Partners

Gowes Grojogan Tuwondo dan Puncak Bucu Bantul Yogyakarta

Sepeda Sehat - Wed, 03/18/2015 - 05:06

Kereta api Bima hari itu, Jum'at 13 Maret 2015,  tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta tepat waktu. Sampai di Yogya masih hari Jum'at, jam 23:50 :). Asyik, artinya bisa istirahat tidur lebih lama sebelum gowes di Sabtu pagi. Ya, sudah janjian Sabtu pagi jam 05:30 kumpul di KM 0 untuk gowes ke Grojogan Tuwondo, Bantul. Komitmen menggembirakan untuk bisa rutin berolah raga.

Grojogan Tuwondo

Setelah tidur dengan nyenyak di rumah, jam 04:30 pagi bangun, siap-siap dan segera meluncur menyusur jalan Monjali, menuju Tugu, melintas Malioboro mengarah ke KM 0 titik temu pagi itu. Hari masih gelap, dan sedikit percik-percik air gerimis mulai menemani di daerah Malioboro. Di KM 0, di dekat patung-patung gajah yang sudah mulai menjadi korban keisengan, dicoret-coret, sudah hadir menunggu, mas Yuda dan Prof. Nizam. Pas, baru kumpul bertiga, hujan lebat mengguyur, dan kami berteduh di "lobby luar" bank BNI di sisi Selatan Barat perempatan KM 0.

Segera setelah kami duduk, datang penjual kopi, dan mas Yuda dan Prof Nizam tidak melepaskan kesempatan ini untuk ngopi, menghangatkan tubuh di tengah curah lebatnya hujan pagi itu.

Tidak begitu lama hujan lebat ini reda, dan kami bertiga segera meluncur meninggalkan KM 0, mengarah ke alun-alun Kidul, terus melaju menuju Terminal bus Giwangan di tepi ring road Selatan. Dari perempatan terminal Giwangan, gowes terus berlanjut ke arah Selatan di jalan Imogiri Timur Tidak begitu jauh, kami berbelok ke kiri, atau ke arah Timur menuju jalan Pleret. Kemudian terus mengarah ke Timur, menuju ke Grojogan Tuwondo yang terletak di kampung Lemah Abang,  Banyakan 3 , Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Berteduh di Lobby Bank BNI KM 0

Lokasi grojogan ini tidak terlalu jauh dari kota Yogya, hanya sekitar 15 km dari KM 0 Yogyakarta.

Pemandangan di perjalanan menuju lokasi tersebut, sangat indah, perpaduan antara perkampungan penduduk, persawahan dan bukit yang hijau di musim penghujan ini. Kira-kira 1 km sebelum lokasi grojogan, perjalanan berlanjut melalui jalan semen hasil swadaya penduduk, dan sekitar 300 meter terakhir melalui jalan Tanah liat yang agak licin di saat geremis seperti saat kami tiba di lokasi grojogan ini.

Pemandangan Indah menuju Lokasi Grojogan Tuwondo

Konon nama  Gerojogan Tuwondo yang berketinggian sekitar 25 meter ini,  dipilih karena bentuk batu-batuan tempat air terjun yang bertingkat-tingkat seperti anak tangga , Batu-batuan atau dalam bahasa Jawa watu bentuk ondo. Jadi perbaduan antara watu/batu dan ondo (tangga). Watu berbentuk ondo (Batu-batuan berbentuk tangga), dan seperti kebiasaan orang Jawa yang senang dengan bunyi yang enak di telinga dan menyingkat, watu ondo menjadi Tuwondo.

Bentuk bertingkat-tingkat ini menambah keindahan panorama, dan suara gemercik air menambah lengkap keindahan empat dimensi grojogan ini. Sangat menyenangkan, menatap air yang turun dari atas bertingkat-tingkat, dan mendengarkan suara gemericik air.....sungguh indah.

Rencana semula kami akan langsung balik ke Yogya untuk mampir di Sate Klatak pak Pong, namun ketika keluar dari jalan semen, kami melihat petunjuk jalan menuju Puncak Bucu....dan kami memilih untuk mengarah ke jalan mendaki ke Puncak Bucu. Dan memang luar biasa. Jarak tempuh tidak lebih dari 3 KM, namun menanjaknya lumayan berat. Perbedaan elevasi di jalan masuk sampai ke puncak sekitar 200 meter. Dan beberapa kali kami memilih menuntuk sepeda, karena memang sudah tidak kuat lagi untuk mengayuh.

Dan praktek menuntun sepeda masih kami lakukan juga saat turun, karena ketajaman jalan yang menurun dan licin karena masih sedikit geremis. Setelah sejenak menikmati pemandangan di puncak Busu (meski kami belum yakin juga, mana yang disebut Pucak Busu, karena tidak ada petunjuk yang jelas), kami segera berbalik menuju Sate Klatak pak Pong...uenak satenya, meski hanya 2 tusuk untuk satu porsinya.

Analisa Elevasi rute ini:



Video:  Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 53.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 10.00%Elevasi Maksimal: 28.00%Elevasi Jarak: 1.60km
Categories: Partners

Cantiknya Air terjun Tuwondo di Sitimulyo Bantul

Sepeda Sehat - Tue, 03/10/2015 - 22:17

Tidak jauh dari kota Jogja ada air terjun yang cantik. Alternatif bagi yang suka gowes sambil menikmati wisata alam. Pecinta fotografi pun dapat dimanjakan dengan spot air terjun bertingkat-tingkat. Namanya Grojogoan Tuwondo (Air terjun Tuwondo).  Tuwondo berasal dari kata  ondo (bahasa jawa) artinya tangga/bertingkat. Untuk menuju grojogan Tuwondo tidaklah terlalu sulit.

  • Kira-kira 10 km dari perempatan ringroad jalan Wonosari,   Gowes dari kota Jogja menuju perempatan ringroad wonosari terus timur/jalan wonosari sekitar 4,2 km kemudian sampai perempatan jalan sitimulyo-segoroso belok ke selatan +/- 5 km  sampai menemukan desa Banyakan 3.
  •  Alternatif lainnya  dari ringroad  menuju jalan pleret kemudian belok kiri/timur  menuju arah Sitimulyo sampai nanti ketemu dusun Banyakan 3. Dari Gapura Banyakan 3 masuk ke timur/kampung, jalan cor sedikit menanjak.

Tanya warga sekitar pasti mengetahui dimana letak air terjun tersebut. Koordinat GPS  -7.864342, 110.430952°.  Air terjun Tuwondo ini dapat dinikmati maksimal kala musim hujan, dimana debit air cukup deras. Apabila ingin petualangan yang lebih menantang bisa naik lebih ke atas dengan memanjat bukit kecil. Diatas ada air terjun lagi yang tidak kalah cantiknya. Sepeda yang digunakan disarankan  pakai MTB apabila akan melanjutkan  untuk blusukan/XC disekitaran Banyakan.  Kalo menggunakan roadbike saat menuju lokasi air terjun sebaiknya di "tuntun" karena medan cukup licin dan ada batu-batuannya.  Setelah melihat air terjun, bisa dilajutkan gowes XC ke  puncak Bucu, surga bagi para goweser penyuka tanjakan. 









Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 10.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 1.90%Elevasi Maksimal: 5.60%Elevasi Jarak: 10.00km
Categories: Partners

Utara Samarinda, serunya bersepeda melewati sawah nan indah

Sepeda Sehat - Sun, 03/08/2015 - 12:34

Sebelumnya salam kenal buat semua pembaca sepedasehat.com, terima kasih buat bro admin yang sudah mempercayakan penulis menjadi kontributor untuk daerah samarinda, saya tidak perlu memberi pelajaran geografi samarinda ada dimana walaupun banyak penduduk Indonesia yang kadang masih salah menyebut balikpapan adalah ibukota propinsi kalimantan timur, he he he.. penulis sebenarnya belum lama punya kegiatan gowes, tapi seiring bertambahnya usia (walau masih 30an) sudah harus mengurangi olahraga kardio yang high impact seperti joging, dan menurut referensi sepeda memiliki impact yang low dengan hasil pembakaran kalori yang besar, walau durasi bersepeda nya panjang resiko nya lebih rendah dari jogging selama tetap menjaga aturan keselamatan.Pagi ini selepas subuh penulis prepare buat gowes dengan rencana rute baru yang belum pernah penulis lewati. seperti biasanya gowes kali ini penulis tetap gowes sendiri, karena belum pernah bergabung komunitas sepeda dan tidak ada referensi untuk bergabung dengan komunitas sepeda apapun. sudah sejak lama rute ini pengenn penulis lewati, karena banyak yang bilang bahwa rute ini sudah menghubungkan wilayah yang dulu terisolasi sekarang menjadi penghubung daerah lempake dan bengkuring. sebelum ada jalan tembus ini pengguna kendaraan bermotor harus memutar dengan jarak kurang lebih 10 km. dengan ada jalan tembus yang baru saja selesai proses pengecorannya tahun 2014 kemarin jarak tempuhnya menjadi sekitar 4 -5 km.rencana rute pagi ini adalah start dari rumah (perum talang sari regency kec. samarinda utara) lewat jalan talang sari kampung - di panjaitan - lempake - benanga - muang - padat karya - sempaja - inpres- di panjaitan - talang sari - rumah. pilihan rute ini karena selain sebagian besar rute merupakan jalan kampung yang tidak banyak di lewati kendaraan bermotor, sepanjang jalur banyak pemandangan yang luar biasa indah, seperti bendungan benanga yang merupakan salah satu destinasi wisata kota samarinda. selepas bendungan benanga setelah kita masuk jalan muang datu kita akan di suguhi pemandangan layaknya susana pedesaan di pulau jawa dengan hamparan persawahan. memang dahulunya daerah lempake dan muang ini adalah salah satu wilayah transmigrasi di kota samarinda. seiring berkembangnya kota daerah lempake semakin berkurang persawahan nya tetapi daerah muang datu masih banyak di jumpai persawahan, semoga pemkot samarinda tidak memberi ijin pertambangan batu bara atau pembukaan wilayah perumahan di daerah ini.setelah kurang lebih 1 jam bersepeda dari rumah sampailah di daerah muang datu yang pemandangannya luar biasa. untuk pekerja kantoran yang setiap hari ketemu kertas dan layar komputer tentu melihat pemandangan alam adalah hal yang luar biasa. energi negatif bisa di release di tempat ini. sempat leyeh leyeh sebentar sambil selpi cozmix cx kesayangan. dan seperti biasanya, tantangan terbesar bersepeda solo karir adalah gowes pulang, setelah gowes kurang lebih 17 km penulis sampai di bengkuring, mampir makan dan pulang dan lanjut gowes di terik panas jam setengah 11 siang. dan sisa perjalan kerumah kurang lebih 9,5 km di kebut dalam 45 menit

Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 27.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 3.00%Elevasi Maksimal: 11.30%
Categories: Partners

Trigliserid Normal Dengan Bersepeda Tanpa Obat

Sepeda Sehat - Sun, 03/08/2015 - 07:48

Trigliserid merupakan salah satu komponen kolesterol dalam darah selain HDL (lemak baik) dan LDL (lemak jahat). Kadar trigliserid yang tinggi merupakan "satu paket" dengan diabetes, juga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Sebagai pengidap diabetes, rekor trigliserid tertinggi saya adalah 231, hampir bersamaan pecah rekor dengan gula darah 2 jam yang mencapai 378. Sesudah 5 tahun berselang, sesudah saya mengendalikan pola makan dan rajin bersepeda, alhamdulilah trigliserid saya stabil di angka 80. Kadar trigliserid yang normal sesuai nilai rujukan laboratorium adalah  dibawah 150.

Dalam berbagai kesempatan saya berjumpa dengan kawan bahkan dokter, banyak yang menanyakan "kok bisa trigliserid normal? bagaimana caranya?". Jika saya amati perkembangan trigliserid dari waktu ke waktu, memang tidak ada satu cara mujarab yang langsung instan menurunkan trigliserid (kalau tanpa obat, memang tidak ada yang instan ya) melainkan harus melakukan gaya hidup sehat, dan terus menerus harus kita jaga bahkan ditingkatkan. 

Teknik level pertama yang signifikan mampu menurunkan trigliserid adalah menghindari/mengurangi segala bentuk makanan/cemilan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti: gorengan, santan, kuning telor, telur puyuh, fast food, dsb. Biasanya kalau ke lab, kita dapat menjumpai daftar makanan berkolesterol tinggi, tinggal mengikuti panduan di daftar itu. Dengan pengendalian pola makan, dalam 1,5 tahun dapat menurunkan trigliserid hingga 32%, dari 231 menjadi 155. Tanpa dikombinasikan olahraga, kadar trigliserid tetap stabil dalam kisaran 150 - 160. Padahal kita ingin agar trigliserid dibawah 150.

Teknik level berikutnya yang mampu menurunkan trigliserid adalah dikombinasikan dengan CoretGula.com dan Beras Hitam. Hanya dalam 4 bulan dapat memberikan tambahan penurunan trigliserid sebesar 25%, dimana sebelumnya 163 (pada Desember 2012) menjadi 122 (pada April 2013). Ini adalah level normal yang kita inginkan. So, dengan melakukan perubahan pola makan (belum dengan olahraga) dapat menurunkan trigliserid hingga 47%. Dalam kasus saya penurunan trigliserid hingga normal dicapai dalam 4 tahun. Seandainya saja saya sudah tahu teknik ini sejak awal, level teknik pertama (1,5 tahun) langsung saya sambung dengan level kedua (4 bulan), seharusnya kadar trigliserid dapat normal dalam 2 tahun.

Nah, berikutnya adalah teknik level ketiga, yaitu dengan melakukan olahraga bersepeda. Saya sendiri terkejut dengan efek olahraga terhadap trigliserid, benar-benar sesuai literatur, saya sudah membuktikan bahwa olahraga memang dapat menurunkan kolesterol. Saat pertama kali memulai bersepeda pada April 2013, trigliserid saya pada angka 122. Berikutnya ketika check lab pada Agustus 2014 ternyata posisi trigliserid sudah di angka 86. Artinya, dalam 1,3 tahun bersepeda dapat menurunkan trigliserid sebesar 29%. Seperti apa olahraga yang saya lakukan tersedia pada artikel ini. Hingga Januari 2015, trigliserid bertahan pada kisaran 80-100, berada pada kisaran normal yang kita inginkan.

Seandainya saja saya sudah mengetahui manfaat ketiga teknik ini sejak awal, mungkin saya tidak perlu menunggu lama hingga 5 tahun untuk menormalkan trigliserid, cukup 3,3 tahun saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Tetap Semangat!

 

Lokasi: 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Situs Payak, destinasi gowes santai seputaran Jogja

Sepeda Sehat - Sun, 03/01/2015 - 21:32

Yogyakarta terkenalnya dengan banyaknya candi-candi dan  situs purbakala.  Situs-situs ini tersebar di beberapa titik lokasi di Yogyakarta, terutama daerah timur sekitar Piyungan dan Prambanan.  Situs-situs ini dapat diakses dengan mudah, dan cocok untuk destinasi sepeda santai,semisal sepeda bersama dengan keluarga. Kebetulan Saya dan istri suka bersepeda santai menyusuri jalan-jalan pedesaan ke tempat-tempat yang kami belum pernah kunjungi .  Kali ini kami gowes ke Pathuk kemudian baliknya mampir ke situs Payak di daerah Piyungan. 

Situs ini cukup dekat dengan kota Yogyakarta, tepatnya di  dari jalan wonosari km 12  kemudian belok ke arah selatan +/- 200 meteran.  Ada tanda penunjuk jalan ke situs Payak ini.  Karena jalan wonosari cukup padat lalulintasnya, usahakan kalo gowes pagi-pagi sekali. Atau bisa juga lewat beberapa jalan alternatif melewati kampung-kampung yang lebih asri. 

Begitu sampai di lokasi kesan pertama yang  adalah bersih. Ikut senang tempat semacam ini sangat terawat dan bener-bener bersih. Waktu kami datang, ada mas-mas yang lagi bersihin situs ini, batu-batunya digosok supaya tidak berlumut. Kami juga diminta mengisi buku tamu.


Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, namun tidak dijelaskan dalam keterangan yang terpasang di lokasi oleh siapa situs ini dibangun. Situs yang berukuran kurang lebih 3 x 1 meter ini tergolong situs petirtaan (tirta = air) yang diperkirakan sebagai sumber air untuk upacara keagamaan Hindu. Di bagian bawah situs ada kolam air yang dalamnya sekitar 60 cm. Situs yang menghadap barat daya ini terletak lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya, yaitu 6 meter.

Situs ini ditemukan oleh para pembuat batu bata pada tahun 1970-an, karena lokasi ini memang lahan pembuatan batu bata sejak dulu. Namun baru tahun 1980-an situs ini ditangani oleh institusi terkait benda-benda cagar budaya. Kalo sekarang pemeliharaan ditangani oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.


Sepulang dari gowes hari itu, hati rasanya puas karena menemukan tempat baru. Walaupun wajah kami makin gosong, tak mengapa. Menemukan tempat baru saat gowes seperti inilah yang membuat kami semakin menikmati bersepeda. Tidak hanya badan yang sehat tapi pikiran dan hati pun juga senang. :)

Foto-foto dan sebagian tulisan dari blog istri di http://annafardiana.wordpress.com



Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Sepeda: Road Bike
Categories: Partners

Tantangan Tanjakan di Panggang [88 km]

Sepeda Sehat - Sun, 03/01/2015 - 17:40

Rute ini cocok bagi goweser penikmat tanjakan karena merupakan salah satu rute dengan tantangan menanjak yang cukup berat.  Rute ini ditempuh melalui Jl. Imogiri Barat, kemudian ambil ke arah Panggang. Sesudah itu akan mulai menanjak panjang dan curam. Selepas tanjakan curam, tidak akan langsung menikmati turunan, kita masih akan disambut dengan naik dan turun yang bervariasi, total lebih kurang sepanjang 22 km. Sesudah ini baru kita akan mendapatkan bonusnya, turunan yang sangat curam (lebih curam daripada saat berangkat), kecepatan dapat mencapai 65 km/jam. Sepanjang turunan itu kita bisa menyaksikan keindahan garis pantai Parangtritis dari ketinggian. Jika ingin ambil foto-foto cantik, sebaiknya sejak awal pelan-pelan saja.

