Sejauh Apa Kita Perlu Melakukan Diversifikasi?

dunkz's picture

Dalam berinvestasi, kita perlu melakukan diversifikasi. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda. Yang dimaksud dengan berbeda-beda di sini adalah potensi return, risiko dan likuiditasnya. Sebagai contoh, potensi return investasi di saham tentu saja berbeda dengan obligasi. Pada umumnya, saham memberikan return yang lebih besar daripada obligasi. Namun tentu saja risiko berinvestasi di saham lebih besar karena fluktuasi harga saham cenderung lebih besar daripada obligasi. Aspek ketiga adalah likuiditas. Likuiditas di sini artinya adalah kemudahan untuk membeli dan menjual sebuah instrumen investasi. Contoh yang bagus untuk ini adalah properti. Kalau kita mengiklankan rumah kita belum tentu hari itu juga bisa terjual. Bisa besok, minggu depan atau bahkan bulan depan rumah kita baru laku. Berbeda dengan saham yang dapat kita perdagangkan saat itu juga kalau kita inginkan.

Berdasarkan perbedaan karakter masing-masing instrumen investasi seperti yang telah dikatakan di atas, seorang investor perlu melakukan diversifikasi. Mengapa diversifikasi diperlukan? Jika kita berinvestasi, kita tentu mengharapkan investasi kita terus tumbuh. Namun ada kalanya keadaan tidak memihak kita. Saat ini jika kita menaruh seluruh investasi kita di saham atau reksadana saham tentu akan melihat nilai investasi kita menurun karena pengaruh krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Lain halnya jika kita menaruh sebagian portofolio kita dalam bentuk emas atau reksadana pasar uang. Kerugian kita tidak akan sebesar investor yang menaruh seluruh investasinya di saham.

Melakukan diversifikasi dengan baik

Diversifikasi itu seperti memasak. Bahan-bahan yang kita masukkan dalam takaran tertentu akan menghasilkan masakan yang enak. Tidak semua bahan masakan dapat kita masukkan karena mungkin akan menyebabkan rasanya menjadi tidak enak. Demikian pula halnya dengan diversifikasi. Jika kita terlampau banyak memecah dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda belum tentu hasilnya akan memuaskan. Istilahnya adalah ”overdiversification”. Bagaimana caranya melakukan diversifikasi dengan baik?

Jangan melakukan diversifikasi dalam instrumen-instrumen yang memiliki karakter yang sama. Sebagai contoh adalah reksadana saham. Umumnya reksadana saham akan mengalokasikan portfolionya ke saham-saham blue chip sehingga returnnya biasanya tidak berbeda jauh satu sama lain. Tentu saja setiap fund manager memiliki resep yang berbeda-beda dan hal tersebut memungkinkan kita untuk berinvestasi di lebih dari satu macam reksadana saham. Yang perlu diingat adalah jangan terlalu banyak macam reksadana saham yang kita beli.
Alokasikan investasi kita dengan membandingkan karakter suatu instrumen investasi dalam hal potensi return, risiko, dan likuiditas.
Selalu sediakan uang tunai yang disediakan khusus untuk investasi. Ingat uang ini berbeda dengan uang tunai yang kita gunakan untuk operasional sehari-hari. Kita tidak akan pernah tahu bila suatu saat akan ada peluang investasi yang bagus. Jangan sampai kita tidak memiliki uang tunai untuk masuk ke investasi tersebut.

Apa kerugian ”overdiversification”?

