Ngobrol Bebas

autogebet's picture

menindaklanjuti usul dari bro Yoga yang dilatarbelakangi sulitnya memilih thread artikel yg tepat utk bertanya, maka saya sediakan thread Ngobrol Bebas ini.

Sebaiknya, semua pertanyaan tetap diajukan pada artikel yang relevan untuk mempermudah pengorganisasian content. Pastikan sudah melakukan searching untuk mencari topik yang relevan.

Thread Ngobrol Bebas ini boleh dipakai diskusi apa aja, sejauh masih dalam koridor investasi. Boleh juga membahas ide pengembangan portal lebih lanjut. Jika ada kesempatan, tentu setiap diskusi yang telah sampai kesimpulan akan berusaha saya compile dalam artikel tersendiri.

Pls dicatat bhw setiap postingan yang bermuatan iklan akn dihapus. Selamat menikmati :)

 

Comments

Punya saya ada satu

sweet mocchachino's picture

Saya baru saja pegang Schroders Dana Prestasi. Ternyata, salah satu dari top 10 Equity holdingsnya adalah Bumi Resources, Tbk. Termasuk the lucky seven kan? Untungnya cuma satu itu saja.

Bagaimana baiknya?

NB: gara-gara postingan bro DewAsmara saya jadi penasaran, ternyata RDS nya Schroders rata-rata ada Bumi nya....

taunya ada BROTHERS?

aditakrodi's picture

masBRO, saya kebetulan punya 3 RDS, di FFS kan cuma bisa liat 5-10 besar aja. ga ada BROTHERS sih, tapi kali aja ada di urutan ke-11. gimana dong taunya?? hehehe...

selamet milad

jolyonwak's picture

bro gebet, kalo liat fesbuk sih sekarang yah,hehe...semoga sehat selalu bro, tetap semangat, tetap enerjik dan semoga sukses semuanya,amiiin.

hehe betul..

autogebet's picture

bro jolyonwak, betul sekali, terima kasih ya. sayang sekali pas hari H kemarin saya baru di Lampung jadinya blm sempat memantau FB nih hehe

SPT

hotakaata's picture

Bro Gebets, Adakah di antara rekan disini yang mau membahas pengisian SPT untuk reksadana? bagaimana dengan daftar kekayaan? tq b4

Reksadana di SPT

DewAsmara's picture

Menurut pengurus di website sebelah,
Untuk RD Saham masukin ke kolom saham, tinggal tulis saja pajak yg telah dibayarkan berapa (kalau di redeem kan kena pajak final sekian persen / sorry rada lupa angkanya).
Sementara RD Terproteksi ke bagian lain-lain. Kupon nya tergantung sudah dipotong final atau belum. Yang belum dipotong final masukin ke pendapatan lain-lain, tinggal di hitung saja kena pajak yg berapa persen (penghasilan normal).
Agak gampang itu kalau pegang SUN, ORI, Sukuk, langsung ada angka-angka nya jadi tinggal masukin ke bagian obligasi dan masukin angka-angkanya.

Kata kunci di Blue Chip

DewAsmara's picture

Dari sejak beberapa hari yang lalu, saya sudah sering mengingatkan untuk memburu RDS yang invest di Blue Chip. Tadi saya baca2 Kontan Edisi Khusus Reksadana (Kontan terbaru), kembali Panin Asset Management mengingatkan bahwa jika S&P merating positif Indonesia, menaikan peringkat rating, maka investor asing akan sangat agresif mengumpulkan saham2 Blue Chip. Panin sendiri di artikel itu disebutkan membagi dua strategi, untuk yang PDP (Panin Dana Prima) memakai strategi growth dan blue chip untuk tahun ini. Sementara PDM (Panin Dana Maksima) tetap memakai pendekatan value investing.

Beberapa RDS lainnya juga memakai cara pendekatan Blue Chip untuk tahun ini, namun perlu diperhatikan mengenai pembobotan saham-saham yang dipilih. Perbankan memang masih mendominasi, namun saya fikir tahun ini jasa keuangan agak sedikit tertekan, bukan karena inflasi saja, tapi juga karena perubahan2 aturan baru dari Bank Indonesia, yang pasti sudah terkena dampaknya adalah industri pembiayaan / multifinance.

Mungkin sektor tambang bisa jadi alternatif lain, namun sebaiknya tetap berhati-hati, karena harga komoditas bisa naik, namun bisa turun juga dengan cepat. Jadi kalau koleksi RDS berbasis saham tambang juga jangan banyak-banyak, tetap diatur porsinya, ya intinya don't put your egg on one basket.

