Partners

Kesegaran Jelajah Kebon Agung - Nanggulan - Godean [46 km]

Sepeda Sehat - Mon, 05/18/2015 - 06:28

Artikel ini merupakan versi yang lebih pendek dari rute yang sejenis pada postingan sebelumnya. Selepas dari ringroad Jalan Magelang, langsung masuk ke Jalan Kebon Agung, langsung suasana jalan sepi, segar dan relatif datar. Sesampainya di Nanggulan, nantinya akan menghadapi tanjakan yang sama seperti pada postingan sebelumnya. So, rute ini cocok sebagai latihan gowes endurance sebelum menempuh jarak yang lebih jauh.

Foto dikontribusikan oleh GamaGo, Gadjah Mada Gowes.



Lokasi:  Indonesia 7° 36' 23.814" S, 110° 13' 43.644" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 45.00kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 2.30%Elevasi Maksimal: 6.30%Elevasi Jarak: 3.00km
Categories: Partners

Teknik Ganti Gir dan Perawatan RD

Sepeda Sehat - Mon, 05/18/2015 - 05:55

Untuk memainkan gir depan & belakang, harus dihindari settingan menyilang antara gir depan dan belakang. Contoh: gir depan paling besar dan gir belakang paling gede; atau gir depan paling kecil dan gir belakang paling kecil. Ini akan mnyebabkan posisi rantai menyilang dan mudah lepas.

Jadi memainkan gir depan - belakang harus dijaga agar rantai tidak menyilang. Idealnya, kalau gir depan paling gede, maka gir belakang bisa dimainkan dari gir tengah sampai paling kecil. Begitu juga sebaliknya.

Termasuk perawatan RD (rear derailleur)  Setelah kita bergowes, ketika sepeda akan disimpan lagi, usahakan posisi rantai di gir depan dan belakang ada di gir paling kecil (menyilang). Manfaatnya, RD tidak ketarik kedepan shg pegas di RD terjaga kelenturannya. Baru ketika sepeda mau digowes, posisi rantai menyilang sebaiknya dihindari.

Berikut ilustrasi yang lebih jelas, bersumber dari How to Use Gear Shifters Effectively.

Semoga tips ini bermanfaat.

Categories: 

Categories: Partners

Kesegaran Jelajah Borobudur - Nanggulan - Godean [75 km]

Sepeda Sehat - Sun, 05/17/2015 - 18:20

Rute ini termasuk salah satu favorit saya. Jarak rute ini lumayan, sekitar 75 km PP (start dari Tugu Yogyakarta), tapi penuh kesegaran di daerah Nanggulan, plus tanjakannya juga tidak terlalu berat. Rute ini berangkat melalui jalan utama (Jl. Magelang), tanjakannya landai saja hingga persimpangan ke Borobudur, sesudah itu rolling jalan menurun nikmat sekali sampai Godean. Total waktu tempuh rute ini sekitar 4 jam (dengan roadbike, tanpa memperhitungkan istirahat/berhenti).

Tentu rute ini bukan tanpa tanjakan. Di daerah Nanggulan nanti akan ada 2 tanjakan tapi tidak terlalu berat, rerata elevasinya 2% (max 6%). Kedua tanjakan ini panjangnya 2 km saja. Saya pernah mencoba rute ini dari arah sebaliknya, dan tanjakannya terasa lebih berat. Oleh karena itu lebih nyaman menjalani dari arah Borobudur ke Nanggulan. Oh ya, dalam foto berikut tertulis jaraknya 83 km, itu diabaikan saja karena titik startnya bukan dari Tugu Jogja ^_^

Sebaiknya menjalani rute ini pagi-pagi sekali, karena separuh perjalanan akan melalui jalan utama Jogja - Magelang, jika kesiangan akan ramai (dan polusi). Sesudah melewati tanjakan di Godean, rutenya relatif datar-datar saja, walaupun cukup banyak pepohonan tapi ketika menjelang masuk ke kota akan terasa cukup panas (plus mulai ramai dengan kendaraan).

Tribute foto oleh Nugroho Setio Wibowo.


Lokasi:  Indonesia 7° 36' 23.814" S, 110° 13' 43.644" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 75.00kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 2.30%Elevasi Maksimal: 6.30%Elevasi Jarak: 3.00km
Categories: Partners

Curug Pulosari

Sepeda Sehat - Thu, 05/14/2015 - 22:35

Curug Pulosari adalah wisata alam "air terjun mini" yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Jogja, hanya sekitar 18 km saja jika mengikuti panduan dari Google Maps. Curug ini berlokasi di Desa Wisata Krebet, Bantul. Sehingga Jalan menuju Desa Wisata sudah aspal mulus, jangan lewatkan untuk berfoto di patung Semar yang sangat terkenal itu. Memasuki kawasan curug sudah disambut jalan setapak semi offroad, dan tentu saja full offroad di lokasi curug, sebaiknya menggunakan sepeda MTB. Ada beberapa pilihan jalan masuk menuju curug, tapi saya pilihkan disini jalur yang paling enak, sudah ada jalan setapak yang bisa dilalui sepeda. Jika melalui jalur lain, kondisi jalan aslinya diperuntukkan jalan kaki, harus melalui tangga setapak (tanah) yang cukup curam dan licin. 

Lokasi ini bernama Jurang Pulosari di Google Maps, set directions akan langsung diberikan jalur yang paling enak. Untuk lebih jelasnya bisa klik pada peta berikut.

Kondisi tanjakan tidak terlalu mengkhawatirkan, hanya ada tanjakan menuju Desa Wisata Krebet, cukup bervariasi naik, mendatar dan turun, banyak kesempatan untuk mengambil napas. Menurut Google Earth, panjang tanjakan 2,2 km dengan rerata elevasi 4,4% (max 9,7%).

Sesampainya di kawasan Curug, sepeda boleh dibawa turun, namun tetap harus melalui bebatuan tangga yang curam licin karena bebatuan terkena lumpur. Sebaiknya pastikan menggunakan alas kaki yang tidak licin. Juga sebaiknya mengunjungi lokasi ini pada musim hujan, atau sesudah hujan, agar melimpah airnya. Jangan kuatir jika ingin main air dibawah air terjun, tersedia kamar ganti dengan biaya Rp. 2.000. Jika lapar, juga tersedia warung dengan harga yang wajar, sate ayam plus lontong Rp 10.000, aqua botol Rp 3.000.