Mengingat ada beberapa titik tanjakan yang cukup berat, sajian data statistik dari Google Earth kali ini dibuat lebih informatif. Tanjakan curam pertama yang akan kita tempuh dimulai pada KM 27 dengan rerata elevasi 11,7% (maksimal 26,4%) sepanjang 2,9 km. Sesudah tanjakan bervariasi sepanjang 20 km, kita akan memulai tanjakan kedua dengan rerata elevasi 4,9% (maksimal 10%) sepanjang 2,75 km. Ada tanjakan ke-3 sesudah turunan curam, namun tidak terlalu berat dibanding yang sebelumnya. 

Oh ya, jika masih ada tenaga dan tidak ingin melewatkan kecantikan garis pantai Parangtritis, sesudah turunan tajam nanti akan ada persimpangan menuju Hotel Queen of The South, disana ada arah panah menuju landasan paralayang, selengkapnya tantangan tanjakan menuju landasan paralayang dapat dinikmati di artikel ini.

 




Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 88.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 11.70%Elevasi Maksimal: 26.40%Elevasi Jarak: 25.50km
Categories: Partners

Puncak Bibis dan Warung Bu Yati

Sepeda Sehat - Tue, 02/24/2015 - 13:03

Destinasi berikutnya kita akan ke sekitar perbukitan Pajangan yaitu Puncak Bibis, disitu terdapat sebuah warung yang cukup sederhana milik Bu Yati yang menjadi tujuan para biker dari Bantul dan Kota Yogyakarta. Biasanya biker datang dari sekitar Patangpuluhan, Wirobrajan, Wirosaban, Nitikan dan tentunya dari sekitar Bantul baik berkelompok maupun sendiri. . Menu di warung tersebut menyediakan bubur, nasi sayur beserta lauknya, kalau beruntung ada juga baceman tempe benguk. Untuk masalah harga sangat murah sekali, hanya dengan 5 ribuan anda pasti sudah kenyang. Sepeda bisa parkir dengan disebilah bambu yang dipasang di sebrang jalan seperti gambar dibawah.

Untuk rute menuju ke Puncak Bibis seperti rute diatas saya ambil dari titik nol kilometer Jogja yang berjarak hanya 11.4 km. Silakan mengikuti jalur tersebut atau jika mempunyai GPS atau gadget yang sudah mendukung tracking silakan masukan saja koordinatnya. Mungkin buat master-master uphill atau master-master tanjakan ini cukup ringan, tetapi untuk biker pemula seperti saya track ini mempunyai tantangan tersendiri. 

Statistik yang ada untuk rute tersebut dapat dilihat jika rata-rata elevasi hanya 2,3%  dan maksimal elevasi 18% . Yang paling berat adalah 1 km sebelum mencapai puncak, tapi bisa terbayar jika sudah bertemu dengan teman-teman biker.

Credit photo team BeXC (Bejen Cross Country)






Lokasi: 

Categories: 

Kota: 

Jarak: 11.60kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 2.30%Elevasi Maksimal: 18.00%Elevasi Jarak: 1.00km
Categories: Partners

Keindahan Garis Pantai Parangtritis dari Puncak Landasan Paralayang

Sepeda Sehat - Mon, 02/23/2015 - 20:26

Pemandangan dari puncak landasan Paralayang Parangtritis Yogyakarta merupakan salah satu keindahan yang tiada duanya. Perjuangan menuju kesana memang tidak mudah, namun sangat sepadan dengan keindahan yang didapat. Lokasi landasan ini memang tidak tercantum di Google Maps, namun ada jalan yang dapat diikuti, sesuai panduan peta ini.

Dimulai dari Kota Yogyakarta, langsung saja menuju arah Bantul melewati jalan Parangtritis ke arah selatan, dalam perjalanan sebaiknya hati-hati karena ini bukan jalur humanis. Kita akan gowes turunan sepanjang 26 km dengan elevasi landai 0,5% (rute pulang akan nanjak landai). Masuk ke TPR Parangtritis tidak perlu bayar karena kita memakai sepeda, sampai di Parangtritis bisa melepas lelah di Pantai Parangtritis atau jika masih menyimpan tenaga bisa langsung naik ke landasan, jalan akan mulai menanjak sampai pertigaan ada penunjuk arah ke kanan menuju ke landasan sepanjang 4 km, dan tanjakan terberat adalah 2 km menjelang puncak dimana rerata elevasinya 10% dan elevasi maksimal 27%.

Sampai dibawah landasan kita bisa beristirahat lagi di pendopo, disekitar situ ada tempat parkir dan warung. Untuk bisa naik ke landasan, sepeda tidak bisa dinaiki tetapi harus di gendong siapkan tenaga ekstra untuk menggendong sepeda kesayangan anda melewati tangga yang terbuat dari batu ditata. Jika tidak mau repot bawa sepeda ya titipkan di tempat parkir. Di landasan tidak yang terlalu luas itu kita bisa menikmati keindahan pantai Parangtritis dari atas. Jika beruntung kita bisa melihat atlet paralayang/gantole takeoff dari landasan tersebut.

Untuk perjalanan turun juga melewati jalan tersebut, yang perlu diingat adalah pengereman harus tepat, tikungan menurun dan selalu konsentrasi memperhatikan jalan karena ada beberapa lubang

Credit photo team BeXC (Bejen Cross Country)






Lokasi:  Indonesia 8° 1' 36.5016" S, 110° 20' 45.168" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 30.20kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 10.00%Elevasi Maksimal: 27.00%Elevasi Jarak: 4.00km
Categories: Partners

Kota Baru Parahyangan - Ranca Upas Smart Camp

Sepeda Sehat - Mon, 02/23/2015 - 07:04

Persembahan bagi rekan2 goweser yang mengikuti acara Jambore Sepeda Kompas tanggal 28 Feb - 1 Maret 2015, selamat menikmati hasil analisa Google Earth terhadap rute yang akan dilewati besok:

Agar lebih nikmat menganalisa langsung di Google Earth, silakan dapat download file KML berikut kemudian langsung double click.

Rute Jambore Sepeda Kompas
Kota Baru Parahyangan - Ranca Upas Smart Camp Adventure

Lokasi:  Indonesia 7° 8' 33.1692" S, 107° 23' 32.784" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 49.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 5.80%Elevasi Maksimal: 47.00%Elevasi Jarak: 34.00km
Categories: Partners

Eksotisnya track Kaligua Bumiayu

Sepeda Sehat - Sun, 02/22/2015 - 21:32

Kaligua cukup terkenal di kalangan goweser terutama pecinta all mountain. View  track yang sangat indah dan  beragam  vegetasinya  dari kebun teh, danau, hutan pinus, perkebunan, sawah  sampai jalur makadam dan sungai menjadikan goweser yang pernah kesini pasti akan ketagihan untuk datang kembali. Jalur gowes  ini terletak di Kaligua Bumiayu , Brebes Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Wisata Agro Perkebunan Teh Kaligua, milik PTP IX Nusantara yang berada di lereng gunung Slamet.

Untuk menuju ke kawasan ini bisa melalui beberapa alternatif.. Transportasi menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur Pantura via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut melalui jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek.  

Tanggal 14 Juni 2014, kami rombongan dari yogya berangkat ke Bumiayu  dengan mobil selama +/- 5 jam.  Karena jarak yang cukup jauh, rombongan berangkat sabtu sore dan menginap semalam di kota Bumiayu. Paginya sepeda di loading menuju puncak kebun teh Kaligua yang berjarak 15 km dari Kota Bumiayu atau sekitar 10 km dari kecamatan  Paguyangan.  Tujuannya  adalah puncak  kebun teh ( puncak Sakub)   di ketinggian 2050 MDPL.  Jalan menuju puncak sangat indah dan  berkelok kelok dengan udara  yang  dingin dan berkabut. 

 Start  dimulai dari  puncak sakub dipandu 2 rider lokal sebagai marshal penunjuk jalan.  Gowes sebentar, kami langsung meluncur  menuruni  kebun teh dan kemudian masuk ke single track. Jenis track technical, agak licin karena malamnya diguyur hujan. Di beberapa titik  ada drop-drop  kecil dan akar-akar pohon teh. Konsentrasi penuh  dan pengendalian sepeda sangat diperlukan. Sebagian  peserta sempat terpeleset, tetapi dengan senang gembira menikmati track ini. Sesuai filosofi bersepeda  di  gunung, kalo belum kena tanah atau lumpur belum afdol rasanya.

.Lepas dari single track, sepeda meluncur turun dengan  cepat menyusuri jalan yang cukup lebar  melingkar-lingkar diantara kebun teh. Udara yang sangat segar dan view indah menjadikan semua peserta menikmati jalur ini.  

Setelah itu  hamparan hutan pinus dan telaga Ranjeng yang penuh mitos menanti didepan.  View telaga yang indah  menjadikan nggowes tambah semangat. 