Ramalan Nico Omer belum terjadi, hanya tertunda ? mhn pencerahan

xtanto's picture

Selamat pagi bro DewAsmara,
Agak OOT tapi masih related mestinya :)
Ramalan pak Nico masih belum terjadi, gelembung hutang eropa belum meledak dan juga Wave C belum terjadi, bagaimana pendapat Bro DewAsmara mengenai hal ini yah ?

Terima kasih banyak,
xtanto

Perpanjangan Waktu vs Komitment Euro

DewAsmara's picture

Gelembung Hutang Euro ini mirip-mirip seperti adu kuat-kuatan di perpanjangan waktu, sementara Zona Ekonomi Eropa sendiri berkomitment untuk terus menalangi, membantu, menyelamatkan negara2 anggotanya yang bermasalah.

Akan tetapi seperti kata Soros, ini seperti menyimpan bahaya tersembunyi, karena untuk bisa mendapatkan perpanjangan pembayaran hutang-hutang yang jatuh tempo, negara-negara Eropa harus bersedia menalangi dengan bunga yang sama besar dengan bunga di kesepakatan sebelumnya.

Saya ada cerita soal restrukturisasi hutang ini. Perusahaan (atau dalam hal ini negara) jika Bonds nya jatuh tempo, dan ternyata tidak bisa disepakati untuk dibayar penuh, harus diperpanjang dengan restrukturisasi, atau, penyitaan asset, atau gabungan keduanya yang melahirkan pembayaran hutang sebagian dan penyitaan asset negara, atau swastanisasi / asingisasi. Atau masuknya penjamin baru / investor baru dengan kekuasaan penuh. Seperti salah satu provider telekomunikasi yang sahamnya pindah-pindah pemilik :)

Saat ini hutang Spanyol sudah hampir meledak, bahkan menurut analisis di Indonesia seperti FI dan NO, sudah dipastikan akan meledak.

Akan tetapi kapan? Dan bagaimana meledaknya? Saya belum ada gambaran pasti, karena jika Jerman dan Perancis sekali lagi mau ramai-ramai membailout, plus tambahan talangan dari IMF dan World Bank, mungkin tidak akan parah-parah amat meledaknya, tapi pastinya akan memperlambat pemulihan ekonomi di kawasan Eropa. Belum lagi kalau ada profit taking dari luar karena butuh dana.

Namun saya tetap berpandangan positif seperti LSB yang merupakan ekonom senior bank asing yang warga negara Singapore itu. Beliau dulu pernah meramalkan market akan rebound setelah 2009 karena ekonomi Asia cukup kuat terutama Indonesia. Dan kenyataan setelah kita hancur-hancuran di bulan Maret 2009, pada tahun 2011 bursa kita menyentuh angka 4000an.

Dan kalau melihat grafik analisis Bpk NO yang terbaru, kan keliatan bahwa semakin lama, kejatuhan indeks kita semakin kecil, dari zona 1100 di bulan Maret 2009, menjadi hanya 3400 di November 2011.

Artinya, value saham dan fundamental kita semakin meningkat dan membaik, melebihi inflasi yang tidak sampai 100 persen dalam kurun waktu itu.

Apakah akan jatuh atau tidak, saya kira koreksi-koreksi wajar pastinya akan selalu terjadi, apalagi Bank Indonesia berusaha menjaga pasar kita agar tidak bubble. Tapi kalau jatuh dalam sekali rasanya tidak. Sekedar informasi, tahun 2008 itu terjun bebas karena secara global dalam waktu yang bersamaan seluruh trading atas nama maupun melalui Lehman Brothers di suspen secara massal. Akibatnya, banyak institusi besar dan investor besar kalang kabut karena uangnya nyangkut semua.

Yang saya agak khawatirkan itu sebenarnya sektor property, meskipun banyak para spekulan property membeli secara cash baik full maupun cicilan kontan tapi banyak sekali mark up harga bangunan dan tanah, yang menurut saya dan beberapa teman menilai sudah tidak wajar.

Apakah semua tempat sudah tidak wajar ?

eko035's picture

Bro DewAsmara,
Ngomong soal property memang sih beberapa tempat kayanya harganya sudah ngga wajar. Tapi apakah semua tempat seperti itu ya atau di daerah tertentu saja? kalau semua daerah sudah ngga wajar harganya maka bubble pasti tinggal tunggu waktu. Trus bank kayanya juga harus diperhatikan juga khususnya data penyaluran KPR dan daerah tempat penyaluran.

" sekedar sharing sambil menunggu bubble he he "

Belum semua

DewAsmara's picture

Halo bro Eko,
Semestinya kalau membaca tulisan terbaru saya di Kompasiana, Blogspot, Facebook Page, ada clue kalau belum semua tempat di Jakarta kemahalan. Meskipun tulisan itu menyorot soal peluang berinvestasi properti di Malaysia.

