Ngobrol Bebas

autogebet's picture

menindaklanjuti usul dari bro Yoga yang dilatarbelakangi sulitnya memilih thread artikel yg tepat utk bertanya, maka saya sediakan thread Ngobrol Bebas ini.

Sebaiknya, semua pertanyaan tetap diajukan pada artikel yang relevan untuk mempermudah pengorganisasian content. Pastikan sudah melakukan searching untuk mencari topik yang relevan.

Thread Ngobrol Bebas ini boleh dipakai diskusi apa aja, sejauh masih dalam koridor investasi. Boleh juga membahas ide pengembangan portal lebih lanjut. Jika ada kesempatan, tentu setiap diskusi yang telah sampai kesimpulan akan berusaha saya compile dalam artikel tersendiri.

Pls dicatat bhw setiap postingan yang bermuatan iklan akn dihapus. Selamat menikmati :)

 

Comments

Mestinya sih sudah masuk dari kemarin-kemarin

DewAsmara's picture

Seharusnya sih sudah masuk dari kemarin-kemarin sewaktu Bro Autogebet memberikan sinyal bullish. Saat ini saya lagi mencoba melihat apakah bisa tembus ke level 4500 seperti prediksi Satrio Utomo, atau mentok di 4400 seperti analis lainnya.

Selamat bagi pengikut Centang Ijo

autogebet's picture

Selamat bagi rekan yang kemarin entry saat Centang Ijo, hingga posisi penutupan IHSG kemarin sudah memberikan return 6,7%.

Saya ingat betul, pada saat centang ijo terakhir muncul nuansanya masih kental diselimuti keraguan. Bagi saya pribadi ini adalah pelajaran berharga manajemen emosi, saat2 penuh keraguan dan ketidakpastian, disanalah momentum untuk entry bagi mereka yang tidak terpengaruh oleh psikologi pasar.

Mari kita nantikan munculnya silang merah :)

Kapan Waktunya Jual ?

tanugroho's picture

Halo para senior,

Saya baru beli Manulife Obligasi Negara II(RDPT)& Schroeder Dana Istimewa (RDS) minggu lalu, dan yang saya ingin tanyakan adalah:

1. Kapan sebaiknya RDPT saya jual kembali? 1 tahun atau 3, 5 Tahun?
2. Untuk RDS rencananya saya jual kembali diatas 5 tahun, apakah sudah benar?
3. lebih menguntungkan mana membeli reksadana sekaligus atau berkala (seperti program AutoInvest)

Mohon pencerahannya, karena sampai sekarang saya pun tidak tahu apa yg mesti saya lakukan kedepannya.

Terimakasih

1. Ya saya kembalikan lagi,

dunkz's picture

1. Ya saya kembalikan lagi, kenapa harus dalam jangka waktu tsb ditarik? Yang tahu kapan harus subscribe dan redeem adalah kita sendiri karena tujuan setiap orang berbeda-beda.
2. Sama seperti jawaban nomor 1
3. Ini pertanyaan klasik. Pasar secara umum akan naik turun walaupun dalam jangka panjang naik. Dari situ akan terlihat apakah kita sebaiknya mencicil atau langsung masuk dalam sekali tembak.

@tanugroho mau saran

NewBeginning's picture

pak tanugroho mau saran, walaupun bukan saya bukan senior nih. gpp?
menurutku dari jangka waktunya udah lumayan bagus untuk RDPT 3-5 tahun, RDS diatas 5 tahun. tapi juga perlu diperhatikan bapak berinvestasi di reksadana untuk tujuan apa dan apakah dengan menjualnya di saat 3 tahun atau 5 tahun seperti yang bapak katakan itu sudah membantu tercapainya tujuan itu. dan bagaimana kinerja reksadana tersebut apa sudah sesuai dengan harapan untuk mencapai tujuan bapak itu, jika belum perlu di review dan mungkin perlu dilakukan portofolio rebalancing dengan misalnya dengan memindahkan sebagian persentase reksadana saham ke RDPT dan sebaliknya. serta melihat kinerja manajer investasi RD tsb serta biaya2 yg dikeluarkan. jika biaya MI tinggi dan kinerjanya ga bagus mending pindah ke lain hati. seperti kata orang " Don't fall in love with your investment"

untuk lump sum (membeli reksadana sekaligus) VS dca (berkala). jika lumpsum pada saat yang tepat (harga2 sedang undervalue) sebenernya bisa lebih baik daripada DCA. namun sulit untuk menentukan kapan saat yang tepat jadi lebih baik melakukan DCA jadi kita bisa membeli dengan harga rata2 dan menghilangkan sifat emosional manusiawi kita yaitu serakah (membeli terlalu banyak ketika harga2 tinggi dan sedang naik terus) dan takut (membeli terlalu sedikit ketika harga2 murah dan sedang turun)bahkan ada yang bilang jika orang2 membeli saham seperti mereka membeli kaos kaki (yaitu ketika harganya obral) mereka pasti bisa lebih beruntung. Dan yang pasti dengan DCA juga yaitu berinvest sedikit2 sebisa kita juga membiasakan kita jadi disiplin dalam menggunakan uang dan berinvestasi.

mudah2an saranku membantu

wah mantap

jolyonwak's picture

penjelasan sis newbeginning nih...apa abis ikut finplan jd makin tercerahkan yah :) saya sedang mencoba dca nih...cm ya harus manyun aja pas nilainya turun :)..
oh iya peraturan pajak terkait rdpt semoga ga terealisasi ya,hehe...

