagi yang bukan dari background ekonomi akan kesulitan
karena banyak istilah-istilah baru dan asing. Selain itu buku “Rule #1 Kunci
Utama Cara Berinvestasi” Karangan Phil Town juga membahas mengenai bagaimana
menilai sebuah perusahaan dari laporan keuangannya.

Sebuah
perusahaan dikatakan Mapan oleh buku Rule #1 apabila memenuhi standar 5 Besar +
Peraturan tentang Hutang. Standar yang ditetapkan oleh Rule #1, nilai
5 besar harus lebih besar dari 10% dan range data yang digunakan kalau bisa
selama 10 tahun ke belakang.

a. Pendapatan
berdasarkan Modal Investasi (Return on Invesment Capital atau ROIC)

Rumusnya : Keuntungan Bersih /
(ekuitas+hutang)

b. Angka
pertumbuhan Ekuitas atau Nilai Buku per Saham (Book Value per Share atau BVPS)

c. Angka
pertumbuhan pendapatan per saham ( Earnings per share atau EPS)

d. Angka
pertumbuhan Penjualan (Sales)

e. Angka
pertumbuhan Aliran Dana Bebas (Free Cash Flow atau FCF)

f.
Peraturan Tentang Hutang. Rule #1 menilai sebuah
hutang bukan dari perbandingan Hutang dengan Ekuitas melainkan sebuah
perusahaan harus bisa membayar hutang dalam 3 tahun dengan membagi seluruh
hutang jangka panjang dengan aliran dana bebas yang terakhir (uang Kas)

Dengan konsepnya 5 Besar + Peraturan tentang hutang, Rule #1 menurut ane
telah memudahkan kita dalam menilai laporan keuangan sebuah perusahaan. Nilai
ROIC yang dapat diandalkan mengindikasikan bahwa para manajer pada perusahaan
tersebut berada pada sisi pemiliknya. Prioritas
angka pertumbuhan, yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah pertumbuhan
ekuitas dan EPS terlebih dahulu dan kemudian penjualan dan dana lancar. Pertumbuhan
Ekuitas dan EPS berbicara banyak mengenai masa depan sebuah perusahaan oleh
karena itu penting bagi kita untuk bisa memprediksi masa depan dari perusahaan
tersebut.

2. Perusahaan mana yang men janjikan ? hmmm
pertanyaan yang sulit… Bila kita saklek terhadap aturan yang diberikan oleh
Rule #1 akan kesulitan menemukan perusahaan yang ideal menurut buku tersebut. Buku
tersebut dibuat untuk kondisi di negara Amerika yang sudah maju, sedangkan
Negara kita masih Negara berkembang. Hasil perhitungan sementara ane memang
sektor yang bagus selama 5 tahun ini diwakili oleh Pertanian (AALI) dan
Pertambangan (INCO & PTBA) sedangkan BUMI sendiri yang saat ini sedang
Booming jatuh di ROIC dan pertumbuhan Aliran Dana bebas. Perlu dicatat hasil
dari Pertanian dan Pertambangan merupakan barang komoditi dan ini artinya
bisnis tersebut tidak memiliki parit penghalang dan mudah diserang oleh
pesaingnya.
Jadi kesimpulannya? Hmm disimpulkan sendiri aja ya… :)

3.
Kondisi
Makro dibentuk oleh 4 parameter (Inflasi, SBI Rate, Mata Uang & GDP). Bro
anggap aja kita lagi mengadakan quality checking, ini ada kondisi standar
pengukuran sekian-sekian dan ini hasil aktual pengukuran sekian-sekian ada
penyimpangan apa nggak, kalo ada penyimpangan apa akibatnya, akar masalahnya dimana, countermeasure
yang dilakukan seperti apa, dll… bukan begitu bro? hmmm untuk shortcut ya…
banyak kok yang ngebahas kondisi makro ekonomi Indonesia, untuk laporan
keuangan paling enak sih buka situsnya BEI atau bisa di
www.rti.co.id tapi ya itu harus berlangganan dulu.