Namun ya beberapa tempat sudah overpriced, terutama kawasan SCBD, Kebayoran Baru, dsb. Agak kaget juga saya ketika harga tanah per m2 untuk salah satu properti apartemen di kebayoran lama, ada yang mencapai 11 juta per m2, padahal bukan kebayoran baru, cuman pinjem nama proyek di salah satu kawasan kebayoran baru.

Sunter juga sudah mahal di 11 jt/m2 tapi masih ada potensi naik tipis, karena belum semua tergarap infrastruktur pendukungnya, beda dengan kelapa gading yang sudah complete, tapi masih naik terus harganya :D Ini bukan berarti saya bilang Kelapa Gading sudah overpriced, tapi sebaiknya hati-hati, kalau bisa tawar yang gigih atau cari harga yang orang butuh uang.

Bubble properti saat ini karena orang sibuk menggoreng harga semen dan bahan bangunan, biasa kan menurut thesis salah satu senior saya di S2 memang ada kartel semen. Jadi harga bahan bangunan memang dikerek terus.

Saya tidak berharap meleduk, tapi ya hati-hati saja, kurangi saja portfolio di property kalau bukan kawasan berkembang atau akan berkembang. Ada kan pernah dibahas di Kompas kalau para pengembang sekarang sedang jantungan, takut-takut crash.
(http://properti.kompas.com/read/2012/04/18/1244364/Inilah.yang.Bikin.Pen....)

Trims om

eko035's picture

Trims banget om jawabannya sangat mencerahkan. Beberapa waktu lalu jalan ke daerah Bekasi khususnya daerah dekat delta mas. Kelihatan banget permainan harganya, di delta, di deltamas harga per meter sampai 1juta. Keluar pagar kompleks bisa dapat 350 belum nego. Mungkin itu yang akan menyebabkan bundel di daerah situ ya.

Thanks Pencerahannya bro :)

xtanto's picture

Thanks Bro DewAsmara,
Tulisan2 pak NO masih too technical buat saya.
Penjelasannya bro DewA sungguh mantap sekali :)
xtanto.

Siang ini IHSG tembus 4217, level 4300 dalam hitungan hari?

DewAsmara's picture

Saat ini IHSG tembus terus sampai 4217 pada penutupan siang, akankah ramalan indeks di 4300 saya akan tertembus dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dalam tempo secepatnya? Kita tunggu setinggi apa sodokan banteng ini :)

tanya bro@DewAsmara : investasi rutin

hiswardhani's picture

saya seorang karyawan, sudah bertekad bulat untuk mulai investasi secara rutin, bila saya bisa menyisihkan 300-500rb/bulan sebaiknya beli RD via fasilitas autodebet yg ditawarkan sebuah MI apa dikumpulin dulu trus beli disaat yang tepat?

sebagai catatan di kantor saya cukup dimungkinkan untuk memantau perkembangan pasar lewat internet tiap hari kerja:)

terima kasih banyak

Saya jujur saja

DewAsmara's picture

Terus terang, saya jujur saja.
Kalau by the book / financial advise dan beberapa metode simulasi, lebih baik memakai metode DCA (investasi secara rutin baik autodebet ataupun setor secara teratur). Sayang saya kesulitan membuat financial modellingnya, karena data tidak lengkap, tapi setahu saya dan juga beberapa rekan financial planner dan juga orang MI, masuk teratur lebih baik, bebas stress, bebas pusing, bebas beban takut salah.

Namun saya memakai metode masuk sesekali (setahun maks 3x) karena uang yang terbatas (saya bukan pegawai kantoran dan juga bukan freelancer), jadi hidup hanya dari investasi. Jadi sangat terbatas kemampuan untuk masuk rutin. Apalagi saat ini bisnis saya lagi lesu, jadi semakin terbatas kemampuan masuk rutinnya.

Tiap orang punya metode sendiri-sendiri, kenali yang paling cocok bagi anda, tapi saran saya, kalau punya penghasilan tetap, sebaiknya masuk rutin saja.

Terima kasih banyak atas

hiswardhani's picture

Terima kasih banyak atas pencerahannya, meskipun dengan sedikit menyesal tidak bisa dibuatkan financial modellingnya karena pertanyaan saya kurang lengkap (hiks) tapi penjelasan bro@DewAsmara sudah sangat mencerahkan buat saya.

Saya sendiri sadari kalo autodebet lewat salah satu agen penjual RD (bukan MI seperti saya sebut tempo hari hehehe ) akan sangat terbatas opsi RD yg bisa dipilih, karena kita hanya bisa membeli RD sesuai perjanjian pembelian selama jangka waktu tertentu, yg tentu saja juga terbatas pilihan RD yg dijual oleh agen bersangkutan.

Jadi saya cuma bisa berdoa semoga tahun depan gaji PNS dinaikkan lagi supaya bisa dibeliin RD lagi yg lain.. AAmiinn

@ bro hiswardhani dari pengalaman saya..

