Partners

Survey Gowes Merdeka Merapi 2016

Sepeda Sehat - Sun, 06/19/2016 - 09:26

     

Pesona cantik Merapi dan Merbabu memberi asupan yang menyegarkan jiwa saat  dinikmati dari atas sadel sepeda, dengan gowes sejauh sekitar 125 km, mulai dari elevasi sekitar 150 mdpl di hotel Alana jdi alan Palagan, Yogyakarta,  sampai tempat tertinggi di Kecataman Selo kabupaten Boyolali di lereng gunung Merapi,  sekitar 1576 mdpl. Bersepeda bersama banyak teman, membelah punggung Merbabu di sisi gunung Merapi, dan menikmati sosok  Merbabu dan Merapi mulai dari kejauhan yang nampak hijau mulus wajah Merbabu, dan kekar gagah kehitam-hitaman wajah Merapi,  mendekat,  mendekat dan terus mendekat dan menanjak, sampai menaikinya di Selo.

Penampakan Merapi dan Merbabu akan mengalami perubahan-perubahan yang mengagumkan mulai dari kejauhan Merbabu yang Nampak hijau, kemudian mendekat nampaklah perkampungan di punggung Merbabu, hingga kita berada di antara rumah-rumah di bagian atas dari gunung Merbabu tersebut, dan menatap Merapi yang kelihatan  guratan-guratan yang semakin menampakkan kekokohannya. Semuanya itu kita nikmati melalui perjuangan ngos-ngosan mengayuh pedal di atas sadel sepeda, untuk terus menerus mengatakan kepada diri sendiri, untuk mencintai tanjakan-tanjakan yang terus menerus menunggu di depan.

Dan perjalanan kembali dari Selo menuju Klaten, melalui jalan yang terus menurun tak kalah menariknya untuk tetap terus dinikmati, dengan terus semakin berhati-hati dan waspada di sepanjang perjalanan.

Update 13 Juni 2016:

  • Merubah tempat start menjadi dari hotel Alana di Jalan Palagan Yogyakarta
  • Menambah Etape Talun-Gowok Sabrang dan Etape Tlogolele-SimpangKetep dengan tujuan untuk memperbanyak tempat-tempat istirahat untuk kenyamanan (total dibagi dalam 9 etape)

Sabtu, 4 Juni 2016 kami bersepuluh janjian untuk melalukan kegiatan survey jalur Gowes Merdeka Merapi 2016 yang rencananya akan dilaksanakan hari Sabtu, 13 Agustus 2016. Kami bersepuluh semuanya sudah pernah melalui jalur ini saat kegiatan Gowes Merdeka Merapi 2015 yang lalu.

Dan  pada hari Sabtu, 4 Juni 2016, dua orang putri, mbak Noer dan mbak Sari Sita, dan delapan orang laki-laki, de Mus, bang Yos, mas Johnset, mas Joko Sumiyanto, mas Hermawan, mas Indul, dr.Hariyanta dan saya menggunakan beragam  jenis sepeda . Ada yang menggunakan  MTB, RB maupun hybrid. Dan semuanya berhasil melakukan survey dengan baik. Beragam...untuk bisa mewakili para calon peserta

Di bawah ini adalah draft awal rancangan rencana perjalanan hasil survey dan diskusi bersepuluh, yang akan kita lakukan saat hari H Gowes Merdeka Merapi 2016 yang masih akan terus diperbaiki dan dilengkapi agar para peserta bisa menikmati kegiatan gowes epic endurance ini dengan aman, nikmat dan gaya. :)

Etape 1: Hotel Alana (Lokasi Start) - Lapangan Denggung (Titik Kumpul 1)

  • Jarak: 4 km
  • Jalan aspal hotmix dan datar
  • Santai

Tempat start direncanakan dari Hotel Alana, agar lebih mudah bagi teman-teman luar kota yang menginap di Yogya, jika ingin menginap di tempat start. Sampaikan sbahwa anda peserta Gowes Merdeka Merapi saat melakukan reservasi, dan akan mendapatkan harga group khusus yang lebih murah.

Perjalanan ke Titik Kumpul 1 di Lapangan Denggung yang berjarak sekitar 4 km, akan melalui Jalan Palagan ke arah Utara, kemudian belok kiri masuk ke jalan Gota-gati sampai di Jalan Magelang dan masuk ke Lapangan Denggung. Pemanasan kecil yang menyenangkan.

Etape 2: Lapangan Denggung (Titik Kumpul 1) - Muntilan (Titik Kumpul 2) 

  • Lapangan Denggung (elevasi: 200m), Muntilan (Elevasi: 370m)
  • Jarak: 19 km
  • Jalan aspal hotmix dan datar
  • Point of interest: Jembatan Kali Krasak

 

Titik Kumpul 1 (Lapangan Denggung) Jalan Magelang

Titik Kumpul 1 adalah Lapangan Denggung, yang berada di Jalan Magelang. Lokasi lapangan Denggung adalah sekitar 4 km sebelah Utara perempatan Ringroad dan jalan Magelang. Jika peserta datang dari arah kota Yogya (dari Selatan), sesampai di perempatan Denggung akan melihat tulisan Taman Denggung seperti gambar di sebelah,  dan lokasi lapangan Denggung tempat titik kumpul 1,  berada di bagian Utara dari taman Denggung ini.  

Perjalanan dari Lapangan Denggung menuju titik Kumpul 2 di Muntilan akan melalui jalan raya Yogyakarta-Semarang yang beraspal sangat mulus, dan denyut lalu lintas yang sudah mulai agak ramai di pagi hari. Jalanan relative datar, dan sedikit menanjak, namun tidak begitu terasa tanjakannya karena selain tanjakan relatif landai, juga tenaga kita masih penuh. Kecepatan rerata yang diharapkan sekitar 20 km/jam. Tetap jaga tenaga, gunakan sekitar 75% saja dari kemampuan kecepatan anda, karena perjalanan masih jauh. Anggap 19 km pertama ini sebagai pemanasan. Jangan terpancing ngebut..akan menguras tenaga anda terlalu cepat.

Jembatan kali Krasak adalah salah satu point of interest yang kita lalui di etape pertama ini. Jembatan kali Krasak adalah sebuah jembatan kembar sepanjang sekitar  100 meter yang melintang di atas Kali Krasak. Sungai Krasak ini adalah garis batas wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus batas antara Kabupaten Sleman (DIY) dengan Kabupaten Magelang (Jateng).

Kali Krasak bermata air di puncak gunung Merapi. Namun demikian, di sisi hulu masyarakat lebih mengenalnya sebagai Kali Bebeng. Kali Krasak sendiri sebenarnya diambil dari anak sungai kecil yang bermata air di lereng bawah gunung Merapi. Kali Bebeng dan Krasak kemudian menjadi satu aliran, dan di sisi hilir lebih dikenal sebagai Kali Krasak.

Saat mulai masuk Muntilan, dan jalan menjadi jalan satu arah saja dari arah kedatangan kita, para goweser diharap segera mengambil jalur paling kanan, dan perlu berhati-hati karena sekitar jam tujuh pagi lalu lintas sudah lumayan ramai, dan rombongan akan belok ke kanan di pertigaan Klenteng/Sup Empal.

Perjalanan terus berlanjut menuju titik kumpul 2, dengan melintasi satu traffic light, dan terus lurus di perempatan ber traffic light tersebut. Titik Kumpul kita di lapangan SMK Pangudi Luhur , kira-kira berjarak 1 km dari simpang Klenteng. Masuk ke gang kecil (jalan Van Lith)  sesudah bangunan SMK Pangudi Luhur.

 

SMK Pangudi Luhur (Sesudah bangunan ini belok kanan menuju Titik Kumpul 2)

Simpang jalan disebelah SMA PL menuju Titik Kumpul 2

Titik Kuimpul 2 Lapangan di Jalan Van Lith Muntilan

Di titik kumpul ke 2 ini akan istirahat sekitar 10 menit dan rencananya akan disediakan snack berat arem-arem, pisang, chocolate bar dan minuman. Peserta diharap untuk mengambil minuman, pisang dan chocolate bar untuk dimasukkan ke kantong jerseynya, untuk dinikmati di tengah perjalanan.

Disarankan untuk tidak membawa beban berlebih di punggung, seperti tas punggung berisi air minum atau tas berisi barang-barang lain.

