Partners

Puncak Cemoro Sewu, Gowes Diatas Awan

Sepeda Sehat - Sun, 05/08/2016 - 20:10

Cemoro Sewu terletak persis di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sesuai namanya, gowes ini menjelajah diantara hutan pohon cemara. Gowes ini istimewa, ada banyak sekali bonus pemandangan nan-indah, nampak suasana Telaga Wahyu dari ketinggian, suasana yang sangat rindang penuh pepohonan cemara dan udara yang sangat sejuk/dingin.  Keistimewaan utamanya bukan pada hutannya, tapi karena tantangan rute yang terus menanjak hingga mencapai ketinggian 1.921 mdpl (meter diatas permukaan laut). Jarak rute mungkin hanya sekitar 60 km, tapi ketinggiannya termasuk salah satu puncak yang tertinggi, mengalahkan puncak Kaliurang (900 mdpl) dan puncak Selo (antara Merapi-Merbabu, 1.400 mdpl). Pada ketinggian ini terasa udara lebih tipis, perlu ekstra hirup napas saat nanjak. Sampai di puncak Cemoro Sewu, betul-betul terasa gowes diatas awan, jika beruntung kita akan gowes menembus kabut yang sangat dingin. Air pun sedingin es.

Rute gowes ini ditempuh dari timur (Kebonsari, Madiun), karena kemiringannya masih relatif bersahabat. Jika digowes dari Barat (Tawangmangu), kemiringannya sangat curam sekali. Perjalanan menuju Madiun dapat menggunakan kereta api (2 jam) atau jalur darat menggunakan mobil sewa (5-6 jam). Nampak dari peta, sejak dari Madiun jalan sudah menanjak, sekitar 30 km untuk menuju checkpoint pertama sebelum mulai menanjak, yaitu Ngerong, di lokasi checkpoint ini ada Alfamart yang cocok untuk mengisi perbekalan. Namun tidak perlu kuatir karena di sepanjang jalan tersedia cukup banyak warung.

Dimulai dari Alfamart Ngerong, jarak menuju puncak Cemoro Sewu adalah 14,95 km, dapat ditempuh dalam waktu 4 jam 15 menit (catatan waktu goweser dengan berat badan 1 kuintal, gowes santai di rombongan paling belakang). Bagi mereka yang jauh lebih ringan dan kuat, dapat mencapai puncak dalam 3,5 jam. Perjalanan menuju ke puncak terbagi dalam 3 etape, ditandai oleh tanjakan-tanjakan yang cukup terjal walaupun hanya beberapa ratus meter saja. Bagi yang belum pernah menempuh rute ini, kita sering merasa disorientasi, dimana posisi sekarang, apakah puncak-puncak tanjakan sudah terlewati atau belum. Untuk membantu memandu perjalanan, puncak-puncak tanjakan ini sudah ditandai pada aplikasi Lacakin, sehingga akan selalu ketahuan dimana posisi terkini dan seberapa jauh menuju puncak tanjakan berikutnya. 

Sebaiknya menjalani rute ini dengan menggunakan MTB, agar dapat menikmati tanjakan beserta pemandangan dan kesegaran udaranya. Kondisi jalan sangat mulus, sebenarnya tidak ada masalah menggunakan RB, hanya saja beberapa tanjakan cukup panjang dan curam yang membutuhkan teknik dan kekuatan khusus jika ingin melaluinya menggunakan RB. 

Rute ini sangat recommended, sungguh menjadi pengalaman gowes yang tak terlupakan ^_^







Lokasi:  Indonesia 7° 39' 50.6052" S, 111° 11' 28.896" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 60.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 12.00%Elevasi Maksimal: 47.00%Elevasi Jarak: 15.00km
Categories: Partners

Jogging + Bersepeda = Powerful

Sepeda Sehat - Sun, 04/03/2016 - 17:00

This is a true story of myself, dan saya sendiri masih amazed. Saya sendiri masih terkaget-kaget karena ternyata latihan berlari/jogging sungguh nyata meningkatkan kekuatan kaki, dan peningkatan ini sangat terasa ketika dipakai gowes. Hal lain yang membuat amazed adalah karena ternyata saya sudah bisa jogging, padahal berat badan saya masih 1 kuintal. Inilah kisahnya.