 




Lokasi:  Indonesia 7° 51' 39.2832" S, 110° 17' 13.524" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 18.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 4.40%Elevasi Maksimal: 9.70%Elevasi Jarak: 2.20km
Categories: Partners

Manfaat Bersepeda bagi Penderita Jantung Koroner

Sepeda Sehat - Thu, 05/14/2015 - 21:39

Sebuah sharing pengalaman dari seorang penderita jantung koroner yang telah rutin bersepeda. Pada tahun 2005 telah dipasang 4 ring, dan sepuluh tahun sesudahnya dipasang lagi 2 ring. Walaupun demikian, keluhan nyeri data ternyata datang lagi, akhirnya melakukan olahraga bersepeda rutin. Semenjak sesudah bersepeda, keluhan nyeri data tidak ada lagi.

Sebagian transkrip video ini juga diulas di artikel Sepeda Itu Cukup Satu.

Video: 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Kenyamanan dalam Bersepeda Jarak Jauh (Endurance)

Sepeda Sehat - Thu, 05/14/2015 - 21:22

Faktor yang berpengaruh dalam kenyamanan dalam bersepeda terutama endurance (long distance) :

  1. Sedel, karena kita duduk disitu bisa berjam-berjam. Sadel RB meski tipis tetapi malah nyaman dan pas ketika diduduki. Apalagi yang terbuat dari Gel
  2. Handlebar, handlebar dengan permukaan lebar seperti di specialized aerofly sangat nyaman ketika kita dalam posisi relax. handlebar terasa nyaman untuk tumpuan tangan
  3. Celana padding, celana padding sebaiknya yang bagus. Beda sekali padding celana import dengan lokal
  4. Pedal cleat, untuk jarak jauh apalagi speed tinggi penggunaan cleat membuat nyaman kaki karena selalu pada posisi yang tepat
  5. Camilan diperjalanan. Saya biasanya bawa fitbar yg low calories. Sedangkan pak Eko Eshape suka membawa beng beng yg katanya coklat energinya lebih cepat diproses tubuh
  6. Teman diperjalanan, selain tidak membuat jenuh tapi juga bisa membantu kalau ada ban bocor.
  7. Setinggan sepeda khususnya (kaki) sedel dg pedal. Ukuran harus tepat jika terlalu pendek jg lbh capek. Ketika terlalu jauh bisa memgakibatkan kram karena otot kaki tertarik
  8. Mental, dalam gowes jauh butuh mental sabar dan percaya diri. Percaya diri utk bisa menyelesaikan dan sabar ndak usah grusa grusu mau sampai. Alon2 yg penting kelakon.

Categories: 

Categories: Partners

Ancol Bligo, Awal Bermulanya Selokan Mataram

Sepeda Sehat - Sun, 04/19/2015 - 08:21

Ancol Bligo adalah sumber aliran air Selokan Mataram di Yogyakarta, di tempat ini air dari sungai Kulonprogo dialirkan ke Selokan Mataram. Tempat ini sangat bersejarah, alkisah dulu saat jaman penjajahan Jepang, Sultan Jogja pada saat itu mengerahkan warganya untuk membangun Selokan Mataram, agar terhindar dari romusha dikirim ke Jepang. 

Jarak menuju lokasi dari kota Yogyakarta sekitar 25 km. Kondisi jalan sangat mulus, juga tidak ada tanjakan berat, relatif rata datar, hanya saat di lokasi kondisinya agak off-road, namun masih memungkinkan menggunakan roadbike.





Lokasi:  Indonesia 7° 39' 51.8148" S, 110° 16' 4.188" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 25.00kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 1.30%Elevasi Maksimal: 3.00%
Categories: Partners

Indahnya Cultural Park Garuda Wisnu Kencana

Sepeda Sehat - Wed, 04/08/2015 - 10:02
Mood merupakan musuh utama menulis, niat saja ternyata tidak cukup, dan paksaan adalah cara paling efektif mengeluarkan mood. Peristiwa sepedaannya sudah terjadi 1 minggu yang lalu tepatnya kamis tanggal 2 April 2015. Saya berkesempatan melakukan kunjungan balasan, setelah akhir tahun kemarin sahabat saya bro Made dari Bali berkunjung ke Samarinda dan sempat gowes bareng, dan pada kesempatan lawatan balasan kali ini bro Made yang bertindak sebagai host. Sebenarnya saya sudah beberapa kali berkunjung ke-Bali, dan keinginan bersepeda di Bali sudah sejak dulu dan luarbiasa telah terealisasi minggu yang lalu. Petualangan dimulai dari Hotel Citadines Kuta. keluar hotel ambil jalur pantai kuta kemudian belok kejalan melasti-jl. Sriwijaya-Jl. majapahit-jl. blambangan-Jl. kendedes-masuk ke jl. By Pass Ngurah Rai-keluar by pass mulai menanjak melalui jl raya kampus unud. dari kuta sampai jalan masuk kampus unud ini sudah 12 km. dan perjuangan yang sebenarnya dimulai disini. dari jl raya kampus unud sampai pintu gerbang GWK menanjak sepanjang 5 km. tapi itu baru extra nya. puncaknya adalah ketika mencoba jalur mendaki melalui jalur aspal di belakang ruko2 di dalam kompleks GWK. di peta google jalur tersebut belum punya nama jalan, mungkin contributor/editor google map indonesia belum mengupdate, jalur memutar bukit sepanjang 5 km. Lokasi: 

Kota: 

Categories: Partners

Rasakan Efek Afterburn!

Sepeda Sehat - Sat, 04/04/2015 - 19:17

Pada saat awal mula saya mulai berolahraga, saya sangat terinspirasi dengan salah satu "keajaiban" pada tubuh manusia yang disebut dengan "afterburn", yaitu sebuah kondisi dimana tubuh terus membakar kalori hingga 38 jam sesudah berolahraga. Dalam literatur sports medicine, bahasa resmi "afterburn" adalah EPOC (Excess post-exercise oxygen consumption). Efek afterburn tergantung dari jenis, intensitas dan durasi olahraga Olahraga yang bersifat anaerobik memberikan efek afterburn yang lebih besar (membakar kalori lebih besar) daripada olahraga aerobik. Durasi olahraga yang lebih lama, apalagi yang termasuk dalam kategori high intensity training memberikan efek afterburn semakin besar. Kondisi aerobik dan anaerobik ditentukan dari zona denyut jantung saat kita berolahraga.