4.
Ane
secara khusus belum mempelajarinya, tapi menurut ane itu relatif. Tergantung
komposisi yang digunakan untuk RDS + RDPT. Yang ane tau nilai positif dari
kombinasi RDS+RDPT kita bisa mengatur sejauh mana return yang bisa kita
dapatkan.

Pajak u/ RD

Xeal's picture

Guys, tadi baru aja baca Tempo edisi 26 Mei'08,

Quote :

"DirJen Pajak & anggota dewan sepakat bahwa bunga obligasi milik Reksa dana tetap dikenai pajak & lembaga pendiidikan yg tidak menginvestasikan keuntungannya dlm waktu 4 tahun dibebani pajak.."

Efeknya apa yah, kalo kesepakatan diatas di-realisasikan oleh mereka di Senayan, khususnya di RD ?

wow ihsg...

mine_hudson's picture

wow, ma 5 dah nge-golden cross ma 50 ya. smoga cepet jadi trend bullish n cepet balik modal deh, dah bosen niy ngeliat aset minus mulu huhu...

quote pa sayogo "ane sarankan main di index saja" cara mulainya gimana pa? ada rekomendasi situs buat belajar pa hehe..

PU / PDPT

Xeal's picture

Teman nitip tanya...

Umur 26, dana awal 10 juta.

sudah masuk ke FE & PNM sayriah...sisanya ingin di PU atau PDPT. PNM Puas / PNM Amanah....

Sebaiknya maasuk ke mana yah???

ada saran, teman2??

@pa sayogo duh. baru bisa

mine_hudson's picture

@pa sayogo

duh. baru bisa online niy..

Knapa saya lebih mencoba trading forex dan bukannya saham alasannya bgini pa (paling ga ini pandangan dari saya yang otak investasinya masih newbie banget):

1. saya ini orang kantoran yang kerjaya dari 07.30 sampe jam 17.00 (malah kadang disuruh lembur sama bos huhu..) sedangkan bursa kita buka dari jam 9.30 sampe jam 16.00 (cmiiw) kayanya waktu saya untuk memantau pergerakan saham2 agak susah dan tidak bisa optimal. Sedangkan yg saya tau di forex trading bisa 24 jam walaupun keadaan paling volatile itu ya pas bursa dimana asal negara mata uang tersebut buka. Kalo ga salah kaya bursa US dari malem mpe dini hari WIB, europa dari sore mpe malem WIB, dll (takut salah hehe..) hal tersebut lah yang menjadi pemikiran saya kalau forex lebih bisa saya pantau setelah saya selesai berkeja kantoran.;

2. Ga kaya trading saham yang harus punya portofolio-nya dulu baru bisa take profet (Open Buy-Close Sell)pada trading forex kita juga bisa Open Sell-Close Buy jadi untuk kondisi Bear maupun Bull kita bisa take profit.
Oia mungkin FA untuk forex juga berpengaruh pa. Kalau saham kita lihat FA suatu perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut dan juga kondisi negara yang bersangkutan, untuk forex kita jug amelihat kondisi makro ekonomi dari negara asal mata uang (cmiiw).
Memang menurut teman2 di forum milis saya pernah menanyakan beberapa hal disana dan mereka rata2 menjawab kalau jumlah trader forex yang rugi jauh lebih banyak dari pada trader yang untung, tapi menurut meeka hal tersebut dikarenakan beberapa hal yang kita bisa meminimalkan risk kita.
Cerita donk pa pengalamannya di forex, karena saya sangat tertarik dengan instrumen investasi ini. Walapun nampaknya saya juga belum mencoba virtual atau demo trading dan belum akan terjun di dunia ini dalam waktu dekat karena dana saya terpakai untuk bisnis batu (yup, bisnis batu, halah apa coba). Mungkin pengalaman bapak bisa menjadi ilmu bagi saya dan teman2. Btw badan pengawasnya ada ga ya di negara kita ini. Apakah Bapepam juga bertindak sebagai pengawas di sini? Oia kalau dari hasil browsing saya benar kata bapa yang masalah nasabah forex dibohongi oleh sekuritasnya. Dan itu sangat banyak. Memang beda ya dengan saham. Tapi tetep aja ngeyel niy mo ngoba hehe..(gini niy kalo belum pengalaman rugi).
Mungkin dalam jangka pendek saya akan lebih dulu menggali informasi tentang forex dan belajar ilmu2nya, jadi teringat perkataan di forum sebelah, bagus banget deh "invest your time before invest your money". Simple tapi pas banget, apalagi kalo inget saya mulai masuk RD pada akhir Feb yang ternyata lagi trend Bearish huhuhu...