NewBeginning's picture

mau sharing pengalaman saya, dari kedua cara tsb ada kelemahan dan keunggulannya. tergantung mana yg dirasa paling sesuai dengan kepribadian bro. kl pakai fasilitas autodebet keunggulannya kita ga usah pusing kapan mau masuk, kelemahannya adalah masuk pada saat harga yang mungkin bisa dikatakan relatif tinggi (tidak begitu sesuai untuk masuk). kl masukin sendiri keunggulannya adalah kita bisa memilih waktu masuk yang lumayan bagus, dan me-rem pada saat harga yang menurut kita tidak begitu bagus untuk dibeli, kelemahannya terbawa emosi yaitu takut masuk pada saat harga bagus untuk kita masuk atau bisa juga malah malas masukin uangnya ke investasi reksadana dan uangnya malah kepake yang lain :) nah kl ini pengalaman saya karena saya ga pakai fasilitas autodebet hehe...

muakasih masukannya :)

hiswardhani's picture

muakasih masukannya :)

tanya

anita_riyanto's picture

melihat kondisi yg demikian, kalo menurut bro DewAsmara baiknya kita masuk ato realized gain ato wait n see dl? terima kasih

Mestinya sih sudah masuk dari kemarin-kemarin

DewAsmara's picture

Seharusnya sih sudah masuk dari kemarin-kemarin sewaktu Bro Autogebet memberikan sinyal bullish. Saat ini saya lagi mencoba melihat apakah bisa tembus ke level 4500 seperti prediksi Satrio Utomo, atau mentok di 4400 seperti analis lainnya.

Selamat bagi pengikut Centang Ijo

autogebet's picture

Selamat bagi rekan yang kemarin entry saat Centang Ijo, hingga posisi penutupan IHSG kemarin sudah memberikan return 6,7%.

Saya ingat betul, pada saat centang ijo terakhir muncul nuansanya masih kental diselimuti keraguan. Bagi saya pribadi ini adalah pelajaran berharga manajemen emosi, saat2 penuh keraguan dan ketidakpastian, disanalah momentum untuk entry bagi mereka yang tidak terpengaruh oleh psikologi pasar.

Mari kita nantikan munculnya silang merah :)

Kapan Waktunya Jual ?

tanugroho's picture

Halo para senior,

Saya baru beli Manulife Obligasi Negara II(RDPT)& Schroeder Dana Istimewa (RDS) minggu lalu, dan yang saya ingin tanyakan adalah:

1. Kapan sebaiknya RDPT saya jual kembali? 1 tahun atau 3, 5 Tahun?
2. Untuk RDS rencananya saya jual kembali diatas 5 tahun, apakah sudah benar?
3. lebih menguntungkan mana membeli reksadana sekaligus atau berkala (seperti program AutoInvest)

Mohon pencerahannya, karena sampai sekarang saya pun tidak tahu apa yg mesti saya lakukan kedepannya.

Terimakasih

1. Ya saya kembalikan lagi,

dunkz's picture

1. Ya saya kembalikan lagi, kenapa harus dalam jangka waktu tsb ditarik? Yang tahu kapan harus subscribe dan redeem adalah kita sendiri karena tujuan setiap orang berbeda-beda.
2. Sama seperti jawaban nomor 1
3. Ini pertanyaan klasik. Pasar secara umum akan naik turun walaupun dalam jangka panjang naik. Dari situ akan terlihat apakah kita sebaiknya mencicil atau langsung masuk dalam sekali tembak.

@tanugroho mau saran

NewBeginning's picture

pak tanugroho mau saran, walaupun bukan saya bukan senior nih. gpp?
menurutku dari jangka waktunya udah lumayan bagus untuk RDPT 3-5 tahun, RDS diatas 5 tahun. tapi juga perlu diperhatikan bapak berinvestasi di reksadana untuk tujuan apa dan apakah dengan menjualnya di saat 3 tahun atau 5 tahun seperti yang bapak katakan itu sudah membantu tercapainya tujuan itu. dan bagaimana kinerja reksadana tersebut apa sudah sesuai dengan harapan untuk mencapai tujuan bapak itu, jika belum perlu di review dan mungkin perlu dilakukan portofolio rebalancing dengan misalnya dengan memindahkan sebagian persentase reksadana saham ke RDPT dan sebaliknya. serta melihat kinerja manajer investasi RD tsb serta biaya2 yg dikeluarkan. jika biaya MI tinggi dan kinerjanya ga bagus mending pindah ke lain hati. seperti kata orang " Don't fall in love with your investment"

