Bagaimana Menghitung Premi dan Pertanggungan Asuransi Jiwa?

Thu, 02/21/2008 - 18:06
lilyardas's picture

Dari baca2 di portal ini, dah jelas kalo ambil asuransi lebih baik term-life 10 tahun untuk usia 35 tahun.

Pertanyaannya adalah, bagaimana menentukan premi uang pertanggungan yang
pas untuk asuransi jiwa ini? Kan kita harus memperhitungkan uang yang bakal
kita tinggalkan untuk ahli waris (istri dan anak).

Misalnya, usia tertanggung 30 tahun, punya istri 1, punya anak 1, dengan
biaya hidup per bulan 5 juta. Gimana ngitungnya sampai keluar output mereka
harus bayar premi berapa dan uang pertanggungan berapa?

Bingung nih

 

Comments

menentukan UP

rdlshell's picture

rasanya udah ada tuh tulisan di PRD ini... wholelife, termlife atau unitlink? ada cara ngitung UP juga.

Menentukan UP sangat kondisional

AbuYusuf's picture

For All,

Menentukan UP sangat kondisional, selain dari pendekatan penghasilan dan pengeluaran juga pertimbangkan ekspektasi-ekspektasi keuangan lainnya jangka panjang, kemudian juga kewajiban-kewajiban yang masih dalam tanggungan.

UP juga jangan hanya mempertimbangkan manfaat meninggal saja, pertimbangkan manfaat kondisi sakit yang berkepanjangan dan cacat (biasanya biaya jauh lebih tinggi dibandingkan manfaat meninggal. Ketika menentukan UP meninggal juga harus mempertimbangkan kejadian sebelum meninggal, apakah serta merta atau ada riwayat sakit dulu atau ada biaya-baiaya yang justru akan menggerus aset sebelum kematian datang. Wallahu'alam

Mengenai apakah UP dimiliki hanya oleh orang yang memiliki tanggungan saja? Memperhatikan kronologis, otomatis UP diperlukan oleh siapa saja, baik lajang maupun sudah punya tanggungan. Apakah Anda yakin ketika kematian datang begitu saja, apakah Anda hanya meninggalkan beban finansial (misalnya biaya pengobatan, dll), jika yang masih lajang ya otomatis dibebankan pada keluarga orangtua.

Untuk Askes (asuransi kesehatan), pertimbangkan coverage yang memadai sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga untuk resiko kesehatan terburuk sekalipun masih memadai untuk mengcovernya.
Wassalam

kontrak term life

didiekbp's picture

bro/sis

ada panduan nggak sih untuk lamanya kontrak asuransi term life? umur 31 thn. ambil yang 10 or 20 tahun?

Tanx

Re: kontrak term life

Anonymous's picture

kalo dari input financial planner mbak ligwina hananto dan mas aidil akbar, baiknya bila usia < 35 tahun ambil yang 10 tahun. ini karena umumnya karir belum terbentuk (jadi modal untuk beli premi yang 20 tahun juga masih pas2an) dan standar hidup masih ala kadarnya (kan ekspektasinya makin tua hidup makin mapan dong)

kalu udah usia > 35 tahun, boleh lah ambil yang 20 tahun, atau menjelang usia 55 tahun. misalnya usia anda 44 tahun, ya cukup ambil term-life 11 tahun.

IMHO, parameter saya pribadi adalah usia anak. Kalo anak anda lahir ketika usia anda 45 tahun, tandanya paling tidak anda perlu term-life 20-25 tahun atau sampai anak anda bisa stabil secara finansial. Ini berdasarkan pengalaman pribadi bo, saya lahir ketika ortu sudah diatas 45 tahun dan wafat ketika saya SMA. Walaupun peninggalan ortu ada, tapi dalam bentuk aset tidak lancar, kita2 anak2nya koprol juga untuk survive hidup....

asuransi syariah term-life

lilyardas01's picture

ternyata gak gampang cari asuransi syariah yang term-life.ntah kenapa dari sejembreng perusahaan asuransi syariah, rata2 nawarinnya unit link lagi, unit link lagi...

walhasil saya temukan di Asuransi Takaful, untuk usia 30 tahun, uang pertanggungan 1 M, preminya dapet Rp. 3 juta per tahun.

berita lainnya, gara2 belajar di portal ini, aku jadi gabung jadi agen asuransi takaful dengan suamiku jadi klien pertamaku, huehuehuehehehe... Kalo ada yang tertarik ama Takaful, silakan hubungi saya di lilyardasatyahoo [dot] com atau 021-32714586 (flexy)

maap kalo ada yang kurang berkenan kalo gue jadi jualan :)

Lilyardas

rdlshell's picture

Sis Lily...

eh elo tuh ye... bikin gw ketawa ah... jualan disini...