Sepeda saya sudah hampir dua bulan ini masih di bengkel karena mengalami patah anting (nama resminya "hanger", yaitu dudukan rear derailleur), ternyata ada berkah tersendiri di balik ini. Sepeda favorit tidak bisa dipakai, tentu membuat hati gundah gulana, apalagi karena hati tidak mantap untuk pakai sepeda lain. Selama 2 tahun ini bersepeda, sebenarnya berat badan saya tidak ada perubahan, masih saja sama, tetap 1 kuintal. Perubahan yang lebih terlihat pada physical appearance, ilustrasinya before-and-after seperti gambar di samping. Alhasil, berani mencoba untuk jogging lagi. 

Dulu, jogging sama sekali bukan olahraga yang disukai. Baru sebentar saja sudah ngos2an, lutut juga jadi sakit. dan ternyata sekarang sudah bisa jogging lagi dengan cukup nyaman. Nafas tidak lagi ngos2an, kaki juga lumayan bisa diajak lari, juga tidak ada keluhan lutut. Pertama kali jogging, tentu bukan tanpa masalah, mulai muncul nyeri otot di paha dan betis. Walaupun sudah lama gowes, ternyata tetap ada bagian otot yang belum terlatih. Maklum juga sih, selama ini otot kaki belum pernah merasakan pembebanan full 1 kuintal, so saya keep on running dengan niat untuk upgrade power kaki.

First time jogging dimulai akhir Feb 2016, jadwal gowes langsung diganti dengan jogging, frekuensinya 3x seminggu saja. Jogging di sekitar rumah saja, sekitar 3-5 km, durasi 30 menit hingga 1 jam. Jogging juga tidak ngoyo, kecepatan siput saja, sekitar 4 - 6 km/jam. Kalau sedang dinas luar kota tetap maintain rutinitas jogging pakai mesin treadmill. Selama 2 minggu jogging, nyeri otot kaki dan paha muncul silih berganti, penting untuk memberikan masa recovery yang cukup, jika nyeri agak berat gpp skip satu jadwal latihan. Memasuki minggu ke-3, setiap kali latihan sudah tidak terasa lagi nyeri, brarti otot kaki sudah upgrade.

Sesudah genap sebulan latihan jogging, kebetulan ada momentum untuk menguji hasil latihan, saatnya melihat bagaimana efeknya ketika dipakai gowes. Kesempatan pertama adalah gowes 100K dari Kutowinangun ke Jogja, rutenya relatif datar dengan beberapa tanjakan, mengayuh terasa lebih bertenaga, lebih konsisten/konstan mengayuh baik untuk jarak jauh maupun menanjak ringan. Berselang seminggu kemudian, datang kesempatan kedua, gowes 60K ke Nglanggeran, kali ini rutenya sangat dominan tanjakan panjang, ada juga yang cukup curam. Disini saya terheran-heran, tanjakan yang masuk kategori berat, ternyata bisa dilewati tanpa keluhan pada kaki. Bukan masalah ngebut atau cepat nanjak ya. Saat menanjak mengayuh konstan di gigi rendah, ketika menanjak tajam bisa mengayuh lebih kuat, energi di kaki terasa masih terus mengalir untuk tanjakan-tanjakan berikutnya. Malah lebih terasa napas yang belum bisa mengimbangi kekuatan kaki, masih ngos2an saat tanjakan curam, berarti ini jadi target latihan berikutnya.

Bagi kawan2 dengan berat badan 1 kuintal seperti saya, mengawali dengan bersepeda adalah pilihan yang tepat, low-impact (tidak memberi beban berat pada lutut dan kaki), banyak variasi yang tidak membosankan, dan fun! Jika badan sudah mulai ringan, dapat mulai menyisipkan dengan latihan jogging untuk meningkatkan power. Semoga sharing kisah ini dapat bermanfaat. Tetap Semangat!