Etape 3: Muntilan (Titik Kumpul 2) – Talun (Titik Kumpul 3)

  • Muntilan (elevasi: 370m), Talun (Elevasi: 670m)
  • Jarak: 9 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, dan di beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton. Jalan terus menanjak, mirip dengan jalan dari Yogya ke Pakem
  • Point of interest: Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu (di sisi depan kanan), dan gunung Sindoro/Sumbing (dibelakang)

Perjalanan dari titik kumpul 2 di lapangan SMK Pangudi Luhur, akan melalui Kerkop Muntilan,  sebelum kembali masuk ke jalan Muntilan-Talun. Kerkop berasal dari bahasa Belanda yaitu kerkhof, yang berarti taman gereja (kerk-hof).  Di  kerkop Muntilan ini dimakamkan salah satu rohaniwan Katolik yang terkenal, yatitu Romo Sandjaja Pr.

Ketika kembali memasuki jalan Muntilan-Talun, kita akan langsung bisa melihat pemandangan gunung Merapi dan Merbabu di sisi kanan perjalanan kita. Gunung Merbabu yang lebih hijau terletak di sisi  lebih kiri, dan gunung Merapi yang beberapa bagian terlihat kehitam-hitaman karena lava terletak di sisi yang lebih  kanan, seperti pasangan yang lembut dan satunya sosok yang kokoh.

Sepanjang perjalan kita akan terus melihat dua buah gunung ini, di posisi yang terus bergeser-geser mengikuti posisi perjalanan kita,   sampai nanti kita akan berjalan menembus di antar dua buah gunung tersebut. Perjalanan akan terus mengikuti jalan kabupaten kombinasi aspal dan cor-coran beton, dengan kontur terus menanjak landai-landai seperti kita menikmati perjalanan dari Yogya ke Pakem.

Kita juga akan melewati pasar Dukun yang cukup ramai, dan sesudah pasar Dukun jalan menurun menyeberangi jembatan. Dari atas jembatan sesudah pasar Dukun ini kita akan bisa jelas melihat gunung Merapi dan Merbabu di sisi kanan jembatan, dan gunung Sindoro/Sumbing di sisi kiri jembatan.

Menikmati Merapi dari jembatan sesudah pasar Dukun

Merapi dari Jembatan sesudah pasar Dukun

Rute etappe 2 yang berjarak 9 km atau kurang dari separuh jarak rute pertama, akan bisa dilalui dengan waktu yang kira-kira sama, sekitar hampir 1 jam perjalanan.

   

Titik Kumpul 3 di depan Pasar Talun

Simpang Jalan sesudah Titik Kumpul 3 (ambil jalan yang kanan)

 

Titik Kumpul 3 adalah di halaman depan pasar Talun

Di tempat ini akan disediakan lagi minuman bagi yang masih memerlukan. Disarankan untuk mengambil dan membawa botol minuman di kantong jersey kita. Di sekitar titik kumpul 3 ini juga tersedia beberapa warung dan toilet bagi yang memerlukan. Etape 3: Talun (Titik Kumpul 3) – Gowok Sabrang (Titik Kumpul 4)

  • Talun (Elevasi: 670m) dan Gowok Sabrang (Elevasi: 1040m)
  • Jarak: 5 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, dan di beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton. Dan dibeberapa titik jalan rusak dibagian kiri, Peserta disarankan untuk tidak mengambil jalur kanan, karena lalu lintas ramai. Jalan terus menanjak agak tajam.
  • Point of interest: Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu (di sisi depan kanan), dan gunung Sindoro/Sumbing (dibelakang)

 

Meskipun jarak lebih pendek dari etappe sebelumnya, hanya sekitar 5 km, namun waktu tempuh kemungkinan akan mirip-mirip. Sekitar satu jam lebih sedikit Di perjalanan kita ini, jarak bukan lagi sesuatu yang sederhana untuk memperkirakan waktu perjalanan kita……..tanjakan-tanjakannya itu yang memporak porandakan rumus sederhana t=d/v, atau waktu tempuh ama dengan jaran dibagi kecepatan rata-rata….

Kecepatan kita akan sangat bervariasi, bahkan kadang spedo meter di depan kita akan mbegegek, menunjukkan angka 0 saat kita masih mengayuh di atas sadel, ya karena terlalu pelannya dalam menaklukkan tanjakan… ora opo-opo...

Peserta bebas untuk memilih tempat istirahat mandiri sesuai keperluan masing-masing, dan jangan terpengaruh kecepatan pengendara sepeda yang lain.

Merapi yang kokoh dari Tlogolele

Nikmati terus pemandangan gunung Merapi dan gunung Merbabu yang semakin nampak dekat, yang posisinya berubah-ubah sesuai arah perjalanan kita, dan di punggung gunung Merbabu akan mulai kelihatan perkampungan

Titik Kumpul 4 (Gowok Sabrang(

Titik Kumpul 4 (Gowok Sabrang)

Titik Kumpul 4 di Gowok Sabrang, lokasinya berada di pengkolan jalan setelah tanjakan panjang. Di tempat ini akan disediakan minuman bagi yang memerlukan.

  Etape 4: Gowok Sabrang (Titik Kumpul 4) – Tlogolele

  • Gowok Sabrang (Elevasi: 1040m) dan Tlogolele (Elevasi: 1100m)
  • Jarak: 2km
  • Jalan agak rolling

 

Perjalanan yang hanya berjarak sekitar 2 km ini  ini akan menyeberang dari daerah kabupaten Magelang, masuk ke kabupaten Boyolali, Surakarta.

Di satu bangunan setelah SD Negeri Tlogole, semua peserta diharap untuk berhenti dahulu, dan akan ada panitia yang mengingatkan setelah titik tersebut akan ada turunan tajam menuju ke Check Dam

Dirasa perlu untuk berhenti sejenak di tempat ini untuk mengingatkan kembali para peserta untuk ekstra hati-hati karena turunan tajam di jalur depan.

Etape 5: Tlogolele  – Simpang Ketep

  • Tlogolele (Elevasi: 1100m) dan Simpang Ketep(Elevasi: 1180m)
  • Jarak: 2 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton, dan beberapa segmen, terutama ketika mendekati  Simpang Ketep jalan hanya satu sisi, rusak dan banyak truk. Sangat disarankan untuk turun dari sepeda dan menuntun.
  • Point of interest: Check Dam yang indah dan Pemandangan gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan.

 

Setelah Titik Kumpul 4, akan terdapat beberapa turunan tajam. Para peserta harus disiplin berjalan di sisi kiri jalan, dan mengkontrol kecepatan mulai dari puncak jalan. Mulai mengerem sebelum jalan menurun, dan terus mengerem sedikit-sedikit di turunan, untuk tetap bisa mengkontrol kecepatan. Ada satu turunan tajam, yang berujung pada jembatan sempit di jalan yang menikung, dan permukaan jalan diselimuti pasir tipis, yang menyebabkan agak licin saat kita melaluinya.

Check Dam Sabo

Check Dam Sabo menjadi akan menjadi titik menarik yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto-foto di tempat ini. Check Dam Sabo ini sangat memukau dengan perbedaan ketinggian dari satu sisi sungai ke sisi sungai yang lain. Beberapa teman memilih menuntun waktu melewati jalan menurun untuk mencapai tengah  check dam.

Selepas dam Sabo, jalan akan semakin menanjak, dan dibeberapa segmen terjadi kerusakan. Sebelum simpang Ketep, jalan sangat rusak, dan banyak truk-truk pengangkut pasir. Sangat disarankan untuk turun dari sepeda ketika berpapasan dengan truk di jalan yang sangat rusak, dan hanya hanya tinggal separo (karena separo badan jalan sedang dalam proses pengecoran).

Warung di Simpang Ketep

Simpang Ketep

Merapi dari Simpang Ketep

 

Peserta disarankan untuk istirahat sejenak di sekitar Simpang Ketep yang bagus pemandangannya.

Etape 6 : Simpang Ketep  – Selo (Titik Kumpul 5)

  • Simpang Ketep (Elevasi: 1180m) dan Selo (Elevasi: 1576m)
  • Jarak: 8 km (Tanjakan yang paling tajam dan panjang)
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton, dan beberapa segmen, terutama ketika mendekati Selo kondisi jalan rusak. Dan dibeberapa titik jalan rusak dibagian kiri, Peserta disarankan untuk tidak mengambil jalur kanan, karena lalu lintas ramai. Jalan terus menanjak lebih tajam.
  • Point of interest:  Pemandangan gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan.