Manfaat afterburn ini sesungguhnya lebih dari sekedar bakar membakar kalori. Bagi kita yang ingin mengurangi berat badan, lebih banyak kalori yang dibakar tentunya lebih baik, bahkan lemak terus dibakar walaupun olahraga sudah selesai. Bagi yang belum merasakan penurunan berat badan, tidak perlu kuatir karena ternyata ada fakta riset ilmiah yang menarik, dimana dalam periode latihan 1 bulan terjadi peningkatan pembakaran lemak sebesar 44% walaupun tidak ada perubahan berat badan dan tidak ada perubahan lingkar pinggang. So keep it up!

Nah, bagi kaum penderita diabetes seperti saya, efek afterburn memberikan manfaat yang sangat nyata, berbagai literatur ilmiah mengkonfirmasikan pengalaman saya pribadi. Dalam referensi literatur terkini (Oktober 2014), efek afterburn (peningkatan konsumsi oksigen sesudah berolahraga) meningkatkan pembakaran lemak dalam kondisi istirahat, meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin, dan menurunkan kadar gula darah. Artinya, jika kita berolahraga dalam intensitas dan frekuensi yang cukup, maka kita tidak perlu kuatir jika sesekali makan normal "melanggar pantangan" :)

CARA MENDAPATKAN EFEK AFTERBURN

Bagaimana caranya untuk mendapatkan efek afterburn? Sederhana sekali, cukup mengkondisikan pada saat olahraga mencapai denyut jantung tertentu. Sederhana, namun untuk ini diperlukan perangkat sportwatch yang memiliki sensor denyut jantung, sehingga denyut jantung dapat selalu terpantau realtime saat berolahraga. Sportwatch ini penting, bukan untuk gaya-gayaan, karena efek afterburn dapat dicapai oleh siapapun dalam berbagai usia, tidak hanya untuk mereka yang masih muda.

Dari referensi literatur, efek afterburn maksimal dihasilkan dalam kondisi 70% VO2max (tidak diperlu dipusingkan istilah VO2max, nanti akan dikonversi ke satuan denyut jantung). Berikutnya kita akan lakukan sedikit hitungan matematis untuk mendapatkan berapa denyut jantung yang diperlukan untuk mencapai efek afterburn. Untuk memudahkan, gunakan kalkulator yang disediakan oleh website ini, merangkum semua formula yang bersumber dari literatur ilmiah.

1. Hitung denyut jantung maksimal (MHR - maximum heart rate)

Kita pakai saja hasil perhitungan dari riset paling baru, "USA Researcher (2007)".

2. Hitung denyut jantung untuk efek afterburn

Masukkan angka "70" dengan satuan "VO2 max" kemudian klik Calculate. Hasilnya, kondisi 70% VO2max setara dengan 82% MHR. Dalam contoh diatas, untuk mencapai efek afterburn untuk usia 37 tahun diperlukan denyut jantung minimal 149 per menit. Inilah zona afterburn. Lebih dari itu, makin besar efek afterburn, plus manfaat lainnya untuk kebugaran dan kesehatan. Tentu jangan sampai melebihi MHR ya :D

Semoga bermanfaat. Berdasarkan pengalaman pribadi, zona afterburn mudah sekali tercapai dengan bersepeda. Sementara sebaliknya, sangat sulit untuk mencapai zona afterburn dengan berenang. Silakan melakukan olahraga apa saja bebas, sejauh nyaman, tidak memberatkan, asal dapat masuk zona afterburn. Go Afterburn!

Lokasi: 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Menikmati Alam Boekit Hijau BNI Imogiri Bantul

Sepeda Sehat - Mon, 03/30/2015 - 10:08

Sabtu tanggal 28 Maret 2015 kemarin teman-teman Bejen Cross Country (BeXC) merencanakan gowes ke arah timur, maka dipilihlah Boekit Hijau BNI Imogiri Bantul sebagai destinasinya BeXC selanjutnya. Berangkat dari kampung Bejen sekitaran Bantul Kota pukul 06.30 dengan formasi 5 personil, langsung menyusuri jalanan Bantul ke arah timur. Kami sengaja tidak blusukan karena ada salah satu teman kami yang akan menyusul jadi mau tidak mau harus mencari jalan yang gampang menemukan kami. Perempatan Manding kami lewati teman kami juga belum terlihat tanda-tanda penampakannya. Ke timur lagi sampai ke Perempatan Jetis belum nongol juga, kita lanjut ke pertigaan Karangsemut ke selatan dan akhirnya teman kami bisa menyusul di sekitar Pasar Imogiri Baru. Akhirnya dengan formasi 6 personil kami berangkat menuju Boekit Hijau BNI yang terletak di Karangtengah Imogiri Bantul.

Dari Pasar Imogiri Baru langsung saja menuju arah makan raja-raja imogiri, setelah sampai Polsek Imogiri perhatikan penunjuk arah, silakan ambil ke arah Mangunan.

Dari sini sudah mulai sedikit nanjak, silakan mengikuti jalanan ini sampai ada pertigaan kalau ke kiri arah Mangunan nah kita ambil yang arah kanan, kalau digambar warna yang kuning itu jalan ke arah mangunan, nah tepat panah merah itu silakan ambil kanan. Jika anda menemukan tanda di bawah ini berati rute sudah benar, ikuti saja arahnya atau nanti bisa anda track melalui koordinat yang saya share dalam artikel ini.

 

Sebenarnya kalau kita akan ke Jembatan Gantung siluk bisa melewati jalan ini dan tanjakannya pun tidak kalah menarik bagi penyuka uphill, setelah menyusuri jalan tersebut akan ada tanda arah ke Boekit Hijau BNI lagi di sebuah pertigaan, nah kita ambil yang kiri. Dari situ jalan nanjak sudah terasa sekali berikut ini adalah gambaran elevasi tanjakanya. Rute tersebut terlihat pendek karena saya mulai dari pasar Imogiri sampai puncak pinggir jurang di Boekit Hijau BNI.

Setelah menyusuri tanjakan-tanjakan yang mengasikkan kita akan menemui Garuda Indonesia Forest dan Kawasan Penghijauan Tanaman Sutra Liar, kita akan sampai ke tujuan kita. Terusk saja sedikit nanti sampai ketemu tower dan ada jalan setapak ke selatan. Sampai dipuncak tersebut kita disambut oleh kabut yang lumayan tebal sehingga tidak terlihat jalan setapak yang keselatan tersebut, sempat kebablasan tapi ternyata malah menemukan view yang sangat bagus. Jarang sekali kami bersepeda menemui kabut yan sangat tebal seperti ini.