Categories: 

Categories: Partners

Teknologi GPS Tracking untuk Pemantauan Perjalanan

Sepeda Sehat - Sat, 03/19/2016 - 13:50

Kami sudah cukup sering mengelola tour sepeda, terutama dalam mengelola tour jarak jauh (diatas 80 km per hari). Salah satu tantangannya adalah mengelola sebaran peserta yang terpencar. Ada peserta yang melaju jauh di depan, ada yang jauh tertinggal di belakang. Beragam peserta ini harus semuanya terlayani dengan baik, walaupun ada keterbatasan tim panitia dan kendaraan pendukung (logistik, pickup loading, ambulance).

Peserta yang mengaktifkan Lacakin dapat melihat posisi peserta lainnya.

Kita sulit mengetahui posisi para peserta. Bagi panitia yang belum familiar dengan rute perjalanan juga sering merasa "disorientasi" dan penuh keraguan. Peserta juga sangat potensial "tersesat" karena tidak familiar dengan tempat-tempat baru. Panitia logistik membutuhkan informasi sudah seberapa dekat peserta ke lokasi checkpoint, apakah masih ada peserta yang di belakang. Panitia yang menangani safety juga membutuhkan informasi lokasi peserta, semisal ada ban sepeda yang bocor, atau jika ada peserta yang jatuh. Selama ini kita mengandalkan "kirologi" (kira-kira lokasinya sekian meter dari perempatan, dsb). Bertukar informasi lokasi memang bisa dilakukan melalui WA, tapi belum memungkinkan memantau keseluruhan perjalanan beserta peserta/tim yang terlibat.

Semenjak akhir 2015 kemarin ternyata sudah ada teknologi pelacak lokasi yang bisa kita gunakan untuk memudahkan pemantauan perjalanan. Teknologi ini adalah aplikasi Lacakin yang diinstall pada ponsel Android. Peserta dan panitia tinggal mengaktifkan Lacakin, maka lokasi semua yang aktif dapat terpantau oleh panitia. Mereka yang mengaktifkan Lacakin juga dapat melihat posisi peserta lain, dan rute yang harus dilewati. Bagi peserta yang tertinggal di belakang bisa merasa lebih tenang karena ketahuan seberapa jauh terpisah dengan rombongan di depan, dan seberapa jauh menuju lokasi checkpoint logistik terdekat.

Panitia dapat memantau posisi seluruh peserta perjalanan. Bahkan disediakan juga public tracking page yang dapat diakses melalui Internet, sehingga perjalanan bersepeda dapat dipantau oleh keluarga di rumah.

Salah satu manfaat Lacakin saat kami gowes ke Ambarawa, terpantau bahwa sebagian peserta terpisah karena melewati jalur yang berbeda, tapi kita tidak panik karena kedua jalur tersebut bermuara ke persimpangan yang sama. Mengenai ada yang tertinggal di belakang, ternyata karena ponsel ybs off kehabisan batere.

Salah satu pengalaman menarik dalam menggunakan Lacakin adalah terkait safety. Dengan adanya Lacakin, kita jadi punya cara baru dalam penanganan kejadian-kejadian khusus. Salah satu contohnya begini: pernah ada kejadian peserta mengalami kram berat sehingga jatuh dan tergeletak di pinggir jalan. Peserta ini kebetulan bersepeda sendirian, tidak mengaktifkan Lacakin, dan tidak pegang nomor HP panitia. Beruntung ada warga yang menyaksikan, kemudian mengejar dengan motor untuk memberitahu ke rombongan di depan. Salah satu marshall balik kanan ke lokasi peserta kram, sudah merupakan prosedur bahwa semua marshall harus mengaktifkan Lacakin. Tiba di lokasi marshall langsung menghubungi call center panitia, memberitahukan identitas peserta kram (nomor bike tag). Panitia otomatis mendapatkan lokasi peserta kram, langsung menghubungi petugas ambulance dan diminta ke lokasi peserta kram. Petugas ambulance pasang sirene dan melaju kencang, tinggal memantau melalui aplikasi Lacakin seberapa sudah dekat ke lokasi.