@bro jolyonwak knapa manyun?

NewBeginning's picture

kl emang mau DCA kenapa harus manyun ketika nilainya turun? kan tidak dalam waktu dekat mau dicairkan kan? bahkan kl aku kadang sengaja milih waktu DCA ketika nilainya turun dalam bulan itu (DCA-ku per bulan)

hehe manyun krn masuknya pas

jolyonwak's picture

hehe manyun krn masuknya pas nab tinggi :) tapi ya namanya jg dca...toh unit link saya jg dca yg tanggalnya ditetapin waktu beli ul nya..

sabar ya bro jolyonwak

NewBeginning's picture

Yah, sabar ya bro jolyonwak. ntar juga naik lagi. kan ga mau diambil dalam waktu dekat ya? tapi jangan semua juga diinvestasi di rds, bagi juga dong dengan uang cash dan portfolio lain spt obligasi/ RDPT dan RDPU. jadi kl pas turun masih ada portfolio lain yg sedang naik.

iya sis, yg DCA memang RDS

jolyonwak's picture

iya sis, yg DCA memang RDS untuk diambil 15 taon lagi :)semoga MI saya masih berkibar saat itu. Untuk dana darurat dan lainnya masih ada deposito, RDPT, UL dan LM :) tinggal dibagi2 deh..

Menurut saya pribadi

DewAsmara's picture

Jika menurut saya pribadi,
Kita sebaiknya menjual RDPT dan RDS jika:
1. Kita benar-benar membutuhkan uang tersebut.
2. Kinerja MI nya mulai loyo.
3. Secara tehnikal dan Fundamental saatnya realokasi / ganti strategi.

Jangka waktu terkadang bukan patokan, misalnya anda masuk RDS Maret 2009, dan jual Agustus 2011, itu tentu tidak salah juga, karena momentumnya tepat, namun jika jual November 2011, tentu menyesal karena naiknya tidak semaksimal di Agustus 2011.

Kalau menurut Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) tentu lebih optimal jika masuk berkala (mereka ada hasil risetnya dipublikasi di salah satu majalah perbankan prioritas salah satu bank asing).

Namun saya pribadi, dan mungkin beberapa member di sini, lebih suka masuk dan keluar sesuai timing yang tepat, yang umumnya muncul dalam analisa tehnikal dan juga kadang fundamental.

tx bro Eko Endarto&autogebet undangan gratis fin plan expo

NewBeginning's picture

terimakasih banyak atas undangan gratisnya acara financial planning expo. banyak ilmu yang didapat :)

@NewBeginning: Sharing dong

autogebet's picture

sis felice, syukurlah bisa bermanfaat. kalau ada waktu, boleh dong sharing seperti apa event disana, apa saja insight yang didapat... Ini supaya saya (dan rekan lain) yang jauh dari Jakarta bisa kecipratan ilmu juga :)

Sharing acara Financial Planning expo

NewBeginning's picture

Acaranya seru banyak financial planning yang datang dan share ilmu. Kita juga bisa di financial check up secara Gratis! Ada juga stand beberapa perusahaan reksadana, dan juga yang menarik ada dari Biro informasi kredit bank Indonesia dimana kita bisa cek status kelayakan kredit kita. Apa udah di black list ? ? yang menjadi topic bahasan di acara ini lengkap banget segala sesuatu tentang financial planning (bagi2 tugas buat masing2 firma financial planning) . kl aku tertarik dengan topic bahasan mindset ternyata untuk melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah kita buat, kita juga perlu mindset. Pembicaranya kasih contoh ada seseorang yang dulunya rajin nabung. Suatu hari dia (sampai saat ini) kl ada uang ga pernah bisa ditabung lagi. Ternyata diselidiki dia dulu waktu SMP pada saat krismon, ortunya ambil uang tabungannya tanpa bilang2 ke dia. jadi dia trauma ga pernah bisa nabung lagi karena kuatir kl ditabung bakal ada orang yang ngabisin uangnya.

Swing Trader

agustianwilly's picture

Salah satu metode analisis yg digunakan swing trader adalah MA.
Utk reksadana saham, kita bisa melihat MA darimana ya? Apakah dari IHSG?
Terimakasih :)

hehehe

Passion4U's picture

Akhirnya data dari bro gebet lengkap juga hehehe ...
kangen juga nich udah lama nggak denger sis mel dan bro dewasmara nulis artikel ... dunia maya memang aneh ya ... ane sudah merasa sangat dekat secara personal dgn sis mel dan bro dewasmara padahal belum pernah sekalipun kopi darat. Kapan ya bisa kopi daratnya hehehe ...