Diversifikasi yang berlebihan akan memiliki dampak negatif, yaitu:

  • Kita akan kesulitan untuk mengontrol perkembangan investasi kita. Bayangkan kesulitan yang akan kita alami kalau kita berinvestasi di lebih dari 15 macam investasi.
  • Pertumbuhan investasi yang kurang memuaskan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa diversifikasi akan menyebabkan kita kehilangan peluang untuk berinvestasi sepenuhnya dalam instrumen yang akan memberikan return yang besar. Jika harga saham sedang naik, return investasi kita yang terdiversifikasi dalam aset lain mungkin tidak sebesar return portofolio investor lain yang mengalokasikan dana investasinya sepenuhnya dalam saham.
  • Munculnya biaya-biaya tak terduga. Mengelola investasi yang ”overdiversified” akan membuat kita cenderung lebih sering mengubah-ubah alokasi dana kita sehingga akan memunculkan biaya-biaya yang terlalu berlebihan.

Strategi diversifikasi yang cocok

Pada dasarnya setiap orang memiliki profil dan tujuan investasi yang berbeda-beda. Dalam melakukan diversifikasi selalu pertimbangkan ketiga karakter instrumen investasi seperti yang telah dibahas di atas:

  • Potensi return
  • Risiko
  • Likuiditas

Selamat berinvestasi!

Comments

@ bro dunkz

abucyber's picture

bro dunkz,
umur ane 21 tahun, ni masih kuliah semester 4. ane cukup tertarik ma teknik diversifikasi reksadana.
terus mengingat umur ane masih ijo, diversifikasi dengan formasi apa yang bagus (menurut bro dunkz) buat ane.
ane orangnya berani ambil resiko dan siap ambil konsekuensi (maklum kali ya ngliat umur ane masih sgini..).
ane skarang udah punya RDS syariah. enaknya dia dijodohin ma siapa ya?
plisss...

(mudah-mudahan orang yang bantuin ane dapat pahala.. amin...)

@abucyber

dunkz's picture

kalo masih muda, bro bisa masuk ke investasi yang berisiko relatif tinggi. mengenai komposisinya mungkin bisa dibaca di artikel saya di sini :

http://www.portalreksadana.com/?q=node/220

semoga bisa membantu :)

bagaimana mendiversifikasikan investasi

Anonymous's picture

Dear Suhu,master
Saya udah mulai mencoba berinvestasi di RD dengan tujuan untuk mencapai programmasa pensiun saya,dengan rutin invest RD tiap bulan.Saya masih ada sisa sejumlah dana untuk di envestkan.Apakah saya musti ber invest di RD saham yg lain?atau ada saran lain?

Kalau boleh tahu sekarang

dunkz's picture

Kalau boleh tahu sekarang masuk di RD jenis apa? Kemudian sekarang umur bro berapa?

Kalau masih relatif muda, mungkin proporsi di RD Saham bisa lumayan besar. Tetapi saran saya jangan semuanya masuk RD saham.

mhn nasehat suhu dunkz

wsudharta's picture

Dear Suhu Dunkz

Umur saya 32 tahun.saya baru ikut RD Saham(fortis ekuitas)2 bulan lalu.dengan rutin nabung 2,5 jt(dapat nominal) itu dari fitur MY PLAN.kebetulan masih sedikit sisa dana nganggur yg saya pikir bisa di investkan.kemana ya Suhu Dunkz saya musti invest?Apa di RD saham lain ?maksud saya biar diversifikasi.bagaimana saran menurut Suhu Dunkz......

Mohon diberi nasehat.....

@wsudharta

dunkz's picture

logikanya, kalau kita menaruh di RDS lain, apalagi dengan isi yang mirip tentu saja hasilnya tidak berbeda jauh. mungkin bisa mulai berinvestasi di RD jenis lain atau malah kelas aset yang lain, seperti emas atau ORI.

Fungsi dari diversifikasi adalah sebagai bumper pada saat kondisi sedang kurang baik dan bukan untuk memperbesar return.

Bagaimana caranya invest di emas ato ORI

Anonymous's picture

Dear Suhu Dunkz
Mohon dijelaskan gimana cara invest di emas ato ORI.saya tertarik untuk memulainya.BTW saya tidak ada jumlah dana dalam jumlah besar.kalo kita mau invest dalam jangka pendek seperti contoh untuk dana pendidikan anak kelak di instrument mana yang cocok untuk invest?Mohon nasehatnya Suhu.Saya berdomisili di bali.