untuk lump sum (membeli reksadana sekaligus) VS dca (berkala). jika lumpsum pada saat yang tepat (harga2 sedang undervalue) sebenernya bisa lebih baik daripada DCA. namun sulit untuk menentukan kapan saat yang tepat jadi lebih baik melakukan DCA jadi kita bisa membeli dengan harga rata2 dan menghilangkan sifat emosional manusiawi kita yaitu serakah (membeli terlalu banyak ketika harga2 tinggi dan sedang naik terus) dan takut (membeli terlalu sedikit ketika harga2 murah dan sedang turun)bahkan ada yang bilang jika orang2 membeli saham seperti mereka membeli kaos kaki (yaitu ketika harganya obral) mereka pasti bisa lebih beruntung. Dan yang pasti dengan DCA juga yaitu berinvest sedikit2 sebisa kita juga membiasakan kita jadi disiplin dalam menggunakan uang dan berinvestasi.

mudah2an saranku membantu

wah mantap

jolyonwak's picture

penjelasan sis newbeginning nih...apa abis ikut finplan jd makin tercerahkan yah :) saya sedang mencoba dca nih...cm ya harus manyun aja pas nilainya turun :)..
oh iya peraturan pajak terkait rdpt semoga ga terealisasi ya,hehe...

@bro jolyonwak knapa manyun?

NewBeginning's picture

kl emang mau DCA kenapa harus manyun ketika nilainya turun? kan tidak dalam waktu dekat mau dicairkan kan? bahkan kl aku kadang sengaja milih waktu DCA ketika nilainya turun dalam bulan itu (DCA-ku per bulan)

hehe manyun krn masuknya pas

jolyonwak's picture

hehe manyun krn masuknya pas nab tinggi :) tapi ya namanya jg dca...toh unit link saya jg dca yg tanggalnya ditetapin waktu beli ul nya..

sabar ya bro jolyonwak

NewBeginning's picture

Yah, sabar ya bro jolyonwak. ntar juga naik lagi. kan ga mau diambil dalam waktu dekat ya? tapi jangan semua juga diinvestasi di rds, bagi juga dong dengan uang cash dan portfolio lain spt obligasi/ RDPT dan RDPU. jadi kl pas turun masih ada portfolio lain yg sedang naik.

iya sis, yg DCA memang RDS

jolyonwak's picture

iya sis, yg DCA memang RDS untuk diambil 15 taon lagi :)semoga MI saya masih berkibar saat itu. Untuk dana darurat dan lainnya masih ada deposito, RDPT, UL dan LM :) tinggal dibagi2 deh..

Menurut saya pribadi

DewAsmara's picture

Jika menurut saya pribadi,
Kita sebaiknya menjual RDPT dan RDS jika:
1. Kita benar-benar membutuhkan uang tersebut.
2. Kinerja MI nya mulai loyo.
3. Secara tehnikal dan Fundamental saatnya realokasi / ganti strategi.

Jangka waktu terkadang bukan patokan, misalnya anda masuk RDS Maret 2009, dan jual Agustus 2011, itu tentu tidak salah juga, karena momentumnya tepat, namun jika jual November 2011, tentu menyesal karena naiknya tidak semaksimal di Agustus 2011.

Kalau menurut Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) tentu lebih optimal jika masuk berkala (mereka ada hasil risetnya dipublikasi di salah satu majalah perbankan prioritas salah satu bank asing).

Namun saya pribadi, dan mungkin beberapa member di sini, lebih suka masuk dan keluar sesuai timing yang tepat, yang umumnya muncul dalam analisa tehnikal dan juga kadang fundamental.

tx bro Eko Endarto&autogebet undangan gratis fin plan expo

NewBeginning's picture

terimakasih banyak atas undangan gratisnya acara financial planning expo. banyak ilmu yang didapat :)

@NewBeginning: Sharing dong

autogebet's picture

sis felice, syukurlah bisa bermanfaat. kalau ada waktu, boleh dong sharing seperti apa event disana, apa saja insight yang didapat... Ini supaya saya (dan rekan lain) yang jauh dari Jakarta bisa kecipratan ilmu juga :)

Sharing acara Financial Planning expo

NewBeginning's picture

Acaranya seru banyak financial planning yang datang dan share ilmu. Kita juga bisa di financial check up secara Gratis! Ada juga stand beberapa perusahaan reksadana, dan juga yang menarik ada dari Biro informasi kredit bank Indonesia dimana kita bisa cek status kelayakan kredit kita. Apa udah di black list ? ? yang menjadi topic bahasan di acara ini lengkap banget segala sesuatu tentang financial planning (bagi2 tugas buat masing2 firma financial planning) . kl aku tertarik dengan topic bahasan mindset ternyata untuk melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah kita buat, kita juga perlu mindset. Pembicaranya kasih contoh ada seseorang yang dulunya rajin nabung. Suatu hari dia (sampai saat ini) kl ada uang ga pernah bisa ditabung lagi. Ternyata diselidiki dia dulu waktu SMP pada saat krismon, ortunya ambil uang tabungannya tanpa bilang2 ke dia. jadi dia trauma ga pernah bisa nabung lagi karena kuatir kl ditabung bakal ada orang yang ngabisin uangnya.