 Selepas telaga Ranjeng , disambut jalur singletrack lagi diarea lahan pertanian kol dan wortel.  Kami tidak melaju  kencang di area ini,  menikmati turunan dan segarnya hamparan kol dan wortel di kanan kiri jalur.  Turun dari area pertanian, menuju perkampungan penduduk untuk istirahat dan sholat dzuhur.

Setelah  sepeda dicek  dan memastikan rem masih berfungsi dengan baik, kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalur makadam sepanjang +/- 5km. Turunan makadam yang sangat menantang andrenalin dengan batu-batuan kecil diatasnya di libas dengan kecepatan tinggi. Kosentrasi, pengendalian sepeda dan rem sangat penting disini.  Habis dari makadam, masuk ke area  persawahan dan finish di sungai didekat Bumiayu.

Jarak total +/- 30  kilometer  dengan  waktu tempuh sekitar 5 jam, dari ketinggian 2022 MDPL ( Endomondo)  turun ke  165 MDPL. Track kombinasi  AM  dan XC.

Tips bersepeda  di Kaligua 

  1. Sebelum ke kaligua, kontak dahulu eo lokal terkait kondisi track dan cuaca disana serta menyewa rider lokal sebagai marshal / pemandu jalan. 
  2. Gunakan sepeda jenis MTB XC trail atau AM, bisa hardtrail atau fullsus.  Pastikan kondisi sepeda prima,terutama rem. 
  3. Menggunakan perlengkapan sepeda seperti helm dan protektor pelindung lutut
  4. Bawa perlengkapan sepeda, ban cadangan dan baju bersih untuk sholat Dzuhur 
  5. Kondisi badan harus fit,  tidur harus  cukup. Jalur technical  menuntut konsentrasi tinggi
  6. Untuk menghemat biaya, sebaiknya berombongan minimal 10 orang yang iurannya  bisa digunakan untuk  sewa kendaraan dan mobil 4wd utk loading,  marshal dan retribusi masuk area kebun teh 









Lokasi:  Bumiayu Indonesia 7° 16' 4.8792" S, 109° 8' 34.1772" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 30.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: -8.00%Elevasi Maksimal: -32.80%Elevasi Jarak: 30.00km
Categories: Partners

Sensasi Snorkeling Air Tawar di Umbul Ponggok

Sepeda Sehat - Sun, 02/22/2015 - 15:14

Googling dengan keyword "Umbul Ponggok" memunculkan begitu banyak foto underwater yang sangat cantik. Lokasinya berdekatan dengan Cokro Tulung, dan memang sumber air Cokro Tulung berasal dari Umbul Ponggok ini. Umbul Ponggok ini jika dilihat dari luar nampak biasa-biasa saja, seperti kolam pemandian umum yang luas dan ramai. Namun diferensiasi utama Umbul Ponggok justru suasana underwater yang jernih penuh dengan ikan air tawar, sehingga snorkeling menjadi sajian hiburan utama, kita akan puas berkeliling kolam menyatu diantara ikan-ikan.

Umbul Ponggok tidak ada eksplisit di Google Maps seperti halnya Waterboom Cokro. Rute dibawah ini akan membawa kita ke lokasi melalui "jalur belakang" Kota Klaten melewati jalan aspal yang penuh hamparan sawah dan pepohonan nan-hijau, udara segar bebas polusi. Umbul Ponggok berjarak 42 km dari kota Jogja, masih terjangkau dengan sepeda, juga aman menggunakan road bike.

Umbul Pongok ini sangat ramai sekali di weekend, sehingga saat terbaik untuk datang adalah jam 7 pagi, karena jam 9 sudah mulai ramai. Walaupun ramai, kolam tetap longgar karena luas, masih nyaman untuk snorkeling, tapi area pinggir kolam yang penuh sesak akan mengurangi kenyamanan untuk mendapatkan sejengkal tempat selonjor dan meletakkan barang. Area parkir sepeda menjadi satu dengan parkir motor, tapi bisa diparkir paling dekat dengan loket karcis. Area parkir juga ada penjaganya, namun ada baiknya membawa gembok sepeda.

Oh ya, juga jangan lupa membawa uang. Untuk melepas lelah dengan berendam di air dingin nan segar cukup membayar tarif masuk Rp 5.000 per orang. Tentu ada layanan plus-plus nya, tiap kali ke toilet kena charge Rp 2.000. Jika ingin menikmati suasana underwater, bisa menyewa perangkat snorkeling seharga Rp 10.000, jika butuh extra safety untuk snorkeling tersedia sewa jaket pelampung seharga Rp 5.000. Kedalaman umbul mencapai 1,5 - 2 meter, so better pakai pelampung. Jika ingin aksi underwater diabadikan, juga tersedia jasa foto underwarter seharga Rp 60.000 untuk sesi foto selama 30 menit. Boleh juga berfoto underwater bersama sepeda (sepedanya boleh diceburkan di kolam), tapi saran petugas sebaiknya di hari yang tidak ramai (selain weekend). Jangan kaget jika pagi-pagi menjumpai warga setempat melakukan mandi, cuci pakaian, gosok gigi di kolam, seharusnya no problem karena sumber mata air terus mengalir sehingga air tetap jernih walaupun banyak pengunjung.





Lokasi:  Indonesia 7° 36' 50.0832" S, 110° 38' 9.384" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 42.70kmSepeda: Road Bike
Categories: Partners

Udara Sejuk dan Segar di Kawasan Kaliurang

Sepeda Sehat - Sat, 02/21/2015 - 22:41

Kawasan wisata Kaliurang sudah sangat terkenal sebagai kawasan "Puncak"-nya Yogyakarta. Jalan menuju ke Kaliurang sangat mulus, rindang, dengan udara bersih, segar dan adem. Walaupun kondisi jalan terus konsisten menanjak sejak dari Pakem, tanpa terasa akan sampai ke tujuan karena sepanjang jalan udara begitu segar khususnya di pagi hari.

Di dalam kawasan wisata Kaliurang ada banyak pilihan tempat untuk dijelajahi, namun artikel ini hanya akan memberikan gambaran kondisi rute dari Pakem hingga puncak tertinggi kawasan Kaliurang yaitu Goa Jepang (sepeda hanya bisa menjangkau hingga pintu masuk). Jika puncak tertinggi ini berhasil dilewati, tentu saja pulangnya tinggal bersantai menikmati turunan panjang hingga kembali ke kota.

Foto-foto Kaliurang saya kira sudah banyak tersedia di Internet ya, jika ada rekan yang ingin menyumbang foto boleh kontak atau posting disini. Artikel ini utamanya akan mengulas kondisi tanjakan berdasarkan analisa elevasi dari Google Earth. Jarak dari Pakem ke Goa Jepang adalah 9,75 km dengan rerata kemiringan tanjakan 5,7% serta ada kemiringan maksimal hingga 41%.

 

Lokasi:  Indonesia 7° 35' 25.5804" S, 110° 25' 34.932" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 9.75kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 5.70%Elevasi Maksimal: 41.00%Elevasi Jarak: 9.75km
Categories: Partners

Tanjakan Brutal Cinomati [41 km]

Sepeda Sehat - Sat, 02/21/2015 - 20:53

Yogyakarta memiliki sebuah tempat dengan tanjakan yang sangat terjal, cocok bagi goweser yang gemar tanjakan, nama tempat ini adalah Cinomati. Tempat ini aspalnya mulus, tapi sangat miring sekali. Walaupun sudah pakai MTB, jika teknik gowes tidak benar, atau kayuhan kurang power, sepeda bisa "njengkang" (roda depan mengangkat) atau jatuh menggelundung ke belakang. Tidak disarankan menggunakan road bike kecuali kalau yakin sekali punya power super.

Cinomati berjarak 20 km dari Yogyakarta, ambil rute melalui Jl. Pleret (sesuai peta diatas). Tanjakan akan dilalui sepanjang 6,3 km dengan rerata kemiringan 6%, dan ada tanjakan dengan kemiringan maksimal mencapai 35% (hanya sepanjang sekitar 500 meter saja). Puncak dari tanjakan Cinomati adalah pos ronda yang sangat terkenal (sering muncul di website para goweser yang sudah menaklukkan tanjakan Cinomati), disana juga ada warung untuk melepas dahaga dan recharge energi. Sangat tidak disarankan rute pulang kembali menuruni sepanjang jalan Cinomati ini, karena sangat curam sekali. Rute pulang yang disarankan adalah melalui Patuk sesuai peta diatas. Total jarak tempuh dengan rute ini adalah 41 km.




Lokasi:  Indonesia 7° 53' 5.7696" S, 110° 27' 1.512" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 41.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 5.70%Elevasi Maksimal: 35.00%Elevasi Jarak: 6.10km
Categories: Partners

Punthuk Setumbu via Nanggulan [100 km]

Sepeda Sehat - Thu, 02/19/2015 - 17:20

Bagi goweser yang ingin bersepeda ke Punthuk Setumbu, serta menyukai suasana alam hijau nan-segar, dapat menempuh rute Godean - Nanggulan. Jika ingin menambah jarak lebih jauh hingga genap 100 km, pulangnya dapat melalui jalur utama Jl. Magelang (lebih gersang dan panas). Ini dia rute selengkapnya:

Kondisi jalan rute ini sangat mulus, tanjakan yang perlu dicermati hanya pada rute Nanggulan - Borobudur, dimana sepanjang 30 km tanjakannya relatif landai, walaupun ada beberapa tanjakan yang cukup menantang namun masih aman untuk road bike. Bisa di-klik gambar di samping untuk melihat detail informasi elevasi dari Google Earth. Kemiringan rata-rata hanya 1,5% sementara tanjakan terberat di rute ini hanya 17%, tidak se-brutal tanjakan Cinomati (35%) atau Hutan Pinus Mangunan (26%).