(panjang banget niy nulis...)

Salam dari yang lagi mulai belajar,

Yogha

Trading@bro mine_hudson

sayogo's picture

Bro, trading forex dan index (biasanya dari bursa Nikkei-Jepang, Hang Seng-Hongkong atau Kospi-Korea) diawasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Trading harus dilakukan oleh sekuritas/pialang terdaftar.

Kedua jenis trading itu akan dilakukan oleh pialang, jadi kita tinggal setor uang, semua trading akan dilakukan oleh pialang. Karena sangat tergantung pada pialang, maka sebenarnya kita sama sekali tidak punya peran apa-apa. Disinilah risikonya. Kalau pialangnya memble, habislah uang kita.

Dua macam trading itu ane pernah mencoba semuanya. Masalahnya adalah setiap transaksi beli dan jual harus membayar fee yang cukup mahal (biasanya minimum $25 per transaksi). Jadi ada kecenderungan pialang untuk memperbanyak transaksi, karena pasti feenya tambah banyak.

Untuk forex, seperti yang sudah ane sampaikan, sebaiknya tidak menjadi pilihan, karena sulit diprediksi. Risiko rugi sangat besar. Pokoknya jangan dicoba deh.

Kalaupun tetap mau trading, ane sarankan main di index saja. Ane punya pengalaman main di Kospi. Syarat minimum modalnya adalah $6,250 dengan 1 $ dihitung Rp 10.000,- Jadi modal awal minimum Rp 62,5 juta. Untuk memainkannya minimum dengan 1 lot, seharga $1,250. Ane sarankan sebelumnya dibuat perjanjian dulu dengan pialangnya, bahwa maksimum kerugian yang dapat kita tanggung adalah sebesar 1 lot saja. Sehingga kalau kerugian itu terjadi, kita langsung cabut dengan sisa modal yang masih cukup banyak. Selain itu buat pula perjanjian dengan pialangnya, bahwa trading hanya dilakukan kalau dapat diprediksi akan menghasilkan profit. Perlu diingat bahwa bursa dapat diprediksi dengan TA, walaupun tidak 100%. Kalau tidak ada kemungkinan profit, maka trading pada hari itu jangan dilakukan. Hal ini perlu untuk membatasi pialang mamanfaatkan fee yang harus kita bayar. Sejauh ini dapat dilakukan, maka risiko kerugian dapat ditekan seminim mungkin.

Selamat mencoba.

@ Bro Dunkz & Passion4U

Anonymous's picture

http://bp3.blogger.com/_g5yYqaUSRns/SCMovWbZ9JI/AAAAAAAABBg/s0UOFH2CwiY/...

Link diatas dari blog gur warung sebelah...
Kayaknya beliau ini oportunis yah...based on chart.

Pengen bgt neh, nambah ilmu buat ngebaca chart TA....

Produk Baru: Sarijaya Permana Sekuritas

autogebet's picture

bagi rekans yang ingin menikmati produk reksadana racikan PT SARIJAYA PERMANA SEKURITAS, datanya sudah tersedia di PortalReksadana.

data perhitungan return dsb akan otomatis lengkap esok hari.