Swing Trader

agustianwilly's picture

Salah satu metode analisis yg digunakan swing trader adalah MA.
Utk reksadana saham, kita bisa melihat MA darimana ya? Apakah dari IHSG?
Terimakasih :)

hehehe

Passion4U's picture

Akhirnya data dari bro gebet lengkap juga hehehe ...
kangen juga nich udah lama nggak denger sis mel dan bro dewasmara nulis artikel ... dunia maya memang aneh ya ... ane sudah merasa sangat dekat secara personal dgn sis mel dan bro dewasmara padahal belum pernah sekalipun kopi darat. Kapan ya bisa kopi daratnya hehehe ...

@Bro Passion: kopi darat

mnwiria's picture

Mustinya sekarang lebih mudah untuk kopi darat karena lokasi kantor kita berdekatan. Ketemu di Pacific Place paling mudah tuh...

Paling enak di Pacific Place memang :)

DewAsmara's picture

Hi Bro Passion dan Sis Melinda,
paling enak memang ketemuan di Pacific Place, tidak terlalu jauh dari kantor saya juga :D

Re: mohon pendapatnya

mnwiria's picture

Reksa dana itu sejatinya adalah untuk investasi jangka panjang. Artinya uang yng diinvestasikan ke reksa dana itu sebaiknya bukan uang belanja dapur, karena jika demikin maka anda bisa tidak mendapatkan kembali pokok investasi anda pada saat butuh uang karena saat melakukan redmption ternyata pasar sedang turun.

Kenaikan harga BBM tidaklah berarti IHSG juga pasti terpuruk. Dalam jangka waktu pendek mungkin saja terjadi koreksi, namun jika anda memang punya kapasitas menunggu (artinya tidak butuh uang segera), koreksi di pasar malah bisa menjadi kesempatan untuk menambah investasi.

Baru-baru ini koran The Jakarta Globe melansir artikel tentang analisa ekonom Citigroup Helmi Arman yang mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kut dibandingkan saat knaikan harga BBM tahun 2008 sehingga mustinya pengaruh kenikan harga BBM tahun ini tidak berdampak terlalu signifikan.

Mohon Pendapatnya

jakaboy8's picture

Menjelang 1 April 2012 dimana nanti harga BBM akan naik, yang tentunya akan berdampak pada kenaikan diberbagai sektor. Seiring dengan kenaikan BBM tersebut apakah sebaiknya reksadana di amankan dulu (redem). Mohon nasehatnya terimakasih.

Skripsi ttg RD

stringendo's picture

mau numpang nanya nih
mau nyusun TA nih tp mau ngomongin ttg RD, kira2 judul yg ok apa ya gan?
yg masih hangat gt sputar RD yg bisa dijadiin TA
mungkin ada rekomendasi ato yg bisa kasih masukan judul?

thx

Cara memilih securitas dll

ciyik1949's picture

Terimakasih telah bisa diterima menjadi member. Saya masih newbi dan baru sempat baca sebagian kecil saja yg ada disini, ttp saya merasa ini akan sangat berguna sekali krn banyak hal yg membuat saya lebih mengerti tentang reksadana.

Saya ingin menanyakan tentang cara memilih securitas yg aman untuk berinvestasi. Saya pernah mendengar tentang sebuah securitas bernama Sinarmas yg katanya pernah ada masalah. Apakah itu benar dan apa masalahnya? Apakah mungkin sebuah securitas yg sdh terkenal (mis: Panin Sec), suatu saat bisa bermasalah?

Dimana saya bisa mendapatkan grafik pergerakan harga reksadana dan saham yg dr bbrp tahun yg lalu sampai yg terbaru? Saya pernah cari di bloomberg, ttp ketika saya buka dan mencoba kolom search nya tdk berhasil. Apakah sebuah reksadana punya nama singkatan tertentu seperti saham. Kalau ada dimana saya bisa dapat daftar singkatan tsb?

Terimakasih atas bantuannya.

Nama baik dan reputasi pemilik

DewAsmara's picture

Memilih sekuritas, hampir sama seperti memilih bank lokal dan developer.
Semua tergantung kredibilitas pemiliknya.
Saya tidak akan sebut sekuritas yang bermasalah karena tidak etis,
apalagi salah satu sekuritas bermasalah itu satu group dengan kantor
saya yang lama.