Lacakin memudahkan manajemen perjalanan bersepeda jarak jauh, aplikasinya dapat di-download di Playstore, register di website-nya untuk mengaktifkan Lacakin. Enjoy, kita akan share terus berbagai pengalaman menarik lainnya ^_^

Categories: 

Categories: Partners

Soewoek, The Epic Endurance Cycling

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 22:14

Suwuk adalah nama pantai di daerah Kebumen, itulah saat pertama kali tim Soewoek ini terbentuk dalam sebuah formasi tim yang lengkap, bersama-sama bersepeda dari Jogja menuju Cilacap sejauh 160 km. Akhinya nama pantai ini diabadikan menjadi nama tim pesepeda. Dalam perjalanannya, tim Soewoek telah banyak membantu penyelenggaraan berbagai event bersepeda.

Filosofi tim Soewoek adalah Epic Endurance, yaitu bersepeda jarak jauh untuk sehat dan kebersamaan, dengan menjelajah ke berbagai destinasi epic di seluruh penjuru mata angin. Dua ciri utama yang khas dari setiap perjalanan yang dikelola oleh tim Soewoek:

  • Menjelajah rute epic, rute yang memberikan pengalaman bersepeda yang heroik serta pemandangan nan-indah tiada tara.
  • Pengelolaan teknis perjalanan yang rapi dan terencana, setiap rute selalu dilakukan uji coba dan survey, setiap perjalanan selalu dilengkapi dengan dukungan logistik untuk menjamin safety dan kenyamanan bersepeda.

Jika Anda ingin menyelenggarakan kegiatan bersepeda sebagai bagian dari corporate event, silakan kontak kami untuk mendiskusikan lebih lanjut bagaimana menciptakan pengalaman bersepeda yang memberikan memorable experience. Selamat bergabung dalam pengalaman bersepeda epic bersama tim Soewoek. 

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

Le Tour de Anestesi 2016

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 21:49

Anestesia Bike Community menyelenggarakan Le Tour de Anesthesia dengan tema "Epic Endurance Cycling", sebuah gowes dengan rute yang memberikan pemandangan nan-indah. Bagi yang berminat dapat menghubungi lebih lanjut  sesuai informasi pada brosur berikut.

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

Spot Riyadi, Pemandangan Candi Prambanan Nan-Cantik dari Puncak

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 21:09

KOPDAR #6 JOGJA GOWES 
Minggu, 13 Maret 2016

Titik Kumpul 1 : Depan Kraton / Alun2 Utara, kita start on time 06.00 WIB jadi silahkan datang sebelumnya
Titik Kumpul 2 : Perempatan RS Harjolukito RIngroad. Dari perempatan ini kita ke arah timur hingga sampai di Lava Bantal. 

Jadi sebaiknya kalau gak bisa kumpul dari Alun-alun nyegat di RS Harjolukito ini saja karena kita lewat jalur dalam.
Target nya jam 07.00 kurang sudah sampai Lava Bantal dan berfoto-foto disini kurang lebih 20 sd 30 menit. Habis itu lanjut menuju spot riyadi yang lokasinya arah ke candi ratu boko / abayagiri.

Jam 08,00 sudah sampai di Spot Riyadi, jalan menuju ke sana hijau, sejuk. Jalan mulus, menjelang ke spot riyadi ada 1 tanjakan 100m bs digowes/nuntun.

Di spot riyadi kita bisa menyaksikan pemandangan Prambanan dari atas dan hamparan hijau Jogja timur.Di spot riyadi sudah ada warung makan dan minum jadi tak usah khawatir kalau gak bawa bekal.

Setelah spot riyadi bebas, mau lanjut ke candi juga bisa karena tidak jauh dari sini ada Candi Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan, Candi Kalasan. Mau blusukan juga banyak jalur. Nanjak juga banyak, Atau mau pulang mampir dawet kalasan juga asik...