AUM

dijhee_muach's picture

halo bro smua

ane ada pertanyaan nich,

aum (asset under market) itu ngitungnya gimana trus liatnya dimana,sorry pertanyaannya cupu bgt ya.

prinsip ane mending malu drpd g tau.

makasih

Sumber AUM: e-Monitoring Bapepam

autogebet's picture

Data AUM bs dilihat di website e-Monitoring Bapepam:
http://www.bapepam.go.id/e-monitoring/

masukkan saja kode MI disana, tinggal pilih ingin lihat posisi AUM pada tanggal kapan.

BBM naik

barkah's picture

Apakah saat BBM naik nanti harga reksadana akan berjatuhan (kalo bisa ada ceritakan sejarah yang pernah terjadi)?

Kalau iya, Apakah suatu hal yang bijak seminggu sebelum kenaikan harga BBM, kita menjual reksadana tersebut, dan seminggu setelah kenaikan harga BBM kita membelinya lagi? (dengan asumsi sebelum BBM dinaikan harganya Mahal, dan seminggu setelah kenaikan kita beli kembali dengan harga yang sudah jatoh).

@BBM naik

Agus Mulia's picture

Kemarin baru hadir didiskusi rutin Prioritas dgn presentasi oleh pakar MI yg baru tergeser ke no-2 soal info situasi dunia investasi & hal2 terkait, inilah kesimpulannya :

+Si BULL lg ngambek,sedang si BEAR lg fit.Karikatur Yahoo tsb sdh berbicara sendiri artinya-pasar lg lesu katanya.

+Kredit KPR di AS tdk ngraruh kesini,justru krn nasabah bank kita mayoritas msh kuno-belum melek benar berinvestasi. Sebagian besar dananya msh berupa saving+deposito,yg menjadikan bank kita cukup punya dana murah & melimpah untuk terus berKPR ria. Untung juga ya masih OON.

+BBM naik kali ini diprediksi tdk separah 2005,krn beban sdh terbagi konsumen industri & umum.Lagian SBI cuma nambah 0,25%,hingga inflasipun akan tetap under control.Bagi bursa situasi begini masih bisa diterima, katanya. Makanya teruskan berinvestasi.

+Namanya juga forecaster,mau percaya atau tidak terserah anda.

@ Pak Agus Mulia

Risyadmum's picture

Pak Agus Mulia, setahu saya kalau orang MI yang bicara,  ketika trendline bear maupun bull rekomendasinya memang selalu 'buy',he..he..he... view-nya selalu dicarikan yang sesuai kepentingan MI tentunya. Kayaknya kalau pakai karikatur , yang presentasi mbak cute n smart Lilis Setiadi ya...

Kalau indenpenden analis yang bicara, biasnya lebih bebas mengemukakan prediksi, beberapa mantan orang MI setelah menjadi individual investor lebih 'berani' menyorot sisi resiko selain mengupas peluang,misalnya Pak Sanny Gunawan.

Tapi saya sih setuju bahwa investasi itu harus, karena kalau kita hanya takut dan takut pada rumor, nggak bakal  invest jadinya . Ujung-ujungnya ketinggalan kereta ketika yang lain sudah menikmati hasil investasi. Selalu ada waktu yang bisa kita incar untuk 'masuk' dalam periode 1 tahun, waktu-waktu diskon inilah yang perlu kita cermati supaya mendapatkan return yang optimal.

 

 

 

 

@ Pak Agus Mulia

Risyadmum's picture

Pak Agus Mulia, setahu saya kalau orang MI yang bicara,  ketika trendline bear maupun bull rekomendasinya memang selalu 'buy',he..he..he... view-nya selalu dicarikan yang sesuai kepentingan MI tentunya.

Kalau indenpenden analis yang bicara, biasnya lebih bebas mengemukakan prediksi, beberapa mantan orang MI setelah menjadi individual investor lebih 'berani' menyorot sisi resiko selain mengupas peluang,misalnya Pak Sanny Gunawan.