Konfirmasi angka

wayan.ardhana's picture

mbak lily, beneran tuh bisa dapat 3 jt/tahun untuk UP 1 M? Emang masa period-nya berapa lama, 10 tahun gak? Saya juga lagi nyari2 nih yang model term-life syariah. Kemaren pas apply Takaful, saya gak bisa dapet angka segitu dech. Tapi, belum ketemu lagi yang selain Takaful.

Konfirmasi Takaful Falah 30 th premi 3 jt/th up 1 M

nico2's picture

Sekedar Newbie...

menghitung besaran UP

Anonymous's picture

untuk yg nanya, lilyardas...
kalau saya sih paling enak nentuin uang pertanggungan adalah dengan menghitung besaran pengeluaran perbulan dikalikan dengan 200. jadi katakanlah per bulan Anda pengeluarannya 5 juta dikalikan dengan 200. maka besaran Up yang diminta ke perusahaan asuransi sebesar 1 milyard.
loh kenapa gitu? jadi gini, katakanlah si penangggung meninggal, trus uang jatuh ke tertanggung. nah berarti si tertanggung nerima uang 1 milyar. dengan asumsi bunga bank 6 persen setahun bersih untuk deposito, maka uang sebesar itu dimasukkan kedalam deposito. nah berarti, si tertanggung bisa dapetin uang 5 juta perbulannya untuk mengganti biaya hidupnya (1milyar x 6% )/ 12 bulan.
kalau untuk besaran premi yg harus dibayar perbulan sih kok kayaknya susah nentuinnya yah, karena banyak hal-hal yang harus di pertimbangin sama si providernya....
tapi intinya, sebagai nasabah atau klien asuransi, sebaiknya kita yang nentuin besaran up nya...karena banyak perusahaan asuransi maen tembak ajah besaran UP buat kita nya...

semoga bermanfaat.

Rumus sederhana

bu6z's picture

Bro Lilyardas --> sorry kalo salah manggil

Dari banyak sumber yang ane baca, rumus sederhana untuk ngitung jumlah UP yang kita perlukan di Asuransi Jiwa itu adalah (Jumlah Pengeluaran per tahun) x 10

Berarti kalo jumlah pengeluaran perbulan 5 juta, UP yang kita butuhin paling tidak sebesar 5juta x 12 bulan x 10 = 600juta

Kalo soal untuk mendapat UP 600juta kita harus bayar premi berapa.... itu tergantung kebijakan tiap perusahaan asuransi. Karena tiap perusahaan punya perhitungan sendiri-sendiri. Makanya kita harus rajin minta ilustrasi ke banyak perusahaan lalu membandingkan mana premi yang paling murah tapi perusahaannya kredibel.

Ane kemaren dikasih file pembuat ilustrasi untuk produk Takaful Falah. Kalo ane masukin data-data berikut :
- Usia masuk 30 tahun
- Masa asuransi 10 tahun
- UP dasar 600juta

Itu dapetnya premi sebesar 2.250.000 per tahun.
Perlu diingat, bahwa di asuransi syariah SELALU DAN PASTI ada nilai tunai, karena sistem nya bagi hasil. Dengan asumsi perkembangan dana di rekening tabarru' sebesar 10% pertahun, maka pada akhir perjanjian, masih ada dana tunai sebesar 12.517.000

Sedangkan kalo di SmartLife nya Allianz, untuk data2 berikut :
- Usia masuk 28 tahun
- Masa asuransi 3 tahun
- UP dasar 600juta

Itu dapet premi nya sebesar 2.712.000 per tahun. Karena ini asuransi konvensional dan bukan syariah, maka TIDAK AKAN PERNAH ada nilai tunai. Masih di SmartLife, untuk data yang sama tapi masa perjanjian 5 tahun, ane diminta bayar premi 2.688.000 per tahun.