 

Perjalanan Etape terakhir menuju Selo, puncak tertinggi perjalanan Gowes Merdeka Merapi akan melalui tanjakan yang paling tajam, namun pendek di Jrakah, dan akan berlanjut dengan tanjakan-tanjakan tajam terus menerus sampai masuk Selo

Jrakah adalah satu desa bagian dari kecamatan Selo adalah salah satu desa di lereng gunung Merapi, namun desa Jrakah terletak di kaki gunung merbabu, dari desa ini  terlihat pemandangan yang sangat indah, sebelah barat gunung sindoro dan gunung sumbing, di selatan ada gunung merapi dan di utara ada gunung Merbabu. 

Perjalanan selanjutnya menuju Pasar Jrakah. Di jalur ini terdapat tanjakan yang paling tajam tetapi pendek. Perlu menyiapkan tenaga ekstra.  Saat diantara Jrakah dan Selo, udara dingin terasa menusuk. Akan agak terasa aneh, kondisi badan yang hangat setelah sepedaan sejauh itu, namun terasa dingin oleh hembusan angin.

Kita akan mulai bersepeda di punggung gunung Merbabu, dan menikmati gunung Merapi di sisi kanan kita. Hanya sayang kondisi jalan di daerah ini sudah banyak yang rusak dibanding tahun 2015 lalu yang masih sangat mulus.

[gallery ids="4227,4228,4229" type="columns" orderby="rand"]

Pemandangan di jalur ini sangat indah, dimana gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan. Dan terus tetap berhati-hati terhadap pengendara mobil dan motor yang sesekali lewat.

Perjalanan selanjutnya menuju Titik Kumpul 5: Pasar Selo. Perjalan ini akan melalui jalan yang rusak dan banyak truk pasir. Peserta diminta ekstra hati-hati, dan turun dari sepeda/menuntun. Terapkan terus menerus prinsip-prinsip keselamatan.

Titik Kumpul 5 Pasar Selo (Gunung Merapi tampak sangat dekat)

Titik Kumpul 5: Selo untuk makan siang bersama.   Etape 7: Selo (Titik Kumpul 5) -Tugu Mliwis

  • Selo (Elevasi: 1576m) dan Tutu Mliwis (El. 760m)
  • Jarak: 12 km
  • Kerusakan jalan paling parah di sepanjang perjalanan ini. Perlu sangat amat hati-hati dan turun dari sepeda sesuai keperluan
  • Point of interest: Pasar Sayuran Cepogo, Turunan-turunan tajam dengan pemandangan pedesaan di bawahnya dan patung Irung Petruk (Jangan lewatkan untuk berfoto di tempat ini)

 

Jalan aspal dan jalan beton antar kota dan rusak agak parah. Perlu sangat hati-hati. Selain jalan rusak, ramainya kendaraan dan di beberapa segmen dilakukan pengaturan lalu lintas satu arah karena ada pekerjaan pengecoran beton jalan.

  • Selo - Pasar Cepogo: 2km jalan rusak parah, 2 km jalan cor beton dan 3 km selanjutnya jalan aspal agak rusk
  • Pasar Cepogo-Tugu Mliwis kondisi permukaan jalan masih banyak yang rusak

Irung Petruk

Perjalanan dari Selo akan melalui beberapa tempat yang indah untuk berfoto, termasuk Irung Petruk yang ada patungnya. Peserta perlu sangat hati-hati mengingat medannya yang menurun tajam dan ramai lalu lintas.  

Setelah melewati Pasar Sayur Cepogo, perjalanan akan melewati satu pompa bensin, dan bertemu dengan pertigaan yang ada tugu (Tugu Mliwis), peserta akan belok ke kanan menuju Jatinom (Di kiri jalan setelah belokan ada toko bernama AsGross sebagai tanda)

Semua peserta yang berada di depan diminta berhenti di dekat Tugu Mliwis untuk menunggu rombongan, dan bersama-sama melanjutkan perjalanan

Etape 8: Tugu Mliwis – Alun-alun Klaten (Titik Kumpul 6)

  • Tugu Mliwis (El. 760m) dan Alun alun Klaten (Elevasi 170m)
  • Jarak: 37 km
  • Jalan aspal mulus, terus menurun melewati hutan-hutan kecil dan rumah-rumah penduduk
  • Point of interest: jalan yang halus, menurun dan nyaman

 

Perjalanan akan melalui jalan arah Tulung-Jatinom. Pada rute ini jalan akan menurun terus, dan diusahakan untuk bisa bersepeda dalam rombongan agar tidak tersesat sampai ketemu jalan raya Boyolali-Klaten, untuk berlanjut menuju Alun-alun Klaten.

Di Titik Kumpul 6 Alun-alun Klaten akan istirahat sejenak untuk minum es

Etape 9: Alun-alun Klaten -  Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta

  • Alun alun Klaten (Elevasi 170m) dan Yogyakarta(Elevasi 100m)
  • Jarak: 27 km
  • Jalan raya Solo-Yogya aspal mulus, dengan lalu lintas yang ramai

 

Perjalanan etappe terakhir ini akan melalui jalan raya Solo-Yogya, yang berkemungkinan masuk kota Yogya hari sudah mulai gelap bagi sebagian peserta. Jadi persiapan lampu sepeda di belakang dan depan sangat perlu dilakukan.

Gambaran rute saat survey sampai Alun0alun Klaten

Semoga para peserta bisa sabar bersepeda, menikmati setiap kayuhan di tengah-tengah pemandangan gunung Merapi dan Merbabu yang indah. Selamat menikmati epic endurance cycling.

Video:  Lokasi:  Indonesia 7° 30' 4.7736" S, 110° 27' 36.072" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Jarak: 125.00kmSepeda: MTBElevasi Jarak: 125.00km
Categories: Partners

Gowes dan Emotional Eating

Sepeda Sehat - Sun, 06/12/2016 - 16:13

Yes, I’m an emotional eater. I eat emotionally.

Dari dulu sudah menyadari namun berasa parahnya saat saya mengalami depresi. Pemicunya adalah suatu masalah yg menimpa saya, sehingga kehilangan jati diri, paranoid dan menurunnya tingkat kepercayaan diri ke titik nol. Saya menjadi pribadi yang tertutup, minderan dan secara harafiah berhenti berfungsi normal sebagai manusia. Robot manusia dalam mode auto pilot.

I hate my life, I hate what I have become and I find comfort in food.

Saya penah makan sambil menangis, makan manis manis buanyak trus dimuntahin lagi, makan pedes saat stress, sedih trus makan buanyaak (hiks) Semua kegiatan makan memakan yg penuh emosi jiwa, I’ve done that. Apakah trus stressnya jadi hilang? Nggak.. malah tambah stress. Saya sadar selama masalah/ depresi saya belum tertangani maka emotional eating habit akan terus berlanjut. Lalu? Apa yg harus dilakukan? Diet? Nope. Langsung ke akarnya. Hadapi permasalahan itu lalu atasi emotional eating habbit.

Apa sih emotional eating

Emotional eating adalah suatu bentuk gangguan makan karena dorongan emosi, bisa senang, sedih, bosan, Stress/depresi. Dalam tingkatan lebih lanjut, jika tidak diatasi dapat berkembang menjadi gangguan pola makan yg sulit diatasi seperti bulemia, anorexia ataupun over eating (makan berlebihan). 

Emotional eater akan makan untuk mengisi kebutuhan emosi atau melampiaskan suatu emosi tertentu yg dirasakannya menggunakan makanan. Makan agar merasa lebih baik, lebih nyaman, ataupun sebagai reward hadiah diri atas suatu pencapaian tertentu, bukan karena lapar yg sesungguhnya. Karena makan dari respon emosi bisa dipastikan akan berlebihan dan cenderung craving for high fat, high sugar, high calorie food (junkfood). Makanya ada istilah “comfort food”.  Karena kebanyakan junk food memang tinggi gula, jadi langsung boost blood sugar, jadi energy instant. Cepat semangat dan juga cepat loyo lagi dan tak lama craving manis manis lagi.