Tapi saya sih setuju bahwa investasi itu harus, karena kalau kita hanya takut dan takut pada rumor, nggak bakal  invest jadinya . Ujung-ujungnya ketinggalan kereta ketika yang lain sudah menikmati hasil investasi. Selalu ada waktu yang bisa kita incar untuk 'masuk' dalam periode 1 tahun, waktu-waktu diskon inilah yang perlu kita cermati supaya mendapatkan return yang optimal.

 

 

 

 

BBM Naik

Hardjoeno's picture

Kalau cerita pengalaman, mereka yang pada awal tahun 2005, sudah investasi di RD atau saham, rasanya sudah pada merasakan kenaikan harga BBM oleh Menko Ekuin saat itu (Aburizal Bakri).

Gantian pertanyaan saya,

1. apakah sejak itu investor bertambah atau berkurang?

2. dari saat BBM naik 2005 , adakah investor seperti kita (di RD atau saham) di Indonesia yang merugi dan kemudian berhenti investasi?

Saran : pilih waktu yang tepat untuk membeli saham / RD , volatilitas saham / Rd karena karena ada government action pasti ada lah. Tapi pertimbangan saya masalah BBM , pangan saat ini dihadapi oleh sebagian belahan dunia, jadi yang itu biar dipikirkan oleh mereka pak. Kita mikir waktu yang tepat untuk membeli pada saat murah dan menjual saat tinggi agar dapat profit.

Tks

hardjoeno

@Barkah

dunkz's picture

Persoalannya tidak sesimpel itu. Market akan selalu mendiskon apapun.

Jadi kalau pemerintah telah mengumumkan rencana kenaikan BBM, pasar akan mendiskon harga saham sesuai dengan ekspektasi masing-masing investor.

agriculture booster notes

osantoso's picture

halo teman2 portal reksadana, mau minta pendapat dong. saya baru mau diversifikasi asset nih. RDS uda ada, rencan mo ke RDPT dollar tapi harga baru turun. apalagi pemerintah mau keluarin ORI baru. harga corporate obligasi bisa makin turun.

nah...saya ditawarin agricultural booster note, baru pertama kali dengar. returnny berdasarkan 6 commodity index. kalau boleh minta pendapat para suhu dan rekan2 yg lain, positive negative dan resikonya apa. apakah recommended atau tidak. atau sebaiknya di RDPT aja, tunggu sampai harganya turun lagi baru masuk? thx.

@osantoso

dunkz's picture

Commodity index yang dipakai apa saja bro? kalau dari namanya berhubungan dengan agriculture ya?

Produk yang ditawarkan ke bro itu termasuk derivatif karena nilainya mengacu pada aset lain. Nama umumnya structured notes.

Saran saya, hari-hati dan harus teliti dalam mebaca term yang ditawarkan. Kalo boleh, bisa dishare di sini juga term nya bro :)

@dunkz

osantoso's picture

6 index yg dipakai: wheat, corn, sugar, soybean, cotton, dan meryl lynch asia agriculture.

observation day bimonthly. kalau keenam index di atas upper barrier, return 12%. kalau di antara lower dan upper barrier, return 6%. tapi bila ada 1 index saja yg ada di bawah lower barrier, maka tidak dapat dividen. sedangkan kalau di atas 100%, otomatis terminated. sepertinya return tidak bisa maksimal.

saya sudah hampir masuk ke RDPT melati dollar, tapi tidak jadi krn kondisi sedang menurun. apa ada rekomendasi lain?

@osantoso

dunkz's picture

Yang pasti trend sekarang inflasi semakin tinggi yang dipicu oleh komoditas, jadi memang ada peluang bagus dari structured notes yang ditawarkan itu.

O iya. Ada jaminan 100% modal aman? Artinya dalam kondisi bagaimanapun uang kita pasti kembali 100%.