@Bro Passion: kopi darat

mnwiria's picture

Mustinya sekarang lebih mudah untuk kopi darat karena lokasi kantor kita berdekatan. Ketemu di Pacific Place paling mudah tuh...

Paling enak di Pacific Place memang :)

DewAsmara's picture

Hi Bro Passion dan Sis Melinda,
paling enak memang ketemuan di Pacific Place, tidak terlalu jauh dari kantor saya juga :D

Re: mohon pendapatnya

mnwiria's picture

Reksa dana itu sejatinya adalah untuk investasi jangka panjang. Artinya uang yng diinvestasikan ke reksa dana itu sebaiknya bukan uang belanja dapur, karena jika demikin maka anda bisa tidak mendapatkan kembali pokok investasi anda pada saat butuh uang karena saat melakukan redmption ternyata pasar sedang turun.

Kenaikan harga BBM tidaklah berarti IHSG juga pasti terpuruk. Dalam jangka waktu pendek mungkin saja terjadi koreksi, namun jika anda memang punya kapasitas menunggu (artinya tidak butuh uang segera), koreksi di pasar malah bisa menjadi kesempatan untuk menambah investasi.

Baru-baru ini koran The Jakarta Globe melansir artikel tentang analisa ekonom Citigroup Helmi Arman yang mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kut dibandingkan saat knaikan harga BBM tahun 2008 sehingga mustinya pengaruh kenikan harga BBM tahun ini tidak berdampak terlalu signifikan.

Mohon Pendapatnya

jakaboy8's picture

Menjelang 1 April 2012 dimana nanti harga BBM akan naik, yang tentunya akan berdampak pada kenaikan diberbagai sektor. Seiring dengan kenaikan BBM tersebut apakah sebaiknya reksadana di amankan dulu (redem). Mohon nasehatnya terimakasih.

Skripsi ttg RD

stringendo's picture

mau numpang nanya nih
mau nyusun TA nih tp mau ngomongin ttg RD, kira2 judul yg ok apa ya gan?
yg masih hangat gt sputar RD yg bisa dijadiin TA
mungkin ada rekomendasi ato yg bisa kasih masukan judul?

thx

Cara memilih securitas dll

ciyik1949's picture

Terimakasih telah bisa diterima menjadi member. Saya masih newbi dan baru sempat baca sebagian kecil saja yg ada disini, ttp saya merasa ini akan sangat berguna sekali krn banyak hal yg membuat saya lebih mengerti tentang reksadana.

Saya ingin menanyakan tentang cara memilih securitas yg aman untuk berinvestasi. Saya pernah mendengar tentang sebuah securitas bernama Sinarmas yg katanya pernah ada masalah. Apakah itu benar dan apa masalahnya? Apakah mungkin sebuah securitas yg sdh terkenal (mis: Panin Sec), suatu saat bisa bermasalah?

Dimana saya bisa mendapatkan grafik pergerakan harga reksadana dan saham yg dr bbrp tahun yg lalu sampai yg terbaru? Saya pernah cari di bloomberg, ttp ketika saya buka dan mencoba kolom search nya tdk berhasil. Apakah sebuah reksadana punya nama singkatan tertentu seperti saham. Kalau ada dimana saya bisa dapat daftar singkatan tsb?

Terimakasih atas bantuannya.

Nama baik dan reputasi pemilik

DewAsmara's picture

Memilih sekuritas, hampir sama seperti memilih bank lokal dan developer.
Semua tergantung kredibilitas pemiliknya.
Saya tidak akan sebut sekuritas yang bermasalah karena tidak etis,
apalagi salah satu sekuritas bermasalah itu satu group dengan kantor
saya yang lama.

Bisa saja suatu saat Panin bermasalah,
semua berbalik kepada owner dan direksinya.
Tapi setahu saya sih,
owner Panin Group terkenal berusaha menjaga reputasi bisnisnya
termasuk nama baiknya.

Ya betul RD Saham punya singkatan namanya.
Anda ketik saja di kolom search mutual fund bloomberg, baik melalui
aplikasi bloomberg mobile for Nokia, Blackberry atau iPhone.
Nanti keluar nama mutual fund berikut kode singkatannya.
Atau bisa juga lewat website bloomberg di halaman berikut:
http://www.bloomberg.com/apps/data?pid=fundscreener
Nanti negaranya diganti saja dengan Indonesia, terus assetnya
disesuaikan apakah equity atau debt dan lain sebagainya.

Tambahan informasi ttg memilih sekuritas: Rekening Dana Investor

mnwiria's picture

Sekedar menambahkan jawaban dari Bpk DewAsmara...