Mengenai invest emas dan ORI dan pendidikan anak

dunkz's picture

Kalau pandangan saya begini:

Emas itu adalah instrumen yang tahan inflasi. Artinya kalau kita beli emas saat ini yang senilai biaya pendidikan anak kita, 20 tahun ke depan pun, dengan jumlah emas yang sama kita bisa membiayai pendidikan anak kita.

Mengenai emas, saya berpendapat sebaiknya sebagai "bumper" saja karena meskipun tahan inflasi, emas kurang dapat memberikan return yang besar dalam jangka panjang. Emas dapat dibeli di toko-toko yang khusus menjual emas batangan(bukan toko perhiasan lho).

Mengenai ORI,minimal investasi adalah Rp 5 juta. Sebenarnya ada instrumen reksadana berbasis ORI yaitu Reksadana ORI(bukan promosi lho). Saya lihat portfolionya memang sebagian besar berisi ORI. Mungkin bisa dicek lebih lanjut di website Bapepam.

Untuk dana pendidikan anak, saran saya kita harus lebih berhati-hati. Kalau saya sendiri berusaha untuk tidak terlalu agresif kalau berkaitan dengan pendidikan anak. Kalaupun menginginkan pertumbuhan dana, bisa diatur 50% - 50% antara reksadana saham dengan reksadana pasar uang.

Alternatif lain bisa saja mengikuti produk tabungan pendidikan anak yang banyak dijual di bank. Memang bunganya tidak besar akan tetapi paling tidak kita "dipaksa" untuk mengalokasikan dana secara periodik sehingga dapat terkumpul pada waktunya.

Sebenarnya kalau kita disiplin, bisa juga secara periodik "menabung" di reksadana pasar uang yang memiliki potensi return lebih besar daripada deposito.

Demikian, semoga bisa membantu

 

reksadana untuk rencana pendidikan anak..

zhohrie's picture

Halo-halo...
Salam kenal buat bro dunkz,

I.
setelah bergabung di portal reksadana, browsing ke QMfinancial dan danareksaonline.com
Saya iseng-iseng menggunakan rumus FV,PMT,PV di excel
tapi ternyata utak-atik menghasilkan spreadsheet yang makin lama makin asyik dan seru juga nich..
Dandan sana-dandan sini,
Alhamdulillah jadi dhe spreadsheet excel untuk itung-itung rencana pendidikan anak, yang saya kasih nama: SkoLaPlan V10

II.
Dasar teorinya saya terinspirasi dari tulisan-tulisan para financial planner beken
kayak: Om Aidil Akbar, Tante Ligwina dan Om Freddy Pieloor..(haloo salam kenal semua)

II-a) jadilah saya bikin spreadsheet untuk pendidikan anak dengan berbasiskan reksadana
II-b) Tapi saya tambahkan opsi apabila dikombinasikan dengan Asuransi pendidikan (berbasis tabungan lho bukan unit link)..

Nah,
buat temen-temen yang mau utak-atik perencanaan pendidikan anak berbasis reksadana bisa di-download di:

http://www.ziddu.com/download/8875032/SkoLaPlanV10rev0803.xls.html

di spreadsheet tersebut ada 2 worksheet yaitu yang automatic configure (saya lock) dan yang manual adjusment (saya tidak lock) biar bro-sis bisa atur2 sendiri.

sejujurnya gak pede juga sih nyebarin simulasi ini, tapi yach sekali lagi kalo gak disebar gak bakal ketauan cacat2nya

*saya taruh excel tersebut di ziddu.com berhubung ada unsur iklan dari produk tertentu, kan gak enak aja kalo mau minta bro gebet (super admin) taroh di sini.he3

Salam,

Z

to rekan zhohrie

ana.osa's picture

terima kasih untuk sharing info nya.. sangat membantu :)

Rebalancing Portfolio

Risyadmum's picture

Tolong dibahas mengenai rebalancing portfolio juga, master Dunkz.