Seorang emotional eater mungkin terlihat lemah jika dihadapkan pada makanan, namun sesungguhnya dia lemah pada emosinya sendiri. Karena emosinya tidak terkelola dan disalurkan dengan baik, jadi terbiasa  menggunakan makanan untuk menentramkan emosi yg terpendam itu. Padahal apakah setelah makan dia akan merasa lebih baik? Tidak, langsung timbul penyesalan, merasa bersalah dan merasa lebih buruk dari sebelumnya kemudian kembali makan untuk menentramkan diri. Lingkaran syaiton yg berulang terus dan terus. 

Lingkaran setan Emotional Eating: Stress/bosan/sedih  > Makan  > menyesal  > tambah stress  > makan lagi

Bagaimana membedakan Lapar Emosi dan Lapar Fisik (lapar sungguhan)

Lapar emosi:

  1. Datangnya mendadak, harus sekarang dan tidak bisa ditunda.
  2. ‘ngidam’ makanan yang spesifik dan fokus pada tekstur rasa dan bau makanan tertentu: seperti ingin makan pizza dgn beef topping dan keju mozzarella yg meyeyeh, kepinginn Brownies chocholate dikasih es krim rum raisin disiram saus Dulche de leche ditabur chocochip. Bakso malang pak kumis dimakan pake krupuk rorombeheun diawuri pilus dan sambel yg banyak. Ingin Seblak nan pedes pake ceker/cilok anu diujung jalan anu.
  3. Makan kalap dan setengah sadar.. ujug ujug habis kripik sekantong gede, cheese stick setoples, nastar seloyang, es krim setengah liter, nasi sebakul dst.
  4. Berasa ngga kenyang kenyang ingin lagi dan lagi. Baru berhenti setelah ‘kenyang bego’ alias kekenyangan sampai melongo semua gerakan jd slow motion. Xixixi (did that done that)
  5. Setelah makan merasa menyesal, merasa bersalah karena di dalam lubuk hati yg paling dalam, kita tahu kalau barusan makan yg ga bener, makan bukan karena nutrisinya dan sebenernya tidak dibutuhkan oleh tubuh.
  6. Lagi sedih/bête/emosi, tiba tiba ingin eskrim/coklat untuk mengkompensasi kesedihan/kebetean itu

Lapar fisik (lapar sungguhan):

  1. Datangnya bertahap. (agak lapar, laper.. laper bangeeet). Tidak buru buru harus dipenuhi, kecuali sudah lama ngga makan.
  2. Kalau lapar, semua makanan masuk ga ada rekues yg spesifik, termasuk sepiring besar pecel, sayur rebus atau kukus2an, urap pun wokeh.
  3. Sinyal tubuh lapar kenyang berfungsi baik, saat kenyang langsung stop. Makan sesuai kebutuhan. 
  4. Endingnya merasa bangga krn sdh makan dgn benar dan sesuai koridor.

Kenali pemicu Emotional Eating anda:

  1. Happy
  2. Stress
  3. Kebiasaan masa kecil: Ingatkah dulu saat kecil jika berbuat baik diberi permen, atau supaya berhenti menangis diberi es krim. Naik kelas nilai bagus diberi reward makan makan di restoran. Hal itu suka terbawa hingga dewasa mengasosiasikan makanan = senang dan bahagia.
  4. Bosan/Boring: Ngemil ngemil sambil kerja atau nunggu antrian.. atau sambil nonton tv, bari ngobrol dst
  5. Sebagai pelarian sementara untuk menghindar dari emosi yg tidak ingin dirasakan.

Cara mengatasi Emotional Eating

Setelah pemicu dikenali, cari cara lain untuk memecahkannya selain menggunakan makanan. Kalo niat sih bikin food diary dalam sehari makan apa saja, mood nya lagi apa waktu itu dst.. tapi saya malas, jadi cukup dikenali benar-benar apakah sinyal yg diberi tubuh lapar beneran apa emosi, lalu coba menenangkan diri, ambil waktu sebentar untuk menelaah, kalau ternyata laper emosi saya cuekin/makan buah/minum air. Kalau ternyata lapar beneran, ya saya lanjut makan sepiring besar sayuran dan lauk. Ngemil ngemil karena bosan? Wah itu obatnya cari aktivitas lain penyalur bosan selain.. makan. Perdalam hobi, menulis, mewarnai, doodling, membaca, kegiatan apapun untuk mengusir bosan.

Saran untuk menghadapi stress dan depresi

  1. Hadapi masalah dgn berani, terima semua kenyataan yang ada dengan ikhlas, persiapkan  siri akan kemungkinan terburuk dan cari solusi dgn kepala dingin.
  2. Sharing, cari support dari keluarga atau teman agar tidak merasa sendirian menderita di dunia ini
  3. Cintai dan maafkan dirimu sendiri, walau apapun yang telah terjadi dimasa lalu. Fokus ke masa depan bukan masa lalu.
  4. Raih kembali PD yang hilang, perlahan bangkit dan sembuh dari keterpurukan emosi.
  5. Cari alternatif lain untuk menyalurkan emosi tsb diluar makanan. Seperti dengerin musik/menggambar/mewarnai/olahraga/apapun yg menjadi passion-mu selama ini. Tapi saya rekomendasikan sejenis kegiatan olahraga. Karena itu cocok sekali untuk menyalurkan energi negatif dan emosi berlebih menjadi tenaga, lalu setelahnya akan terlalu lelah untuk mikir yang nggak nggak ^_^

Dalam Poin ke 3 khususnya, "Cintai dirimu sendiri" saya mengartikannya sebagai melakukan upaya untuk diri sendiri, semacam ‘me time’.  Karena selama masa depresi itu, sudah hilang hasrat kepedulian terhadap diri, tak peduli akan kesehatan.

Setelah melewati tahun tahun terkelam dalam hidupku, tak sengaja  saya bisa tersenyum.. saat saya mulai bersepeda lagi.  Pagi subuh, bersepeda keliling rumah, jalanan Jakarta yg masih sepi. Desir angin menerpa wajah, semakin kencang laju sepeda, semakin dingin anginnya. Terasa bebas, seperti terbang, sayapun tersenyum untuk pertama kali setelah sekian lama.  Tak lama kemudian saya ketagihan gowes lagi.  10 km, 24 km, 45 km, 55 km. Makin jauh makin asik, walau sesudahnya cuapeek, dan pantat sedikit pegal, namun tetap ada senyum yg menghiasi muka belel keringetan itu.

Cycling save me

It’s my way to deal with all the negative emotions, after a long ride, I’ll be positive and happy again.

Ketika hati sedang galau? Goweslah yang jauh, bersama teman lebih asik namun sendirian juga tidak masalah. Lumayan bisa menormalkan lagi emosi yang meletup letup, dan terutama tidak lari ke kebiasaan lama (emotional eating). 

And you should too. Take time to do some workout.. of your choice of course. Mengapa olahraga meski capek namun menyenangkan? Karena kegiatan olahraga yang teratur membuat tubuh Anda melepaskan hormon endorphin yang membuat anda rileks. Terapi bagus untuk melepas stress yang menumpuk.

Sebagai wanita, istri ataupun ibu, berapa banyak waktu yang dicurahkan untuk keluarga? (24/7 doong) Mengurus anak, suami, masak, beberes rumah apalagi kerja pula. Mosok ya ngga bisa luangin waktu untuk diri sendiri untuk olahraga? Berolahraga berarti memberi perhatian untuk diri sendiri, merawat diri dan nantinya tumbuh kecintaan lebih pada diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri (alih alih ngumpetin timbangan atau males melihat pantulan diri di cermin), percaya diri pun meningkat.

Pertanyaannya adalah: Seberapa Besarkah kau mencintai dirimu sendiri dalam sehari? 2 jam sehari? 1 jam? ½ jam? 15 menit atau.. sebulan sekali? 

Kenyamanan datang dari hati yang tenang, bukan dari makanan. Saya tau memang berat mengubah kebiasaan/habit bertahun tahun.  Susah bukan berarti tidak bisa, sayapun masih berproses. So, be brave and face your problems and emotions. Tetap semangat, tiap hari adalah perjuangan!

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Weightloss is Easy

Sepeda Sehat - Sat, 06/11/2016 - 16:11

Berani saya mengatakannya, karena saya sudah pernah di posisi itu. 

Gampang, gampang banget. Kita semua udah tau caranya namun ngga sepenuhnya committed untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh. Selalu pesimis, cari cara untuk memutarinya, cari yang instant, cari yang cepat. 