Sehubungan dengan diberlakukannya peraturan baru oleh Bapepam-LK No V.D.3 Tanggal 28 Dec 2010, mengenai kewajiban pembukaan sub rekening efek, maka per 1 Feb 2012 perusahaan sekuritas wajib membuka sub rekening bagi setiap investornya sebagai bagian dari proses pembukaan rekening.

Apakah Sub Rekening Efek itu?
Sub rekening efek atau kita sebut Rekening Dana Investor (RDI) adalah Rekening di Bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.

Apa keuntungan investor membuka Sub Rekening Efek?
Sub rekening diberlakukan untuk meningkatkan jaminan keamanan bagi investor. Seperti anda ketahui bahwa di dalam portfolio investor terdapat 2 jenis asset, yaitu berupa saham, dan berupa cash.
Asset berupa saham telah dilindungi oleh KSEI, namun porsi cash ini tidak ada yang menjamin/melindungi.
Peraturan Bapepam yang mengharuskan investor membuka sub rekening ini akan membuat porsi cash ini menjadi terlindungi karena terpisah dari rekening sekuritas. Perusahaan sekuritas tidak bisa menggunakan dana nasabah bila dana tersebut ditempatkan dalam rekening terpisah atas nama nasabah kecualiuntuk memenuhi kewajiban order beli/jual dari nasabah. Hal ini juga memberikan kepastian bahwa dana nasabah tidak akan diselewengkan oleh perusahaan sekuritas untuk kepentingan pribadi.

Untuk pembukaan RDI ini perusahaan sekuritas bekerjasama dengan bank, di mana seluruh investor baik yang lama maupun yang baru harus terlebih dahulu memiliki rekening ini sebelum dapat bertransaksi.

Dengan adanya ketentuan ini maka ke depannya perlindungan terhadap investor dapat ditingkatkan, karena adanya RDI ini membuat dana investor menjadi tidak tercampur dengan dana sekuritas. Selain itu, investor juga dapat memantau penggunaan dananya dengan memantau pergerakan dana di RDI miliknya.

Terimakasih dan tanya lgi.

ciyik1949's picture

Terimakasih ib Mnwiria atas tambahan pejelasannya. Apakah sub rekening atas nama nasabah tsb dinamakan virtual account? Saya punya untuk membeli saham. Tetapi saat membeli reksadana saya tidak dibuatkan subrekening atas nama saya. Yg ada adalah rekening di bank custodian atas nama reksadana yg saya ambil misalnya Dana Mantap Plus.Dan rekening tersebut digunakan untuk mengirim uang pembelian reksadana tsb. Jadi tdk ada rekening atas nama saya spt pada pembelian saham. Apakah saya harus minta sub rekening atas nama saya, bu? Terimakasih.

Untuk transaksi reksa dana

mnwiria's picture

Dear Ibu,

Untuk transaksi reksa dana Ibu memang tidak perlu membuka rekening di bank seperti halnya RDI untuk transaksi saham. Untuk transaksi pembelian reksa dana aliran dananya adalah langsung dari investor ke rekening atas nama reksa dana yang ada di bank kustodian. Kemudian di bank kustodian ada rekening virtual untuk setiap investor, agar bank kustodian dapat mengetahui secara persis jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh masing-masing investor. Sedangkan untuk penjualan/redemption dana hasil redemption akan ditransfer langsung oleh bank kustodian ke rekening bank milik investor.

Jika Ibu perhatikan biasanya di bab-bab terakhir prospektus reksa dana tercantum syarat dan ketentuan transaksi reksa dana, termasuk informasi rekening reksa dana di bank kustodian serta alur transaksi yang digambarkan dalam bentuk diagram.

Kapan-kapan jika Ibu kebetulan sedang berada di kawasan Bursa Efek Indonesia mungkin Ibu bisa berkunjung ke kantor saya. Nanti bisa saya terangkan lebih lanjut mengenai reksa dana serta membantu menjawab pertanyaan Ibu.

Kirim Email.

ciyik1949's picture

Sekali lagi terimakasih atas bantuannya, bu. Untuk lebih jelasnya saya kirim email kepada ibu dengan subjek "Rekda Dana". Ttp tdk pakai nama Ciyik 1949, bu. Semoga ibu bisa menemukannya. Terimakasih.

Terimakasih dan mohon maaf.

ciyik1949's picture

Bpk DewAsmara, terimakasih atas petunjuknya. Saya sdh buka website yg disarankan. Sangat bermanfaat bagi saya walaupun banyak istilah yg tdk saya mengerti spt Ytd, Exp Ratio, Ret ytd, Matching funds.Saya juga banyak menemukan kata2 dan singkatan2 pd hal2 lain yg berhubungan dgn investasi. Apakah ada buku/kamus yg bisa membantu memberi penjelasan. Kalau ada bisa beli dimana?