@dunkz

osantoso's picture

terproteksi 100% kalau dana tidak ditarik selama 4.5 tahun. kalaupun ada penarikan tidak dikenakan biaya, hanya tidak terproteksi lagi.

software

jewe's picture

ada yang tau dimana untuk mendownload software investasi terutama yang ada fibonachi nya ? kalau bisa yang free yah hehe

tks

ngobrol bebas

Hardjoeno's picture

Maaf kalau saya keliru, kami sarankan ngobrol bebasnya tetap di koridor investasi, sehingga portal ini memberikan wawasan yang makin luas kepada pengunjung yang memerlukan (khususnya investor). Perlu dicatat oleh para investor bahwa bentuk investasi bukan dilihat dari besar kecilnya nominal, tetapi forum ini bisa membantu mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk investasi .
Salam

Hardjoeno

Explosive box IDX

Xeal's picture

Dear Suhu2...Bro Dunkz,Bro Passion4u,etc....

Ada grafik yg di post disini,

http://bp1.blogger.com/_g5yYqaUSRns/SB8M28_J8SI/AAAAAAAAA_g/zXcRxX-mvKM/s1600-h/IDX+Explosive+Box.png

Artinya apa yah ??

Cheers,

 

@Xeal

dunkz's picture

Kalau saya lihat, penulisnya menggunakan metode Darvas yang diciptakan oleh Nicolas Darvas.

Metode Darvas, secara umum membagi pergerakan harga saham dalam kotak-kotak(boxes).

jadi yang dimaksud di sana, penulisnya berpendapat ada kemungkinan IHSG akan segera naik ke box selanjutnya dan membentuk base di sana.

@Xeal @dunkz – Explosive Box

EcoSyariah's picture

Nambahin dikit ya… kebetulan ane juga tertarik dgn box tsb (namanya Vierjamal Box atau Magic Box). Berikut ini sedikit penjelasan mengenai magic box dan perbedaannya dgn Darvas Box: “Sama2 menggunakan kotak, tetapi secara visual anda dgn mudah sekali membedakan mana Vierjamal Box dan mana Darvas Box. Vierjamal Box atau Magic Box ukuran kotaknya tetap konsisten sama sejak dari kotak pertama sampai dnn kotak keseratusnya dan kemampuan imajinasi anda dlm menempatkan masing2 consolidation directionlah yg membuat kotak ini benar2 bekerja secara ajaib memberikan anda ability dlm memproyeksikan stage, uptrend/downtrend, consolidation/sideway, reversal, crash sampai dgn explosive volume”. Selengkapnya ada di http://vierjamal.blogspot.com
atau Darvas Theory :
http://www.investopedia.com/terms/d/darvasboxtheory.asp

 

Sepengetahuan ane, grafik IDX Menuju Explosive Box tsb menggambarkan bhw candlestick price pd hari berikutnya akan masuk ke stacking box (explosive box). Dan bila pd hari2 brikutnya berhasil breakout pd resistance 50% FR di 2468, mk trend menuju Bullish. Kira2 bgitu, maaf kalo salah, ane masih blajar.

Syiar Syariah dengan RD Syariah

Mau nanya Grafik harga saham perusahaan

goenz79's picture

Mas-mas dan mbak-mbak,

Mo nanya nih... Dimana ya bisa dapat grafik harga saham emiten2 BEI gratis?