Bisa saja suatu saat Panin bermasalah,
semua berbalik kepada owner dan direksinya.
Tapi setahu saya sih,
owner Panin Group terkenal berusaha menjaga reputasi bisnisnya
termasuk nama baiknya.

Ya betul RD Saham punya singkatan namanya.
Anda ketik saja di kolom search mutual fund bloomberg, baik melalui
aplikasi bloomberg mobile for Nokia, Blackberry atau iPhone.
Nanti keluar nama mutual fund berikut kode singkatannya.
Atau bisa juga lewat website bloomberg di halaman berikut:
http://www.bloomberg.com/apps/data?pid=fundscreener
Nanti negaranya diganti saja dengan Indonesia, terus assetnya
disesuaikan apakah equity atau debt dan lain sebagainya.

Tambahan informasi ttg memilih sekuritas: Rekening Dana Investor

mnwiria's picture

Sekedar menambahkan jawaban dari Bpk DewAsmara...

Sehubungan dengan diberlakukannya peraturan baru oleh Bapepam-LK No V.D.3 Tanggal 28 Dec 2010, mengenai kewajiban pembukaan sub rekening efek, maka per 1 Feb 2012 perusahaan sekuritas wajib membuka sub rekening bagi setiap investornya sebagai bagian dari proses pembukaan rekening.

Apakah Sub Rekening Efek itu?
Sub rekening efek atau kita sebut Rekening Dana Investor (RDI) adalah Rekening di Bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.

Apa keuntungan investor membuka Sub Rekening Efek?
Sub rekening diberlakukan untuk meningkatkan jaminan keamanan bagi investor. Seperti anda ketahui bahwa di dalam portfolio investor terdapat 2 jenis asset, yaitu berupa saham, dan berupa cash.
Asset berupa saham telah dilindungi oleh KSEI, namun porsi cash ini tidak ada yang menjamin/melindungi.
Peraturan Bapepam yang mengharuskan investor membuka sub rekening ini akan membuat porsi cash ini menjadi terlindungi karena terpisah dari rekening sekuritas. Perusahaan sekuritas tidak bisa menggunakan dana nasabah bila dana tersebut ditempatkan dalam rekening terpisah atas nama nasabah kecualiuntuk memenuhi kewajiban order beli/jual dari nasabah. Hal ini juga memberikan kepastian bahwa dana nasabah tidak akan diselewengkan oleh perusahaan sekuritas untuk kepentingan pribadi.

Untuk pembukaan RDI ini perusahaan sekuritas bekerjasama dengan bank, di mana seluruh investor baik yang lama maupun yang baru harus terlebih dahulu memiliki rekening ini sebelum dapat bertransaksi.

Dengan adanya ketentuan ini maka ke depannya perlindungan terhadap investor dapat ditingkatkan, karena adanya RDI ini membuat dana investor menjadi tidak tercampur dengan dana sekuritas. Selain itu, investor juga dapat memantau penggunaan dananya dengan memantau pergerakan dana di RDI miliknya.

Terimakasih dan tanya lgi.

ciyik1949's picture

Terimakasih ib Mnwiria atas tambahan pejelasannya. Apakah sub rekening atas nama nasabah tsb dinamakan virtual account? Saya punya untuk membeli saham. Tetapi saat membeli reksadana saya tidak dibuatkan subrekening atas nama saya. Yg ada adalah rekening di bank custodian atas nama reksadana yg saya ambil misalnya Dana Mantap Plus.Dan rekening tersebut digunakan untuk mengirim uang pembelian reksadana tsb. Jadi tdk ada rekening atas nama saya spt pada pembelian saham. Apakah saya harus minta sub rekening atas nama saya, bu? Terimakasih.

Untuk transaksi reksa dana

mnwiria's picture

Dear Ibu,

Untuk transaksi reksa dana Ibu memang tidak perlu membuka rekening di bank seperti halnya RDI untuk transaksi saham. Untuk transaksi pembelian reksa dana aliran dananya adalah langsung dari investor ke rekening atas nama reksa dana yang ada di bank kustodian. Kemudian di bank kustodian ada rekening virtual untuk setiap investor, agar bank kustodian dapat mengetahui secara persis jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh masing-masing investor. Sedangkan untuk penjualan/redemption dana hasil redemption akan ditransfer langsung oleh bank kustodian ke rekening bank milik investor.

Jika Ibu perhatikan biasanya di bab-bab terakhir prospektus reksa dana tercantum syarat dan ketentuan transaksi reksa dana, termasuk informasi rekening reksa dana di bank kustodian serta alur transaksi yang digambarkan dalam bentuk diagram.

Kapan-kapan jika Ibu kebetulan sedang berada di kawasan Bursa Efek Indonesia mungkin Ibu bisa berkunjung ke kantor saya. Nanti bisa saya terangkan lebih lanjut mengenai reksa dana serta membantu menjawab pertanyaan Ibu.