Saya bingung cari cara menjaga portfolio. Suka kebablasan naro di yang high risk dan nggak inget  jagain % di cash (nggak punya obligasi), masih suka panas nih kalo lihat index turun, nguras buat top up, padahal RD pegangan RDS semua.

Saya belum tertarik sama ORI, atau RDPT (apalagi bunga bank katanya mau naik begini, RDPT bisa kena duluan, makin tidak tertarik deh). Paling taro di deposito jangka pendek atau tabungan berjangka di Bank. Tapi,ya itu suka nggak kuat lihat NAB diskon abis.  Butuh advice cara rebalancing yang simple dan mudah dipraktekan.

Sis, kapan itu saya udah

dunkz's picture

Sis, kapan itu saya udah pernah posting di forum sebelah mengenai rebalancing portfolio ini. Tapi saya akan coba tampilin lagi di sini :)

FYI, Temporary Shutdown for 10 Minutes...

autogebet's picture

baru saja saya dikontak pihak RakData, mereka akan melakukan maintenance. Efeknya, server akan down selama lebih kurang 10 menit saja.

semoga benar2 hanya 10 menit saja...

OOT : Need Opini Pajak ttg PPN & PKP

Xeal's picture

dear all friends...

Teman saya lagi butuh konsultasi pajak mengenai PPN & PKP.

PM me at uskasinatyahoo [dot] com & deep_alinatyahoo [dot] com

Thanks bgt yah, Bos Gebet....

Diversifikasi

Agus Mulia's picture

Masih soal diversifikasi - mungkin hasil cuplikan kesimpulan suatu penelitian investasi di AS bisa berguna - yaitu :

+ Salah satu faktor yg sangat penting dlm menentukan kinerja portofolio investasi ialah bagaimana membagi investasinya ke berbagai instrumen ( diversifikasi ), dan besaran faktor2 yg menetukan kinerja portofolio ternyata ; 91% oleh alokasi aset - 5% oleh pemilihan saham / RD - 2% oleh market timing ( kapan beli atau jual ) - 2% oleh faktor lain2nya. 

welcome

Tukul's picture

Betul!,
Kalau kata Buffett, hindari investasi gaya "Nabi Nuh"...dimana dalam keranjang investasi banyak sekali, terdapat portofolio. Maksud hati ingin menyebar resiko, tapi karena penyebaran terlalu banyak, malah jadi susah untuk memonitoring.
Suhu Dunkz, keep posting, insyaAllah kita semua belajar
Salam,
Pemula

@ Tukul

dunkz's picture

Amiiin.

diversifikasi - minta pencerahan

rfirmans's picture

Thanx bro

Saya nanya donk... Diversifikasi adalah pertanyaan saya dalam KDR waktu itu, namun nampaknya jawabannya bro eko dan bro passion4u belum pas di hati ... atau karena moderatornya salah banting stir hahaha -maaf bro gebet :-) ... mungkin karena keterbatasan waktu yah bro -maaf yah ojo di banned loh

Mengulangi pertanyaan: saran dari seorang instruktur dalam kelas XYZ agar meletakkan telur investasi saya dalam keranjang yang berbeda, katanya ini yang namanya diversifikasi. Katakan saya akan memilih 4 produk RD, apabila saya melakukan diversifikasi dengan baik dan benar, harapannya adalah saat bursa turun, maka masih terdapat produk milik saya yang masih memberi keuntungan.

Padahal mbak wina (Ligwina Hananto) di HardRock FM menyatakan, "kalo sumbernya masih dalam gentong IHSG, kalo gentongnya turun, yahhh otomatis donk produknya ikut turun, tanpa kecuali"

Seperti lazimnya pemula seperti saya yang banyak nanya, pertanyaan ini pernah saya tanyakan dalam kelas XYZ tsb. Oleh instruktur saat itu, dijawab dengan menunjukan diagram bersumbu X dan Y yang membagi diagram dalam 4 area ... kebayangkan???