 

Oke kami akhirnya bertanya ke penduduk setempat sambil mengisi logistik, butuh banyak logistik untuk naik bukit ini. Ternyata jalan masuknya memang sedikit dibawah kami foto-foto di kabut tebal tersebut. Kondisi jalan awal masuk ada batu-batuan yang ditata dikombinasi juga tanah lepung, jadi sebaiknya kalau kesini memakai ban yang agak lebar atau sepeda MTB. Lihat saja kondisi ban saya di galeri saat melewati jalan tersebut. 

Di pinggir jurang tersebut kita akan menemukan gasebo yang sangat mengasikkan untuk menikmati pemandangan di pinggir jurang Boekit Hijau BNI ini. Untuk penampakan foto-foto pemandangan silakan lihat di galeri saja ya :D. Berikut ini saya sertakan rute tapi cuma dari Pasar Imogiri Baru. koordinat dan rute di maps.

Penyesalan saja saat tiba dipuncak itu ternyata sinyal data blank sehingga kami kehilangan track record di aplikasi Cyclers yaitu aplikasi semacam Endomondo tetapi ini adalah aplikasi pihak ketiga Strava tiba-tiba out of resource, aplikasi tiba-tiba close dan akhirnya hilang semua track record perjalanan tadi. Untungnya Heremaps bisa menyimpan koordinat ke favorite tanpa menggunakan sinyal data alias offline, sehingga saya bisa menulis artikel ini disertai koordinat yang tepat. 

Puas menikmati dan mengabadikan pemandangan alias foto-foto narsis di atas Boekit Hijau BNI dan sebenarnya kami juga mencari tulisan besar "Boekit Hijau BNI"  ternyata tidak ada di sekitar jurang tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk turun. Saat melewati jalan setapak tersebut ternyata salah satu anggota team melihat tulisan "Boekit Hijau BNI" ada di atas kami, tepatnya di kanan jalan dan untuk menuju kesana harus naik beberapa anak tangga, sepeda harus ditinggal dibawah. Memang tidak terlihat karena memang tidak terawat dan disekitarnya banyak tumbuh pohon-pohon yang menutupi tulisan tersebut.

Lanjut turun dengan rute yang sama dengan naik tadi, saat turun ternyata jaraknya terasa lebih pendek dan cepat tidak seperti naiknya tadi yang terasa jauh dan lama (efek ngos2an saat nanjak kali ya?) Akhirnya teman-teman Beksi memutuskan "nyiruk" (istilah yang kami pakai saat ngisi logistik) atau wisata kuliner di sekitaran Imogiri, yaitu Warung Sederhana. Warung ini cukup legendaris dan cukup familiar untuk kalangan goweser yang menuju ke Imogiri. Gimana tidak legendaris berdirinya saja sejak tahun 1958, kalau orang mungkin sudah capek ya berdiri sejak tahun tersebut, hehe.

Dengan berakhirnya "nyiruk" tersebut maka berakhir pula artikel untuk judul ini. nantikan petualangan BeXC selanjutnya.

Jangan Lupa Bahagia

 

Credit photo team BeXC (Bejen Cross Country)











Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Sepeda: MTBElevasi Rerata: 6.40%Elevasi Maksimal: 25.00%Elevasi Jarak: 2.00km
Categories: Partners

Gowes Grojogan Tuwondo dan Puncak Bucu Bantul Yogyakarta

Sepeda Sehat - Wed, 03/18/2015 - 05:06

Kereta api Bima hari itu, Jum'at 13 Maret 2015,  tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta tepat waktu. Sampai di Yogya masih hari Jum'at, jam 23:50 :). Asyik, artinya bisa istirahat tidur lebih lama sebelum gowes di Sabtu pagi. Ya, sudah janjian Sabtu pagi jam 05:30 kumpul di KM 0 untuk gowes ke Grojogan Tuwondo, Bantul. Komitmen menggembirakan untuk bisa rutin berolah raga.

Grojogan Tuwondo

Setelah tidur dengan nyenyak di rumah, jam 04:30 pagi bangun, siap-siap dan segera meluncur menyusur jalan Monjali, menuju Tugu, melintas Malioboro mengarah ke KM 0 titik temu pagi itu. Hari masih gelap, dan sedikit percik-percik air gerimis mulai menemani di daerah Malioboro. Di KM 0, di dekat patung-patung gajah yang sudah mulai menjadi korban keisengan, dicoret-coret, sudah hadir menunggu, mas Yuda dan Prof. Nizam. Pas, baru kumpul bertiga, hujan lebat mengguyur, dan kami berteduh di "lobby luar" bank BNI di sisi Selatan Barat perempatan KM 0.

Segera setelah kami duduk, datang penjual kopi, dan mas Yuda dan Prof Nizam tidak melepaskan kesempatan ini untuk ngopi, menghangatkan tubuh di tengah curah lebatnya hujan pagi itu.

Tidak begitu lama hujan lebat ini reda, dan kami bertiga segera meluncur meninggalkan KM 0, mengarah ke alun-alun Kidul, terus melaju menuju Terminal bus Giwangan di tepi ring road Selatan. Dari perempatan terminal Giwangan, gowes terus berlanjut ke arah Selatan di jalan Imogiri Timur Tidak begitu jauh, kami berbelok ke kiri, atau ke arah Timur menuju jalan Pleret. Kemudian terus mengarah ke Timur, menuju ke Grojogan Tuwondo yang terletak di kampung Lemah Abang,  Banyakan 3 , Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Berteduh di Lobby Bank BNI KM 0

Lokasi grojogan ini tidak terlalu jauh dari kota Yogya, hanya sekitar 15 km dari KM 0 Yogyakarta.

Pemandangan di perjalanan menuju lokasi tersebut, sangat indah, perpaduan antara perkampungan penduduk, persawahan dan bukit yang hijau di musim penghujan ini. Kira-kira 1 km sebelum lokasi grojogan, perjalanan berlanjut melalui jalan semen hasil swadaya penduduk, dan sekitar 300 meter terakhir melalui jalan Tanah liat yang agak licin di saat geremis seperti saat kami tiba di lokasi grojogan ini.

Pemandangan Indah menuju Lokasi Grojogan Tuwondo

Konon nama  Gerojogan Tuwondo yang berketinggian sekitar 25 meter ini,  dipilih karena bentuk batu-batuan tempat air terjun yang bertingkat-tingkat seperti anak tangga , Batu-batuan atau dalam bahasa Jawa watu bentuk ondo. Jadi perbaduan antara watu/batu dan ondo (tangga). Watu berbentuk ondo (Batu-batuan berbentuk tangga), dan seperti kebiasaan orang Jawa yang senang dengan bunyi yang enak di telinga dan menyingkat, watu ondo menjadi Tuwondo.