Baju/Jersey bebas, perlengkapan sepeda monggo diatur sendiri untuk kenyamanan dan safety. Speed damai
Ayo gowes rame-rame, silaturahmi menambah kekancan.

Salam Jogja Gowes










Lokasi:  Indonesia 7° 46' 9.1668" S, 110° 30' 7.632" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 41.00kmSepeda: MTB
Categories: Partners

Gowes Yogya-Patuk-Nglanggeran-Serut-Prambanan

Sepeda Sehat - Mon, 02/22/2016 - 18:38

Yogyakarta memang  lengkap dan kaya dengan aneka tantangan dan pemandangan bagi penggemar bersepeda. Aneka sajian variasi jalur bisa dipilih.. dipilih .. dipilih….. .

Jalur budaya Candi untuk melihat beragam candi peninggalan leluhur, jalur gunung Merapi, untuk menikmati keindahan gunung Merapi yang selalu gagah berasap, dan dominasi gemericik air di sepanjang perjalanan pendakian, jalur Durian ke rumah Raja Durian yang nggak sampai 10 km dari kota Yogya, atau jalur pantai, untuk menikmati deburan-deburan ombak disepanjang jalan, atau pilihan lain jalur persawahan, terutama persawahan terasering dengan latar belakang perbukitan hijau yang menyejukkan.

Sebelum Simpang Nglanggeran

Minggu, 21 Februari 2016, setelah beberapa waktu istirahat gowes, saya bergabung dengan team survey team dokter-dokter Anesthesi yang akan mengadakan event Anesthesia 2016 Epic Endurance Cycling. Jalur yang dipilih untuk di survey adalah jalur Patuk-Ngandong/Serut-Prambanan.   Keistimewaan jalur ini:

  • Tanjakan-tanjakan yang menantang, yang dimulai dari Tanjakan Patuk di jalan Wonosari
  • Jalur yang rindang hijau, pemandangan gunung api purba Nglanggeran dan sawah-sawah menghijau di sepanjang Patuk-Serut
  • Bonus turunan setelah tanjakan-tanjakan diteruskan dengan jalur datar sampai jalan raya Solo Yogya, dan ditutup dengan jalur jalan raya Solo-Yogya yang relative panas dan rame lalu lintasnya.

Jalur Epic Endurance Cycling

Jalur Epic Endurance Cycling

Etappe 1 (rumah Nandan-Perempatan Ketandan) – 11 KM  

Hari masih gelap, sekitar jam lima pagi, dengan sepeda MTB meninggalkan rumah, menyusuri selokan Mataram, Jalan Gejayan, Jalan Solo, Janti dan sampai di Perempatan Ketandan, atau perpotongan jalan Wonosari dan Ring-Road sebagai tempat janjian berkumpul pagi itu. Jalanan relative masih sepi, sehingga bisa berjalan dengan cepat di aspal yang mulus. Waktu masih menunjukkan pukul setengah enam lebih sedikit. Lebih awal dari janjian kumpul jam 05:45, dan belum satupun teman yang hadir. Satu demi satu teman berdatangan, dan kami segera memulai perjalanan sekitar jam 06:15, “sedikit” lebih lambat dari rencana semula.

Etappe 2 (Perempatan Ketandan-Patuk) – 12 KM

Menyusuri jalan Wonosari yang sudah lumayan rame di pagi itu, awalnya datar-data saja. Malahan sedikiiiit agak menurun sepanjang kurang lebih 9 km melewati Pasar Piyungan. Nah, begitu ketemu jembatan selepas Pasar Piyungan, tanjakan-tanjakan tajam Patuk siap untuk didaki. Dengan jalan yang berliku-liku, namun terus konsisten menanjak dengan jarak sekitar 3 km, jarak sedekat itu memiliki perbedaaan elevasi sekitar 200m. Lumayan …..Menyenangkan Setiba di puncak tanjakan di depan kantor polisi kami beristirahat beberapa saat. Ada warung minum kecil di puncak tanjakan ini yang ramai dikunjungi para pengayuh sepeda. Ini merupakan tanjakan yang paling menantang di sepanjang jalur kita ini.