Saya juga mohon maaf krn tdk mengajukan pertanyaan pd artikel yg relevan. Saya kurang mengerti ttg hal tersebut dan bagaimana caranya memasukkan ke artikel yg relevan?

Saya hanya seorang nenek(64th) yg masih agak gaptek, bisa pakai computer ttp tdk secanggih anak muda.Saya cuma ingin menambah dana pensiun saya dgn cara yg lebih baik, at least tdk tergerus inflasi. Mohon kesabarannya untuk membimbing saya.

Sekali lagi, terimakasih pak.

@ ciyik1949 mau saran

NewBeginning's picture

Bu ciyik1949 saya pikir untuk investor awam tidak usah pikir yang terlalu jelimet. saya pun sama ga banyak paham tentang banyak istilah aneh2. yang penting tau dulu tujuan penggunaan investasi kita. tadi bu ciyik1949 bilang "Saya cuma ingin menambah dana pensiun saya dgn cara yg lebih baik, at least tdk tergerus inflasi" saya pikir untuk tujuan ini ibu lebih baik taruh dana investasi ibu di investasi yang tidak terlalu berfluktuasi dalam jangka pendek mengingat ibu membutuhkan dana investasinya tidak dalam jangka waktu yg panjang lagi karena sudah pensiun pasti kan mau menggunakan dananya untuk kebutuhan sehari2 (mengingat mungkin tidak adanya penghasilan rutin lagi seperti sebelum pensiun) jadi untuk itu sebaiknya ibu tidak menempatkan dana untuk instrumen investasi yang resiko tinggi dalam jangka pendek sperti saham maupun reksadana saham (mungkin boleh saja asal dalam porsi sedikit). mungkin lebih baik ibu menempatkan porsi dana yang punya risiko menengah dengan hasil investasi yang cukup bagus juga (mengalahkan inflasi tapi tidak sebaik saham) seperti obligasi yang punya rating yang bagus atau reksadana pendapatan tetap. deposito/ reksadana pasar uang atau tabungan perlu juga ada, namun kalau terlalu besar maka tidak bisa mengalahkan inflasi. kalau investasi properti di tempat strategis sebenernya bagus tapi likuiditasnya yang rendah (tidak cepat terjual, jika sedang butuh dana cepat). namun jika menjadikan properti tsb mendapatkan pendapatan tetap (seperti menyewakan properti contoh kostan) saya pikir bagus juga karena bisa menggantikan pendapatan rutin yang hilang sebelum ibu pensiun dulu. untuk istilah investasi saya juga banyak ga ngerti, saya juga lagi belajar yang saya seneng dari web yang disarankan oleh sis mnwiria tadi yaitu investopedia adalah kita bisa belajar dari nonton videonya contohnya adalah video mengenai nilai uang di http://www.investopedia.com/video/play/understanding-time-value-of-money... dan banyak lagi video yang asik buat belajar disitu

Terimakasih atas sarannya

ciyik1949's picture

Sdr Newbe, terimakasih atas sarannya. Saya meresikokan hanya sebagian kecil dr milik saya. Untuk se hari2 sdh ada yg menjamin setiap bulannya.
Mengapa saya ingin tahu istilah2 yg rumit itu? Krn sebenarnya saya ingin bisa jadi trader yg bisa dilakukan dirumah lewat internet. Sayangnya saya blm bisa menganalisa saham baik scr fundamental maupun technical. Saya baru mau belajar. Masalah akan mampu atau tidak (mengingat usia saya yg sdh uzur), saya tdk perduli. Pokoknya saya belajar dulu, mau trading atau tdk itu dilihat nanti saja.
Bagaimanapun saya sangat berterimakasih atas keperduliann saudara atas diri saya dan saran saudara itu sangat benar dan bermanfaat, terutama bagi pensiunan spt saya.
Salam,
Ciyik 1949

Bisa belajar di kursusnya BEI (Bursa Efek Indonesia)

DewAsmara's picture

Yth Ibu Ciyik 1949,
Untuk belajar fundamental dan technical analysis, ibu bisa belajar gratis di bursa efek Indonesia, kursusnya gratis namun tempat terbatas. Hanya saja untuk dua sessi terakhir kalau tidak salah ibu sudah harus punya rekening efek, atau dengan kata lain sudah siap untuk trading.

Mengenai jadwalnya bisa dilihat di situs www.idx.co.id

Saya sendiri berpendapat, saham bisa untuk segala usia, yang sudah opa-oma pun masih bisa main saham, sepanjang tidak melibatkan emosi, dan murni memakai logika, akal sehat, dan perhitungan wajar.

Kebanyakan orang gagal bermain saham karena tidak/kurang bertangan dingin dan emosi terlalu terbawa. Logika dan rencana trading, menjadi bias karena rumor2 di lantai bursa dan terbawa sifat tamak.