Terimakasih

@goenz79

@Bro Autogebet

dunkz's picture

Saya ada saran. Ada baiknya menunya ditambahkan reksadana-reksadana yang baru diterbitkan 1 bulan terakhir sehingga kita dapat memantaunya. Paling tidak kita bisa mulai melihat reksadana yang berpotensi menjadi reksadana yang bagus :)

Menu "New Born Baby"

autogebet's picture

ide yang fresh... sy blm explore lbh dalam, mgkn acuannya adl harga per unit yg msh < Rp. 2.000, atau mgkn yg usianya < 3bln...

pokoknya will be ready soon deh ;)

Penambahan Beberapa Reksadana

wita.aboed's picture

Tuk bro Autogebet,Saya kok tidak melihat ada beberapa reksadana yang baru diterbitkan beberapa Manajer Investasi...Soalnya sampai saat ini saya menjadi lebih senang dengan portalreksadana.com dan tidak ikut di salah satu lembaga independen yang khusus mengenai reksadana (punya website juga), karena perkembangannya lumayan ekspress dalam mengakomodasi kebutuhan dari masing-masing kita,....Diantara yang belum masuk diantaranya Cipta Syariah Ekuitas (RDS) dan beberapa yang lain lagiTerima kasih atas bantuannya ya...  Semoga dapat dipenuhi    

Reksadana Baru? Just let me know...

autogebet's picture

terima kasih bro wita.aboed, semoga portalreksadana bs menjadi pelengkap dari website informasi serupa. walaupun updating data sudah automated, tapi mohon maaf juga proses penambahan produk baru masih sedikit manual.

sebutkan saja apa nama produknya, pastinya akan segera saya masukkan dalam daftar update :)

fortis equitra amanah

nawan's picture

itu, saya nyumbang rd yg baru lahir....

yg dimaksud dengan iklan, yg seperti apa aj?apakah menyebutkan nama rd termasuk iklan???

Reksadana baru sudah tersedia...

autogebet's picture

Produk reksadana baru dari Ciptadana dan Fortis (Equitra Amanah) sudah tersedia. selamat menikmati :)

Deviden

Xeal's picture

Guys, mo tanya neh...

Beberapa emiten kan sedang bagi2 deviden..bagaimana sih prosedurnya agar deviden tersebut sampai ke kita2 ini ?

bagaimana jika kita tidak aktif di broker tersebut, namun memiliki saham tersebut ??

Cheers,

shn

Re : Deviden

Tukul's picture

Mas Xeal,
Setahun saya, pada saat anda dafta di broker nanti diberi opsi, apakah transfer dana akan dimasukkan kembali ke account anda di sekuritas tsb atau ke tabungan pribadi.
Kalau dimasukkan kembali ke account ada di sekuritas, artinya anda "top up" dana untuk cadangan pembelian saham yg lain...sedangkan kalau di transfer langsung ke tabungan pribadi anda, maka deviden itu langsung ada pegang...
Jangan lupa, deviden nanti juga kena pajak (saya gak tau persis berapa % besarnya)
Salam,
Pemula

@ Bro Tukul: deviden-broker

Xeal's picture

Bro...itu masalahnya.

Saya lupa dgn isi formulir itu. Berhubung waktu itu daftar secara kilat waktu IPO, jadi ga terlalu dibaca2.

Trus,pernah suatu saat saya ingin transaksi, via telp, eh malah ditolak ma brokernya.Alasan mereka, saham itu IPO punya, jd ga bs via telp.

Jadi sampe sekarang, ga pernah aktif di broker tsb (OD).

Teman2 di portal, ada yg punya contact person di OD?

Siapa tahu bisa bantu saya...:)

@Bro Xeal : CP

Anonymous's picture

Bro...
bisa lihat di link berikut, mungkin bisa di contact
http://www.idx.co.id/Default.aspx?tabid=72&kd=od

@ anonymus

Xeal's picture

Bro, saya sih lebih prefer..kalau di portal ada yg kenal org dalam,maybe CS-nya..biar saya bisa lebih cepat prosesnya.

Soanye, tiap saya telp, selalu di lempar2...hiks..hiks...

 

sorry

Tukul's picture

Bro Auto,

Sorry kalo posting ane kemarin dianggap iklan... ane hanya ingin menginfokan saja, apalagi lembaga yg melakukan riset adalah lembaga independen yg fokus ke riset data reksadana dan pengisi tetap rubrik invesdana di majalah terkemuka Ixxxxxxx (nanti dianggap iklan lagi :))

Usul saya, gmn kalo kita beli hasil riset itu (bisa patungan mungkin), trus kita bahas bareng di forum ini...