Katanya, diagram itu berfungsi untuk mengetahui sebaran posisi terakhir RD per hari ini. Dicontohkannya pula, hari itu sebaran menumpuk di area 4 (kanan bawah) dan bla bla bla.
Maksud dari instruktur itu adalah pilihlah produk yang anti turun alias yang berada di area 3 (kanan atas). Sayangnya diagram itu HANYA konsumsi instruktur --tidak bisa disharing, bahkan ke muridnya, sudah bayar pulak hik hik hik nasiiibbbb

Nah melalui forum ini, saya mohon pencerahan ...
Sekiranya bro dan sis ada yang bisa sharing diagram itu, atau minimal menjelaskan panganan opo diagram iku... dengan senang hati saya terima

Maturnuwwwwwwwuuuuunnnnnnnnn

salam.-
rfirmans at niafirman.com

Pengertian diversifikasi @ bro rfimans

sayogo's picture

Bro, sebenarnya pengertian diversifikasi dalam investasi sangat luas, mulai investasi komoditas, properti, logam mulia, benda seni dan terutama produk keuangan. Khusus untuk produk keuangan juga sangat beragam: deposito, ORI, valas, berbagai jenis reksadana, saham, forex, trading indeks dll. Ane sependapat dengan mbak Wina, bahwa kalau kita hanya berinvestasi di produk keuangan yang terkait pasar modal, belum dapat dikatakan diversifikasi murni, karena saling mempengaruhi. Contoh diversifikasi dapat dilihat pada Mingguan Kontan, Minggu II April 2008. Ada lima pakar keuangan yang diminta pendapatnya, dan kelimanya berbeda. Jadi artinya sebaiknya diversifikasi kita tentukan sendiri berdasarkan profil risiko kita: sangat konservatif, konservatif, seimbang, berkembang dan agresif (dapat dibaca pada makalah bro Eko).

Tentang diagram, ane akan coba menjelaskan, semoga cocok (anda tidak menjelaskan XYZ itu apa).

 

Sumbu X (horizontal) menunjukkan return, garis sumbu menunjukkan angka 0, makin ke atas makin positif, artinya returnnya makin untung, makin ke bawah makin negatif, artinya returnnya makin rugi.

Sumbu Y (vertikal) menunjukkan faktor risiko. Salah satunya anda dapat memakai Sharpe ratio. Garis sumbu adalah angka 0, makin ke kanan makin positif, artinya risikonya makin kecil, makin ke kiri makin negatif, artinya risikonya makin besar.

Pada bagian kiri portal ini, anda dapat mengetahui return dan sharpe ratio untuk masing-masing reksadana. Klik saja "Return" atau "Sharpe ratio". Yang terlihat adalah angka untuk 10 terbaik masing-masing jenis reksadana. Kalau anda ingin lebih lengkap, klik saja "Selengkapnya". Dari situ kita dapat memetakan return dan faktor risiko masing-masing reksadana, sesuai jenisnya (RDPT, RD Campuran, RDS dll). Kita dapat memilih untuk 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dll.

Yang baik bila titik tersebut terletak di sudut kanan atas, artinya returnnya untung dan risikonya kecil. Makin ke atas dan makin ke kanan, makin baik.

Dari diagram ini kita dapat menilai RD yang kita miliki. Kalau terletak pada sudut kiri bawah, berarti returnnya rugi dan risikonya besar.

Mudah-mudahan dapat membantu.

 

just another point of view

harsudionoyogi's picture

bro,,

kalau sumbu Y-nya adalah sharpe ratio, maka sebenrnya diagram tersebut jadi rancu dong. Sharpe ratio kan sudah memasukkan faktor return juga dalam penghitungan nilai sharpe ratio itu sendiri,,jadi kalau di-plot lagi dengan sumbu X yang berupa return maka akan tercipta diagram yang double counting dong.