Bonus di rute ini, kita akan melewati jembatan gantung, mirip seperti jembatan Barelang di Batam.

Lokasi:  Indonesia 7° 36' 24.8148" S, 110° 10' 38.244" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 100.00kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 1.50%Elevasi Maksimal: 17.20%Elevasi Jarak: 37.00km
Categories: Partners

Borobudur Nirvana Sunrise, Punthuk Setumbu

Sepeda Sehat - Thu, 02/19/2015 - 15:50

Punthuk Setumbu sudah sedemikian legendaris dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit dengan latar belakang Candi Borobudur. Pastinya dari berbagai sumber di Internet kita dapat temukan begitu banyak foto-foto cantiknya. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya akan kisahkan bagaimana mencapai lokasi dengan bersepeda, tidak sulit kok.

Papan Petunjuk Pertama dan Terakhir

Titik start-nya adalah dari jalan utama Candi Borobudur, ambil arah ke Hotel Manohara. Kita akan Ikuti terus saja jalannya, hingga ketemu persimpangan ada papan petunjuk pertama (gambar kiri). Langsung dapat bonus hamparan sawah dan Candi Borobudur nampak jelas mengintip, jangan lewatkan untuk foto-foto. Papan petunjuk semacam ini akan sering dijumpai (bentuk/warna berbeda-beda), tertulisnya Borobudur Nirvana Sunrise "Punthuk Setumbu". Ikuti terus jalan aspal, hingga pada suatu persimpangan akan kita jumpai papan petunjuk terakhir. Sesudah ini aspalnya habis, namun ada jalan desa yang masih bisa dilalui sepeda. Ujung dari jalan desa ini adalah langsung pintu masuk ke lokasi, namun siap-siap menuntun sepeda karena ada tanjakan yang sangat curam namun pendek. Sebelum masuk ke lokasi, jangan lupa membayar Rp. 15.000 (untuk turis domestik seperti kita).

Sesudah itu, silakan membawa sepeda sampai ke puncak. Jaraknya hanya 300 meter saja, tapi kondisi medan nya jalan setapak, ada banyak anak tangga, dan kemiringannya lumayan, so seringkali sepeda harus dipanggul. Bagi yang tidak terbiasa hiking (plus membawa beban sepeda), ada baiknya recharge energi dan membeli perbekalan di warung sebelum naik keatas.

Apakah Candi Borobudur benar-benar kelihatan dan dramatis? Ya kelihatan sih, tapi kecil sekali karena jauh. Efek dramatis sepertinya hanya bisa jika menggunakan kamera SLR dengan lensa super tele :p

Terima kasih kepada mas Yuda atas sumbangan foto-fotonya.










Lokasi:  Indonesia 7° 36' 24.624" S, 110° 10' 38.208" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

No Gula, Nasi, Minyak, Santan, Tepung

Sepeda Sehat - Tue, 02/17/2015 - 17:39

Membaca judul artikel, pasti yang dibayangkan “gilee.. ekstrim banget! mana bisa gue ga makan nasi/gula?” Well.. this is me, still alive doing all that. Terdengar gila dan tak mungkin, namun saat dijalankan bisa kok. Semuanya cuma ada di kepala kita, ubah mindset & semua lancar. Karna saya percaya, tubuh yg diberikan Tuhan ini sempurna adanya, dibekali dengan mekanisme untuk menyembuhkan dirinya sendiri, dan kita juga dibekali naluri untuk survive/bertahan hidup, dia akan memberi ‘alarm’ tiap kali ada zat yg ngga kompatibel masuk. Masalahnya: Kita terbiasa untuk memasukkan sampah kedalam tubuh, dan semua sampah itu merusak alarm alami tubuh. Gambaran kasarnya, kalo ada org buang sekantong sampah di Tempat pembuangan Sampah, bau sekantong sampah itu ngga akan kecium. Tapi jika sekantong sampah itu dibuang di taman yg bersih tertata apik, otomatis sekantong sampah itu akan langsung terdeteksi, ‘ih bauu’. Jika alarm tubuh berfungsi dengan baik, saya yakin naluri akan memanduku hingga dapat tercapai default awal manusia yaitu sehat, fit dan yg jelas not overweight. Sampah yang saya maksud adalah: Junk food, over proceesed food, MSG, gorengan, mie instant, Cake, biskuit, brownies, dan listnya bisa puajang Dari dulu, saya sudah melakukan bermacam macam diet, dan karena judulnya diet otomatis yang kebayang adalah, batesin makan=kelaperan. Dulu saya melakukan itu, jadi begitu goal tercapai, dengan cepet berat badan kembali ke BB semula. Jadi sekarang, saya ubah mindset aja.. Bukan diet, tapi perubahan gaya hidup. Intinya, saya eliminasi hal hal yang membuat saya “kalap”.

No Gula

Belanjaan Seminggu

Coret gula, selain karna saya menghindari penyakit turunan keluarga (diabetes), dan juga gula itu punya efek nagih. Apalagi yg namanya minuman manis. Saat lelah, haus yg dicari minuman manis, lalu setelah minum, badan jadi segar lagi, tapi saat efek gula itu habis badan kembali loyo dan akhirnya kita kembali minum manis. lingkaran setan gula berulang terus dan terus hingga semua gula itu numpuk puk di perut. Jadi, lemak yang menumpuk di (dalam) rongga perut, tidak hanya sekedar membuat perut buncit, tetapi juga menjadi ancaman serius penyakit kronis yang mematikan. Jadi, jangan bangga punya perut buncit ya.

No Nasi

Nasi adalah hal favorit dalam hidupku. Terdengar Lebay tapi ini fakta. dengan lauk yg tepat, saya bisa kalap nambah bolak balik sampai berpiring piring nasi. (apalagi kalo ada ikan asin dan sambel, aduuuh) Abang saya memilih mengkonsumsi nasi hitam, saya tidak. karna nasi hitam pun saya suka.. jd langsung cut aja semua nasi. Kalau ditanya sebagai pecinta nasi harus berhenti makan nasi menderita nggak? let’s say, yg terberat hanya diawal-awal saja, mengubah mindsetnya dulu. karbo kan ngga harus nasi. ada kentang, jagung, labu, singkong, ubi, banyak deh tinggal kitanya saja yg harus berani melangkah.

No Minyak

Banyak orang yg memilih untuk mengganti minyak dgn olive oil, canola atau semacamnya, tapi saya tidak. Karena di lidahku tetaplah, minyak membuat makanan jadi enak. (nagih) Pada awalnya sempat ragu.. bisa nggak ya? karna biasa makan sayur yg ditumis dgn sedikit minyak. Setelah dicoba coba, ternyata bisa! Kalo ada yg tertarik ingin hidup bebas minyak, dijabarkan lengkap di artikel no oil no problem, isinya hasil eksperimen saya di dapur.

No Santan

Belanjaan Seminggu

Yup, ini juga bikin nagih, galak sangu (oooh nasi padang) sebenernya kalo santan dari kelapa segar mah sah sah saja dimakan karna bagus kandungannya (tidak dimasak) tapi jujur sajalah, masakan indonesia yg sesungguhnya dan enyak itu, rata rata terbuat dari santan yg telah dipanaskan berjam jam. Santan diganti dengan kelapa utuh aja.

No Tepung

Tepung dicoret, karena biasanya dalam pengolahannya ditambahkan gula. atau digoreng dalam minyak. seperti roti rotian, gorengan dll. Untuk mempertahankan kewarasan, saya pake aturan cheat dayfamily time bareng keluarga. Pas awal awal dulu, cheat day begitu dinanti nanti dan makannya kalap lap,. tapi kini saat cheat day, terkadang untuk masukin gorengan ke mulut aja ngga tega. Efeknya setelah memberlakukan 5No ini: 1. Makan jadi secukupnya lapar makan, kenyang stop. Jarang sekali terjadi kekalapan diluar kendali 2. Saat makan makanan “normal” semua makanan terasa super manis dan giung padahal ketika nanya orang, manisnya biasa aja. Karna giungnya itu, makan misal: martabak manis ga bisa banyak banyak. 3. Gorengan membuat bibir berasa berminyak dan aneh. Perut langsung terasa mual.. jd ga bisa makan yg berminyak banyak banyak. 4. Semua makanan yg ber MSG terasa gurih yg tidak wajar. Saya jd sensitip tau makanan yg ber MSG. Terutama kripik2an, potato chip, biskuit.. gurihnya ampun. 5. Selalu cek nutrition fact kalo lg di supermarket 6. Pelanggan tetap pasar induk 7. weight loss. Sejauh ini sudah 25 Kg hilang dari tubuhku. Celana lama muat kembali, dan baju kedodoran.