Hanya saja untuk untung besar, kebanyakan, diperoleh bukan dari trading, akan tetapi dari investasi jangka panjang, atau dipegang dalam jangka panjang. Contoh, seorang teman, menyimpan saham AALI dari jaman beliau baru menikah, sekarang sudah punya cucu, dan itu saham nilainya sudah fantastis. Karena setiap kali dapat THR dan Bonus, dibelikan saham AALI, bahkan dividennya pun di reinvest lagi pada saham yang sama. Berkat saham itu juga, beliau sukses menyekolahkan anak-anaknya di USA.

Belajar di BEI

ciyik1949's picture

Terimakasih, bpk DewAsmara atas informasi dan nasehatnya. Sangat bermanfaat bagi saya. Nanti saya akan telp BEI. Mengenai teman bpk yg sangat beruntung itu, tentu saja saya ingin menirunya, ttp bgmn cara kita menentukan saham yg dimiliki oleh perusahaan yg sehat dan berkembang shg kita bisa pegang ber tahun2. Terimakasih.

Banyak faktor

DewAsmara's picture

Yth Ibu Ciyik,
Memilih emitten/saham yang baik tentu saja harus melihat tidak saja laporan keuangan yang diterbitkan secara rutin oleh perusahaan tersebut di pasar modal, namun juga mempelajari faktor makronomi dari bisnis terkait, dan juga kondisi mikronomi perusahaan. Yang terpenting adalah melihat karakteristik manajemen perusahaan. Biasanya reputasi owner menentukan arah keberhasilan perusahaan, itikad baik dan visi misi yang bersangkutan.

Seperti teman saya, kebetulan memang suaminya pernah lama berkarir di sana sehingga tau isi jeroan perusahaan tersebut dan bagaimana manajemen menghandle permasalahan yang ada.

Yang menjadi masalah jika ternyata kita tidak punya orang dalam, lantas bagaimana? Kita bisa coba-coba cari tahu dari orang-orang yang kebetulan bekerja di perusahaan tersebut, bukan menanyakan baik buruknya perusahaan, tapi melihat bagaimana perlakuan perusahaan tersebut dalam membina karir karyawannya, menerapkan sistem dan struktur, dan menjalankannya.

Kredibilitas perusahaan tidak hanya ditentukan oleh nama besar dan status keuangannya di mata bank, namun juga oleh bagaimana manajemen bereaksi terhadap masalah, baik publik maupun internal.

Misalnya, salah satu emitten telekomunikasi, dulu di dalam sering kali bermasalah, ketika saya membaca laporan keuangannya sebagai studi kasus dalam kelas akunting manajemen, saya tidak terlalu kaget kalau perusahaan ini terancam bangkrut, dan terbukti sahamnya berpindah tangan berkali-kali. Intinya, suatu "keluarga" yang berhasil tentu harus beres dulu di dalam sebelum berprestasi.

Baru sesudah melihat kondisi internal, dan faktor-faktor makronomi, kemudian melihat bisnis model, price to earning ratio dan lain sebagainya. Ini kalau melihat jangka panjang ya, memang tidak mudah sih menjadi seorang Warren Buffet :)

Terimakasih.

ciyik1949's picture

Terimakasih bpk DewAsmara ats penjelasannya. Ternyata banyak hal yg hrs diteliti ya, pak untuk berinvestasi. Cukup ribet nih, kalau hrs tahu sampai ke dalam2nya perusahaan. Memang ada sih kel teman yg tahu suatu perusahaan scr lengkap, sayangnya sahamnya di second liner. Apa bisa ya, pak saham second liner yg kita tahu pasti kinerjanya dan perkembangannya bagus di keep ber tahun2 dpt memberi imbal hasil spt yg didapat teman bpk itu?

favorit

encah's picture

bro dewa ini salah satu favorit saya karena selalu merespon pertanyaan2 terutama dari newbie macam saya.
Saya baru saja menjual sebagian RDS yg saya punya, niatnya sih buat dimasukkan kembali ke RDS lain karena kebetulan rds tersebut kurang bagus returnnya. Dengan kondisi ISHG sekarang dan mengingat nominal uang cukup besar apakah baik kalau saya langsung belikan kembali semuanya atw tunggu indeks turun dulu( bagaimana kabar wave c? )?
Kalau DCA sih masih tetap rutin, cuma bingung nih bagaimana dgn uang hasil jualan kemarin, mau dibelikan sekarang takut wave C datang ( ngarep ), didiamkan ditabungan kok rasanya sayang karena tidak produktif? ada saran bro?
Terimakasih