Selain para suhu sebagai kontributor di sini (Bro Dunkz, Bro Passion, Bro Eko, Bro Sayogo, Bro Agus Mulia...dll), menurut saya jika ada lembaga riset ternama membuat sebuah riset mengenai reksadana, ada baiknya portalreksadana sbg portal terbesar yg membahas reksadana ini bisa juga "melirik"nya, ini agar informasi kita bisa lebih kaya akan wacana mengenai "kereksadanaan".

Hanya masukan saja...

Jika rekan2 lain sangat antusias untuk mendapat 5 riset dari lembaga tsb..silahkan hub langsung CS di websitenya.

Salam,
Pemula

Pepatah "Jangan Membalikkan Nasi Orang Lain"

autogebet's picture

bro Tukul dan rekan2 lainnya, saya pribadi juga memandang usul ini sangat menarik dan bermanfaat utk kebaikan kita semua. Apalagi ini lembaga independen yang penuh dengan analis papan atas. Karena idenya adalah "membeli", maka saya langsung konsultasikan ke para donatur di milis Dewan Donatur PortalReksadana.com selaku yang mensupport kelangsungan portal ini.

menariknya, yang lebih substansial adalah adanya pepatah "jangan membalikkan nasi orang lain". salah seorang donatur yang menguasai hukum juga mengamini krn berpotensi menimbulkan gugatan hukum suatu saat nanti.

saya pikir2 benar juga. Lembaga ini hidup dari hasil riset dan pelatihan. So, kalau kita publish pastilah kita akan "membalikkan nasi orang lain"... takut juga kalau portalreksadana jadi ndak barokah begitu...

himbauan para donatur so far adalah sama seperti bro Tukul, bagi rekan yang berminat dipersilakan monggo langsung membeli ke "warung sebelah" (mengutip istilah pak Tjahjo TFI). Tentu tidak menutup kemungkinan bagi rekan yang sudah menikmati publikasi tersebut dan kebetulan punya semangat sharing ilmu yang tinggi seperti bro Dunkz, bro Passion4U, bro Eko, bro Sayogo, bro Agus Mulia dsb bisa berbagi substansi atau intisarinya disini :)

supaya di masa mendatang bisa saling sinergi, saya berusaha jalin kontak juga dengan lembaga "warung sebelah" ini. kebetulan ada member PortalReksadana yang sebelumnya pernah menjadi member "warung sebelah" ini punya kontak, sudah saya followup untuk menawarkan kerjasama promosi. semoga gayung bisa bersambut ya :)

Oke Bro

Tukul's picture

Bro Auto,

Baiklah kalau memang begitu, saya faham :)
Mudah2an gayung bisa bersambut dari lembaga tersebut, sehingga bisa kita bahas di portal ini.
Sekali lagi, mohon maaf buat Bro Auto sebelumnya

Salam,
Pemula

@bro tukul

mine_hudson's picture

sebenernya saya setuju dengan ide bro tukul. bukan kah dengan bgitu kita bisa mendapat harga yang lebih murah untuk sesuatu yang menurut saya berharga. gimana bro gebet kalo hal2 seperti ini bisa dikoordinir saja (hehehe... :ngarep: Mode ON). malah the bigger picture saya punya keinginan untuk menggalang dana bersama-sama lewat member Portal Reksadana ini untuk dimainkan di RD (terinspirasi dari milis J-club).

thx

mine_hudson's picture

huehehe...emang bro yang satu ini emang keren abizzz... baru sore diminta malem langsung jadi. thx bro saya mau ngumpulin pertanyaannya dulu..

 

oia yang forum :

Infovesta : BOTTOM FISHING di REKSA DANA SAHAM? diapus ya bro??

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.