"Fit hidupmu pasti menderita ya, banyak pantangan!"

Belanjaan Seminggu

Kata teman begitu. Hahaha, terlihat ekstrim padahal nggak kok. aku malah ngga kelaperan, kuncinya sediakan buanyak makanan sehat dirumah. Sayur dan buah buahan buat cemilan. Belanja mingguan ke pasar induk, biar dapet harga buah dan sayur yg murah. Sekali lagi saya tekankan, goalnya itu sehat, jangan terpaku oleh waktu. kan merubah gaya hidup bukan diet. Goalnya sehat, weight loss adalah efek. Pelan pelan saja ngga usah ngoyo. Lagi ngga fit/sakit, atau keluar kota hingga ga bisa 5No, ya bebasin dulu ajah makannya, ntar kalo suasana sudah kondusif kembali ‘tertib’ lagi. Ngga usah pake drama “noo aku gagal dieeet”, jalan masih panjang, belok belok dikit gpp asal kembali jalan lurus lagi. justru kalo terlalu streeng ntar malah tambah kalap. take it easy. plus olahraga rutin kunci hidup seimbang, sehat dan happy!

Categories: 

Categories: Partners

It’s Not a Diet, it’s a Lifestyle

Sepeda Sehat - Mon, 02/16/2015 - 17:32

Sebenarnya ini note saya di Facebook untuk bisa menginspirasi teman temanku. Atas ajakan abang, saya mau share pengalaman saya di Sepedasehat.com barangkali bisa mengispirasi juga terutama dalam hal hidup sehat karna saya.. ya saya.. been there done that (sering malah) terjebak dalam "unhealthy lifestyle".

Hamil

7 tahun menikah, sempet kaget waktu liat testpacknya ada 2 garis. senaang.. tp itu jg berarti musnahlah workout program yg rutin dijalankan tiap hari (2 jam). suami, keluarga, tetangga semua melarang untuk aktifitas olahraga keras. (pdhl lg hobi2nya gowes ihikk). lalu, karna mual dan lain lain, makannya jd bebas, makan yg dipengen, bebas pantangan.. uhukk, one thing leads to another. wek weeew, saya buka bukaan aja deh sekarang (pdhl malu sih.. tp demi transparansi) sebelum hamil berat 70 kg (yg dulu diturunkan dgn susah payah selama setahun 25 kg), dalam kurun waktu 9 bulan sajah pemirsa, berubah menjadiii 103 kg! engingeeng.. total kenaikan 33 kg! padahal bayeknya cuma 3 kilo. ckckck.. sungguh terlalu.. akhirnya bongkar lagi deh buntelan baju XXL di gudang. Orang orang bilang, "ah ntar jg abis lahiran, nyusuin trus kurus lagi" NOT! ngga berlaku buat aku deh. dengan jebolnya rem serta 3 bulan pertama jd emak yg sungguh melelahkan, saya melarikan diri ke minuman manis. sehari bisa habis 3-4 minuman kotakan. Padahal yg manis manis itu, hanya jebakan betmen semata. Bisa memberi energi sesaat saat kita lelah, tp kalo udah habis efeknya, jd lemes, dan pengen minum manis lagi.. lingkaran setan yang menjebak.

Wake Up Call

Sesudah Melahirkan, Sebelum Diet

Pointnya saat Bapak kemarin pas diabetnya lg parah (gula super tinggi), plus keluhan sesak di dada (Jantung). untuk perawatan, makanan semua diatur, dan oleh ahli gizi diberikan list makanan: good food and bad food. Ketika saya baca.. oh my, makanan harian saya bad food semua! keluarga besar saya banyak yg hidup berdampingan dgn diabetes. ayah dan ibu saya juga diabet.. bahkan baru2 ini, kakak tertua saya jg diketahui diabetes di usia yg relatif muda. otomatis, membuat saya jd mikir..

  • Sampai kapan mau tutup mata akan kenyataan ini?
  • Sampai kapan mau cuek dgn gaya hidup ngga sehat?
  • Sampai kapan mau makan gorengan tiap hari?
  • Sampai kapan mau makan serba instant yg full oleh tambahan Gula, MSG, dan bahan kimia lainnya yg susah dibaca? Bumbu instant, mie instant, frozen food, Nuget, french fries, Sosis, chiki chikian, potato chips. lihat inggridientsnya pastilah ada MSG.. kalo ngga ada yakin deh, prosesnya melibatkan Minyak.
  • Sampai kapan mau memuaskan haus dengan Minuman manis? Minuman Bersoda, Jus kotakan, teh kotakan/gelasan, minuman sachet? lihat nutrition factnya, jumlah gula yg tertera berapa gram? (1sdt=kurang lebih 4 gr) per serving ya itu, gimana kalo habisnya sebotol, dikali berapa? pilih yg diet? lebih buruk.. it's all just chemical!

Kita hidup di dunia yg serba instant.. semua jd praktis, sampe sayur asem, bumbu tempe goreng aja, ada bumbu sachetnya. biar gampang katanya.. biar cepet.. katanya.. ya, gampang juga masukin MSG ke badan kita. padahal, di Indonesia bumbu2 segar melimpah ruah, dan masuknya murah lho..

Jangan tutup mata, Karna ini ancaman nyata. apalagi sudah punya anak saya harus berusaha untuk tetap sehat untuknya, agar bisa tetep disampingnya sampai nanti dan sekalian mengajarinya untuk hidup sehat juga. yang masih keras kepala? dan masuk kepada golongan manusia2 picky eater (macam suami aye)ya, itu kan pilihan dan pilihan pasangannya juga untuk mencekoki makanan sehat. ntar kalo dia sakit, kan kita yg repot juga..

  • Mumpuung..
  • Mumpung Masih sehat.. jangan menunggu sakit, baru “terpaksa” merubah gaya hidup
  • Mumpung masih Fit, bisa olahraga apa aja, dgn intensitas ringan atau berat, banyak pilihan.
  • Mumpung Masih punya Gigi, jadi bisa makan sayuran dan buah apa aja yg keras juga. ntar kl sudah ompong makin sempit pilihannya..
  • Mumpung Masih Muda, blom punya Asam Urat, jd bisa bebas makan sayur2an ijo yg enyak2 itu, kaya kangkung, jamur, daun singkong dll

Semua berawal dari diri sendiri.. kalo sudah mantap, segala halang rintang pasti bisa diatasi.. termasuk ganti lifestyle. Are you ready?

Yg saya lakukan:

5 NO's

No Sugar (gula pasir), No Oil (minyak/goyengan), No Rice (Nasi), No Santan, No Gluten/tepung2an lain. Perjalanan saya untuk menikmati 5no ini, bisa dibaca di artikel No Gula, Minyak, Nasi, Santan, Tepung

Olahraga

Untuk saya 3 - 4 kali seminggu selama 1-1,5 jam

Eat Whole Food

Sesudah Lifestyle Diet

Konsumsi makanan dlm bentuk aslinya. kentang ya dr kentang asli, bukan french fries. Minimalisir segalarupa proceesed food. Kalo mau memproses makanan sebaiknya dari tangan kita sendiri (dimasak sendiri) mau bikin nuget, ya bikin manual. Jangan terlalu ekstreem.. dan jangan terlalu keras pada diri sendiri. Karena ini adalah perubahan gaya hidup, yg artinya long term, selamanya jadi harus tahan lama melakukannya.. jika suatu hari saya lemes mau pingsan saat selesai menyusui, atau sedang sakit saya makan aja tuh nasi atau kue atau apalah.. tapi kl sudah pulih kondisi, balik lagi makan yg sehat. jd badan ngga stress.. kita juga tetap hepi

Jangan Sampai Kelaperaan!

ini point penting. jangan menunda makan, atau ngga makan seharian. Ini akan mengacaukan metabolisme, dan bikin kalap di sesi makan selanjutnya. Saya selalu makan cemilan, oleh karna itu harus selalu sedia stok buah dan sayuran di rumah, kalo nggak bakal tergoda makan yg ngga bener. Makan buah bukan mangga sebiji dikupas buat sekeluarga/ semangka sepotong.. mangga sebiji ya dimakan sendiri sampe kenyang, dan semangka separo dimakan dewek. ya itu aku sih.. :D

Bebas Makan

Selfie Before and After

Ga usah ngitung kalori, asal sesuai dgn 5no's itu. tp kesini2 malah jd makan secukupnya kok. entah bagaimana tubuhnya jd di reset sendiri tuh. makan ya, kl udah kerasa2 laper, dan berhenti kl dah kenyang. ngga kalap *saya cuman kalapnya sama nasi sih :( Simpeeeel banget. beneran cuma ini. seminggu sekali Cheat day, bisa makan apa saja bebas. Sekarang sudah 25 kg turunnya, msh punya target 13 kg lg. aaah masih jauuh.. tp saya enjoy aja deh, goalnya kan Sehat Kalo niat, sesibuk apapun bisa disempetin.. kalo ngga niat, hal hal kecil bisa jadi alesan. gini aja, kalo masih punya waktu 1 jam buat nonton tipi/fban/nongkrong, berarti masih punya waktu 1 jam buat olahraga.