“Biarin deh menderita, yang penting cepat turun.” Ya iya sih.. tapi untuk berapa lama tahannya? Menyiksa diri dan dengan target buru-buru gitu, apa yang terjadi? Setelah target terpenuhi, ambyaarlah semua pertahanan.. jadi kalap, dan balik lagi deh bobotnya, atau malah nambah?

Jujur sajalah, kita semua sudah tau caranya, tapi tidak benar benar serius melakukannya. Semua tergantung mindset kita, ubah mindset, ubah gaya hidup, ubah pola makan dan berolahraga rutin. Itu saja, simple sekali. Hanya atur makan saja tanpa olahraga, percuma, begitu juga sebaliknya. Kuncinya ya itu, merubah pola hidup keseluruhan, jadi bagian dari daily activities kita. Ya makan ya olahraga. Terutama olahraga. 

Ubah mindset!

Weightloss itu tidak instant! Karena focus point-nya SEHAT dan Jangka panjang. Tidak seperti program diet lainnya yang sekian belas hari sekian kilo, dgn pantangan yang… ah sudahlah. Karena jangka panjang, otomatis harus realistis menentukan batasan dan melakukan perubahan positif yang akan sanggup saya jalani dengan senang hati secara jangka panjang. 

Olahraga dilakukan sebagai bagian aktivitas harian kita. Yup, daily activities. Harian bukan mingguan/bulanan/kalo lagi ingat aja. Diinkorporasikan kedalam kegiatan kita sehari hari. Terdengar mudah tapi agak tricky awalnya. Kuncinya: harus konsisten.

Jaga makan, Jaga olahraga- udah itu aja, ngga ada rahasia lain. Gampang kan?

Di awal artikel saya menulis “karena saya pernah di posisi itu”. Dulu sudah pernah melakukan weightloss program juga (sblm hamil), dan sesudah hamil. Keduanya sukses menurunkan sekitar 25 kg-an deh. Dengan metode sama, makan sehat dan olahraga rutin. Namun karena terkendala biaya (mahal bok, beli buah meyuyu), dan waktu yang terbatas (dahulu olahraga tiap hari 2 jam, dan weekend gowes bisa pergi pagi pulang sore), krn 2 tahun ini hamil, lahiran dan ngurusin bocah yang ngga bisa ditinggal, plus kecenderungan emotional eating saya yang membuat bobot tubuh balik balik lagi dan kini stabil diangka 93 kg, dari sebelumnya di angka 70 kg. Jadi saya tau pasti, menurunkan berat badan itu gampang, apalagi jika mulai di angka besar, waah heppi deh liat timbangan melulu.

Untuk kali ini dengan menimbang pengalaman sebelumnya, beberapa bulan perjalanan transformasi ini, saya mencari formula yang efektif dengan waktu olahraga yang minimal dan murah supaya memudahkan (terutama untuk saya) agar bisa melakukannya on a daily basis. Waktu: Karena saya seorang emak dari bocah berusia 2 thn, ga bisa deh olahraga tanpa gangguan terlalu lama. Murah, tanpa membership apapun, bisa dilakukan di rumah with no cost what so ever, modal niat yang kuat saja. Tak lupa saya berusaha menghilangkan habit emotional eating, yg terakhir kali menyebabkan kegagalan program weightloss-ku sebelumnya. 

Buang semua alasan pembenaran tak penting. Alasan yg paling sering dipakai: “Tak ada waktu” Blaargh, kliseee klise banget. Sehari=24 jam beibeh. “Saya keturunan gemuk, makan sedikit juga jadi daging.” Ngook.. It’s just an excuse not to be healthy. Ok, adalah orang-orang tertentu yang diberkahi metabolisme tinggi, makan seporsi buesar juga tetep saja segono bodinya. Lalu bukan berarti dia dengan badan segitu akan sehat walau tanpa olahraga. Exercise is for everybody, cepat atau lambat akan terlihat dampak dari hidup ga sehat. “Kalau orang tuanya gembul anaknya gembul” Trus pasrah saja gitu, hidup dlm “takdir” yang dianut sendiri? Justru kita harus berjuang melawan dan memutus mata rantai itu, supaya anak cucu kita ngga terjerumus di lubang ndak sehat tersebut. Diabet mungkin memang keturunan, saya pastilah beresiko karena kedua orang tua adalah diabetesi. Pasrah menunggu vonis itu datang? Atau berusaha segenap daya upaya untuk melawannya? yang kedua dong, kalaupun saya suatu hari divonis diabetes, setidaknya saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencegahnya, no regrets in the future.

Kalau anda suka makan es krim atau coklat atau makanan manis saat sedang sedih/stress? Baca artikel saya yang berjudul Gowes dan Emotional Eating.

Sudah mantap surantap? Yuuk kita mulai.

Langkah Pertama: Set some Goals, tetapkan target

Me: goalnya menyamai bobot sahabat saya, which is 85. Dengan maksud menginspirasi beliau untuk ikut berjuang bersama (nyari temen :p) coz I love her so much, I want her to be healthy. Sekarang posisi jarum timbangan menunjuk angka 85, HORE! Goal jangka pendek sudah tercapai! Saatnya set goal lagi, paling nggak kepala 6 saya udah seneeng banget. 65kg deh ^_^

Langkah kedua: Berkomitmen

Berkomitmen dengan 2 Hal: EAT RIGHT AND EXERCISE. Tanpa 2 komitmen ini, sia sia deh. Kalau rutin berolahraga otomatis akan menghindari makanan yang ngga bener, sayang kan, sudah capek-capek olahraga malah kalorinya surplus. Supaya efektif, Keduanya HARUS berjalan beriringan.

Langkah ke tiga: Love yourself

It’s time for YOU to get a hold of your life. Be Healthy. Take care of yourself. For who?  for YOU! yes YOU nobody else but YOU! Sebagai wanita, berapa lama waktu dihabiskan untuk ngurusin orang lain? Sudah saatnya meluangkan sedikit saja waktu untuk diri sendiri, merawat diri-berolahraga. Jangan salah, olahraga itu bentuk rekreasi juga lho, melepas hormone endokrin, hormon kesenangan. Makanya habis olahraga perasaan jadi happy, lega dan bangga.

Langkah ke empat: Get up and EXERCISE!

Merenung sebentar, cari kira-kira olahraga apa yang disukai. Sangat membantu jika bisa menikmati olahraga itu, dan nantinya bisa jangka panjang. Seperti saya, suka bersepada. Jadi dapet olahraganya, dan dapet senangnya. 

Ini formula yang sudah diuji kesuksesannya oleh saya sendiri. Dibuat karena mengetahui kelemahan saya terutama dalam hal makanan. Untuk weightloss program ini saya menerapkan 2 pantangan: Pantang Nasi dan gula.

Pantang Nasi: Sebelum nyinyir, ingat ini didesain untuk saya yang lemah banget jika berhadapan dengan nasi. Yes, I’m a rice lover. Nasi dengan lauk ngga enakpun saya habek (what is habek? Kalap, ngabisin nasi), apalagi dengan lauk yang tepat, bisa bolak balik nambah tak terkendali. (lauk yang tepat baca: ikan asin, jambal roti, pepes peda, sambel syaiton aaaaakh!). Jadi daripada saya harus menderita makan nasi seiprit dan dijatah, mending nggak sama sekali. Bolehlah sekali seminggu cheating makan nasi dengan bebas. Dan dengan tiadanya nasi, makan sayurnya jadi banyak. Karbo juga ada di sayur kok :p. jadi makannya ngga dengan nafsu krn adanya nasi, tapi dengan lapar. Dan berhenti kl sdh kenyang.  Kalau pake nasi alarm lapar kenyang suka error jadi nambah melulu :p. Ganti mindset, "ngga makan nasi=belom makan" (ini mah Indonesia sekali).. nggak lama kok sakaw-nya, (kalo saya sih). Kalau kata abang bisa diganti pakai beras hitam, karena kandungan seratnya 10 kali beras biasa. namun itu ndak berlaku untukku, beras hitam juga enaaak dan mahal (saya ndak kuat beli). Jadi no rice for me.