Masuk saja tapi pelan2

DewAsmara's picture

Kalau melihat kondisi market outlook, antara ya dan tidak wave C itu, saat ini bursa tembus 4100 dan dalam kondisi bersiap rally panjang seperti berita whatsapp dari salah satu relationship manager saya. Namun saya menyarankan masuk sedikit demi sedikit, sperti juga yang dikatakan oleh Bpk Sumual, ekonom BCA dalam blog nya di Kontan Online. Situasi kredit saat ini mulai memanas, hampir mirip seperti tahun 1996-1997 ketika krisis Asia memukul di pertengahan 1997. Jika kredit perbankan sampai melebihi 100 pct bersiap lah ekonomi kita terjun bebas, karena pertumbuhan kredit akan didukung oleh pendapatan dari bursa bukan lagi retail. Memang Moodys tengah merating kita, namun outlook yg bagus itu kan pendapat pihak ketiga, saya lebih percaya omongan Pak Darmin (Gubernur BI) yg terbukti lebih lihai melihat potensi bom waktu kredit macet. Saat ini selektif mengoleksi saham lebih baik ketimbang tabrak sembarangan di reksadana saham. Kalaupun masuk di reksadana saham, carilah yang di posisi diamond dengan komposisi low risk dan middle growth. Akhir kata, sediakan waktu untuk menganalisa sebelum membeli, semua kesalahan dan keberhasilan ada di tangan kita sendiri, bukan analisis apalagi market rumour.

Nimbrung tanya.

ciyik1949's picture

Bpk DewAsmara, maaf nih saya masih bodoh banget. Waktu saya baca ttg "Masuk saja ttp pelan2" ada bbrp istilah yg saya tdk mengerti yaitu: "wave C, rally panjang, moodys, posisi diamond dgn komposisi lowrist middle growth" Apa posisi diamond itu maksudnya RD campuran?Terimakasih.

Monggo cek di PortalReksadana Matrix

autogebet's picture

sis ciyik1949, boleh juga nimbrung sembari menunggu bro DewAsmara online ya hehe..

Yang dimaksud "diamond" adalah produk yang berada di kuadran Diamond, ini bisa dilihat di fitur PortalReksadana Matrix. Bisa diakses dibawah menu Investor Toolkit.

Yang dimaksud "low risk, middle growth" adl sedapat mungkin memilih produk pada kuadran Diamond, yang paling ujung kanan sumbu (resiko/volatilitas terendah) dan tidak terlalu berada di atas, cukup di tengah2 saja (middle growth). Begitu kan bro DewAsmara?

Semoga membantu ya.

Terimakasih dan tdk mengerti maksudnya.

ciyik1949's picture

Maaf, bro Autogebet, saya baru sempat balas. Saya tdk mengerti apa itu PortalReksadana Matrix, Paling ujung kanan sumbu, dst. Apa itu dilihat di grafik, maksudnya? Walaupun tdk mengerti, saya ingin tetap berterimakasih kpd bro Autogebet yg sdh meluangkan waktu untuk membantu memberi penjelasan kpd saya yg masih benar2 awam dlm hal ini.
Salam,
Ciyik 1949

Maaf, kok masuk dua kali, ya?

ciyik1949's picture

Waduh, maaf tdk sengaja, replynya masuk dua kali dan tdk tahu cara menghapusnya. Maklum nenek2 gaptek. Mainan computer tiru2 anak muda. Jadi kacau deh. Saya juga ada problem begini: Ada email yg tiap hr masuk ke saya ttg hrs memasukkan pertanyaan pd masalah yg berkaitan dan saya tdk mengerti bgmn menghentikannya. Jadi tiap hari saya dpt tugas baru untuk mendeletenya baik di laptop maupun bb. Sekalian deh mohon bantuannya. Terimakasih.

Kurang lebih demikian :)

DewAsmara's picture

Kurang lebih demikian Pak :)

Pilihan sektor saham

autogebet's picture

bro DewAsmara, terima kasih atas endorsement nya terhadap PortalReksadana Matrix, semoga bisa membantu rekan2 memilih produk :)

Boleh sharing koleksi saham nya bro? kl dlm amatan sy, sepertinya saham sektor infrastruktur dan distribusi energi (gas/bbm) lebih stabil dlm segala kondisi ketimbang sektor konsumsi, finance, mining.

Arah pertanyaan berikutnya, apakah masuk di reksadana saham "tematik" (mis dengan tema infrastruktur) termasuk yang lebih baik ketimbang "tabrak sembarangan" ? :)

Tematik vs Keahlian MI

DewAsmara's picture

Saham-saham komoditas, sebaiknya untuk jangka panjang ya, karena terkadang kalau sedang loyo bisa lama sekali naiknya :) Tapi kalau sudah naik bisa bikin terkaget-kaget. Begitu juga ketika jatuh :)

Referensi saham menurut saya pribadi kalau utk komoditas dan penunjangnya bisa mempertimbangkan perusahaan seperti:
1. AALI
2. UNTR (ini banyak menunjang bisnis komoditas)
3. .... banyak lah :)

Sektor konsumsi stabil, memang, tapi tidak heboh, namun untuk jangka panjang sih oke.

Umumnya kelihaian MI diperlukan karena tidak setiap saat suatu sektor di atas, kadang gantian sektor lainnya. MI seperti Makinta (sekarang Emco), Panin, termasuk yang jago rollover sektoral. Utk BNP Paribas bisa ambil yang BNP Paribas Star (sekarang sudah bisa retail pak, tapi belum semua bank jual sih). Kresna LQ45 juga oke, karena main aman di bluechip, dan dia cukup lumayan pembobotan blue chip nya supaya tetap di atas kinerja LQ45.