Semoga Menginspirasi, The choice is yours..

Lokasi:  Indonesia 38° 6' 59.814" N, 20° 17' 28.0896" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Gowes Mengelilingi Danau Kayangan Rumbai

Sepeda Sehat - Sun, 02/15/2015 - 16:24

Mendung di pagi hari, bahkan sempat terdengar suara "geluduk", namun tidak menyurutkan niat tiga belas orang penggowes dari AxicBic untuk menikmati gowes di hari Sabtu pagi seperti biasa. Kumpul di rumah mas Fathoni di Kompleks Nenas, dan berangkat bersama sekitar jam 07:15 setelah sebelumnya menikmati pisang hasil kebon bang Fedrizal.

Perjalanan dipimpin track master,mas Ibnu Arif, diawali dengan jalur jalan aspal mulus, keluar dari kompleks Chevron melintasi jalan by pass di samping power line Rumbai - Minas. Rombongan melaju dengan santai di jalan yang lurus dan sedkit naik turun, hingga lebih kurang tujuh km. Di persimpangan jalan menuju belokan ke kebon Sawit, rombongan berhenti sejenak berfoto bersama, sambil mengantar dua orang penggowes yang memilih memisahkan diri mengambil jalur pendek melewati jalur Kandang Kuda karena ada acara lain di pagi ini. Selamat jalan bang Ero dan mas Adde Suryadi.

Sebelas orang goweser melanjutkan perjalanan, belok kanan masuk ke area kebon kelapa sawit. Dan dimulailah perjalanan yang sangat menantang, melalui jalan tanah yang tidak rata, dan banyak naik turun yang memerlukan konsentrasi tinggi, fokus melihat kondisi jalan. Sangat mengasyikkan, melalui jalan di kebon sawit ini, sesekali mata perlu menatap jauh ke depan, untuk melihat gambaran besar jalan yang akan dilalui, untuk menyiapkan mental dan merencanakan penggunakan gigi yang tepat jauh-jauh. Jika jalanan akan naik terjal, siap-siap dengan gigi ringan, dan mematikan setelan suspensi sepeda, jika jalur relatif datar, mulai lagi menghidupkan suspensi dan memasang gigi yang lebih "berat", dengan menggunakan gigi besar di depan dan gigi yang relatif kecil di belakang.

Setelah sesekali melihat gambaran besar jalan di depan dengan melihat jauh ke depan, sebagian besar waktu di atas sadel kembali mengarah ke kondisi jalan tepat di depan roda, dan sekitar 5-10 meter di depan roda agar bisa memilih jalur yang paling tepat. Bukan saja melihat kondisi jalan tepat di depan roda, tapi sangat perlu melihat sedikit agak jauh dari roda, untuk memastikan selalu bisa mendapatkan jalur jalan yang mampu dilalui dengan selamat.  Kadang kalau saat lupa, hanya melihat kondisi jalan di jarak terlalu dekat, kita akan terjebak di satu track yang tak ada jalan keluarnya, dan perlu turun sepeda untuk bisa melanjutkan perjalanan. Kombinasi yang tepat dalam memandang jalur jalan, pandangan jarak dekat, jarak sedang dan jarak jauh, perlu terus menerus di lakukan dalam gowes.

Sekitar sepuluh kilometeri kami berjuang di tengah kebon sawit, di selingi dengan hujan gerimis kecil-kecil yang menyebabkan jalanan tanah liat menjadi sedikit lebih licin. Di tengah-tengah kebon, sempat tiga orang teman kami tertinggal dan agak bingung mencari track. Dan dengan teriakan-teriakan saling memanggil, teman yang tertinggal bisa kembali bergabung dengan rombongan besar. Akhir dari track di kebon kelapa sawit ini merupakan single track yang bersih, berliku-liku agak menurun, sangat nikmat untuk memacu sepeda lebih cepat, sambil berteriak-teriak kesenangan. Ditunggu nih, rekaman Go Pro mas Akson untuk melihat aksi menarik di jalur ini.

Setelah KM ke 17, kami kembali masuk ke jalan aspal, jalur Okura dan dengan nikmat kami genjot sepeda menuju ke tempat pemberhentian kami di Niki Echo. Sudah terbayang nikmatnya teh panas manis.

Sampai jumpa Sabtu depan.

Kategori track: Aspal dan Off Road. Total 32 KM. Jalur lengkap: naik, turun, single track.

Video:  Lokasi:  Pekanbaru Indonesia 0° 35' 25.818" N, 101° 31' 48.5436" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

Sepeda dan Kesehatan

Sepeda Sehat - Sun, 02/15/2015 - 09:08

Tahun 2014 adalah tahun istimewa bagiku dalam berkegiatan bersepeda. Seperti tahun sebelumnya aku mentargetkan setiap bulan bergerak sejauh 200 km, dan meskipun dalam situasi yang relatif lebih menantang, karena praktis aku hanya bisa bersepeda di saat cuti dan week end saja, tahun 2014 secara total setahun, menurut dokumentasi endomondo, aku telah bergerak sejauh  3069 km, dimana 2895 diantaranya adalah kegaitan bersepeda. Artinya, aku telah mampu melampaui targetku rata-rata 200 km per bulan.

 

Perjuangan bersepeda yang kulakukan lumayan menantang, karena sebagian bersar kegiatan bersepeda kulakukan di hari Sabtu pagi, dimana di malam sebelumnya aku tidur di kereta api saat menempuh perjalanan dari Jakarta ke Yogya hampir setiap minggunya. Dan semuanya baik-baik saja, dan menyenangkan.

Satu capaian yang lebih istimewa lagi adalah prestasi baru Gowes heroik Bandung-Yogya tiga hari berturut-turut. Di bulan Desember 2014 setelah melewati berbagai persiapan, yang lebih banyak persiapan woro-woro, manas-manasi di facebook dan youtube, tanpa diimbangi persiapan fisik yang memadai, terlaksana juga ikut serta gowes bluXpit Bandung-Yogyakarta. Satu milestone luar biasa bagiku mampu melaksanakan kegiatan ini.

 

Total pencapaikan jarak yang terekam di Endomondo tahun 2014 lebih dari 3 ribu kilometer aku bergerak, sebagian besar adalah kegiatan bersepeda. Ini rekor tertinggi selama ini. Wow, ternyata dilihat dari sisi jumlah workout, ini adalah angka terkecil jumlah frekuensi aku berkegiatan olah raga, hanya 117 kali..Tentunya ini karena kesempatanku berolah raga hanya bisa terjadi di waktu week-end, diwaktu aku berada di Yogya. Ini satu hal yang perlu kuperbaiki tahun 2015. Mencari cara terbaik untuk bisa lebih sering berkegiatan fisik….lebih sering…lebih rutin..jalan-jalan keliling Istora? let's see

Puji syukur pada Tuhan, dari berkegiatan bersepeda ini, aku merasa banyak hal kudapatkan, baik tambah pengalaman, pertemanan dan terutama kesehatan. Tahun 2014 seingatku jarang banget aku sakit. Yang pasti aku ingat, belum pernah seharipun tidak masuk kantor karena sakit. Saya yakin rasa bugar, rasa segar, meskipun seharusnya capek, karena setiap minggu bolak balik Yogya-Jakarta, adalah hasil nyata dari bersepeda.

 

Hujan-hujan, kehujanan, merupakan hal yang dahulu jarang bisa kulakukan karena setelah kehujanan, bisa hampir dipastikan, akan perlu kerokan, alias masuk angin. Namun, di tahun 2014 ini, berulang kali kehujanan, baik saat pulang kantor, dan terutama saat bersepeda…rasanya baik-baik saja…suegere-sueger wae…..

Tapi apa betul aku sehat dengan berolah raga tersebut? Ternyata hasil test kolesterol mengindikasikan informasi yang berbeda. Di akhir tahun 2014 hasil lab menunjukkan cholesterol mencapai angka yang mengkhawatirkan, baik cholesterol total maupun cholesterol LDL Direct. Bahkan Cholesterol LDL Direct bukan hanya menungukkan angka tinggi, tapi malah diatas ambang sangat tinggi.

Nah, saat merenung, memutar balik paradigmaku dalam berkegiatan, aku merasa sangat sehat dan bugar karena banyak bergerak dan berolah raga, dan aku berfikir bahwa aku bebas makan apa saja, sebanyak apapun yang aku inginkan. Ternyata keliru yaaaaa. Paling tidak untuk diriku, yang kemungkinan memiliki kecenderungan cholesterol tinggi.

Pak Djoko Luknanto dalam tulisannya di facebook memaparkan, Asupan makan itu satu hal, olah raga itu hal yang lain. Keduanya harus saling imbang....bener juga....seimbang! Tambah lagi, mas Akson mengingatkan tentang MITOS. M-Makan menu seimbang. I-Istirahat cukup. T- Tidak merokok. O- Olah raga teratur dan terukur. S-Stress terkelola.

Intinya olah raga bukan satu-satunya syarat sehat.