Mungkin lebih tepat jika sumbu Y-nya adalah standar deviasi (sebagai indikator resiko) dan sumbu X-nya adalah return. Jadi kalau semakin ke kanan atas maka semakin besar standar deviasinya(semakin besar resikonya) tetapi semakin besar pula returnnya. Yang paling baik adalah resiko yang paling kecil dan return yang paling besar (nilai Y-nya semakin kecil dan nilai X-nya semakin besar).

 

Sebenernya sih penjelasan saya setali tiga uang dengan bro sayogo, tetapi hanya menawarkan sudut pandang yang berbeda.

 

Maaf kalau ngelantur. Sudah malem, di tempat kerjaan mata sudah kriyep-kriyep. Hehehehe.

 

Salam portal!

Regards,

 

Yogi

Deviasi standar

sayogo's picture

Betul bro Yogi, deviasi standar mungkin lebih tepat untuk mengukur risiko. Tapi masalahnya siapa yang akan menghitungnya atau kita cari datanya dimana? Kalau ane cari gampangnya saja, yang ada Sharpe ratio ya kita pakai saja, klik saja kan langsung dapat angkanya.

Tetap saja kita harus berterima kasih pada bro autogebet atas segala fasilitas yang tersedia di portal kita ini. Hidup bro autogebet, tetap semangat!

terima kasih bro sayogo

rfirmans's picture

persis ... persis sekali diagram itu yang saya maksud bro, dan saya pikir data inputnya juga datang dari kedua nilai tsb yang ditampilkan dalam bentuk diagram untuk mempermudah pemahaman.

terima kasih bro sayogo atas pencerahan
memang indah dunia ini kalo dikelilingi oleh orang-orang cerdik pandai dan baik hati ... terima kasih bro

rfirmans at niafirman.com

@ rfirmans

dunkz's picture

kalau boleh tahu, di diagram tersebut sumbu X dan Y itu menggambarkan apa ya? Terkadang memang ada yang menggambarkan grafik agar lebih jelas dan memang tidak ada aturan yang baku mengenai itu. Kalau masih ingat sumbu-sumbu tersebut menggambarkan apa mungkin saya bisa membantu.

Begini saja. Saya akan mencoba menggambarkan konsep diversifikasi dengan lebih gamblang:

  1. Pada dasarnya yang diharapkan oleh setiap investasi adalah pertumbuhan aset. Sebuah kegiatan layak disebut investasi kalau dalam jangka panjang probabilitas dana kita meningkat cukup besar.
  2. Setiap investasi pasti mengandung risiko. Tiap-tiap instrumen pasti memiliki risiko yang tidak dimiliki oleh instrumen lain. Contoh : risiko berinvestasi di saham pertambangan tentu akan berbeda dengan investasi di saham farmasi. Jika harga timah turun, hal tersebut akan mempengaruhi harga saham pertambangan namun tidak akan berpengaruh terhadap harga saham farmasi.
  3. Dengan melakukan diversifikasi, maka jika kejadian pada no 2 terjadi, maka keuntungan kita dari saham farmasi akan mengimbangi penurunan harga saham pertambangan yang kita miliki.
  4. Diversifikasi terbaik terjadi jika instrumen satu tidak mempengaruhi nilai investasi lainnya. Ini artinya kejatuhan nilai salah satu investasi tidak akan mempengaruhi nilai investasi kita lainnya. Memang terlihat tidak mungkin. Akan tetapi dengan berangkat dari konsep ini, maka kita bisa mengira-ngira instrumen investasi apa yang tidak saling mempengaruhi.
  5. Diversifikasi terlalu berlebihan tidak akan menguntungkan kita. Ada suatu batas jumlah investasi yang kita miliki sehingga penambahan jenis investasi tidak akan memperbesar keuntungan kita dari diversifikasi. Padahal kita sudah mengetahui bahwa dampak negatif dari diversifikasi adalah penurunan potensi return dari investasi yang nilainya naik tinggi.