Pantang Gula: ohoho, gula yang tersembunyi = ekstra kalori. Minuman manis daaags, kueh kuehan manis juga no no. cokelat, es krim.. yuuk cuss. kalo nggak biasa mungkin ini yang bikin stress, tapi percayalah, it can be done. Sakaw-nya sebentar saja, 2-3 minggu juga terbiasa kok. Jika terlalu ekstrem, untuk awal-awal kasih kelonggaran: 1 gelas minuman manis, (kopi manis kalo saya) tiap hari. Karena saya masih suka ngopi manis belum doyan yang pait. Kalo pengen aja gpp, menjaga kewarasan yang baru mulai berubah, yang imannya masih goyah. Percayalah itu kopi rasanya akan jadi lebih lezat. Tapi belakangan priviledge itu jarang kupakai sih, hanya saat ingin aja. Ngga masalah lahay, toh olahraganya setiap hari.

Porsi Olahraga: Naah ini dia yang selama ini sibuk saya ulik, nyobain berbagai jenis olahraga, lamanya waktu dan beban olahraga yang sesuai untukku, dan maksimal hasilnya untuk weightloss. Terutama waktu yang seminimal mungkin. Masih work in progress (kira kira sudah 2 bulan ini) begini hasil yang saya aplikasikan.

Bulan pertama: Biasakan diri berolahraga SETIAP HARI. Setidaknya 6 kali seminggu. dengan intensitas olahraga ringan saja dan tidak terlalu lama. Karena tujuannya agar kita terbiasa dulu. Diutamakan olahraga di rumah, karena sifatnya yang tiap hari itu. Jadi tak ada alasan hujanlah, males keluarlah, ga bisa bangun pagi.. (ieew I’m sick of those excuses). Membantu kalau punya home gym. Sejenis cardio exercise type machine. Kenapa kardio diutamakan? Karena paling efektif bakar kalori dan menaikkan metabolisme. Kenapa nggak ditambah latihan beban? Monggo kalo mau mah, bagus. Tapi saya sayang waktunya euy, mending dikebut di cardio heula untuk awal awal. Kalau saya Alhamdulillah punya Crosstrainer (sdh berumur 10 thn) Crosstrainer itu cucok banget buat yang overweight. Karena dia melatih tangan dan kaki secara bersamaan. Dan juga karena lintasannya yang elips jadi minimum impact di area lutut. Untuk permulaan mulai setengah jam sehari. Jika sudah merasa nyaman boleh ditingkatkan jadi 45 menit sampai akhirnya di awal bulan kedua jadi satu jam sehari. Awal awal memang berat, tapi kalau sudah terbiasa, malah kalau sehari ngga olahraga  badan terasa ngga enak, berasa ada yang kurang. Jadi kebutuhan harian. Sabtu minggu saya manfaatkan lenggangnya Jakarta saat weekend untuk gowes keluar, Kemana aja, buat refreshing juga. Tapi kalo mau istirahat hari minggu ya monggo.

Bulan kedua: Jangan sedih kalau ndak punya home gym. Baru2 ini crosstrainer saya rusak, dan harus direparasi, menunggu sparepart-nya 3 minggu. Waah bisa kacau program ini batinku. Lalu saya ingat ada latihan yang gampang dan cepat tanpa alat apapun. Dan setelah hari ke-7 dilakonin, berat badan saya tetap turun teratur, sama saat saya memakai crosstrainer. Olahraga apakah itu? 100 squats a day. Yes, setiap hari melakukan squat 100 kali. Cuman habis waktu 3-5 menitan lah, tapi masih mumpuni mendongkrak metabolisme harian. Teorinya, dengan melakukan 100 squat bisa “membangunkan” kumpulan otot terbesar di tubuh kita, hingga efektif membakar lemak di bagian tubuh yang lain. Baru saya jalani 10 hari.. susah nggak? Ahahaha jangan ditanya deh. Menderitanya di 5 hari pertama, PASTI akan ada sore muscles terutama di paha. Namun lewat hari ke lima kaki terasa lebih kuat, hingga bisa squat lebih cepat dan tanpa dibarengi rasa sakit keesokan harinya. Syaratnya? Lakukan squat dengan benar! Banyak liat video squat. Kalo saya squat di depan kaca, biar ketauan salah atau benarnya. Dengkul tidak boleh melewati jempol saat menekuk. Dan berat badan bertumpu di tumit. Kalau salah squat bisa bisa dengkul yang sakit. Yang penting banyak liat vidionya deh, pasti bisa. Mau alesan apa lagi? mosok olahraga 5 menit aja ga sempet :p  Ada juga freeletics dan High intencity Interval Training (HIIT). Tapi saya belum pernah coba sih.

Bulan ketiga: Sedang berjalan, pada bulan kedua sudah turun 8 Kg. Untuk selanjutnya, saya akan menaikkan beban crosstrainer lebih berat. Dan tantangan baru lagi datang: PUASA! Tantangan weightloss saat puasa. Ohohoooo Puasa kan menahan hawa nafsu, tapi kenyataan di lapangan saat bedug tiba dibombardir dengan tajil dan makanan yang.. ah sudahlah! Begitu azan, serbuuuuuu! Hap hap hap kalap deh. Sekarang lagi menyusun formulanya dulu, nanti diupdate ya tipsnya..

Tips Penyemangat

Warning, dlm proses penurunan berat badan, akan timbul keinginan besar untuk terus nampang di depan cermin. ngecek progress. Juga bolak balik naik timbangan. “Emang ngga pernah males olahraga? Tiap hari?”

Yaaa manusiawi laah, ada hari hari males gerak, males olahraga. Cara paling ampuh mengatasinya, cara saya:
1. Berdiri di depan cermin, pakai celana pendek dan baju kutungan.
2. Rentangkan kedua tangan lurus ke samping
3. Goyangkan tangan, dan kaki jalan/sedikit lompat ditempat
4. Amati cermati bagian tubuh yang bergoyang-goyang

Langsung cuss olahraga deh. 

Tambahan buat memotivasi deh, Taukah kamu? Orang yang besar itu adalah orang yang kuat. Kenapa kuat? Karena mereka terbiasa membawa beban tubuhnya sendiri. Jadi di balik lapisan lemak itu, terdapat massa otot yang lumayan dan berpotensi jika dilatih. Bayangkan jika lemak itu hilang, dan otot otot itu dilatih hieeew pasti jadi super ztrong! (berpose supermen terbang). Tapi ada benarnya sih. Dulu saat hamil, bobot saya naik 33 kilo (jadi total 103 kg). dan dulu orang pada heran sama saya, karena ngga kaya orang hamil, jalannya juga biasa. Kenapa? Karena saya sudah terlatih bawa bawa beban beurat. 

Jadi, Tunggu apa lagi? Jangan tunggu daster ndak muat atau celana jadi sesek pating pecotot

Punya misi yang sama? Butuh sharing cerita-cerita? Kita bisa ngobrol, klik disini untuk kontak. Kuncinya ada di diri anda sendiri. Strong will! Bisa, pasti bisaa!

Categories: 

Penyakit: 

Categories: Partners

Gowes Merdeka 2016 [13 Agustus 2016]

Sepeda Sehat - Mon, 05/30/2016 - 16:32

Gowes Merdeka 2016 menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-71, dengan membangkitkan semangat kebersamaan dalam berjuang menjelajah rute mengelilingi Gunung Merapi di ketinggian 1400 mdpl. Sebuah perjuangan untuk menaklukkan diri sendiri, menggapai keindahan pemandangan nan-epic, meraih kesegaran demi kesehatan, membelah  lereng di antara Gn. Merapi dan Merbabu dalam perjalanan selama 8 jam. Dokumentasi video beserta kisah perjalanan gowes yang sama pada tahun 2015 dapat dicermati pada artikel ini.

Event gowes ini mengutamakan safety dan fun dalam suasana kebersamaan. Peserta akan difasilitasi asupan makanan dan minuman, diberikan sebagai bekal perjalanan, serta disediakan pada berbagai titik checkpoint di sepanjang perjalanan. Panitia menyediakan tim pemandu perjalanan (marshall), mekanik, paramedis, serta kendaraan ambulance dan pickup sebagai antisipasi atas hal-hal emergency. Rute perjalanan beserta fasilitas dan ketentuan lainnya akan diinformasikan kemudian.

Event gowes ini terbuka untuk umum, pendaftaran sudah dibuka hingga 31 Juli 2016. silakan mendaftar melalui Google Form atau langsung mengisikan formulir berikut:

Loading...