Bentuk bertingkat-tingkat ini menambah keindahan panorama, dan suara gemercik air menambah lengkap keindahan empat dimensi grojogan ini. Sangat menyenangkan, menatap air yang turun dari atas bertingkat-tingkat, dan mendengarkan suara gemericik air.....sungguh indah.

Rencana semula kami akan langsung balik ke Yogya untuk mampir di Sate Klatak pak Pong, namun ketika keluar dari jalan semen, kami melihat petunjuk jalan menuju Puncak Bucu....dan kami memilih untuk mengarah ke jalan mendaki ke Puncak Bucu. Dan memang luar biasa. Jarak tempuh tidak lebih dari 3 KM, namun menanjaknya lumayan berat. Perbedaan elevasi di jalan masuk sampai ke puncak sekitar 200 meter. Dan beberapa kali kami memilih menuntuk sepeda, karena memang sudah tidak kuat lagi untuk mengayuh.

Dan praktek menuntun sepeda masih kami lakukan juga saat turun, karena ketajaman jalan yang menurun dan licin karena masih sedikit geremis. Setelah sejenak menikmati pemandangan di puncak Busu (meski kami belum yakin juga, mana yang disebut Pucak Busu, karena tidak ada petunjuk yang jelas), kami segera berbalik menuju Sate Klatak pak Pong...uenak satenya, meski hanya 2 tusuk untuk satu porsinya.

Analisa Elevasi rute ini:



Video:  Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 53.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 10.00%Elevasi Maksimal: 28.00%Elevasi Jarak: 1.60km
Categories: Partners

Cantiknya Air terjun Tuwondo di Sitimulyo Bantul

Sepeda Sehat - Tue, 03/10/2015 - 22:17

Tidak jauh dari kota Jogja ada air terjun yang cantik. Alternatif bagi yang suka gowes sambil menikmati wisata alam. Pecinta fotografi pun dapat dimanjakan dengan spot air terjun bertingkat-tingkat. Namanya Grojogoan Tuwondo (Air terjun Tuwondo).  Tuwondo berasal dari kata  ondo (bahasa jawa) artinya tangga/bertingkat. Untuk menuju grojogan Tuwondo tidaklah terlalu sulit.

  • Kira-kira 10 km dari perempatan ringroad jalan Wonosari,   Gowes dari kota Jogja menuju perempatan ringroad wonosari terus timur/jalan wonosari sekitar 4,2 km kemudian sampai perempatan jalan sitimulyo-segoroso belok ke selatan +/- 5 km  sampai menemukan desa Banyakan 3.
  •  Alternatif lainnya  dari ringroad  menuju jalan pleret kemudian belok kiri/timur  menuju arah Sitimulyo sampai nanti ketemu dusun Banyakan 3. Dari Gapura Banyakan 3 masuk ke timur/kampung, jalan cor sedikit menanjak.

Tanya warga sekitar pasti mengetahui dimana letak air terjun tersebut. Koordinat GPS  -7.864342, 110.430952°.  Air terjun Tuwondo ini dapat dinikmati maksimal kala musim hujan, dimana debit air cukup deras. Apabila ingin petualangan yang lebih menantang bisa naik lebih ke atas dengan memanjat bukit kecil. Diatas ada air terjun lagi yang tidak kalah cantiknya. Sepeda yang digunakan disarankan  pakai MTB apabila akan melanjutkan  untuk blusukan/XC disekitaran Banyakan.  Kalo menggunakan roadbike saat menuju lokasi air terjun sebaiknya di "tuntun" karena medan cukup licin dan ada batu-batuannya.  Setelah melihat air terjun, bisa dilajutkan gowes XC ke  puncak Bucu, surga bagi para goweser penyuka tanjakan. 









Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 10.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 1.90%Elevasi Maksimal: 5.60%Elevasi Jarak: 10.00km
Categories: Partners

Utara Samarinda, serunya bersepeda melewati sawah nan indah

Sepeda Sehat - Sun, 03/08/2015 - 12:34

Sebelumnya salam kenal buat semua pembaca sepedasehat.com, terima kasih buat bro admin yang sudah mempercayakan penulis menjadi kontributor untuk daerah samarinda, saya tidak perlu memberi pelajaran geografi samarinda ada dimana walaupun banyak penduduk Indonesia yang kadang masih salah menyebut balikpapan adalah ibukota propinsi kalimantan timur, he he he.. penulis sebenarnya belum lama punya kegiatan gowes, tapi seiring bertambahnya usia (walau masih 30an) sudah harus mengurangi olahraga kardio yang high impact seperti joging, dan menurut referensi sepeda memiliki impact yang low dengan hasil pembakaran kalori yang besar, walau durasi bersepeda nya panjang resiko nya lebih rendah dari jogging selama tetap menjaga aturan keselamatan.Pagi ini selepas subuh penulis prepare buat gowes dengan rencana rute baru yang belum pernah penulis lewati. seperti biasanya gowes kali ini penulis tetap gowes sendiri, karena belum pernah bergabung komunitas sepeda dan tidak ada referensi untuk bergabung dengan komunitas sepeda apapun. sudah sejak lama rute ini pengenn penulis lewati, karena banyak yang bilang bahwa rute ini sudah menghubungkan wilayah yang dulu terisolasi sekarang menjadi penghubung daerah lempake dan bengkuring. sebelum ada jalan tembus ini pengguna kendaraan bermotor harus memutar dengan jarak kurang lebih 10 km. dengan ada jalan tembus yang baru saja selesai proses pengecorannya tahun 2014 kemarin jarak tempuhnya menjadi sekitar 4 -5 km.rencana rute pagi ini adalah start dari rumah (perum talang sari regency kec. samarinda utara) lewat jalan talang sari kampung - di panjaitan - lempake - benanga - muang - padat karya - sempaja - inpres- di panjaitan - talang sari - rumah. pilihan rute ini karena selain sebagian besar rute merupakan jalan kampung yang tidak banyak di lewati kendaraan bermotor, sepanjang jalur banyak pemandangan yang luar biasa indah, seperti bendungan benanga yang merupakan salah satu destinasi wisata kota samarinda. selepas bendungan benanga setelah kita masuk jalan muang datu kita akan di suguhi pemandangan layaknya susana pedesaan di pulau jawa dengan hamparan persawahan. memang dahulunya daerah lempake dan muang ini adalah salah satu wilayah transmigrasi di kota samarinda. seiring berkembangnya kota daerah lempake semakin berkurang persawahan nya tetapi daerah muang datu masih banyak di jumpai persawahan, semoga pemkot samarinda tidak memberi ijin pertambangan batu bara atau pembukaan wilayah perumahan di daerah ini.setelah kurang lebih 1 jam bersepeda dari rumah sampailah di daerah muang datu yang pemandangannya luar biasa. untuk pekerja kantoran yang setiap hari ketemu kertas dan layar komputer tentu melihat pemandangan alam adalah hal yang luar biasa. energi negatif bisa di release di tempat ini. sempat leyeh leyeh sebentar sambil selpi cozmix cx kesayangan. dan seperti biasanya, tantangan terbesar bersepeda solo karir adalah gowes pulang, setelah gowes kurang lebih 17 km penulis sampai di bengkuring, mampir makan dan pulang dan lanjut gowes di terik panas jam setengah 11 siang. dan sisa perjalan kerumah kurang lebih 9,5 km di kebut dalam 45 menit

Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 27.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 3.00%Elevasi Maksimal: 11.30%
Categories: Partners

Trigliserid Normal Dengan Bersepeda Tanpa Obat

Sepeda Sehat - Sun, 03/08/2015 - 07:48

Trigliserid merupakan salah satu komponen kolesterol dalam darah selain HDL (lemak baik) dan LDL (lemak jahat). Kadar trigliserid yang tinggi merupakan "satu paket" dengan diabetes, juga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Sebagai pengidap diabetes, rekor trigliserid tertinggi saya adalah 231, hampir bersamaan pecah rekor dengan gula darah 2 jam yang mencapai 378. Sesudah 5 tahun berselang, sesudah saya mengendalikan pola makan dan rajin bersepeda, alhamdulilah trigliserid saya stabil di angka 80. Kadar trigliserid yang normal sesuai nilai rujukan laboratorium adalah  dibawah 150.

Dalam berbagai kesempatan saya berjumpa dengan kawan bahkan dokter, banyak yang menanyakan "kok bisa trigliserid normal? bagaimana caranya?". Jika saya amati perkembangan trigliserid dari waktu ke waktu, memang tidak ada satu cara mujarab yang langsung instan menurunkan trigliserid (kalau tanpa obat, memang tidak ada yang instan ya) melainkan harus melakukan gaya hidup sehat, dan terus menerus harus kita jaga bahkan ditingkatkan. 

Teknik level pertama yang signifikan mampu menurunkan trigliserid adalah menghindari/mengurangi segala bentuk makanan/cemilan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti: gorengan, santan, kuning telor, telur puyuh, fast food, dsb. Biasanya kalau ke lab, kita dapat menjumpai daftar makanan berkolesterol tinggi, tinggal mengikuti panduan di daftar itu. Dengan pengendalian pola makan, dalam 1,5 tahun dapat menurunkan trigliserid hingga 32%, dari 231 menjadi 155. Tanpa dikombinasikan olahraga, kadar trigliserid tetap stabil dalam kisaran 150 - 160. Padahal kita ingin agar trigliserid dibawah 150.

Teknik level berikutnya yang mampu menurunkan trigliserid adalah dikombinasikan dengan CoretGula.com dan Beras Hitam. Hanya dalam 4 bulan dapat memberikan tambahan penurunan trigliserid sebesar 25%, dimana sebelumnya 163 (pada Desember 2012) menjadi 122 (pada April 2013). Ini adalah level normal yang kita inginkan. So, dengan melakukan perubahan pola makan (belum dengan olahraga) dapat menurunkan trigliserid hingga 47%. Dalam kasus saya penurunan trigliserid hingga normal dicapai dalam 4 tahun. Seandainya saja saya sudah tahu teknik ini sejak awal, level teknik pertama (1,5 tahun) langsung saya sambung dengan level kedua (4 bulan), seharusnya kadar trigliserid dapat normal dalam 2 tahun.

Nah, berikutnya adalah teknik level ketiga, yaitu dengan melakukan olahraga bersepeda. Saya sendiri terkejut dengan efek olahraga terhadap trigliserid, benar-benar sesuai literatur, saya sudah membuktikan bahwa olahraga memang dapat menurunkan kolesterol. Saat pertama kali memulai bersepeda pada April 2013, trigliserid saya pada angka 122. Berikutnya ketika check lab pada Agustus 2014 ternyata posisi trigliserid sudah di angka 86. Artinya, dalam 1,3 tahun bersepeda dapat menurunkan trigliserid sebesar 29%. Seperti apa olahraga yang saya lakukan tersedia pada artikel ini. Hingga Januari 2015, trigliserid bertahan pada kisaran 80-100, berada pada kisaran normal yang kita inginkan.

Seandainya saja saya sudah mengetahui manfaat ketiga teknik ini sejak awal, mungkin saya tidak perlu menunggu lama hingga 5 tahun untuk menormalkan trigliserid, cukup 3,3 tahun saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Tetap Semangat!

 

Lokasi: 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Situs Payak, destinasi gowes santai seputaran Jogja

Sepeda Sehat - Sun, 03/01/2015 - 21:32

Yogyakarta terkenalnya dengan banyaknya candi-candi dan  situs purbakala.  Situs-situs ini tersebar di beberapa titik lokasi di Yogyakarta, terutama daerah timur sekitar Piyungan dan Prambanan.  Situs-situs ini dapat diakses dengan mudah, dan cocok untuk destinasi sepeda santai,semisal sepeda bersama dengan keluarga. Kebetulan Saya dan istri suka bersepeda santai menyusuri jalan-jalan pedesaan ke tempat-tempat yang kami belum pernah kunjungi .  Kali ini kami gowes ke Pathuk kemudian baliknya mampir ke situs Payak di daerah Piyungan. 

Situs ini cukup dekat dengan kota Yogyakarta, tepatnya di  dari jalan wonosari km 12  kemudian belok ke arah selatan +/- 200 meteran.  Ada tanda penunjuk jalan ke situs Payak ini.  Karena jalan wonosari cukup padat lalulintasnya, usahakan kalo gowes pagi-pagi sekali. Atau bisa juga lewat beberapa jalan alternatif melewati kampung-kampung yang lebih asri. 

Begitu sampai di lokasi kesan pertama yang  adalah bersih. Ikut senang tempat semacam ini sangat terawat dan bener-bener bersih. Waktu kami datang, ada mas-mas yang lagi bersihin situs ini, batu-batunya digosok supaya tidak berlumut. Kami juga diminta mengisi buku tamu.


Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, namun tidak dijelaskan dalam keterangan yang terpasang di lokasi oleh siapa situs ini dibangun. Situs yang berukuran kurang lebih 3 x 1 meter ini tergolong situs petirtaan (tirta = air) yang diperkirakan sebagai sumber air untuk upacara keagamaan Hindu. Di bagian bawah situs ada kolam air yang dalamnya sekitar 60 cm. Situs yang menghadap barat daya ini terletak lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya, yaitu 6 meter.

Situs ini ditemukan oleh para pembuat batu bata pada tahun 1970-an, karena lokasi ini memang lahan pembuatan batu bata sejak dulu. Namun baru tahun 1980-an situs ini ditangani oleh institusi terkait benda-benda cagar budaya. Kalo sekarang pemeliharaan ditangani oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.


Sepulang dari gowes hari itu, hati rasanya puas karena menemukan tempat baru. Walaupun wajah kami makin gosong, tak mengapa. Menemukan tempat baru saat gowes seperti inilah yang membuat kami semakin menikmati bersepeda. Tidak hanya badan yang sehat tapi pikiran dan hati pun juga senang. :)

Foto-foto dan sebagian tulisan dari blog istri di http://annafardiana.wordpress.com



Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Sepeda: Road Bike
Categories: Partners

Tantangan Tanjakan di Panggang [88 km]

Sepeda Sehat - Sun, 03/01/2015 - 17:40

Rute ini cocok bagi goweser penikmat tanjakan karena merupakan salah satu rute dengan tantangan menanjak yang cukup berat.  Rute ini ditempuh melalui Jl. Imogiri Barat, kemudian ambil ke arah Panggang. Sesudah itu akan mulai menanjak panjang dan curam. Selepas tanjakan curam, tidak akan langsung menikmati turunan, kita masih akan disambut dengan naik dan turun yang bervariasi, total lebih kurang sepanjang 22 km. Sesudah ini baru kita akan mendapatkan bonusnya, turunan yang sangat curam (lebih curam daripada saat berangkat), kecepatan dapat mencapai 65 km/jam. Sepanjang turunan itu kita bisa menyaksikan keindahan garis pantai Parangtritis dari ketinggian. Jika ingin ambil foto-foto cantik, sebaiknya sejak awal pelan-pelan saja.

Mengingat ada beberapa titik tanjakan yang cukup berat, sajian data statistik dari Google Earth kali ini dibuat lebih informatif. Tanjakan curam pertama yang akan kita tempuh dimulai pada KM 27 dengan rerata elevasi 11,7% (maksimal 26,4%) sepanjang 2,9 km. Sesudah tanjakan bervariasi sepanjang 20 km, kita akan memulai tanjakan kedua dengan rerata elevasi 4,9% (maksimal 10%) sepanjang 2,75 km. Ada tanjakan ke-3 sesudah turunan curam, namun tidak terlalu berat dibanding yang sebelumnya. 

Oh ya, jika masih ada tenaga dan tidak ingin melewatkan kecantikan garis pantai Parangtritis, sesudah turunan tajam nanti akan ada persimpangan menuju Hotel Queen of The South, disana ada arah panah menuju landasan paralayang, selengkapnya tantangan tanjakan menuju landasan paralayang dapat dinikmati di artikel ini.

 




Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 88.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 11.70%Elevasi Maksimal: 26.40%Elevasi Jarak: 25.50km
Categories: Partners

Puncak Bibis dan Warung Bu Yati

Sepeda Sehat - Tue, 02/24/2015 - 13:03

Destinasi berikutnya kita akan ke sekitar perbukitan Pajangan yaitu Puncak Bibis, disitu terdapat sebuah warung yang cukup sederhana milik Bu Yati yang menjadi tujuan para biker dari Bantul dan Kota Yogyakarta. Biasanya biker datang dari sekitar Patangpuluhan, Wirobrajan, Wirosaban, Nitikan dan tentunya dari sekitar Bantul baik berkelompok maupun sendiri. . Menu di warung tersebut menyediakan bubur, nasi sayur beserta lauknya, kalau beruntung ada juga baceman tempe benguk. Untuk masalah harga sangat murah sekali, hanya dengan 5 ribuan anda pasti sudah kenyang. Sepeda bisa parkir dengan disebilah bambu yang dipasang di sebrang jalan seperti gambar dibawah.

Untuk rute menuju ke Puncak Bibis seperti rute diatas saya ambil dari titik nol kilometer Jogja yang berjarak hanya 11.4 km. Silakan mengikuti jalur tersebut atau jika mempunyai GPS atau gadget yang sudah mendukung tracking silakan masukan saja koordinatnya. Mungkin buat master-master uphill atau master-master tanjakan ini cukup ringan, tetapi untuk biker pemula seperti saya track ini mempunyai tantangan tersendiri. 

Statistik yang ada untuk rute tersebut dapat dilihat jika rata-rata elevasi hanya 2,3%  dan maksimal elevasi 18% . Yang paling berat adalah 1 km sebelum mencapai puncak, tapi bisa terbayar jika sudah bertemu dengan teman-teman biker.

Credit photo team BeXC (Bejen Cross Country)






Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 11.60kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 2.30%Elevasi Maksimal: 18.00%Elevasi Jarak: 1.00km
Categories: Partners

Keindahan Garis Pantai Parangtritis dari Puncak Landasan Paralayang

Sepeda Sehat - Mon, 02/23/2015 - 20:26

Pemandangan dari puncak landasan Paralayang Parangtritis Yogyakarta merupakan salah satu keindahan yang tiada duanya. Perjuangan menuju kesana memang tidak mudah, namun sangat sepadan dengan keindahan yang didapat. Lokasi landasan ini memang tidak tercantum di Google Maps, namun ada jalan yang dapat diikuti, sesuai panduan peta ini.

Dimulai dari Kota Yogyakarta, langsung saja menuju arah Bantul melewati jalan Parangtritis ke arah selatan, dalam perjalanan sebaiknya hati-hati karena ini bukan jalur humanis. Kita akan gowes turunan sepanjang 26 km dengan elevasi landai 0,5% (rute pulang akan nanjak landai). Masuk ke TPR Parangtritis tidak perlu bayar karena kita memakai sepeda, sampai di Parangtritis bisa melepas lelah di Pantai Parangtritis atau jika masih menyimpan tenaga bisa langsung naik ke landasan, jalan akan mulai menanjak sampai pertigaan ada penunjuk arah ke kanan menuju ke landasan sepanjang 4 km, dan tanjakan terberat adalah 2 km menjelang puncak dimana rerata elevasinya 10% dan elevasi maksimal 27%.