Etappe 3 (Patuk – Simpang Nglanggeran) – 8 KM

Selepas dari ettape 2, jalur yang lumayan tergangu dengan kendaraan umum, terutama bus dan truk yang mengerang-erang menapaki tanjakan dengan asap yang agak menyesakkan, kami belok kiri di depan kantor polisi, masuk ke jalan kearah gunung api Purba Nglanggeran yang rindang dengan pepohonan, jalan mulus dan sepi dari kendaraan umum. Bagi penggemar durian, saya sarankan untuk tidak berhenti terlalu lama di Simpang Patuk, dan langsung lanjut saja berjalan, karena dengan jalan yang datar, mulus sejuk, kira-kira 2.5 km akan bertemu dengan Durian Pak Gito, Asli Patuk di sisi kanan jalan. Rombongan kamipun singgah untuk menikmati durian bergaransi.

Perjalanan terus berlanjut dengan rolling-rolling yang menyenangkan, dan sesekali perlu memakai gigi paling ringan untuk menaklukkan tanjakan , kira-kira 8 km dari simpang Patuk sampai di Simpang Nglanggeran, satu perempatan jalan (Ke kiri ke arah Sendang Sri NIngsih, ke Kanan ke arah GUnung Api Purba. Jika cuaca cerah, beberapa saat sebelum mencapai Simpang Nglanggeran, di daerah yang banyak tower-tower, kita bisa mendapatkan tempat yang bagus untuk berfoto menikmati pemandangan lembah dengan bukit dibelakang lembah, dan di kejauhan tampak Gunung Merapi dan satu gunung lagi, mungkin gunung Sindoro.

Etappe 4 (Simpang Nglanggeran-Serut/Ngandong) – 10 KM

Dari perempatan jalan tersebut kami mengambil jalan lurus ke arah Klaten. Ini etappe yang paling menawan pemandangannya. Jalan masih diwarnai rolling-rolling yang dengan tanjakan yang tajam, namun secara keseluruhan sudah mulai menurun.Selepas dari persimpangan jalan tersebut kita akan menemui batu-batu besar bekas gunung berapi di sisi kiri dan kanan jalan. Luangkan waktu untuk berfoto. Selanjutnya sisi kiri dan kanan jalan akan penuh dihiasi sawah, dan di sisi akan tampak bukit batu, gunung api purba Nglanggeran yang tampak gagah kokoh di kejauhan. Foto lagi di sini yaaa….   

Gunung Api Purba di Latar Belakang

Bersama de Muzz

Nah, setelah melalui jalan naik turun kecil, akhirnya akan ketemu tanjakan tajam double, menanjak tajam, rata sedikit langsung menanjak lagi. Ini tanjakan terakhir, dan jalan selanjutnya akan terus turun tajam ke bawah sampai Desa Ngandong Serut.  

Etappe 5 (Serut/Ngandong – Prambanan) – 13 KM

Hamparan sawah terus menghiasi kiri dan kanan jalan, dengan kondisi jalan yang datar, mulus, dan sesekali menembus rumah-rumah di pedesaan, salah satunya melewati desa Ganti Warno, sampai menyeberang di bawah rel KA Solo Yogya dan tembus ke jalan Solo-Yogya di sebelah timur pabrik Susu SGM, kira-kira 4 km dari Prambanan. Terus melaju menuju Prambanan melewati jalan Solo-Yogya, dan mampir di Dawet sisi kiri jalan sesudah candi Prambanan

Etappe 6 (Prambanan-Rumah) – 17 KM

Etappe terakhir Prambanan sampai rumah, sejauh kira-kira 17 km melalui jalan raya Solo-Yogya dan ring road Utara.  