Semoga punya gambaran dan terus menggerakkan teman2nya untuk segera menutup rekening Unit-Link nya. hehehehehe.....

Setelah membaca postingan

Munafri's picture

Setelah membaca postingan ini gw makin ngebet untuk mindahin asuransi link gw dengan term life + RD.

Sekedar sharing gw ikut asuransi karena iming-iming investasi, proteksi income n bantuin teman yang jadi agen. sekarang gw baru "Ngeh" setelah baca pemaparan dari rekan-rekan sekalian, many thanks for that :).

Gw pengen nanya nih saking gak ngertinya , kalo mis mau berhenti di tengah jalan, preminya yang bisa ditarik berapa % atau kah cuma nilai tunainya aja yang bisa diambil, mohon penjelasan dong biar makin mantap keputusannya.

Thanks

R!R! 

 

menghitung up

bhoedhies's picture

bro bu6z,

rumusan anda cukup menarik karena memasukkan konstanta 10 sebagai faktor pengkali. Kalau saya akan menghitung dengan cara pengeluaran tahunan dikalikan dengan berapa tahun keluarga yg ditinggalkan dapat kembali mendapatkan penghasilan setelah si pencari nafkah utama meninggal. Atau berapa lama keluarga yang ditinggalkan dapat bertahan sampai mendapat sumber penghasilan baru. Nantinya ada yg menggunakan angka 5, 6, 7, dst sesuai dengan kemampuan masing2 keluarga. Katakanlah untuk kasus sis (bukan bro) lilyardas misalnya sis lilyardas karena seorang wanita karier tidak membutuhkan waktu yg cukup lama untuk mendapatkan pengganti penghasilan, katakanlah hanya dibutuhkan waktu 6 tahun saja sehingga perhitungannya menjadi 5jt x 12 bln x 6 thn = 360 jt.

Atau pendekatan kedua jika misalnya sis lilyardas adalah seorang ibu rumah tangga yg akan tetap sbg ibu rumah tangga karena anaknya masih kecil2 maka perhitungannya bisa menggunakan model konservatif dengan menggunakan return dari reksadana fixed income 12% pa atau 1% per bln yg akan memberikan hasil sebesar 5jt per bulan jika memiliki dana sebesar: 5jt : 1% = 500jt.

Nah dari angka 360 jt (opsi pertama) atau 500 jt (opsi kedua) tadi tinggal ditanyakan ke agen asuransinya berapa premi yg harus dibayar disesuaikan dengan usia si pencari nafkah utamanya.

Buat sis lily yg perlu digarisbawahi adalah kita yg MENENTUKAN besarnya uang pertanggungan dan BUKAN agen asuransi. Tugas mereka adalah menghitung berapa besarnya premi yg harus kita bayar berdasarkan UP yg sudah kita tentukan.

Cheers,

Strategi membeli asuransi

sbastian's picture

GW lagi rencana untuk membeli asuransi, utk menggantikan UnitLink yg ada skrg ini, mohon solusinya bagaimana juga dengan tambahan membeli asuransi kesehatan.

 Apakah lebih baik membeli manfaatnya disatukan dengan asuransi jiwa (rider ya istilahnya?), atau membeli terpisah?

Strategi membeli asuransi

sbastian's picture

Thx...Tambahan lagi nih. Dulu gw pernah diskusi ama agen gw, waktu bandingin UL dg Term-life. Adanya jaminan perpanjangan kontrak. Misal kita menderita penyakit yg mebutuhkan perawatan lama, maka kontrak akan dijamin perpanjangan th berikutnya, dan kbnyk Termlife tidak ada. I just want to make sure, bros and sists bagaimana dg Term life yg udah kalian pakai, misal di saat mendekati akhir kontrak, kita terkena suatu penyakit krits dan butuh perawatan lama, bgman jaminan perpanjangan kontraknya?

thx

rider kesehatan

Anonymous's picture

Ini gue quote dari websitenya Ligwina Hananto di www.qmfinancial.com:
"coba deh periksa di polis asuransi yang sudah jadi. Asuransi penyakit kritis ini gak akan langsung keluar begitu kena diagnosa. Fungsi asuransi penyakit kritis ini fungsinya seperti asuransi kecelakaan : untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena ketika kena penyakit kritis kita gak bisa bekerja normal lagi. Bukan untuk mengobati. Jadi kalo kena diabetes, masih bisa hidup 7 tahun lagi, ya gak keluar tuh UP penyakit kritisnya. Gagal ginjal kedua-duanya dan tidak bisa transplan lagi, baru keluar UP penyakit kritisnya. Stroke, keluar UP nya. Kanker, stadium 4 baru keluar UP nya."