Sampai dibawah landasan kita bisa beristirahat lagi di pendopo, disekitar situ ada tempat parkir dan warung. Untuk bisa naik ke landasan, sepeda tidak bisa dinaiki tetapi harus di gendong siapkan tenaga ekstra untuk menggendong sepeda kesayangan anda melewati tangga yang terbuat dari batu ditata. Jika tidak mau repot bawa sepeda ya titipkan di tempat parkir. Di landasan tidak yang terlalu luas itu kita bisa menikmati keindahan pantai Parangtritis dari atas. Jika beruntung kita bisa melihat atlet paralayang/gantole takeoff dari landasan tersebut.

Untuk perjalanan turun juga melewati jalan tersebut, yang perlu diingat adalah pengereman harus tepat, tikungan menurun dan selalu konsentrasi memperhatikan jalan karena ada beberapa lubang

Credit photo team BeXC (Bejen Cross Country)






Lokasi:  Indonesia 8° 1' 36.5016" S, 110° 20' 45.168" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 30.20kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 10.00%Elevasi Maksimal: 27.00%Elevasi Jarak: 4.00km
Categories: Partners

Kota Baru Parahyangan - Ranca Upas Smart Camp

Sepeda Sehat - Mon, 02/23/2015 - 07:04

Persembahan bagi rekan2 goweser yang mengikuti acara Jambore Sepeda Kompas tanggal 28 Feb - 1 Maret 2015, selamat menikmati hasil analisa Google Earth terhadap rute yang akan dilewati besok:

Agar lebih nikmat menganalisa langsung di Google Earth, silakan dapat download file KML berikut kemudian langsung double click.

Rute Jambore Sepeda Kompas
Kota Baru Parahyangan - Ranca Upas Smart Camp Adventure

Lokasi:  Indonesia 7° 8' 33.1692" S, 107° 23' 32.784" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 49.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 5.80%Elevasi Maksimal: 47.00%Elevasi Jarak: 34.00km
Categories: Partners

Eksotisnya track Kaligua Bumiayu

Sepeda Sehat - Sun, 02/22/2015 - 21:32

Kaligua cukup terkenal di kalangan goweser terutama pecinta all mountain. View  track yang sangat indah dan  beragam  vegetasinya  dari kebun teh, danau, hutan pinus, perkebunan, sawah  sampai jalur makadam dan sungai menjadikan goweser yang pernah kesini pasti akan ketagihan untuk datang kembali. Jalur gowes  ini terletak di Kaligua Bumiayu , Brebes Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Wisata Agro Perkebunan Teh Kaligua, milik PTP IX Nusantara yang berada di lereng gunung Slamet.

Untuk menuju ke kawasan ini bisa melalui beberapa alternatif.. Transportasi menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur Pantura via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut melalui jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek.  

Tanggal 14 Juni 2014, kami rombongan dari yogya berangkat ke Bumiayu  dengan mobil selama +/- 5 jam.  Karena jarak yang cukup jauh, rombongan berangkat sabtu sore dan menginap semalam di kota Bumiayu. Paginya sepeda di loading menuju puncak kebun teh Kaligua yang berjarak 15 km dari Kota Bumiayu atau sekitar 10 km dari kecamatan  Paguyangan.  Tujuannya  adalah puncak  kebun teh ( puncak Sakub)   di ketinggian 2050 MDPL.  Jalan menuju puncak sangat indah dan  berkelok kelok dengan udara  yang  dingin dan berkabut. 

 Start  dimulai dari  puncak sakub dipandu 2 rider lokal sebagai marshal penunjuk jalan.  Gowes sebentar, kami langsung meluncur  menuruni  kebun teh dan kemudian masuk ke single track. Jenis track technical, agak licin karena malamnya diguyur hujan. Di beberapa titik  ada drop-drop  kecil dan akar-akar pohon teh. Konsentrasi penuh  dan pengendalian sepeda sangat diperlukan. Sebagian  peserta sempat terpeleset, tetapi dengan senang gembira menikmati track ini. Sesuai filosofi bersepeda  di  gunung, kalo belum kena tanah atau lumpur belum afdol rasanya.

.Lepas dari single track, sepeda meluncur turun dengan  cepat menyusuri jalan yang cukup lebar  melingkar-lingkar diantara kebun teh. Udara yang sangat segar dan view indah menjadikan semua peserta menikmati jalur ini.  

Setelah itu  hamparan hutan pinus dan telaga Ranjeng yang penuh mitos menanti didepan.  View telaga yang indah  menjadikan nggowes tambah semangat. 

 Selepas telaga Ranjeng , disambut jalur singletrack lagi diarea lahan pertanian kol dan wortel.  Kami tidak melaju  kencang di area ini,  menikmati turunan dan segarnya hamparan kol dan wortel di kanan kiri jalur.  Turun dari area pertanian, menuju perkampungan penduduk untuk istirahat dan sholat dzuhur.

Setelah  sepeda dicek  dan memastikan rem masih berfungsi dengan baik, kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalur makadam sepanjang +/- 5km. Turunan makadam yang sangat menantang andrenalin dengan batu-batuan kecil diatasnya di libas dengan kecepatan tinggi. Kosentrasi, pengendalian sepeda dan rem sangat penting disini.  Habis dari makadam, masuk ke area  persawahan dan finish di sungai didekat Bumiayu.

Jarak total +/- 30  kilometer  dengan  waktu tempuh sekitar 5 jam, dari ketinggian 2022 MDPL ( Endomondo)  turun ke  165 MDPL. Track kombinasi  AM  dan XC.

Tips bersepeda  di Kaligua 

  1. Sebelum ke kaligua, kontak dahulu eo lokal terkait kondisi track dan cuaca disana serta menyewa rider lokal sebagai marshal / pemandu jalan. 
  2. Gunakan sepeda jenis MTB XC trail atau AM, bisa hardtrail atau fullsus.  Pastikan kondisi sepeda prima,terutama rem. 
  3. Menggunakan perlengkapan sepeda seperti helm dan protektor pelindung lutut
  4. Bawa perlengkapan sepeda, ban cadangan dan baju bersih untuk sholat Dzuhur 
  5. Kondisi badan harus fit,  tidur harus  cukup. Jalur technical  menuntut konsentrasi tinggi
  6. Untuk menghemat biaya, sebaiknya berombongan minimal 10 orang yang iurannya  bisa digunakan untuk  sewa kendaraan dan mobil 4wd utk loading,  marshal dan retribusi masuk area kebun teh 









Lokasi:  Bumiayu Indonesia 7° 16' 4.8792" S, 109° 8' 34.1772" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 30.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: -8.00%Elevasi Maksimal: -32.80%Elevasi Jarak: 30.00km
Categories: Partners

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.