Ringkasan:

  • Jarak : 70 KM
  • Sepeda : MTB/Hybrid
  • Kondisi jalan: Aspal mulus dengan tanjakan-tanjakan dan turunan
  • Pemandangan: Persawahan dengan terasering, gunung api purba dan batuan-batuan

Simpang Gunung Api Purba

Lokasi:  Indonesia 7° 49' 25.752" S, 110° 25' 1.1712" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 70.00kmSepeda: MTB
Categories: Partners

Jogja Exotic Cycling [50 km]

Sepeda Sehat - Sun, 02/14/2016 - 08:08

Jogja Exotic Cycling (JEC) adalah event bersepeda yang diselenggarakan oleh Garuda bersama UGM pada tanggal 13 Februari 2015. Event ini sangat kolosal, diikuti oleh total 420 peserta, dengan tim panitia dari GamaGO (Gadjah Mada Gowes). Rute melalui jalur alternatif yang tidak padat dengan suasana keindahan pedesaan, melewati candi-candi yang lokasinya berdekatan. Rute ini melalui empat candi, yaitu: Candi Prambanan, Candi Plaosan, Candi Sojiwan dan Candi Ratu Boko. Salah satu yang spesial dalam event ini adalah bisa membawa sepeda masuk di kawasan candi Prambanan melalui pintu akses khusus, benar-benar bisa sangat dekat dengan candi (ada lapangan rumput nan-luas di utara candi Prambanan), bisa foto bersama sepeda.

Download GPX

 

 

Rute ini berjarak 50 km, start dan finish dari UGM, waktu tempuh perjalanan 5,5 jam (sudah termasuk istirahat dan foto-foto di lokasi candi). Kondisi jalan relatif mulus, namun ada jalan rusak pada beberapa lokasi, relatif masih bisa dilalui roadbike. Sepeda MTB juga lebih disarankan, karena tanjakan menuju lokasi Candi Ratu Boko cukup spesial, menanjak sepanjang 1 km dengan rerata elevasi 10 - 15%.

Foto-foto dikontribusikan oleh kawan-kawan GamaGO, dan beberapa foto candi bersumber dari Internet.











Lokasi:  Indonesia 7° 46' 13.1844" S, 110° 29' 21.948" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 50.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 5.00%Elevasi Maksimal: 15.00%Elevasi Jarak: 1.00km
Categories: Partners

Eksotisme Bali Utara [240 km]

Sepeda Sehat - Wed, 02/10/2016 - 21:13

Rute ini sungguh memberikan pengalaman bersepeda yang tidak dapat dilupakan, sebuah perpaduan paripurna tiada tara, rute aspal halus nan-rindang, pemandangan pegunungan indah dengan udara yang dingin dan segar, serta nuansa eksotisme khas Bali. Rute ini berjarak total 240 km yang terbagi menjadi dua etape. Masing-masing etape memiliki karakteristik dan keistimewaan tersendiri. Etape pertama relatif datar dengan banyak pohon rindang dan didominasi pemandangan tepi pantai, sementara etape kedua memberikan pemandangan pegunungan dengan jalan menanjak di sepertiga rute.

 

Etape 1 : Gilimanuk - Tulamben [150 km]

Titik start etape ini adalah dari kota Banyuwangi, dapat ditempuh dengan kereta ekonomi Sri Tunjung yang berangkat dari Jogja dengan biaya Rp 100rb. Perjalanan dengan kereta mencapai 18 jam, berangkat jam 7.15 tiba jam 21.15. Sebaiknya sudah booking hotel di Banyuwangi agar dapat cukup istirahat sebelum memulai perjalanan panjang keesokan harinya. Kami sudah mencoba Hotel Mirah, hanya berjarak 3 km dari penyeberangan Ketapang. Untuk menyeberang, sepeda plus pengendara membayar Rp 14.000. Jika membawa mobil logistik, tarifnya Rp 141.000.  Jika lancar tidak ada ombak tinggi penyeberangan hanya membutuhkan waktu 45 menit. Saat penantian dalam kapal ferry cocok dimanfaatkan untuk sarapan.