Semoga penjelasan konsep diversifikasi di atas menghilangkan kebingungan bro rfirmans :)

 

terima kasih bro dunkz + nanya lagi

rfirmans's picture

terima kasih bro dunkz ... ehh mengutip bro gebet, saya nggak berani manggil bro ... tapi sifu saja ... :)

ttg diagram ... diagram itu persis yang dijelaskan oleh bro sayogo, berisikan sebaran noktah-noktah yang sudah sifu dunkz jabarkan dalam materi "memetakan reksadana" ... terima kasih sifu atas ilmunya

ijinkan ticu tanya satu lagi ... pada konsep diversifikasi yang terdiri dari 5 poin itu, pada poin ke-4 mohon ticu diberi penjelasan lebih detil ... apakah sifu menggunakan cara itu untuk memilih produk ?

maafkan ticu lancang bertanya
salam kompak sifu

maturrrrrnuuuuuwwwwuuunnnnnnnn
rfirmans at niafirman.com

@rfirmans

dunkz's picture

ya memang saya seperti itu. secara logika saja kita bisa melihat instrumen-instrumen investasi yang korelasinya relatif kecil. Misalnya properti dengan emas. Tentu saja kedua instrumen tersebut saling berhubungan, tapi tidak secara langsung. Kalau ingin lebih pasti bisa dihitung korelasinya dengan menggunakan excel.

wellcome bro...

MrCooL's picture

sebenarnya sudah lama saya ingin mengundang anda di portal ini, tp saya batalkan karena takut mengganggu kesibukan anda. postingan2 anda seperti di thread JS maupun RD (di forum tetangga) menurut saya sangat dibutuhkan disini. klo anda telah menelusuri artikel2 disini. tentu akan terlihat dominasi TA, krn disini blom byk kontributor yg punya basic FA kuat.

saya harap anda bisa menjadi penyeimbang melalui teori2 n data konkrit sebagai acuan, seperti yg biasa anda lakukan di "sebelah". jika anda bersedia dan punya waktu luang maen kesini. saya usulkan pada bro Autogebet tuk memasukkan nama anda sebagai kontributor aktif n klo bisa sekaligus sebagai pemakalah dalam KDR portal reksadana...

salam

terima kasih kalau saya

dunkz's picture

terima kasih kalau saya sudah diusulkan menjadi kontributor aktif di sini :) nanti akan saya coba untuk berikan analisa mengenai reksadana. maju terus reksadana Indonesia!

email saya baru direspon ma

MrCooL's picture

email saya baru direspon ma bro gebet.

sekarang anda punya tanggung jawab n kesibukan disini. met bersibuk2 ria, make me proud... :hammer:

:Peace:

:ngacir:

 

amiin, semoga kontribusi

dunkz's picture

amiin, semoga kontribusi saya di waktu yang akan datang tidak mengecewakan.

trims balik

MrCooL's picture

thanks buat apresiasi positif anda. saya sudah mengirim email. mudah2an bro gebet ada waktu buat buka emailnya.

Investor Kecil Bagus

nico2's picture

Investor Kecil

Bagus artikelnya bisa lebih hati hati dalam investasi di sini juga ada alternatif dengan 2 jenis RDS dan RD PDT biar optimum hasilnya.
ini linknya

http://kaskus.us/showthread.php?t=454812&page=772

thx untuk commentnya. kalo

dunkz's picture

thx untuk commentnya. kalo saya di kaskus dikenalnya dunkz. cuma di sini nama saya berubah jadi dunkz11 :)

Investor Kecil   perkiraan

nico2's picture

Investor Kecil

 

perkiraan saya benar dari bahasa tulisannya... seperti bro dunk wah ternyata pakar kita ini ada dimana2 ya... terus tulis disini bos biar newbie gak salah investasi Tks

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.