Ini yang kita suka salah pengertian (termasuk gue pas ambil unit link Prudential, gue ambil rider penyakit kritis juga). Kirain pas kena diagnosa langsung dapet tunjangan penyakit kritis, ternyata gak. Menurut Ligwina, untuk asuransi penyakit kritis seperti yang gue harapkan itu baru ada di luar negeri, dengan premi sekitar USD 700-7.000

IMHO, kalo untuk membiayai pengobatan, daripada ambil rider unit link, masih mending terpisah asuransi termlife dan asuransi kesehatan (biasanya tahunan). Kemaren liat brosurnya Allianz melalui websitenya, pilihan askesnya cukup lengkap, mulai dari rawat inap, ICU, rawat jalan, gigi, melahirkan, etc etc... tinggal dipilih yang mana kira2 kita perlukan. And beberapa asuransi kesehatan menawarkan pengembalian premi sekian persen untuk no claim bonus selama kontrak tahun berjalan.

Kalo masih takut kurang, perbesar aja Dana Daruratnya

regards
lilyardas yang lupa login
(gak ada fasilitas automatic login ya?)

Login otomatis kok...

autogebet's picture

sis lily, sejauh selalu menggunakan komputer yang sama dan tidak pernah logout, maka kondisinya akan selalu login. saya sampai sekarang tidak pernah login lho (krn pakai notebook pribadi) :)

login otomatis

Anonymous's picture

idem ditto mas, ini komputer yang sama dan tak pernah log out... nanti saya coba login lagi, deh... apa ada yang harus di-klik/tick?

lilyardas yang lupa login lagi :D

Kalo ga salah, asal ga ada

imarzaki's picture

Kalo ga salah, asal ga ada nilai investasinya (jadi murni asuransi) silahkan saja ditambahkan rider apapun yg sekiranya diperlukan.

Asuransi jiwa term life

Anonymous's picture

Saya jadi tertarik dengan asuransi jiwa ini. Baru saja menelfon ke Takaful. Mereka bilang ada yang minimal premi 150 ribu/tahun (?) untuk UP 50 juta usia 30 tahun. Tapi saat saya minta untuk UP 1 M, dengan usia 38 kok yang dikirim ilustrasinya malah yang unit link ya (?).
Kalau boleh tahu bro bu6z dapat file pembuat ilustrasi takaful dari mana ya? Bisa dibagi-bagi ga nih... :)

Kalau di websitenya Mandiri sejahtera sih disebutkan untuk usia sekitar 40 tahun dengan UP 1M premi setahun sekita 6jutaan untuk laki-laki dan 5 jutaan untuk perempuan.

Menentukan UP Termlife

Rubina's picture

Hai semua,

Aku juga mengikuti saran dari blognya mbak Wina (thanks ya mbak.....).

Buatkan Termlife untuk yang menjadi provider utama saja, tidak perlu dua2nya. Suami ato Istri saja.

Jumlah UP minimum untuk 2 tanggungan pake rumus pengeluaran bulanan x 10 tahun. 

Coba saja tanya ke beberapa asuransi, cari yang premi nya paling rendah dan UP yang paling besar.... bisa beda2 lho.

Happy hunting....

 

Rencana finansial sederhana asuransi Term Life

imarzaki's picture

Walaupun mestinya website ini membahas RD tapi gpp kali ya share dikit financial planning.

Kalo baca2 dari websitenya Mbak Ligwina www.qmfinancial.com & www.tujuanloapa.com intinya adalah UP itu dimaksudkan untuk bisa menutupi kebutuhan keluarga selama berapa bulan ?.

Real aja, kebutuhan 5 jt per bulan. Dengan TIDAK menyertakan faktor inflasi & kenaikan kebutuhan berarti kalo UP 100jt cukup untuk hidup 20 bulan, dst.