 

Rekapitulasi Peserta

Seluruh peserta yang telah melakukan pendaftaran akan ditampilkan dalam tabel berikut. Kolom Status Bayar akan tertulis LUNAS jika transfer dari peserta telah diverifikasi oleh panitia. Jika nama Anda belum tampil dalam tabel ini, mohon dapat refresh ulang halaman ini beberapa saat lagi, atau cek langsung pada link Google Sheets ini.

Categories: 

Categories: Partners

Puncak Cemoro Sewu, Gowes Diatas Awan

Sepeda Sehat - Sun, 05/08/2016 - 20:10

Cemoro Sewu terletak persis di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sesuai namanya, gowes ini menjelajah diantara hutan pohon cemara. Gowes ini istimewa, ada banyak sekali bonus pemandangan nan-indah, nampak suasana Telaga Wahyu dari ketinggian, suasana yang sangat rindang penuh pepohonan cemara dan udara yang sangat sejuk/dingin.  Keistimewaan utamanya bukan pada hutannya, tapi karena tantangan rute yang terus menanjak hingga mencapai ketinggian 1.921 mdpl (meter diatas permukaan laut). Jarak rute mungkin hanya sekitar 60 km, tapi ketinggiannya termasuk salah satu puncak yang tertinggi, mengalahkan puncak Kaliurang (900 mdpl) dan puncak Selo (antara Merapi-Merbabu, 1.400 mdpl). Pada ketinggian ini terasa udara lebih tipis, perlu ekstra hirup napas saat nanjak. Sampai di puncak Cemoro Sewu, betul-betul terasa gowes diatas awan, jika beruntung kita akan gowes menembus kabut yang sangat dingin. Air pun sedingin es.

Rute gowes ini ditempuh dari timur (Kebonsari, Madiun), karena kemiringannya masih relatif bersahabat. Jika digowes dari Barat (Tawangmangu), kemiringannya sangat curam sekali. Perjalanan menuju Madiun dapat menggunakan kereta api (2 jam) atau jalur darat menggunakan mobil sewa (5-6 jam). Nampak dari peta, sejak dari Madiun jalan sudah menanjak, sekitar 30 km untuk menuju checkpoint pertama sebelum mulai menanjak, yaitu Ngerong, di lokasi checkpoint ini ada Alfamart yang cocok untuk mengisi perbekalan. Namun tidak perlu kuatir karena di sepanjang jalan tersedia cukup banyak warung.

Dimulai dari Alfamart Ngerong, jarak menuju puncak Cemoro Sewu adalah 14,95 km, dapat ditempuh dalam waktu 4 jam 15 menit (catatan waktu goweser dengan berat badan 1 kuintal, gowes santai di rombongan paling belakang). Bagi mereka yang jauh lebih ringan dan kuat, dapat mencapai puncak dalam 3,5 jam. Perjalanan menuju ke puncak terbagi dalam 3 etape, ditandai oleh tanjakan-tanjakan yang cukup terjal walaupun hanya beberapa ratus meter saja. Bagi yang belum pernah menempuh rute ini, kita sering merasa disorientasi, dimana posisi sekarang, apakah puncak-puncak tanjakan sudah terlewati atau belum. Untuk membantu memandu perjalanan, puncak-puncak tanjakan ini sudah ditandai pada aplikasi Lacakin, sehingga akan selalu ketahuan dimana posisi terkini dan seberapa jauh menuju puncak tanjakan berikutnya. 

Sebaiknya menjalani rute ini dengan menggunakan MTB, agar dapat menikmati tanjakan beserta pemandangan dan kesegaran udaranya. Kondisi jalan sangat mulus, sebenarnya tidak ada masalah menggunakan RB, hanya saja beberapa tanjakan cukup panjang dan curam yang membutuhkan teknik dan kekuatan khusus jika ingin melaluinya menggunakan RB. 

Rute ini sangat recommended, sungguh menjadi pengalaman gowes yang tak terlupakan ^_^







Lokasi:  Indonesia 7° 39' 50.6052" S, 111° 11' 28.896" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 60.00kmSepeda: MTBElevasi Rerata: 12.00%Elevasi Maksimal: 47.00%Elevasi Jarak: 15.00km
Categories: Partners

Jogging + Bersepeda = Powerful

Sepeda Sehat - Sun, 04/03/2016 - 17:00

This is a true story of myself, dan saya sendiri masih amazed. Saya sendiri masih terkaget-kaget karena ternyata latihan berlari/jogging sungguh nyata meningkatkan kekuatan kaki, dan peningkatan ini sangat terasa ketika dipakai gowes. Hal lain yang membuat amazed adalah karena ternyata saya sudah bisa jogging, padahal berat badan saya masih 1 kuintal. Inilah kisahnya.

Sepeda saya sudah hampir dua bulan ini masih di bengkel karena mengalami patah anting (nama resminya "hanger", yaitu dudukan rear derailleur), ternyata ada berkah tersendiri di balik ini. Sepeda favorit tidak bisa dipakai, tentu membuat hati gundah gulana, apalagi karena hati tidak mantap untuk pakai sepeda lain. Selama 2 tahun ini bersepeda, sebenarnya berat badan saya tidak ada perubahan, masih saja sama, tetap 1 kuintal. Perubahan yang lebih terlihat pada physical appearance, ilustrasinya before-and-after seperti gambar di samping. Alhasil, berani mencoba untuk jogging lagi. 

Dulu, jogging sama sekali bukan olahraga yang disukai. Baru sebentar saja sudah ngos2an, lutut juga jadi sakit. dan ternyata sekarang sudah bisa jogging lagi dengan cukup nyaman. Nafas tidak lagi ngos2an, kaki juga lumayan bisa diajak lari, juga tidak ada keluhan lutut. Pertama kali jogging, tentu bukan tanpa masalah, mulai muncul nyeri otot di paha dan betis. Walaupun sudah lama gowes, ternyata tetap ada bagian otot yang belum terlatih. Maklum juga sih, selama ini otot kaki belum pernah merasakan pembebanan full 1 kuintal, so saya keep on running dengan niat untuk upgrade power kaki.

First time jogging dimulai akhir Feb 2016, jadwal gowes langsung diganti dengan jogging, frekuensinya 3x seminggu saja. Jogging di sekitar rumah saja, sekitar 3-5 km, durasi 30 menit hingga 1 jam. Jogging juga tidak ngoyo, kecepatan siput saja, sekitar 4 - 6 km/jam. Kalau sedang dinas luar kota tetap maintain rutinitas jogging pakai mesin treadmill. Selama 2 minggu jogging, nyeri otot kaki dan paha muncul silih berganti, penting untuk memberikan masa recovery yang cukup, jika nyeri agak berat gpp skip satu jadwal latihan. Memasuki minggu ke-3, setiap kali latihan sudah tidak terasa lagi nyeri, brarti otot kaki sudah upgrade.

Sesudah genap sebulan latihan jogging, kebetulan ada momentum untuk menguji hasil latihan, saatnya melihat bagaimana efeknya ketika dipakai gowes. Kesempatan pertama adalah gowes 100K dari Kutowinangun ke Jogja, rutenya relatif datar dengan beberapa tanjakan, mengayuh terasa lebih bertenaga, lebih konsisten/konstan mengayuh baik untuk jarak jauh maupun menanjak ringan. Berselang seminggu kemudian, datang kesempatan kedua, gowes 60K ke Nglanggeran, kali ini rutenya sangat dominan tanjakan panjang, ada juga yang cukup curam. Disini saya terheran-heran, tanjakan yang masuk kategori berat, ternyata bisa dilewati tanpa keluhan pada kaki. Bukan masalah ngebut atau cepat nanjak ya. Saat menanjak mengayuh konstan di gigi rendah, ketika menanjak tajam bisa mengayuh lebih kuat, energi di kaki terasa masih terus mengalir untuk tanjakan-tanjakan berikutnya. Malah lebih terasa napas yang belum bisa mengimbangi kekuatan kaki, masih ngos2an saat tanjakan curam, berarti ini jadi target latihan berikutnya.

Bagi kawan2 dengan berat badan 1 kuintal seperti saya, mengawali dengan bersepeda adalah pilihan yang tepat, low-impact (tidak memberi beban berat pada lutut dan kaki), banyak variasi yang tidak membosankan, dan fun! Jika badan sudah mulai ringan, dapat mulai menyisipkan dengan latihan jogging untuk meningkatkan power. Semoga sharing kisah ini dapat bermanfaat. Tetap Semangat!