Kirim Email.

ciyik1949's picture

Sekali lagi terimakasih atas bantuannya, bu. Untuk lebih jelasnya saya kirim email kepada ibu dengan subjek "Rekda Dana". Ttp tdk pakai nama Ciyik 1949, bu. Semoga ibu bisa menemukannya. Terimakasih.

Terimakasih dan mohon maaf.

ciyik1949's picture

Bpk DewAsmara, terimakasih atas petunjuknya. Saya sdh buka website yg disarankan. Sangat bermanfaat bagi saya walaupun banyak istilah yg tdk saya mengerti spt Ytd, Exp Ratio, Ret ytd, Matching funds.Saya juga banyak menemukan kata2 dan singkatan2 pd hal2 lain yg berhubungan dgn investasi. Apakah ada buku/kamus yg bisa membantu memberi penjelasan. Kalau ada bisa beli dimana?

Saya juga mohon maaf krn tdk mengajukan pertanyaan pd artikel yg relevan. Saya kurang mengerti ttg hal tersebut dan bagaimana caranya memasukkan ke artikel yg relevan?

Saya hanya seorang nenek(64th) yg masih agak gaptek, bisa pakai computer ttp tdk secanggih anak muda.Saya cuma ingin menambah dana pensiun saya dgn cara yg lebih baik, at least tdk tergerus inflasi. Mohon kesabarannya untuk membimbing saya.

Sekali lagi, terimakasih pak.

@ ciyik1949 mau saran

NewBeginning's picture

Bu ciyik1949 saya pikir untuk investor awam tidak usah pikir yang terlalu jelimet. saya pun sama ga banyak paham tentang banyak istilah aneh2. yang penting tau dulu tujuan penggunaan investasi kita. tadi bu ciyik1949 bilang "Saya cuma ingin menambah dana pensiun saya dgn cara yg lebih baik, at least tdk tergerus inflasi" saya pikir untuk tujuan ini ibu lebih baik taruh dana investasi ibu di investasi yang tidak terlalu berfluktuasi dalam jangka pendek mengingat ibu membutuhkan dana investasinya tidak dalam jangka waktu yg panjang lagi karena sudah pensiun pasti kan mau menggunakan dananya untuk kebutuhan sehari2 (mengingat mungkin tidak adanya penghasilan rutin lagi seperti sebelum pensiun) jadi untuk itu sebaiknya ibu tidak menempatkan dana untuk instrumen investasi yang resiko tinggi dalam jangka pendek sperti saham maupun reksadana saham (mungkin boleh saja asal dalam porsi sedikit). mungkin lebih baik ibu menempatkan porsi dana yang punya risiko menengah dengan hasil investasi yang cukup bagus juga (mengalahkan inflasi tapi tidak sebaik saham) seperti obligasi yang punya rating yang bagus atau reksadana pendapatan tetap. deposito/ reksadana pasar uang atau tabungan perlu juga ada, namun kalau terlalu besar maka tidak bisa mengalahkan inflasi. kalau investasi properti di tempat strategis sebenernya bagus tapi likuiditasnya yang rendah (tidak cepat terjual, jika sedang butuh dana cepat). namun jika menjadikan properti tsb mendapatkan pendapatan tetap (seperti menyewakan properti contoh kostan) saya pikir bagus juga karena bisa menggantikan pendapatan rutin yang hilang sebelum ibu pensiun dulu. untuk istilah investasi saya juga banyak ga ngerti, saya juga lagi belajar yang saya seneng dari web yang disarankan oleh sis mnwiria tadi yaitu investopedia adalah kita bisa belajar dari nonton videonya contohnya adalah video mengenai nilai uang di http://www.investopedia.com/video/play/understanding-time-value-of-money... dan banyak lagi video yang asik buat belajar disitu

Terimakasih atas sarannya

ciyik1949's picture

Sdr Newbe, terimakasih atas sarannya. Saya meresikokan hanya sebagian kecil dr milik saya. Untuk se hari2 sdh ada yg menjamin setiap bulannya.
Mengapa saya ingin tahu istilah2 yg rumit itu? Krn sebenarnya saya ingin bisa jadi trader yg bisa dilakukan dirumah lewat internet. Sayangnya saya blm bisa menganalisa saham baik scr fundamental maupun technical. Saya baru mau belajar. Masalah akan mampu atau tidak (mengingat usia saya yg sdh uzur), saya tdk perduli. Pokoknya saya belajar dulu, mau trading atau tdk itu dilihat nanti saja.
Bagaimanapun saya sangat berterimakasih atas keperduliann saudara atas diri saya dan saran saudara itu sangat benar dan bermanfaat, terutama bagi pensiunan spt saya.
Salam,
Ciyik 1949

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.