Akhirnya pecah rekor juga untuk menolak minum obat penurun cholesterol. Saya memutuskan untuk satu bulan minum obat penurun cholesterol dan sekaligus mengkontrol makanan. Selama sebulan sejak 15 Januari 2015 minum obat, dan Puji Tuhan, hasil pemeriksaan 11 Februari 2015 menunjukkan hasil yang sangat bagus. Satu hal yang perlu saya perbaiki di tahun 2015 ini adalah pola makan yang sehat. Tahun 2015 akan menjadi tahun full sadar terus menerus untuk memilih makanan sehat. Semoga Tuhan memberkati niat dan usahaku.

Terima kasih Tuhan, atas segala nikmat kesehatan yang Engkau limpahkan kepadaku. Semoga aku terus mampu rajin berolah raga, dan membagi kebahagiaan bagi orang lain, dan terus menerus sadar untuk memperbaiki parameter-paremeter yang lain agar benar-benar sehat, MITOS. M-Makan menu seimbang. I-Istirahat cukup. T- Tidak merokok. O- Olah raga teratur dan terukur. S-Stress terkelola.

Video: 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Manisnya Hidup, Kita yang Pilih!

Sepeda Sehat - Sun, 02/15/2015 - 07:25

Dalam artikel saya sebelumnya, saya melakukan CoretGula.com yang hasilnya dalam 4 bulan menjadikan gula darah sesudah makan (GD2P) saya menjadi 150 dari sebelumnya 310. Banyak yang menanyakan seperti apa coret gula? Apakah sama sekali tidak makan nasi? Minumnya gimana? Hidup ini hambar doong? Saya tidak se-brutal itu, bahkan saya sangat enjoy sekali makan. Saya tetap bebas makan nasi, bisa sekali makan ekstra porsi nasi tanpa takut gula naik, bebas makan sayur lauk sepuasnya juga, dan juga tetap minum manis.

Transformasi Mindset

Bagi yang pertama kali diabetes dan harus diet, pastinya akan berat sekali harus mengurangi nasi, tidak boleh makan/minum manis dsb. Sebenarnya yang menjadikan sulit adalah karena kita terlanjur punya "definisi nikmat" yang selama ini kita jalani, bahwa nikmat harus nasi putih, minum teh hangat sore hari harus manis, dsb. Kita memang harus menyadari bahwa tubuh seorang penderita diabetes memang memiliki mekanisme metabolisme yang berbeda, tidak cocok dengan nasi putih dan gula. Ketika kita bisa ikhlas terhadap kondisi ini, kita akan menyadari bahwa alam telah menyediakan hasil bumi lain yang cocok bagi penderita diabetes, bahkan sebenarnya lebih bagus dari yang biasanya kita nikmati. Tinggal bagaimana kita mensyukuri dan memaknai apa yang telah ada ini menjadi definisi nikmat yang baru.

Apa saja itu hasil bumi yang nikmat? Ikuti terus kisahnya berikut ini.

Beras Hitam

Beras Hitam merk Guanure

Banyak dari kita yang belum tahu kalau ada beras hitam. Nah, pasti ada yang komentar "ketan hitam?". Beda lho, beras hitam tidak sama dengan ketan hitam. Aslinya varietas beras di alam (jenis padi) ada tiga, beras putih, merah dan hitam. Mayoritas kita membayangkan (mindset lagi), beras merah saja pera/keras, pasti beras hitam lebih pera/keras lagi. Padahal saya pribadi merasakan, terasa lebih enak daripada beras merah, beraroma kacang/ketan, kelembutannya mendekati nasi putih.

Beras hitam adalah salah satu "super food", kandungannya super sekali! Saya sendiri sangat amazed ternyata ada yang lebih baik dari beras putih, kenapa tidak tahunya dari dulu.

Pertama, cermati label kandungan serat di foto sebelah, bandingkan antara beras putih dan merah. Serat di beras hitam 20x lebih tinggi daripada beras merah. 

Kedua, warna hitam sebenarnya adalah warna ungu pekat, saking pekatnya mendekati hitam. Warna ungu ini merupakan zat antioksidan antosianin dengan kadar yang sangat tinggi, paling tinggi diantara bahan pangan beras. Ada begitu banyak referensi literatur yang menyebutkan manfaat antosianin, singkatnya: 

  • Antosianin merupakan pigmen warna merah yang berada pada lapisan aleuron beras. Beras putih yang berwarna sedikit transparan hanya mengandung sedikit
    aleuron (Suardi dan Ridwan 2009). Pada beras merah dan beras hitam, aleuron dan endosperma memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna
    beras menjadi merah dan ungu pekat hingga mendekati hitam. Antosianin berperan untuk mencegah berbagai penyakit seperti jantung koroner, kanker, diabetes, dan hipertensi (Suardi 2005). Sumber: http://agroteknologi.fp.uns.ac.id/wp-content/uploads/2014/10/7.-WIDYABHAKTI-KISBINTARI-H0709125.pdf
  • Konsumsi antosianin dalam diet terbukti mampu memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, antioksidan anti inflammasi, dan  antikanker (Kano dkk., 2005; Matsui dkk., 2002; Oki dkk., 2002; Wang dan Stoner, 2009; Bagchi dkk., 2004; Ghiselli dkk., 1998). Sebagai antitumor dan antikanker, antosianin terbukti mampu menekan pertumbuhan sel HCT-15 (Kamei dkk., 1998) dan HL-60 (Katsube dkk., 2003). Sumber: http://e-journal.uajy.ac.id/5867/2/BL101161.pdf

Ketiga, beras hitam memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. IG tinggi berarti cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Sebaliknya, IG rendah akan meningkatkan kadar gula dalam darah secara perlahan, atau istilah lainnya "slow release". Karakteristik IG rendah ini cocok bagi penderita diabetes karena kadar gula yang bersirkulasi dalam darah akan stabil (tidak "banjir") sehingga dapat diproses oleh insulin yang jumlahnya terbatas. Berbagai informasi yang menyebutkan beras hitam memiliki IG rendah adalah bersumber dari University of Sydney, mengutip sebuah penelitian di Tiongkok. Saya sendiri sudah buktikan langsung, saya makan sampai dua piring nasi hitam (plus minum kopi dengan gula merah) kemudian cek gula darah 2 jam kemudian, hasilnya seperti gambar di samping, kenaikannya wajar saja :)

Harga berasnya cukup mahal, sekitar Rp 30.000 per Kg, untuk konsumsi saya pribadi (2x sehari) cukup untuk seminggu. Karena sudah merasakan manfaat langsung, saya merasa harga ini worthed sekali, inilah "investasi" untuk menjaga kesehatan di hari tua nanti.

Gula Merah

Teman minum kopi dan teh tentu saja harus ada gula, tapi sayangnya gula putih alami itu "jahat". Saya juga mencoret segala snack/makanan yang pada akhirnya diolah menjadi gula, sebangsa: roti, donat, tepung dkk. Sebelumnya, cukup lama saya menggunakan produk sintetis yang terkenal itu (sudah tahu yang dimaksud yaa..)

Gula Merah Kemasan Sachet Merk SweetJava

Hingga suatu hari, pas belanja ketemu gula merah di gambar sebelah, bahan baku dari gula kelapa, pas pula karena kemasannya sachet, praktis untuk dibawa kemana-mana. Dalam kemasannya tertulis Indeks Glikemik rendah (35). Saya menguji minum 2 sachet gula ini, hasilnya gula darah stabil, tidak ada perubahan/peningkatan gula darah. Makin bangga menggunakan produk ini karena memberdayakan produk dan petani dalam negeri, pemenang kompetisi kewirausahaan. Sempat sulit mencari produk ini di toko swalayan, akhirnya saya selalu beli langsung ke produsennya (via transfer, konfirmasi SMS, kirim), dulu sih ada websitenya tapi info terakhir masih diperbaiki. Akhirnya saya jadi pelanggan setia produk ini, sangat memuaskan, tidak segan2 saya promosikan. Harganya Rp 21.000 berisi 40 sachet (belum termasuk ongkir), so per sachet kenikmatan harganya Rp 525. 

Sekarang, saya malah tidak suka rasa gula sintesis, jauh lebih mantap rasa gula merah alami, lebih kental, dan yang lebih penting: bebas rasa bersalah. Jaga kesehatan tubuh kita dengan yang alami :)

Oh ya, hati-hati terhadap kemasan sachet gula merah (brown sugar) yang biasanya sering ada di hotel/cafe, karena tidak semuanya asli gula merah. Cara memastikan, taruh gulanya di sendok teh, taruh air hangat, goyang2kan sedikit. Jika nampak ada kristal putih, berarti itu dicampur, tidak murni gula merah. Ini ketahuan karena pengalaman pribadi saat cek gula darah pasca mencoba produk sachet brown sugar, kok malah hasilnya meroket tinggi. 

oh satu lagi, sesekali tentu saya rindu makan minum manis (dengan gula pasir), dan saat terbaik melanggar pantangan adalah pada saat olahraga intensitas tinggi. Itulah kenapa saya suka bersepeda jarak jauh, karena saat itu saya bebas minum Pocari, kuliner nasi putih, dan sebagainya. Terkonfirmasi dengan cek gula sesudah bersepeda, hasilnya normal :)

Semoga sharing ini bermanfaat, Tetap Semangat!

 

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.