Categories: 

Categories: Partners

Teknologi GPS Tracking untuk Pemantauan Perjalanan

Sepeda Sehat - Sat, 03/19/2016 - 13:50

Kami sudah cukup sering mengelola tour sepeda, terutama dalam mengelola tour jarak jauh (diatas 80 km per hari). Salah satu tantangannya adalah mengelola sebaran peserta yang terpencar. Ada peserta yang melaju jauh di depan, ada yang jauh tertinggal di belakang. Beragam peserta ini harus semuanya terlayani dengan baik, walaupun ada keterbatasan tim panitia dan kendaraan pendukung (logistik, pickup loading, ambulance).

Peserta yang mengaktifkan Lacakin dapat melihat posisi peserta lainnya.

Kita sulit mengetahui posisi para peserta. Bagi panitia yang belum familiar dengan rute perjalanan juga sering merasa "disorientasi" dan penuh keraguan. Peserta juga sangat potensial "tersesat" karena tidak familiar dengan tempat-tempat baru. Panitia logistik membutuhkan informasi sudah seberapa dekat peserta ke lokasi checkpoint, apakah masih ada peserta yang di belakang. Panitia yang menangani safety juga membutuhkan informasi lokasi peserta, semisal ada ban sepeda yang bocor, atau jika ada peserta yang jatuh. Selama ini kita mengandalkan "kirologi" (kira-kira lokasinya sekian meter dari perempatan, dsb). Bertukar informasi lokasi memang bisa dilakukan melalui WA, tapi belum memungkinkan memantau keseluruhan perjalanan beserta peserta/tim yang terlibat.

Semenjak akhir 2015 kemarin ternyata sudah ada teknologi pelacak lokasi yang bisa kita gunakan untuk memudahkan pemantauan perjalanan. Teknologi ini adalah aplikasi Lacakin yang diinstall pada ponsel Android. Peserta dan panitia tinggal mengaktifkan Lacakin, maka lokasi semua yang aktif dapat terpantau oleh panitia. Mereka yang mengaktifkan Lacakin juga dapat melihat posisi peserta lain, dan rute yang harus dilewati. Bagi peserta yang tertinggal di belakang bisa merasa lebih tenang karena ketahuan seberapa jauh terpisah dengan rombongan di depan, dan seberapa jauh menuju lokasi checkpoint logistik terdekat.

Panitia dapat memantau posisi seluruh peserta perjalanan. Bahkan disediakan juga public tracking page yang dapat diakses melalui Internet, sehingga perjalanan bersepeda dapat dipantau oleh keluarga di rumah.

Salah satu manfaat Lacakin saat kami gowes ke Ambarawa, terpantau bahwa sebagian peserta terpisah karena melewati jalur yang berbeda, tapi kita tidak panik karena kedua jalur tersebut bermuara ke persimpangan yang sama. Mengenai ada yang tertinggal di belakang, ternyata karena ponsel ybs off kehabisan batere.

Salah satu pengalaman menarik dalam menggunakan Lacakin adalah terkait safety. Dengan adanya Lacakin, kita jadi punya cara baru dalam penanganan kejadian-kejadian khusus. Salah satu contohnya begini: pernah ada kejadian peserta mengalami kram berat sehingga jatuh dan tergeletak di pinggir jalan. Peserta ini kebetulan bersepeda sendirian, tidak mengaktifkan Lacakin, dan tidak pegang nomor HP panitia. Beruntung ada warga yang menyaksikan, kemudian mengejar dengan motor untuk memberitahu ke rombongan di depan. Salah satu marshall balik kanan ke lokasi peserta kram, sudah merupakan prosedur bahwa semua marshall harus mengaktifkan Lacakin. Tiba di lokasi marshall langsung menghubungi call center panitia, memberitahukan identitas peserta kram (nomor bike tag). Panitia otomatis mendapatkan lokasi peserta kram, langsung menghubungi petugas ambulance dan diminta ke lokasi peserta kram. Petugas ambulance pasang sirene dan melaju kencang, tinggal memantau melalui aplikasi Lacakin seberapa sudah dekat ke lokasi.

Lacakin memudahkan manajemen perjalanan bersepeda jarak jauh, aplikasinya dapat di-download di Playstore, register di website-nya untuk mengaktifkan Lacakin. Enjoy, kita akan share terus berbagai pengalaman menarik lainnya ^_^

Categories: 

Categories: Partners

Soewoek, The Epic Endurance Cycling

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 22:14

Suwuk adalah nama pantai di daerah Kebumen, itulah saat pertama kali tim Soewoek ini terbentuk dalam sebuah formasi tim yang lengkap, bersama-sama bersepeda dari Jogja menuju Cilacap sejauh 160 km. Akhinya nama pantai ini diabadikan menjadi nama tim pesepeda. Dalam perjalanannya, tim Soewoek telah banyak membantu penyelenggaraan berbagai event bersepeda.

Filosofi tim Soewoek adalah Epic Endurance, yaitu bersepeda jarak jauh untuk sehat dan kebersamaan, dengan menjelajah ke berbagai destinasi epic di seluruh penjuru mata angin. Dua ciri utama yang khas dari setiap perjalanan yang dikelola oleh tim Soewoek:

  • Menjelajah rute epic, rute yang memberikan pengalaman bersepeda yang heroik serta pemandangan nan-indah tiada tara.
  • Pengelolaan teknis perjalanan yang rapi dan terencana, setiap rute selalu dilakukan uji coba dan survey, setiap perjalanan selalu dilengkapi dengan dukungan logistik untuk menjamin safety dan kenyamanan bersepeda.

Jika Anda ingin menyelenggarakan kegiatan bersepeda sebagai bagian dari corporate event, silakan kontak kami untuk mendiskusikan lebih lanjut bagaimana menciptakan pengalaman bersepeda yang memberikan memorable experience. Selamat bergabung dalam pengalaman bersepeda epic bersama tim Soewoek. 

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

Le Tour de Anestesi 2016

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 21:49

Anestesia Bike Community menyelenggarakan Le Tour de Anesthesia dengan tema "Epic Endurance Cycling", sebuah gowes dengan rute yang memberikan pemandangan nan-indah. Bagi yang berminat dapat menghubungi lebih lanjut  sesuai informasi pada brosur berikut.

Categories: 

Kota: 

Categories: Partners

Spot Riyadi, Pemandangan Candi Prambanan Nan-Cantik dari Puncak

Sepeda Sehat - Sun, 03/13/2016 - 21:09

KOPDAR #6 JOGJA GOWES 
Minggu, 13 Maret 2016

Titik Kumpul 1 : Depan Kraton / Alun2 Utara, kita start on time 06.00 WIB jadi silahkan datang sebelumnya
Titik Kumpul 2 : Perempatan RS Harjolukito RIngroad. Dari perempatan ini kita ke arah timur hingga sampai di Lava Bantal. 

Jadi sebaiknya kalau gak bisa kumpul dari Alun-alun nyegat di RS Harjolukito ini saja karena kita lewat jalur dalam.
Target nya jam 07.00 kurang sudah sampai Lava Bantal dan berfoto-foto disini kurang lebih 20 sd 30 menit. Habis itu lanjut menuju spot riyadi yang lokasinya arah ke candi ratu boko / abayagiri.

Jam 08,00 sudah sampai di Spot Riyadi, jalan menuju ke sana hijau, sejuk. Jalan mulus, menjelang ke spot riyadi ada 1 tanjakan 100m bs digowes/nuntun.

Di spot riyadi kita bisa menyaksikan pemandangan Prambanan dari atas dan hamparan hijau Jogja timur.Di spot riyadi sudah ada warung makan dan minum jadi tak usah khawatir kalau gak bawa bekal.

Setelah spot riyadi bebas, mau lanjut ke candi juga bisa karena tidak jauh dari sini ada Candi Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan, Candi Kalasan. Mau blusukan juga banyak jalur. Nanjak juga banyak, Atau mau pulang mampir dawet kalasan juga asik...

Baju/Jersey bebas, perlengkapan sepeda monggo diatur sendiri untuk kenyamanan dan safety. Speed damai
Ayo gowes rame-rame, silaturahmi menambah kekancan.

Salam Jogja Gowes










Lokasi:  Indonesia 7° 46' 9.1668" S, 110° 30' 7.632" E See map: Google Maps Javascript is required to view this map.

Categories: 

Kota: 

Jarak: 41.00kmSepeda: MTB
Categories: Partners

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.