Bisa dilihat detailnya juara-juara reksadana sepanjang 2012 versi Infovesta di majalah investor sebagai guide panduan.

Karakteristik MI

koeznandar's picture

Hello bro DewAsmara, kalau boleh share dong info karakteristik MI bagaimana keahlian MI dalama mengelola investasinya atau karakteristik MI mengelola dan dan investasinya, di portal ini belum ada pembahasan mengenai MI dalam hal pengelolaan dana dan investasinya.

Kenaikan BBM akhirnya ditunda... saatnya rally?

autogebet's picture

Akhirnya, diluar ekspektasi, kenaikan BBM akhirnya ditunda hingga sedikitnya 6 bln kedepan.. Bgmn kira2 impact nya ke pasar saham dan obligasi?

Ekspektasi inflasi menjadi terkendali, trend suku bunga murah tetap berlanjut, apakah investor SUN akan kembali masuk ke Indonesia shg mengerek harga SUN (dan pada akhirnya mengerek kinerja RDPT)?

Saya sangat favorit dengan ulasan dari Fauzi Ichsan yang ada di koran Bisnis kemarin, disana dikisahkan, walaupun dulu pada tahun 2005 terjadi mini-krisis karena BBM naik lebih dari 120%, pelarian modal berakhir dengan balik lagi ke Indonesia.

Sementara, investor saham global tidak sulit untuk optimis dengan Indonesia. Investor saham global tidak sensitif terhadap penurunan suku bunga. Investor saham global tidak kuatir dengan volatilitas jangka pendek, mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat atraktif dengan pertumbuhan laba korporasi yang rata2 diatas 20% setahun.

Selama seminggu terakhir ini asing aktif membukukan net buy, so apakah ini mengkonfirmasi sinyal rally hingga sedikitnya 6 bulan kedepan?

Artikel dari Fauzi Ichsan dapat dinikmati di:

Istilah investasi

mnwiria's picture

Dear Ibu,

Saya salut dengan tekad dan semangat Ibu untuk terus belajar dan menambah pengetahuan, khususnya di bidang investasi.

Untuk istilah investasi, mungkin Ibu bisa masuk ke situs Investopedia (www.investopedia.com). Situs tersebut memuat glossary atau kamus tentang berbagai istilah investasi dan disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Selain itu Ibu juga menghubungi saya via e-mail di melinda [dot] wiriaatfirststate [dot] co [dot] id, mudah-mudahan saya bisa menjawab pertanyaan Ibu.

Terima kasih atas perhatiannya dan semoga proses pencarian informasinya lancar dan menyenangkan.

Salam,
Melinda

Terimakasih.

ciyik1949's picture

Terimakasih ib Melinda atas petunjuknya. Saya sdh buka investopedia ttp sulit buat saya untuk mengerti krn nampaknya itu tdk menjelaskan arti suatu kata ttp lebih kepada data2 ekonomi tentang sesutu (mungkin perkiraan saya salah ya, bu). Walaupun demikian ada juga kata yg berhasil saya mengerti setelah membacanya. Saya baru sempat membaca sedikit, ttp saya akan tetap berusaha mencari kata yg tdk saya mengerti disana kalau tdk ada alternatif lain.

Terimakasih pula atas tawaran untuk bertanya melalui email kpd ibu. Saya bahagia sekali ada yg memperhatikan nenek tua ini.
Dan saya akan email ibu kalau saya membutuhkan bantuan yg lebih detail.

Wassalam,
Ciyik 1949

Silakan hubungi saya

mnwiria's picture

Dear Ibu,

Sama-sama.

Silakan e-mail pertanyaan Ibu ke saya, mudahan saya bisa membantu.

Salam,
Melinda

Undangan dari APRDI untuk member di Padang

autogebet's picture

rekan2 sekalian, baru saja saya mendapatkan update terkini dari bu Grace Wiragesang selaku kompartemen sosialisasi APRDI (Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia).

Beliau mengundang member PortalReksadana yang berada di kota Padang, Sumatra Barat, untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi pada tanggal 28 Maret 2012 bertempat di Hotel Mercure. Acara dimulai pukul 17, dan talkshow dimulai sesudah magrib. Detail acara dan siapa saja yang pembicaranya akan diinformasikan menyusul. Acara ini gratis :)

Semoga bermanfaat :)

Event APRDI: Sosialisasi dan Edukasi Investasi di Padang

autogebet's picture

just a friendly reminder bagi rekan2 member di Padang, hari ini (28 Maret 2012) APRDI menyelenggarakan event sosialisasi dan edukasi investasi reksadana di di Hotel Mercure Padang. Feel free to come, its FREE! :)

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.