Kalo gak salah "idealnya" UP adalah 240X biaya hidup perbulan (20 tahun) ato minimum dalam kisaran 60-100X (5-10 thn).

Tinggal cari aja disesuaikan dengan pendapatan bulanan, karena kalo preminya kegedean juga jadi membebani pengeluaran juga kan ya.

Sebagai ilustrasi saja produk Proactive plus 10 di Manulife untuk pria 32 thn merokok maka premi pokoknya 424rb per 100jt/thn. Nilai premi ini tentunya berbeda2 untuk tiap produk & asuransi, ga masalah asuransi mana silahkan dipilih yg sekiranya reputasinya bagus & sreg dihati, yg penting kudu (ngotot) minta Term Life ke agen nya. Karena sering kali kalo gak ngotot agennya yg akan ngotot nawarin Unit Link....hehehe.

Tinggal dihitung......

Semoga mencerahan.

Perlukah saya ambil asuransi termlife?

dbigfat's picture

Dear all,

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.Ada yang bilang kalo kita belum menikah belum perlu mengambil asuransi termlife karena kita belum punya ahli waris yg mungkin akan kesulitan membiayai hidup selepas kita meninggal. Saat ini saya berumur 24 dan belum menikah.

Apakah sebaiknya sekarang ini saya ambil asuransi termlife atau duit itu saya tanamkan di reksadana? Apakah asuransi termlife jg mengcover biaya perawatan rs?Lebih baik mana antara asuransi termlife dengan asuransi wholelife?

Mohon pendapat teman2 yah....

orang single tidak butuh asurasi jiwa

Anonymous's picture

itu lah kesalahan saya 4 tahun yang lalu, ketika ambil unit link. Pan di unit link ada asuransi jiwa-nya tuh. waktu itu saya single dan orphan, and tidak ada seorang pun yang saya tanggung. gaji cuma buat hura2 sendiri aja,... eeeh, malah ambil asuransi jiwa via unit link.

jadi kalo anda single dan bingung siapa ahli waris anda dan gak ada yang kesulitan secara financial ketika anda wafat, tandanya anda gak perlu asuransi jiwa, baik term-life maupun whole life, atau pun unit link.

nikmati aja waktu single anda dengan rajin2 berinvestasi sebanyak2nya di reksadana maupun logam mulia (gue lagi ngincer invest di logam mulia nih)... sebelum nanti pusing kalo dah nikah apalagi punya anak, porsi investasi terpaksa berkurang karena tagihan semakin banyak,.... lho kok curhat hehehe....

lilyardas

termlife itu asuransi jiwa

almazia's picture

Kalau belum punya tertanggung lebih baik uangnya diinvestasikan di reksadana atau dibelikan premi asuransi kesehatan (misalnya jika tidak ditanggung tempat kerja).

Kasarnya seperti ini: untuk apa beli asuransi jiwa, bayar premi mahal2 trus kl kita meninggal juga "tidak ada yang butuh" uang pertanggungannya, hehehe :p

Termlife itu asuransi jiwa, benefitnya hanya didapat jika tertanggung meninggal dunia, jadi tidak mengcover biaya perawatan RS. Kalau mau ya ambil asuransi kesehatan juga, AFAIK pada dasarnya untuk mencover biaya rawat inap, tapi bisa ditambah premi untuk dengan rawat jalan, dokter gigi, melahirkan, dll (kl ga salah istilahnya rider).

-almazia, learner-

UP Jiwa Bisa Untuk Amal Jariyah

asepso's picture

Sy baca dari pendapat Pak Jauhari, seorang finplan (ini blognya http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/09/belum-menikah-butuhkah-as...), orang yg masih singel mgkn tidak butuh asuransi jiwa. Tapi tak ada salahnya dia ikut asji. Ketika ngambil asji, dia harus berwasiat kepada orangtuanya dan saudara-saudaranya, agar kalau dia meninggal sebelum berkeluarga, maka UP jiwanya disumbangkan ke lembaga atau kegiatan amal. Dengan begitu, dia punya amal jariyah yg memberikan pahala untuknya di alam sana.

Saya kira ini fungsi lain dari asuransi jiwa, yaitu menjadi sarana sedekah untuk terakhir kali.

Salam,

Asep Sopyan
http://myallisya.wordpress.com

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.