Setibanya di Gilimanuk, langsung merasakan kenikmatan gowes yang luar biasa. langsung terasa nikmat sekali. Kondisi jalan aspal nan-mulus, jalan juga relatif datar, kiri-kanan penuh dengan pohon yang rindang, udaranya juga sangat segar sekali. Sesudah lewat dari kawasan Taman Nasional Bali Barat, kita akan disuguhkan pemandangan tepi pantai yang indah dan juga udara yang menyehatkan. Mayoritas kondisi jalan relatif datar, memang ada beberapa segmen yang naik dan turun, tapi tidak terlalu tinggi, dan tidak panjang, relatif mudah dilalui. Menjelang finish di Hotel Matahari Tulamben Resort juga ada tanjakan, tapi relatif mudah dilalui.

Start dari Gilimanuk jam 7 pagi, saat jam makan siang antara jam 12 - 14 lebih kurang posisi sudah sampai di daerah Lovina, tiba di Tulamben jam 17, sehingga total perjalanan lebih kurang 10 jam (sudah termasuk istirahat).

Diagram elevasi berikut mungkin nampak menyeramkan kok banyak naik turun, tapi jika diperhatikan skalanya, ketinggian maksimal hanya 53 meter dengan rerata elevasi 0,7% maksimal 3,6%. 

Download GPX

 

 

Etape 2 : Tulamben - Denpasar [102 km]

Etape ini sungguh sebuah pengalaman gowes yang tak terlupakan, menyusuri kaki Gunung Agung, landmark yang sangat khas Bali. Bermalam di Tulamben memberikan cukup pemulihan untuk memulai lagi perjalanan, karena langsung disambut dengan tanjakan yang memberikan pemandangan nan-indah tiada tara. Berbeda dengan etape pertama yang didominasi pemandangan tepi pantai, etape ini memberikan pemandangan pegunungan, sawah terasering dan nampak pantai di kejauhan. Karena start pagi, menanjak hawa dingin dan udaranya sangat segar sekali, menanjak menjadi menyenangkan, jalanan juga tidak ramai. Sesudah melalui tanjakan2, disambut lagi dengan pemandangan pantai, jalan relatif datar dengan banyak rolling. 

Tidak perlu terburu-buru melahap tanjakan karena begitu banyak pemandangan indah di sepanjang jalan. Tanjakan yang cukup panjang dimulai pada KM 9, baru mencapai puncaknya pada KM 15. Rerata elevasinya 4,7% maksimal 11,9%. Nampak dalam diagram, kita akan menanjak sampai ketinggian 358 meter, walaupun berkesan sangat curam tapi sebenarnya jalannya berkelok-kelok sehingga tidak terlalu curam, masih bisa dilalui dengan kecepatan 5 - 10 km per jam. Sangat disarankan untuk hemat energi sejak awal perjalanan melahap tanjakan, selain karena masih ada tanjakan-tanjakan ringan, juga karena perjalanan masih panjang. Walaupun jalan relatif datar tapi akan dilewati dalam kondisi panas terik sehingga lumayan menguras tenaga dan membutuhkan banyak istirahat. 

Jalan utama Ida Bagus Mantra sangat panjang dan panas, di ujung jalan ini ada Indomaret besar, tempat sempurna untuk melepas lelah dan mengisi tenaga. Saat masuk ke kota Denpasar, rute ini juga dilewatkan ke kuliner Ayam Betutu khas Gilimanuk (halal) dan kemudian finish di Hotel Puri Nusantara yang lokasinya sangat dekat dengan bandara, persis sebelah toko oleh-oleh Krisna. Start dari Tulamben jam 6 pagi, finish di Denpasar jam 16, total perjalanan lebih kurang 10 jam (sudah termasuk istirahat).

Download GPX

 

 

Special mention, terima kasih atas sumbangan foto dari kawan-kawan, juga sumbangan foto nan-cantik dari fotografer pak Asril Kurniadi.
















Lokasi:  Indonesia 8° 16' 42.1788" S, 115° 35' 36.6" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 240.00kmSepeda: Road BikeElevasi Rerata: 4.50%Elevasi Maksimal: 12.00%Elevasi Jarak: 6.00km
Categories: Partners

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.